
Setelah saling mengobati luka masing masing, kini Ayura terlihat sedikit tenang membuat Krishna sedikit bernafas lega.
"Kita makan dulu ya Ay." Ucap Krishna, membuat kening Ayura terlipat halus.
Krishna tidak menyadari perubahan wajah Ayura. Dia langsung bergegas memanggil Pak Mun yang masih setia berdiri dibelakang mereka.
"Pak Mun, siapkan makan malam untuk kami."
"Baik Tuan! Aku akan memyuruh para pelayan untuk menyiapkannya dan mengantar nya kesini." Jawab Pak Mun dan langsung berlalu.
Krishna kemudian berbalik duduk dihadapan Ayura. Dan pria itu terkejut mendapati wajah Ayura yang pias. Dan terlihat sedang menahan amarah.
"Ada apa Ay..?" Tanya Krishna dengan tangan yang hendak menyentuh wajah Ayura, dan seketika Ayura menepisnya dengan sangat kuat.
"Kamu siapa Krish..?" Tanya Ayura dengan penuh penekanan. Netranya kini bahkan sudah berembun.
Hal itu tentu saja membuat Krishna kaget. "Aku Krishna, Ay. Kamu kenapa...?" Tanya Krishna bingung.
"Jelaskan pada ku, siapa orang orang itu.? Apa mereka anak buah mu, apa ini vila mu ..?" Bibir Ayura bergetar.
"Ay..."
"Jangan bilang kamu yang menyuruh mereka untuk menculik ku dan menyekap ku disini Krishna..?" Sentak Ayura
"Ay..,aku bisa jelaskan semuahnya." Ucap Krishna dengan panik. Tanganya kembali terulur ingin menyentuh wajah Ayura, tapi gadis itu kembali menepisnya dengan sangat kuat.
Tetesan air mata telah membasahi wajah Ayura, dia bahakn menggeleng tak percaya. Awalnya dia pikir, dia dan Krishna adalah korban penculikan dan disekap oleh orang orang itu tapi saat mendengar kepal pelayan memanggil Krishna dengan sesuatu Tuan membuat dia baru menyadari kalau sebenarnya Krishna adalah boss mereka.
Dan bisa jadi dia adalah dalang dari penculikan dirinya dan berakhir disekap divila ini.
"Kenapa kau lakukan itu pada ku Krish..? KENAPA..?"
"Ay..."
"Aku membenci mu Krish, aku membenci mu. Aku nggak nyangka kamu sejahat itu."
"Ay.."
"Jangan sentuh aku." Ayura kembali menepis tangan Krishna dengan sangat kuat.
Hati Krishna seperti ditampar. Dia tidak menyangka kebahagiannya tadi hanyalah sementara. Kini dia begitu sakit melihat tatapan kebencian Ayura untuknya. Dan terlihat gadis itu sangat kecewa padanya membuat oksigen didalam ruangan ini seketika menghilang.
Ayura masih menangis terisak. Tapi kemudian dia langsung menghapus air matanya. "Aku ingin pulang." Ucap Ayura kemudian melangkah pergi tapi Krishna langsung menarik tanganya hingga gadis itu berbalik dan Krishna langsung menarik tubuh Ayura dan mendekapnya erat.
__ADS_1
"Nggak Ay, aku mohon jangan pergi. Beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuahnya." Pinta Krishna tapi Ayura tetap saja menggeleng .
"Maaf Ay, maafkan aku. Aku melakukan semuah ini karena aku sangat mencintai mu, dan aku tidak ingin kehilangan mu." Ucapan Krishna membuat Ayura meradang dan dengan segenap tenaga yang ada dia mendorong Krishna dengan kuat hingga peluka pria itu terlepas.
"Apa...? Kamu bilang masih mencintai ku, setelah apa yang telah kau perbuat pada ku ha..? Kau yang memcampakan ku, kau yang memutuskan cinta Kita Krish. "
"Aku tahu Ay, dan aku menyesal. Izinkan aku menebus semuah kesalahan ku pada mu sayang," Pinta Krishna menghiba.
Krishna hendak menyentuh wajah Ayura tapi Ayura langsung menghindar hingga tangan Krishna hanya menggantung diudara.
Dan itu membuat hati Krishna kembali sakit. Netranya berembun karena selalu ditolak oleh Ayura.
"Tapi semuahnya sudah terlambat Krish. Dan biarkan sekarang aku pergi."
"Nggak Ayura. Kamu tidak akan kemana mana, kamu tetap disini, setuju atau pun tidak. Kali ini aku tidak akan membiarkan kamu pergi." Ucap Krishna penuh penekanan.
Tetes airmata Ayura semakin deras. " Kamu jahat Krish, kamu egois. Kamu tidak mencintaiku Krish, kamu hanya memanfaatkan diriku untuk penawar mu bukan..? Cinta tidak begini. Cinta tidak menyakiti. Cinta tidak memberi luka terus menerus Krish, tapi kamu..., kamu memberiku semuahnya."
"Maaf..Aku memang egois Ay. Aku tidak bisa membiarkan kamu pergi. Lebih baik aku mati daripada harus kehilangan dirimu." Ucap Krishna sendu, "Tetaplah disini, nanti pelayan akan mengantar makan malam mu." Kemudian pria itu pun melangkah pergi meninggalkan Ayura.
Ayura kini jatuh terduduk menumpu pada kedua kakinya, berjongkok dan menangis sejadi jadinya.
🍒 🍒 🍒
Dan selama itu juga Ayura tidak berniat untuk keluar dari kamarnya, makan minum diantar kekamar oleh para pelayan wanita.
Karena dia tak ingin bertemu dengan Pak Mun atau semuah anak buah Krishna yang akan mengingatkan nya pada kejadian 13 tahun yang lalu.
