
Ayura benar benar bahagia, Abi mengajaknya ke taman permainan yang selama ini dia idam idamkan sedari kecil.
Kesibukan Papanya membuat pria tua itu tak ada waktu untuk menemani putri kecilnya hanya untuk bermain kewahana ini atau pun sekedar berlibur.
Begitu juga, tak ada teman sejati sekedar untuk hangout bareng ataupun pergi bermain bersama. Dia benar benar sendiri.
Dan sekarang dia malah pergi bersama dengan mantan Bos nya yang dulu sempat dicap kaku itu
Pengunjung tempat ini lumayan banyak mengingat waktunya liburan sekolah. Hingga terdapat banyak orang tua yang sedang menemani anak-anak yang bermain diwahan ini.
Wahan pertama yang mereka jejaki adalah roller coster. "Aaaaaaa...! Teriak Ayura kencang saat roller coster itu melaju dengan kecepatan tinggi, menumpahkan semuah perasaan yang tengah mengganjal dihati.
Setelah wahana berhenti mereka langsung bergegas turun. Didekat mereka ada dua orang langsung tersungkur duduk. Mual dan Pucat.
Tapi tidak dengan Ayura. Gadis itu malah tertawa bahagia. Abi hanya tersenyum senang melihat kebahagian diwajah cinta pertamanya itu.
Ayura kemudian menarik Abi, dia menunjukan wahana bom bom car. "Naik itu yuk!" Ayura sudah seperti bocah yang merengek pada Ibunya.
Abi hanya mengikuti. Hari ini aku akan membahagiakan mu. Begitulah isi hati Abi.
Dan setelah dari bom bom cat sekarang keduanya sudah berdiri dimesin capit.
Sudah sejam lebih dan belum ada satupun boneka yang mereka dapat. Sebenarnya Ayura sudah lelah dan memilih mengalah. Biarlah mungkin ini bukan rezeki mereka, jadi tak apa kalau nggak dapat.
Tapi semboyan ini tidak berlaku pada CEO AK Group. Tak ada kata lelah dan putu asa pada diri pria itu.
Dia terus berusaha untuk mendapatkan bonekanya walaupun sudah hampir berbusa mulut Ayura untuk mengajaknya pergi mencari makan.
"Aku sudah lapar, Pak" Ucapan itulah membuatnya menghentikan kegiatannya.
"Kamu sudah lapar..?" Tanya Abi, dengan wajah yang sebenarnya tak rela kalau harus menghentikan aksinya ini.
Ayura memgangguk. "Kita cari makan dulu ya, disana ada jajanan pasar yang sangat enak." Tunjuk Ayura pada stand stand didalam area permainan itu yang menjual aneka jajanan.
Keduanya pun melangkah ketempat yang Ayura maksud. Abi masih tak rela." Bagaiman aku beli saja mesin capit itu, kita hancurkan kacanya, agar kamu bisa memilih boneka yang kamu inginkan." Usul Abi dengan ide gilanya membuat Ayura melotot kaget.
Ayura tidak menyangka kalau sedari tadi Abi berusaha untuk mendapatkan boneka itu karena ingin memberikan kepadanya. Pikirnya Abi ngotot terus bermain mesin capit itu karena pria itu tertantang. Hal ini membuat hati Ayura menghangat.
Dia tidak menyangka, Abi begitu peduli dan mengerti akan semuah keinginannya. Sedangkan Krishna..? Pria itu bahkan tidak pernah menghubunginya sampai detik ini. Sesibuk itukah dia..?
Keduanya pun menikmati jajana pasar itu, Ayura yang gelap mata hampir mampir disetiap kedai dan menikmati makanan yang dijual disana.
Telur gulung sosis kini menjadi santapan selanjutnya, Abi pun tanpa sungkan atau jijik ikut menikmati semuah cemilan yang disodor gadis itu.
Tapi dia hanya akan makan kalau Ayura yang menyuapinya. Seperti sekarang tanpa jijik dia bahkan memakan sisa telur gulung sosis yang sudah digigit Ayura itu.
"Aaa.." Abi membuka lebar lebar mulutnya meminta Ayura menyuapinya.
Ayura hendak mengambil telur gulung sosis yang baru tapi Abi malah menggeleng, dan dengan lirikan matanya tertuju pada makanan yang dipegang gadis itu.
"Ini..?"Tanya Ayura sembari menyodorkan sisa telur gulung sosisnya.
Abi mengangguk dan langsung menyambar telur gulung sosis itu, tanpa jijik. Ayura hanya dapat melongo.
