Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Hukuman Dari Adam.


__ADS_3

Sesuai perintah Krishna, semuah karyawan yang terlibat atau pun menyaksikan kejadian di toilet kini berkumpul di loby.


Begitu pun dengan kedua pelaku itu. Berdiri ditengah tengah seperti seorang terdakwa.


Keduanya tak henti hentinya menangis saat diseret dengan kasar oleh Adam kearea loby.


Terdengar hujatan dan ucapan sinis dari karyawan yang lain kepada kedua pelaku itu sampai Krishna datang menggandeng Ayura dan di ikuti Nanda dan Putri dibelakangnya.


Keadaan menjadi hening, ketika sang pimpinan mengeluarkan aura mengerikan dengan sorot mata tajam yang seperti sedang mencabik cabik tubuh kedua wanita tersebut.


Sedangkan kedua wanita itu, berdiri dengan wajah menunduk dengan tubuh bergetar hebat, dengan kedua tangan saling meremas kuat dibawa sana.


"Aku sangat kecewa dengan apa yang telah terjadi. Kalian digaji untuk bekerja, bukan untuk menggosip dan berubah menjadi preman disini. Dan parahnya yang kalian gosip dan menjadi korban kebrutalan kalian adalah..?" Krishna tak melanjutkan ucapan nya.Ditatapnya semuah orang dengan aura dingin.


"Disini aku ingin menegaskan, kalau sekarang ini aku sedang menjalin kasih dengan Ayura." Ditatap nya Ayura penuh cinta dengan menggenggam tangan nya.


"Apa ada yang keberatan..?"Sontak semua nya menggeleng. Terkecuali kedua wanita itu.


"Hei!Kalian berdua Kenapa tidak menjawab..?Apa kalian keberatan kalau aku dan Ayura berpacaran..?"Teriaknya emosi karena kedua wanita itu hanya menunduk.


Keduanya begitu takut sampai tidak mampu mengangkat wajah untuk menatap sang atasan. Hingga bentakan Adam membuat kepala keduanyah terangkat.


"Apa kalian tidak dengar Tuan Krishna memanggil kalian ha..? Angkat wajah jelek kalian itu." Bentak Adam membuat keduanya langsung mengangkat wajah menatap Krishna.


"Apa yang kalian pikirkan sampai berani beraninya melukainya. Aku sebagai kekasihnya saja tidak pernah melukainya tapi kenapa kalian seberani itu.Kalian sudah tahu kalau dia adalah kekasih ku tapi kenapa kalian masih berani menjelek jelekkan nya bahkan sampai melukainya ha..?"


"Kalian melukainya sama saja melukaiku. Kalian berurusan dengan nya sama saja berurusan dengan ku. Dan asal kalian tahu aku adalah seorang pendendam. Aku tidak akan mengampunin kesalahan sekecil apa pun. Tapi gadis yang kalian hina dan kalian lukai ini meminta pada ku untuk tidak menghukum ataupun memecat kalian. Dia masih memikirkan nasib kalian, nasib keluarga kalian jika sampai kalian dipecat. Diantara rasa sakitnya dia masih sempat memikirkan kalian, tetapi kenapa kalian tega melukainya.. ?"


"Dan untuk kalian semuah, mulai saat ini detik ini, aku tidak ingin peristiwa seperti ini terulang lagi. Aku tidak ingin kalian begosip tentang hubungan kami dan menjelek jelek kan kekasihku karena aku akan langsung memecat kalian dengan cara tidak terhormat."


"Sesuai permintaan Ayura aku tidak akan menghukum kalian" Ucapan Krishna seperti angin segar bagi kedua wanita itu.


Keduanya langsung berlari kearah Krishna hendak mengucapkan terimakasih. Mereka sangat merasa bersyukur diberi ampunan oleh sang boss.


Tapi tidak bagi Nanda dan Putri, keduanya memberenggut kesal. Bibir keduanya bahkan komat kamit sepertinya sedang memaki duo racun itu.


