Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Ayura Terluka


__ADS_3

Keesokan Soreh harinya


Mereka saat ini sedang berada dimobil menuju ke lokasi tempat Krish akan tampil. Setelah tadi pagi melakukan latihan


Para awak media sudah banyak berkumpul di gedung tempat terselenggaranya konser kali ini.


Krishna sedikit merasakan kesal kearah kumpulan awak media yang sudah menunggunya di pintu masuk.


Tak ingin kehidupan Ayura terusik, Krishna lalu melepaskan jaketnya dan menutup wajah Ayura.


Krishna mencoba berusaha menahan berita tentang Ayura. Ia tak ingin ada yang sembarangan mengambil gambar Ayura dan menyebarnya, karena itulah kesepakatannya bersama gadis itu.


"Ayo! Jalan Ay." Interupsi Krishna lalu dengan sebelah tangan nya menggenggam tangan Ayura.


"Dam, pastikan semuahnya aman, ketika aku melakukan konser nanti. Pastikan kenyaman dan keamanan Ayura."


"Semuah sudah aku atur Krish. jangan khawatir, aku sudah meeting dengan pihak penyelenggaraan dan untuk media juga untuk tidak meliput selain dirimu."


"Bagus, kamu memang bisa diandalkan."


Sesampainya di back stage.


"Ini ruang tunggu dan ruang ganti pribadi ku. Tidak sembarangan orang bisa keluar masuk. Dan kamu boleh istirahat disini nanti." Jelas Krishna


"Tapi aku ingin lihat penampilan mu."


"Dari sini juga bisa lihatnya Ay, nggak usah kedepan, disan terlalu sesak. lagian kamu nggak ada teman di depan yang akan jagain kamu. Kamu nggak akan nyaman disana."


"Aku bukan artis dan aku nggak usah dijaga." Tolak Ayura.


"No Ay! Kamu tetap di sini dan tidak ada bantahan ok."


"Ck!" Ayura sangat kesal. Baginya Krishna terlalu berlebihan. Untuk apa dia cape cape ke Jepang kalau hanya untuk duduk dibelakang panggung.


Dia bersedekap dan membalikkan badan, melakukan protes pada Krishna


"Aku mohon Ay, kamu ikut mau ku, hmm. Aku tidak akan bisa konsentrasi bila kamu di depan sana." Krishna sedikit merasa bersalah tidak bisa mengikuti kemauan Ayura. Tapi baginya keselamatan Ayura itu lah yang utama


Dia lalu membalikan badan Ayura. Ditatapnya dengan penuh permohonan membuat Ayura luluh.


Ayura pun mengangguk kemudian tersenyum. "Baiklah"


"Terimakasih Ay."


Krishna sudah akan tampil dengan penonton yang memadai stadion tempat Krishna akan bernyanyi.


Ayura menonton dari samping back stage dengan seorang pengawal yang diperintahkan Krishna untuk menjaganya.


Banyak kru yang bukan berasa dari team inti Krishna bertanya-tanya ada hubungan apa antara Krishna dan Ayura. Karena selama ini Krishna tidak pernah membawa perempuan disetiap konsernya. Bahkan semua team intinya dan beberapa stylish nya semuahnya laki-laki..


Dua jam berlalu. Krishna sudah menyelesaikan aksi panggungnya dan langsung menemui Ayura dibelakang panggung.


"Bagaimana penampilan ku..?" Tanya Krishna


Ayura tersenyum dan mengangkat kedua jempolnya kearah Krishna "KEREN" Puji Ayura.


"Tak heran banyak wanita yang menggilai mu."


Krishna tertawa "Tapi aku hanya butuh kamu yang mengagumi ku." Ucapa Krishna membuat Ayura berdecak kesal.


Ayura lalu melap keringat diwajah Krishna dengan handuk yang sudah dipersiapkan.

__ADS_1


Krishna tertegun, tapi kemudian tersenyum senang. Dia sangat bahagi, ditatapnya wajah Ayura dengan dalam.


Ayura lalu meletakan handuk dan mengambil sebotol air mineral lalu sodorkan pada Krishna.


"Minumlah, kamu pasti haus." Ucap Ayura dan tersenyum


"Terimakasih banyak Ay. Sepertinya aku akan merekrut mu menjadi asisten ku saja. Pelayanan mu sungguh maksimal"


Ayura memukul lengan Krishna, gadis itu malah menyipitkan matanya kearah Krishna membuat pria itu tergelak.


Acara konser telah selesai dan waktunya untuk pulang, tapi tiba saat di pintu keluar, tiba tiba Adam lari dari arah depan dengan wajah tegang.


