
Suara musik terdengar hingar bingar. Semua orang berjoget sambil teler, sebagian besar malah bergoyang dengan gerakan yang sangat sensual dan erotis. Bergelimang dalam nikmatnya dosa dibawah siaran lampu laser dan diskon warna warni.
Sementara itu diatas sebuah meja bar, seorang gadis berpakaian modis dengan makeup luntur tengah meracau tak jelas.
Ia sudah menghabiskan beberapa gelas sloki vodka dan whiskey tanpa jeda. Jauh melebihi batas normal dan kadar toleransi terhadap minuman beralkohol.
Terlihat gadis itu sudah hang over parah.Terdengar makian dan umpatan tak henti henti dia lontarkan dari bibir merah menyalanya.
"Njel, sudah dong! Kamu sudah mabuk parah. Pulang yah..?" Pinta seorang gadis yang baru saja mendekat. Dirampasnya gelas berisi minuman haram yang hendak kembali diteguk Angel.
"Balikin, itu milik ku, kenapa kamu jadi jahat ha, kenapa kamu merampas kebahagian ku, kenapa kau hancurkan semuah mimpiku ha..hikh..hikh..Bajingan kau Krishna, aku akan membalas mu." Racu Angel, tiada henti mengumpat Krishna.
Kekecewaan yang begitu besar pada pria itu, tak tahu harus dicurahkan pada siapa , dan dia memilih menumpahkan semuah onak duri ditempat kotor ini.
"Ya ampun Jel, kenapa jadi begini, kamu nggak biasanya seperti ini, kamu nggak pernah minum minuman ini tapi kenapa malam ini kamu malah menegaknya. Jadi mabuk kan. Udah Stop Jel, ayo aku antar Pulang." Ucap Dila teman seprofesinya seraya kembali menarik gelas itu ,meletakan diatas meja, kemudian menarik tangan Angel hendak menganntarnya pulang, tapi Angel yang tidak terima mendorong tubuh Dila hingga terhuyung, beruntung ada seorang teman mereka yang sigap menangkap tubuh Dila hingga gadis itu tak terjungkal.
"Jel, kamu apa apa sih, kasar sekali kamu. Nggak pernah berubah. Lagian kamu Dil, nggak usah baik dan perhatian sama gadis angkuh itu, nggak sadar nggak mabuk sifatnya sama saja. Kasar." Umpat teman Angel yang lain yang bernama Anggun. "Biarkan saja dia, mendingan kita turun lagi, musiknya lagi asyik tuh." Ajak Anggun kemudian menarik tangan Dila.
"Tapi Anggun, bagaimana dengan Angel..?"
"Pergilah! biar aku yang menjaganya." Ucap teman Angel yang lain yang bernama Helena.
Selepas kepergian Dila dan Anggun, Helena teman Angel yang sesama model , melirik gadis oleng itu dengan senyum menyeringai.
'Kali ini aku akan menambahkan luka mu, hingga dirimu hancur sehancur hancurnya. Dan saat sadar nanti kamu lebih memilih mati ketimbang menikmati hidup yang kamu bangga banggakan.'
Dan dengan seringai jahat Helena berbisik sesuatu pada bartender, terlihat pria itu menolak dengan permintaan Helena tapi setelah gadis itu menyerahkan segepok uang dalam amplop, pria itu pun tersenyum senang, dan langsung menyanggupi permintaan sang gadis.
Tanpa seorang pun yang tahu, sang bartender telah mencampur minuman Angel dengan obat perangsang yang diberikan oleh Helena.
Dan tanpa menunggu lama, gelas berisi minuman yang sudsh dicampur obat perangsang itu diteguk dengan satu kali tegak.
Baik Helena maupun sang bartender saling melempar lirikan dan tersenyum jahat.
Tak berselang, Helena mengkode seorang pria yang berdiri tidak jauh dari tempatnya, pria itu lalu mendekat.
"Wir, bawa dia sekarang. Malam ini dia miliki mu. Nikmatilah sesuka hatimu, tapi jangan lupa kirim semuah foto foto nya pada ku. Kamu mengerti..?" Tanya Helena pada pria suruhannya yang bernama Wira itu
Dan tak menunggu lama, Angel langsung dibopong oleh pria itu. Mabuk parah membuat gadis itu tak melawan tapi dari bibirnya, masih saja mengumpat nama Krishna.
Pria itu langsung membawa tubuh Angel keluar dari club malam itu, hendak membawanya kesebuah hotel.