Tapi kata kata Krishna berikutnya membuat semuah orang tertegun. Begitu juga dengan kedua racun itu. Wajah keduanya langsung pias, dengan biji mata hampir keluar dari sarangnya.


"Tapi kalian akan berhubungan dengan Adam, dia yang akan menentukan hukuman apa yang akan kalian terima"


"Krish... " Ayura menekik tak terima. Dia yang sudah senang dan tersenyum mendengar Krishna mengampuni kedua wanita itu, tetapi senyumnya memudar mengetahui Adam lah yang akan menghukum kedua wanita itu. Baginya ini sama saja keluar dari kandang singa masuk kandang buaya.


Krishna tidak perduli dengan teriakan Ayura, dia malah menarik tangan Ayura dan mengajak nya pergi dari loby itu. "Ayo pergi Ay. Urusan ku sudah selesai."

__ADS_1


"Krish, ku mohon lepaskam kedua wanita itu" Pinta Ayura


"Tidakk Ay, mereka tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Seharusnya mereka sudah tahu dari awal akan berhadapan dengan siapa.Biarkan Adam yang mengurus mereka"


"Tapi kamu tahu Krish, Adam itu tida berperasaan Krish. Ba... " Ucapan Ayura terpotong karena Krishna menyorotnya tajam.


"Tapi kalau aku yang bertindak, aku yakin mereka berdua hanya akan tinggal nama" Ucap Krishna penuh penekanan membuat Ayura kicep.


Sedangkan di loby, keadaan semakin mencekam saat Krishna dan Ayura meninggalkan loby.


Kedua wanita itu sampai bergetar, mereka bahkan bergidik ngeri saat melihat Adam menyeringai setan.


Kalau bisa memilih mereka lebih terima kalau Krishna yang menghukum mereka dari pada si iblis ini pikir mereka.


Padahal mereka tidak tahu saja, baik Bos ataupun assisten nya ini sebenarnya sama saja, sama sama iblis. Hanya saja selama ini Krishna menutupi sifat aslinya karena tuntutan perannya sebagai artis dan melimpahkan tugas jahat ini pada Adam.


Dan mereka nggak tahu saja kalau setiap perbuatan Adam adalah perintah dari sang Bos.


"Katakan pada ku, siapa yang telah melukai nona Ayura dan bagaimana cara kalian melakukannya..? Katakan.... " Teriak Adam. Pria itu mengitari tubuh kedua wanita itu sambil memindai penampilan mereka.


"Kenapa hanya diam, kalian punya mulut kan..? Katakan siapa yang melukai nona Ayura.. ?" Teriaknya lagi membuat kedua wanita itu terlonjak kaget.


"Di.. dia yang melakukannya Pak." Sontak gadis bermake up tebal itu menunjuk teman disamping nya.


"Maaf Tuan, maaf kan aku. Aku menyesal. Dan aku berjanji tidak mengulanginya lagi.." Pintanya menghiba.


Adam malah menyeringai, tidak ada sedikitpun rasa kasihan. "Katakan dengan tangan yang mana kamu melukai Nona Ayura..?"


Dengan rasa takut wanita itu mengangkat tangannya yang sedang gemetar yang digunakan untuk mencakar tangan Ayura.


Baru saja wanita itu mengangkat tangannya, sudah terdengar teriakan histeris wanita itu kala Adam mencakar tangannya dengan sangat kuat dan dalam.


Siapapun yang melihat kejadian ini pasti merasa takut. Apalagi dibarengin dengan teriakan wanita itu, Nanda dan Putri saja sampai meringis, mereka bahkan tidak bisa menelan saliva dengan benar.


* * * * *


Diruangan sang CEO, Tampak Krishna sedang mengusap usap luka ditangan kekasihnya, sesekali ditiupnya.


"Apa ini masih sakit..? Pasti sangat sakit kan...? Aahhh, seharusnya aku mematahkan tangannya tadi." Krishna kembali mengelus, dan menipu luka itu.