"Kita tidak bisa ikut jalan depan, disana sudah banyak media dan para fans sedang menunggumu." Lapor Adam


Krishna terdiam, dia tengah berfikir , bagaimana cara keluar dari sini dengan aman.


Yang dipikirkan nya saat ini adalah keselamatan Ayura. Dia tahu di depan sana fans fans nya sedikit anarkis, dan dia tidak ingin Ayura mendapat kesulitan bahkan mungkin terluka karena cakaran atau jambakan dari para fans.


"Krishna.. Bagaimana ini..?" Ayura menarik ujung lengan jaket Krishna. Dia terlihat sedikit panik.


"Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada mu, hmm..?" Seloroh Krishna mencoba menenangkan Ayura


"Dam, kamu bersama Ayura lewat pintu belakang. Biar aku dan pengawal yang lain ikut depan. Aku harus menyapa mereka semuah. Aku tidak ingin mereka kecewa karena mereka sudah bayar mahal untuk menonton konser ku. Aku akan terkesan sombong kalau sampai mengabaikan mereka."


"Tidak bisa Tuan! Aku akan bersama mu. Aku tidak bisa membiarkan kamu menemui mereka tanpa pengawasan ku." Tolak Adam.


Bukan tak mungkin, dia sudah tau bagaimana karakter semuah fans Krishna. Dan para media tanpa kehadirannya.


"Ini perintah ku. Aku bisa mengatasi mereka. Aku tidak bisa melepaskan Ayura pada yang lain selain kamu." Tegas Krishna


"Tapi Tu..."


"Tidak Krish, Aku nggak papa kalau hanya dengan satu pengawal, biar kak Adam bersama mu saja. Keselamatan mu lebih penting, lagian tidak ada yang mengenali ku, jadi tidak akan ada yang menjambak atau mencakar ku. Lagian didepan terlalu banyak orang, aku malah takut kamu tiba-tiba sesak disana." Pinta Ayura


Hati Krishna menghangat mendapat perhatian Ayura. Tapi tetap saja dia menolak permintaan gadis itu.


"Kamu tenang saja Ay, Aku sudah terbiasa dan Aku bisa mengatasinya. Ok..?"


Krishna lalu membuka jaket yang membalut tubuhhya dan meletakkan di bahu Ayura. "Pakailah Ay, diluar dingin."


"Dam, pergilah bersamaa Ayura. Dan pastikan dia tidak terluka sedikitpun. Nyawa mu taruhannya." Ancam Krishna


Melalui kesepakatan bersama, sebenarnya bukan kesepakatan bersama sih karena semuah ini atas perintah Krishna.


Ayura dan Adam akhirnya ikut pintu belakang, sedangkan Krishna dan beberapa pengawal nya ikut pintu depan.


Keadaan sedikit tak terkendali karena para fans memaksa untuk menyentuh Krishna. Pembatasan yang dipasang sudah sedikit bergeser.


Krishna mencoba mendekati para penggemarnya, desakan para penggemar yang ingin bersalaman dengan Krishna. Membuat pria itu sedikit kewalahan, beberapa pengawalnya pun tidak bisa mengatasi nya, hingga lengan Krishna mendapat sedikit cidera karena cakaran dari para fans yang tidak bisah menyentuh ataupun bersalaman dengannya.


Keadaan Krishna sedikit kacau, dengan langkah perlahan dan keberadaan pengawal disisi kiri kanannya akhirnya dia bisa keluar dari lautan manusia itu.


Setelah mengantar Ayura dengan selamat di kamar hotelnya, Adam lalu berpamitan karena dia akan kembali menjemput Tuannya.


Selepas kepergian Adam, Ayura lalu bergegas mencari kotak obat. Tanganya terluka karena saat berjalan tadi tanpa sengaja tergores besi pagar


Mengingat ancaman Krishna pada Adam, dia lalu berusaha menutupi lukanya. Karena dia tidak ingin Adam terkena amukan Krishna. Karena lukanya juga tidak begitu dalam. Tapi dia tidak menyadari kalau ada darah yang mengenai pakaiannya.


Dia sudah selesai mengobati lukanya dan memberi plester pada luka itu. Baru saja dia meletakan kotak obat itu, Pintu kamarnya terbuka.


Ayura begitu kaget melihat Krishna masuk dengan penampilan yang sedikit berantakan dan lengannya ada cakaran.

__ADS_1


"Astaga Krish! Apa yang terjadi..?"


"Aku tidak apa apa, hanya luka gores saja."


Ayura kemudian mendekati Krishna, menarik lengannya dan melihat luka pria itu. "Tapi lukanya cukup dalam Krish."