Dan saat menikmati cilok pun Abi yang tengah sibuk dengan ponselnya yang mungkin sedang berkirim pesan, sesekali membuka mulut, meminta Ayura untuk menyuapi makanan bulat kecil berbumbuh kacang itu.
Ayura hanya tersenyum. Dia bahagia, Abi benar benar mengikis jarak dan yang pasti sangat memanjakannya.
__ADS_1
Keduanya sangat puas melenggang keluar dari wahana permainan itu.
Tapi saat Keduanya hendak masuk kedalam mobil, tiba-tiba Abi teringat sesuatu hingga meminta Ayura menunggunya, dan dia langsung berlari kedalam wahana permainan itu.
Ayura berpikir, mungkin dia melupakan barangnya didalam sana hingga pergi mengambilnya.
Sepuluh menit gadis itu menunggu disamping mobil sampai Abi datang mengahmpirinya dengan kedua tangan berada dibelakang punggungnya.
"Ta daaa..."
Netra Ayura membelalak melihat boneka teddy berwarna coklat dengan gambar hati Pink di tengah dadanya dengan ukuran yang sangat besar.
Ayura masih dengan posisi kagetnya hingga Abi memberikan boneka itu padanya.
"Ini untuk mu."
"Sungguh..?" Ayura masih terkesima dengan boneka kesukaannya sedari kecil.
Dia bahkan masih menyimpan dengan rapi semuah boneka teddy nya di lemari kamarnya.
Abi mengangguk. "Aku mendapatkan nya dengan sedikit sulit. Mereka begitu pintar hingga meminta ku membayar boneka jelek ini dengan harga 10 kali lipat." Keluh Abi tak terima.
Ayura tersenyum senang tapi kemudian bibirnya mengerucut saat Abi menghina boneka teddy ini jelek.
" Ini nggak jelek Pak. Aku sangat menyukainnya." Sanggah Ayura kemudian memeluk erat si teddy.
" Benarkah..?" Mata Abi berbinar, mengetahui Ayura menyukai bonekanya.
Ayura mengangguk dengan ekspresi yang bagi Abi Sungguh menggemaskan. Pria itu terkekeh dan langsung mengacak rambut Ayura.
" Ahhh, syukurlah kalau kamu suka, jadi tidak sia sia aku membelinya dengan harga mahal."
"Lain kali aku akan membeli mesin capit itu." Ucap Abi saat Keduanya memasuki mobil. Seprtinya dia masih penasaran dengan mesin menyebalkan itu. Hal itu membuat Ayura menggeleng sembari terkekeh.
"Terimakasih Pak." Ucap Ayura saat mobil sudah melaju. "Aku sangat bahagia hari ini." Abi meliriknya sekilas sembari tersenyum. Dia masih fokus dengan jalannya.
"Aku senang kalau kamu bahagia." Abi kembali melirik sekilas dibubuhkan sedikit senyuman kemudian kembali fokus mengemudi.
Wajah Ayura seketika murung, Abi begitu perhatian padanya, sedangkan Krishna kekasihnya sampai detik ini masih belum menghubunginya.
Dan raut sedih Ayura ditangkap oleh indra penglihatan Abi."Hei..katanya bahagia, tapi mengapa ekspresi mu jadi jelek begitu..?" Ledeknya , mencoba menghibur Ayura.
Dia tahu saat ini gadis disampingnya ini pasti memikirkan Krishna. Mengingat itu membuat rahangnya mengeras, digenggamnya setir dengan begitu kuat.
Bukanya dia tidak mau Ayura memikirkan Krishna, hanya saja dia tidak terima kalau Krishna telah melukai hati Ayura hingga gadis itu terus saja bersedih walaupun dia sudah bersusah payah untuk menghiburnya.
Ledakan Abi membuat Ayura berdecak. "Bagaiman kalau kita makan malam dulu..?" Tawar Abi kemudian.
Tapi Ayura menggeleng." Aku sudah kenyang Pak. Kita sudah makan terlalu banyak tadi."
" Kita..? Kamu aja kali, aku mah enggak." Sewot Abi. "Kamu yang lebih banyak makan Ay, bahkan kamu hanya memberikan sisah sisah gigitan mu." Seloroh Abi menggoda Ayura.
Ayura terkekeh, ingatannya tadi memang dia lebih banyak menikmati jajanan tadi. Dan hanya akan memberi pada Abi bila pria itu membuka mulut, dan itu pun bekas gigitannya.
Abi berdecak, melihat Ayura tertawa.Tapi sesungguhnya dia hanya bercanda dan senang saat Ayura kembali ceria.