Krishna sendiri tak ingin menemui Ayura karena takut gadis itu mengamuk atau bahkan meminta pergi karena itu akan membuat hatinya sakit dan sesak.
Dua hari itu juga dia terbaring lemah didalam ruangannya, dirinya hanya bisa melihat Ayura dari layar ponselnya yang tersambung dengan cctv kamar.
Sudah beberapa kali Adam memintanya untuk dirawat di rumah sakit tapi dia terus saja menolak dan meminta para dokter dan perawat yang datang ke vila nya untuk merawatnya.
Pada hal bagi Adam, penawar yang ampuh untuk penyakitnya hanyalah Ayura. Tapi melihat kebencian Ayura pada Krishna, maka dia pun hanya pasrah mengikuti kemauan Tuannya.
Sebenarnya Krishna Ingin sekali menemui Ayura dan mendekap tubuh gadis itu. Karena selain ingin mengobati rindunya pada gadis itu, dia pun ingin memgobati sesaknya yang akan langsung sembuh, hanya dengan mendekap erat tubuh Ayura.
Tapi mengingat ucapan Ayura yang mengatakan dia hanya memanfaatkan Ayura sebagai penawarnya, membuatnya urang menemui gadis itu.
Dan hari ini rindunya semakin menggunung, melihat Ayura yang begitu cantik dan menggemaskan dengan kamija miliknya yang kebesaran dan kepanjangan ditubuh mungil gadis itu. Ingin sekali dia berlari kekamar Ayura dan memluk tubuhnya erat.
Dia tak tahu alasan apa Ayura memakai bajunya, pada hal dikamar itu tersedia juga baju baju Ayura didalam lemari itu.
__ADS_1
Hingga hari ketiga dia tidak bisa lagi menahan rindu yang sudah membuncah. Persetan Ayura marah atau mengusirnya, dia tak peduli, karena dia ingin menemui gadis itu yang kini terlihat menangis dibalkon kamarnya.
Sedangkan Ayura sendiri empat hari divila, dia sangat merindukan sosok pria yang sudah mencuri semuah isi hatinya sampai tak bersisah. Siapa lagi kalau bukan Abimanyu Gala Yudistira.
"Apa yang kau lakukan sekarang..? Apa kakak sedang mencari ku..?" Tetes air mata kini sudah mengalir dipipi Ayura. "Aku merindukan mu, huuu..Kapan kau datang menjemput ku disini
Aku sangat merindukan mu kak."
Dan seperti itulah hari hari Ayura diisi dengan mengingat dan menangisi Abi.
Perlahan Krishna membuka pintu kamar, dia berjalan kearah balkon. Hatinya seperti di iris iris saat melihat gadis yang sangat dicintainya sedang menangis dengan menelungkupkan wajah di kedua lututnya.
"Ay.." Panggil Krishna pelan sembari menepuk pundak nya.
Ayura langsung mengangkat wajahnya, dapat dilihat wajah gadis itu basah karena lelehan air mata. " Untuk apa kau kesini..? Pergi.! Aku tak ingin melihat mu." Kesal Ayura dan kembali menelungkupkan wajahnya.
Sesak kembali menyerang dada Krishna mendengar penolakan Ayura, tapi sebisa mungkin dia tahan. Krishan kini berjongkok dihadapan Ayura.
"Sampai kapan kamu menyiksa diri mu seperti ini Ay. Tidak bisakah kita berdamai dan memulai semuahnya dari awal..?"
Ayura diam tanpa suara tanpa gerakan, membuat Krishna menghela nafas dalam. Dia harus banyak bersabar, walau bagaimana pun saat ini dia yang bersalah, dia yang memaksa Ayura kevila ini dengan cara kotor.
"Apa yang aku lakukan agar kamu mau memaafkan aku Ay..?"
Ayura langsung mengangkat wajahnya. "Antar aku pulang kris. Baru aku bisa memaafkan mu." Jawaban Ayura membuat Krishna kembali menarik nafas dalam.
"Baiklah, tapi biarkan kondisi kesehatan ku sedikit membaik baru aku sendiri yang akan mengantar mu pulang."
Ayura terdiam sesaat, bisa dilihat wajah Krishna memang sangat pucat dari empat hari yang lalu, bibir pria itu bahakn sangat kering, wajahnya semakin tirus dan bulu bulu diwajah nya pun semakiin panjang. Ayura jadi tak tega melihat nya. Kondisi Krishna terlihat sangat memprihatinkan.
Dan pada akhirnya Ayura mengangguk setuju.
Keduanya kini tengah menikmati makan malam diruang makan. Hanya mereka berdua disana. Karena Krishna sendiri tak mengizinkan seorang pun untuk mendekat karena dia takut Ayura merasa tak nyaman.
Keadaan diruang makan itu sangatlah hening hanya terdengar bunyi denting sendok dan garpu kala beradu dengan piring. Keduanya larut dengan pemikiran masing-masing.
Ayura sesekali melirik kearah Krishn, hatinya begitu perih bila melihat kondisi Krishna yang terlihat sangat kurus dan lebih pendiam.
Ayura tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada nya hingga kondisinya membuat hati Ayura begitu perih melihat nya.
Apa hubungan dengan gadis sialan itu baik-baik saja..? Apa gadis itu tidak mengurusnya dengan baik..? Seperti Itulah pikiran Ayura tentang hubungan Krishna dan Yua, teman masa kecilnya.
Sedangkan Krishna, diamnya dia bukan taka ada maksdu. Pris itu tengah mencari cara agar menahan Ayura tetap disini. Dan berusaha untuk merebut kembali hati Ayura.
__ADS_1