"Duduk disini." Menepuk ruang kosong disebelahnya.


Krishna menurut dan langsung duduk disamping Ayura.


Ayura lalu bergehas mengambil kotak obat dan segera mengobati lukanya. Saat mengobati luka Krishna dia sedikit meringis saat Ayura mengoles cairan antiseptik.


"Perih ya..?".Memandang Krishna dengan rasa bersalah. Ayura lalu meniup lengan Krishna yang baru saja diobati.


" Terimakasih Ay" Krishna merasa sangat senang dengan perhatian Ayura.


Perhatian Ayura membuat dia semakin yakin untuk memiliki gadis ini.


"Sama sama" Membalas senyuman Krishna.


"Apa kamu suka dengan kamar ini..?" Tanya Krishna sembari netranya menyapu setiap sudut kamar Ayura.


"Iya Krish, kamar ini sangat luas dan nyaman. Apa lagi balkon kamarnya, aku bisah memandang kota Jepang dari sini." Jawab Ayura penuh binar.


Krishna tersenyum, entah mengapa setiap kali dia berhasil menyenangkan Ayura, hatinya terasa sejuk, terutama setelah melihat senyuman Ayura.


Ayura kemudian mengembalikan kotak obat pada tempat nya. Tiba tiba dia teringat sesuatu, bergegas dia lalu duduk disamping Krishna.


Sedangkan tatapan Krishna sedari tadi tidak pernah lepas dari Ayura. Ayura yang mendapat tatapan Krishna menjadi salah tingkah.


Gadis itu gugup, dia mencoba merapikan anakan rambut kebelakang telinga, mencoba menutup kecanggungan. Tapi naas Netra Krishna malah mendapat sebuah plester luka yang menempel di pergelangan tangan Ayura.


"Ada apa ini Ay..? Kamu terluka..?" Tanya Krishna dengan panik. Menarik pergelangan tangan Ayura dan menelitinya.


Ayura kaget, gadis itu gelagapan " Eh.. ini, anu.. ini luka lama Krish." Dusta Ayura sembari menarik tangannya. Gadis itu memejamkakn matanya, mencoba menyembunyikan kebohongan nya dengan membuang muka.


Krishna tak begitu percaya dengannya, ditelusuri wajah Ayura, turun ke tangan Ayura dan seketika mata nya membola dengan rahang yang mengeras melihat ada noda dara segar di pakaian Ayura.


Penuh amarah dia lalu meneriakin Adam. Sontak saja Adam yang masih dalam ruangan itu kaget, bergegas menghampiri Tuannya dengan tanda tanya.


"Ada apa..?"


Dengan amarah yang ada Krishna lalu bangkit, menarik kerah baju pria itu "Kamu tanya ada apa..? Apa yang kamu lakukan, Kenapa Ayura sampai terluka ha..?"


Jelas saja Adam menjadi kaget, pandangannya langsung tertuju pada gadis yang berada tak jauh darinya dengan wajah penuh rasa bersalah


"Krish, hentikan. Jangan berlebihan deh. Lukanya nggak besar dan kak Adam nggak salah apa apa" Ayura mencoba meyakinkan Krishna berharap amarah pria itu menyurut.


Tapi bukannya meredah, emosi Krishna kembali mengudara mendengar pembelaan Ayura terhadap Adam, apalagi mendengar Ayura memanggil Adam dengan sebutan kakak. Bertambah marah lah pria itu.


"Justru dia bersalah Ayura, aku menugaskannya menjaga mu, tapi dia bahkan tidak tahu kamu terluka. Aku membayarnya mahal untuk semuah tugas yang Aku berikan."


"Cukup Krish! Kamu terlalu berlebihan. Ada apa dengan dirimu..?" Ayura pun ikut kesal melihat kemarahan Krishna yang dianggap nya terlalu berlebihan.


"Kamu bertanya Ada apa dengan diri ku..? Aku marah Ayura, Aku marah. Kamu bahkan memanggil dia kaka. sedangkan Aku kamu hanya memanggil ku dengan sebutan nama." Geram Krishna sembari mendorong tubuh Adam yang sedari tadi masih dalam cengkraman nya.


Sontak saja ucapan konyol Krishna membuat Ayura dan Adam melongo.


Ayura masih bingung dengan kemarahan Krishna, sebenarnya dia marah karena lukanya atau karena dia memanggil Adam dengan sebutan Kakak..?


Sedangkan Adam bibir pria itu berkedut merasa lucu dengan kecemburuan Krishna hanya karena Ayura memanggil nya kakak.

__ADS_1


__ADS_2