"Apa mereka melukai mu ditempat yang lain juga..? Apa mereka juga memaki mu, mereka bilang apa..?" Terdengar suara sendu dari ucapan Krishna.


Dia merasa bersalah tidak bisa menjaga kekasihnya hingga bisa terluka seperti ini.

__ADS_1


"Krish... Aku tidak papa, aku baik baik saja." Jawab Ayura sembari memulas senyum manis berharap emosi Krishna dapat surut.


Dan Krishna pun membalas tersenyum, dia pun membelai pipi Ayura.


Merasa Krishna sudah mulai melunak, Ayura memulai aksinya merayu pria itu agar membatalkan niatnya untuk menghukum kedua wanita itu.


"Krish, boleh aku minta sesuatu..?" Menarik tangan Krishna yang sedang membelai pipinya, kemudian menggenggam nya mesra.


"Apa..? Apa kamu minta aku menambah hukuman mereka..? Atau kamu mau aku membunuh mereka..? Aku akan melakukannya Ay."


Ayura terperanjat, Krishna salah menafsirkan permintaannya. "Bukan.. Bukan itu Krish, aku minta kamu menyuruh Adam untuk tidak menghukum mereka Krish. Aku mohon."


Senyum lebar pria itu berubah sangar, dengan kuat dihempaskan tangan Ayura yang sedang menggenggam nya. "Aku tidak akan melakukannya Ay, mereka tetap harus dihukum." Krishna beranjak. Dan melempar lirikan tajam.


"Kenapa kamu masih memikirkan mereka Ay..? Mereka sudah berbuat jahat pada mu."


"Apa dengan menghukum mereka luka ku akan langsung sembuh..? Tidak Krish. Dan aku hanya tidak ingin kamu mengotori tangan mu Krish.


" Cih, tapi bukan aku yang melakukannya, kenapa tangan ku harus kotor." Jawab Krishna acuh membuat Ayura menghela nafas kasar.


"Tapi Krish... " Gadis itu sampai ikutan berdiri tapi sebelum melanjutkan ucapannya. Krishna sudah mencegat nya agar tidak berbicara lagi.


Pria itu berlalu, duduk di kursi kebesaran nya dan melanjutkan pekerjaan. Meninggalkan Ayura yang sedang kesal dan cemberut.


"Kenapa masih bengong disitu..? Cepat kerja sana. Masih banyak pekerjaan yang harus kau selesaiksn." Titah Krishna tanpa memandang gadisnya.


Ayura masih memberenggut tapi tetap mengikuti intruksi, kembali kemeja kerjanya yang berada satu ruang dengan sang Bos.


Krishna memulas senyum tipis melihat Ayura hanya dengan ujung matanya.


Ayura pun mulai menyalakan laptopnya, mengerjakan pekerjaan nya sesuai perintah sang Bos, tapi sesekali dia melirik Krishna dengan kesal sembari mengomel.


Krishna bukanya tak tahu apa yang sedang dilakukan sang kekasih, tapi dia memilih cuek, tapi bibir nya tak bisa menyembunyikan senyum nya melihat tingkah gemas sang kekasih.


Ayura takkan bisah konsentrasi bekerja, raganya boleh ada di sini, tapi hati dan pikirannya terus memikirkan kedua wanita itu.


Dengan hembusan nafas kasar dia meraih ponselnya dan langsung mengirim pesan pada Nanda menanyakan apa yang terjadi pada kedua wanita itu, dan balasan Nanda berupa sebuah rekaman video memperlihatkan siksaan yang diterima oleh kedua wanita itu.


Kedua bola mata Ayura membola sempurna melihat Adam yang dengan beringas mencakar tangan wanita yang tadi menampar nya.


Setelah itu Adam berbalik dan menampar dengan kuat kedua pipi wanita satunya lagi hingga kedua sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah.


Ayura menghentikan sejenak rekaman itu. Dia merasa kesulitan bernafas hingga mencoba menarik dan menghembuskan nafasnya sambil meremas dadanya yang serasa sesak.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁 BERSAMBUNG 🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2