"Bagaiman...?" Tanya Abi melirik Ayura.
__ADS_1
Ayura mengangkat sebelah alisnya.Bingung.
"Jadi makannya...?" Tanya Abi lagi.
Ayura melihat jam dipergelangan tangannya. "Ini sudsh jam 8 malam Pak."
"Baiklah, tak masalah. Bagaiman kalau lain kali..?
Ayura pun kemudian mengangguk.
Suasana menjadi hening setelah percakapan mereka. Hingga mobil mewah milik Abimanyu terpakir sempurna di depan pagar rumah Ayura.
"Terimakasih banyak Pak. Untuk hari ini dan untuk ini." Ucap Ayura sembari mengangkat boneka tedy kearah Abi. Kemudian memeluknya gemas.
Abi tersenyum. "Jaga baik baik Ay, ini sangat mahal" Canda Abi sambil mencubit ujung hidung tedy.
"Pak...!" Mengetahui boneka kesayangan di jahatin sama Abi. Ayura lalu memukul tangan Abi yang sedang mencubit hidung boneka berwarna hitam itu. Abi kembali terkekeh
"Aku masuk dulu, maaf nggak ngajak masuk." Sesal Ayura.
Abi hanya menanggapi dengan senyum. "Nggak Papa Ay, masuklah aku langsung pulang."
Dengan senyum lebar sambil memeluk boneka tedy nya Ayu memasuki rumahnya. Dia sedikit kaget melihat gadis berpostur tinggi ramping sedang bersedekah dada di depan pintu.
Ayura langsung memasang sikap waspada, dia yakin saudara tirinya ini pasti akan menyerangnya dengan kata kata pedasnya. Dan benar saja detik itu juga Angel sudah mencecarnya dengan pertanyaan pertanyaan yang sedikit membuat kupingnya panas.
"Ck ck ck! Pacar dengan siapa, pulangnya dengan siapa..?" Sindir Angel kala melihat mobil Abi yang sedang melaju pelan di depan pagar yang sedikit terbuka.
"Diam lu! Sejak kapan kamu berubah alih jadi cctv..?" Sarkas Ayura tak kalah tajam. Dan terus melaju meninggalkan Angel dibelakang.
Angel yang tak terima mengejar langkah Ayura. "Jadi gadis kok marukh amat sih, kaka adik diembatnya." Angel masih mengejar Ayura dengan jargon jargon pedasnya.
"Cih! Kalau mereka yang mau aku bisa apa..? Kenapa jadi kamu yang sewot. Menyedihkan." Umpat Ayura dengan mimik mengejek dan langsung berlalu.
"Hei cebol! Aku belum selesai ngomong." Teriak Angel lalu melempar bantalan sofa tepat mengenai kepala Ayura.
Ayura meradang, dengan kesal diletakkan boneka tedy nya dilantai. di pungutnya bantalan sofa yang teronggak dilantai. "Dasar gadis tiang listrik, aku akan menghajar mu." Geram Ayura langsung berlari mengejar Angel dengan memegang bantalan sofa.
Merasa ada sinyal bahaya, Angel langsung berlari kebelakng sofa. Dia tahu Ayura pasti akan menghajarnya dengan bantalan sofa ditanganya.
Dan akhirnya drama kejar kejaran pun terjadi. Keduanya hanya bisa mengitari sofa itu sembari saling mengumpat.
"Wek! Nggak dapat. Dasar cebol!" Umpat Angel lagi sembari menjulir lidah kearah Ayura.
Ayura semakin geram "Sini kau tiang listrik! Aku akan mematahkan lehermu." Keduanya masih saling mengitari sofa pada ruang tamu itu.
Hingga Ayura memilih naik diatas sofa, dan langsung naik di punggung Angel. Memukul punggung gadis jahat itu dengan bantalan sofa itu.
Angel berteriak kesakitan."Kurang ajar, apa yang kau lakukan ha...? Kau bisa mematahkan leher ku." Dan dengan kasar Angel menjatuhkan Ayura pada sofa. Keduanya terbaring disofa, saling melempar lirikan tajam dengan nafas yang ngos ngosan. Dan sedetik kemudian keduanya tertawa kencang menyadari kekonyolan mereka.
Di sudut ruang itu nampak sepasang mata lentik memandang mereka dengan kedua ujung bibir berkedut.
🍁🍁🍁🍁🍁 **BERSAMBUNG 🍁🍁🍁🍁🍁
HAPPY READING....
HARI INI SENIN YA, MINTA VOTE NYA....
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE N KOMEN JUGA** .....