Baru saja dia hendak meamsukan Angel kedalam mobilnya, tiba-tiba ada seorang pria bertubuh tegap langsung menahannya. "Hei apa yang kau lakukan ..? Kau mau membawanya kemana ha..?" Bentak pria yang ternyata adalah seorang pengawal yang ditugaskan Dani untuk memantau Angel selama ini.
"Bukan urusan mu." Balas Wira cuek, kemudian menutup pintu mobil bagian tengah, dan pada saat dia hendak masuk kedalm mobil belakang kemudi tapi kemudian langkahnya ditahan oleh sipengawal Angel.
"Jangan macam macam kamu, kembalikan dia atau .."
__ADS_1
"Atau apa ha..?" Sambar Wira kemudian mendorong tubuh sang pengawal dengan kuat.
Hingga perkelahian pun tak terelakan, ternyata keduanya sama sman menguasai seni ilmu bela diri, hingga pertarungan mereka seimbang.
Tapi kalau otot nggak bisa membantu maka masih ada otak yang bisah digunakan bukan..? Seringai muncul dibibir Wira kala melihat securiti dan dua petugas keamanan datang menghampiri.
"Ada apa ini.?" Tanya seorang petugas keamanan
"Dia mau mencari gara gara dengan ku, dia ingin menggoda wanita ku dan ingin membawanya pergi" Hasutan Wira tentu saja langsung mendapat kepercayaan dari sekuriti dan petugas keamanan itu.
Mereka kenal siapa Wira, langganan tetap mereka di club malam ini. Hingga petugas keamanan dan sekuriti itu langsung menghalau pengawal Angel.
Dia tidak bisa berkutik, melihat body kekar ketiga pria itu, ditambah lagi dia juga tidak ada bukti kalau Wira ingin berniat jahat pada Angel, mengatakan Angel teman atau gadisnya pun lebih tak mungkin, ketiga petugas keamanan itu tidak akan mempercayai nya.
Hingga dia pasrah melihat mobil Wira keluar dari area parkir, tapi setelah melihat ketiga petugas keamanan itu pergi, Pengawal itu langsung naik kedalam mibilnya dan mengikuti mobil Wira dari belakang hingga mobil itu berbelok kedalam sebuah hotel.
"Bos, Angel dalam bahaya, dia dibawa oleh seorang pria kedalm hotel." Lapor sang pengawal pada bosnya yang ternyata adalah Dokter Dani.
'Apaa..? Cepat share loc dan tetap disitu. Jangan kemana-mana, aku akan segera kesana! 'Titah Dani diseberang telepon.
Dirinya yang baru saja memeriksa kondisi Ayura karena mengalami pelecehan terpaksa meninggalkan Abi yang sepertinya masih menanyakan perihal kondisi Ayura padanya.
Dani tiba di hotel 15 menit kemudian , keadaan jalanan lengang karena ini sudah tengah malam ditambah kecepatan mobil yang dibawakan diatas rata rata hingga perjalanan yang seharusnya kurang lebih satu jam di pangkas menjadi 15 menit.
Rasa kuatir, dan takut terjadi sesuatu pada gadis masa lalunya membuatnya melajukan mobilnya seperti seorang pembalap .
"Dikamar 40 Tuan. Tapi Tuan tenang saja, gadis itu belum diapa apain. Sebab pria yang membawanya masih di introgasi oleh petugas hotel."
Tak ingin pria brengsek itu menodai Angel, pengawal yang bernama Adi itu langsung melapor pada petugas hotel, kalau seorang gadis yang baru saja dibawa masuk oleh seorang pria adalah saudara nya. Dan pria itu hendak macam macam kepadanya.
Tak ingin nama baik hotel memjadi tercemar, petugas hotel langsung mengambil sikap mendatangi kamar hotel yang bernomor 40 tersebut
Hal ini membuat Adi dapat mengetahui kamar mana yang mereka tempati, dan dia bisa mengetahui Angel belum diapa apain karena dia terus mengintai dari jarak aman.
Tak menunggu lama, Dani langsung berlari ke kamar bernomor 40 itu, dan disana dideoan pintu kamar nampak seorang perempuan yang sedang berbicara dengan seirang pria yaang berdiri dipintu bagian dalam.
Saat sampai Dikamar itu Dani langsung menghadiahkan bogem mentah kewajah Wira yang hampir saja menutup pintu kamar.
Bukh...
Bukh....
Sang petugas hotel pun langsung berteriak, kaget dengan apa yang dilakukan Dani. Dia pun langsung menahan lengan Dani yang ingin kembali melayangkan pukulan.
" Stop Tuan! Apa yang anda lakukan..? Anda sudah merusak ketenangan hotel tau nggak. Pergi sana! Kalau tidak aku akan menyuruh pihak keamanan untuk menyeret anda dari sini." Ancam petugas hotel tersebut.
Bukanya takut Dani malah menyeringai, dia tak peduli dengan amukan petugas hotel, dia malah beringsuk maju, menarik kerah baju Wira dan kembali melayangkan beberapa tinju kewajah pria itu.
__ADS_1
"Bajingan, apa yang akan kau lakukan pada wanita ku ha..? Katakan siapa yang menyuruh mu ..?"
Bukh...
Bukh...
Kembali pria itu melayangkan serangan, kaget dan bingung membuat Wira tak membuat perlawanan. Apalagi mendengar Dani mengklaim Angel sebagai wanita ku.
"Pergi dari sini atau aku akan membunuh mu." Ancam Dani penuh emosi.
"Tuan! Anda sudah keterlaluan. "Teriak petugas hotel.
"Diam kamu! Sampai dia melecehkan gadis ku, aku tidak akan segan segan memecatmu. Pergi dan panggil Manager hotelnya." Bentak beserta ancaman Dani membuat perempuan itu menegak salivanya dengan kasar.
Tak berselang sang Manager hotel pun datang, mendengar keributan membuatnya langsung berlari ketempat kejadian perkara.
"Ada apa ini.?" Bentak si Manager pada petugas hotel.
"Ini Pak! pria ini membuat keributan disini dan menghajar tamu kita." Lapor sang petugas dengan menunduk sambil menunjuk kearah Dani
Sang Manager langsung menatap pria yang ditunjuk perempuan itu, seketika bola matanya membesar ,wajahnya pun seketika pias, Manager itu langsung menundukan kepala memberi Hormat kala menyadari siapa pria yang dilaporkan petugas itu.
"P...pak Da..ni.."Kaget pria itu terbata. "Maaf kan kami Pak atas ketidak nyaman kami menyambut anda. Maaf, dia juga yang tidak mengenal siapa Bapak, dia karyawan baru disini." Pinta Manager itu dengan perasaan takut yang mendominasi.
Tiba-tiba saja dia merasa udara disekitar berubah menjadi sangat panas, keringat panas dingin mengalir bebas di kening lebar sang Manager, nafasnya pun tercekat.
Pikirnya, kali ini tamat sudah riwayatnya, kesalahan salah satu karyawannya membuat posisinya terancam. Apalagi melihat tatapan mematikan dari Dani.
Bagaimana tidak, mereka sekarang berhadapan dengan sang pewaris hotel Diamond, Bapak Daniel Syailendra. Putra dari pebisnis terkenal dan terkaya Bapak David Nugraha Syilendra.
"Nilam, cepat minta maaf pada Pak Daniel Syailendra." Titah sang Manager
Ucapan Manager seketika membuat petugas hotel yang bernama Nilam itu kaget, tubuhnya seketika menegang mendengar nama Daniel Syailendra disebut. Dia memang tidak tahu wajah dari putra sang pemilik hotel, tapi kalau nama di tahu karena sebelum masuk disini mereka sudah banyak belajar tentang silsilah dan kepemilikan hotel ini.
"Maaf ..maafkan saya Pak, saya tidak tahu kalau Bapak adalah..." Ucapan Nilam terpotong
"Sudah, sudah nggak usah dibahas lagi, pergilah dan bawa pria ini keluar serahkan dia kekantor polisi, dengan laporan hampir melecehkan seorang gadis." Interupsi Dani
Tak menunggu waktu lama, Wira pun langsung diseret dari dalam hotel, walaupun sempat menolak dan menebar ancaman, tapi itu semuah tidak berlaku untuk Dani menjadi gencar ataupun takut.
Selepas kepergian semuah orang, Dani langsung menutup pintu kamar, melangkah kedalam kamar hotel, tapi dia tidak melihat Angel dimana pun, hingga terdengar bunyi air gemericik dari dalam kamar mandi.
Dia memilih duduk ditepi ranjang, menunggu Angel keluar dari dalam kamar mandi, pikirnya mungkin gadis itu lagi kebelet atau apalah didalam sana
Hingga terdengar teriakan Angel membuat dia mau tidak mau berlari kedalam kamar mandi. Dan....
"Arrggghh panas...panas...panas.." Teriak Angel dibawah guyuran air shower.
__ADS_1
Obat perangsang nya baru saja bekerja..