Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Satu Level Dibawah.


__ADS_3

Sakit. Serasa ada lubang besar didada ini.


Sesak. Seperti terkena himpitan batu besar.


Perih. Seolah terkena irisan sembilu yang menyayat hati.


Pria itu merasa sangat hancur. Deras air mata terus menetes tanpa bisa dicegah. Katakan saja dia cengeng, tapi dia tidak peduli itu. Karena yang dirasakan sekarang adalah ikut terluka, sakit dan hancur melihat kekasih hatinya begitu hancur dan itu semuah gara gara dirinya.


Krishna masih melihat layar cctv itu, sampai dimana Ayura yang sudah berada di lift, dia pun dapat melihat Ayura masih menoleh kebelakang, Dia tahu Ayura pasti mengharapkan dirinya mengejarnya. Tapi dia kembali melihat tatapan kecewa Ayura saat tahu dia tak mengikutinya. Membuat dada Krishna kembali sesak untuk kesekian kalinya.


'Maafkan aku sayang..Maafkan aku..'Lirih nya dalam hati.


Sampai pada sebuah rekaman yang membuat Krishna, Adam dan seorang petugas memekik kaget, bola mata mereka terbuka lebar dan rahang pun ikut terbuka kala melihat gadis yang hendak masuk kedalm lift dibekap oleh seorang pria berbaju hitam, memakai masker, kaca mata dan bertopi. Jangan lupakan tubuh besar dan tingginya.


"Hentikan Dam!" Pekik Krishna saat melihat adegan itu. "Ada apa ini Dam, apa yang terjadi..?" Tanya Krishna dengan begitu panik. Melupakan airmata ya masih tersisa dipipinya, Krishna begitu kaget, tubuhnya bahkan bergetar hebat.


Belum habis rasa penyesalan karena melihat kekasihnya pergi dengan keadaan terluka dan airmata , kini dia malah melihat kejadian yang seketika membuatnya sesak, dia tak bisa bernafas dengan benar merasa udara disekelilingnya menghilang dan raib entah kemana.


"Saya nggak tahu Tuan, tapi sepertinya Ayura diculik." Jawaban Adam membuat Krishna merapat dan menundukan badanya dihadapan layar monitor itu untuk mengetahui kejadian lebih dekat.


"Pause Adam. Zoom wajah pria itu." Interupsi Krishna dengan cepat. "Apa kamu mengenal wajahnya..?" Tanya Krishna saat Adam menzoom wajah pria itu


Adam yang tengah menandai wajah pria itu hanya mampu menggeleng, karena wajahnya serba tertutup, dari masker, kacamata dan juga topi.


"Sh*it! Umpat Krishna sembari meninju kursi yang diduduki Adam. Pria itu terlonjak kaget, tapi memilih diam dan tetap tenang. Karena kalau dia ikutan panik, dia takut emosi Krishna memuncak dan itu tak baik untuk kesehatan nya saat ini.


"Lanjutkan!"


Adam pun mengikuti perintah Tuannya, segera melanjutkan video itu. "Sh*it! Sepertinya dia menantang kita Tuan." Kesal Adam, saat melihat pria itu yang sudah membopong tubuh Ayura ala karung beras. Tapi sebelum dia berlalu dia sempat melihat kearah cctv dan melambaikan tangannya.


"Terus ikuti geraknya, dia membawa Ayura kemana itu.?"


"Dia ikut pintu belakang Tuan."


"Terus ikuti dia!" Titah Krishna sembari terus memantangi monitor tersebut.


Tapi kemudian gambar Ayura beserta pria itu menghilang tepat dipintu belakang. Ternyata cctv disana tidak menyala alias mati. Adam pun bergegas mencoba melihat semuah cctv halaman belakang kantor tapi nihil, sepertinya semuahnya sudah dimatikan alias diretas lebih tepatnya.


Krishna yang mengetahui itu langsung mengamuk dan menghancurkan semuah barang yang ada didalam ruangan itu termasuk layar monitor yang tengah mereka pakai, mengalami retak sana sini karena amukan Krishna.

__ADS_1


"Aargghh..." Erang Krishna penuh emosi.


"Tenang Krish. Kamu nggak boleh emosi begini. Ini akan memengaruhi kesehatan mu. Ingat! Kita harus segera bertindak sebelum pria itu melakukan sesuatu pada Ayura." Ucap Adam mencoba menenangkan Krishna. Dia hanya takut dengan emosi seperti ini Krishna kembali kambuh. Ini akan memperlambat mereka dalam mencari keberadaan Ayura.


Dan ucapan Adam membuat Krishna sedikit tersadar, dia menyugar rambut kasar dan mencoba menstabilkan deruh nafasnya. Karena yang dikatakan Adam sangat benar, dia tidak ingin penyakitnya kambuh saat saat genting seperti ini, dia harus bertindak cepat untuk menyelamatkan nyawa kekasihnya yang sedang dalam bahaya.


"Kumpulkan orang orang IT terhebat yang kita punya. Perintahkan mereka untuk meretas rekaman cctv yang telaah dimatikan Itu. Suruh mereka untuk melacak semuah cctv yang ada dikota ini. Dan Libatkan orang sebanyak yang kalian bisa. Lakukan pemeriksaan disemuah perbatasan kota, bandara, pelabuhan dan stasiun.Perketat penjagaan disemuah sisi dan periksa semuah mobil yang melintas. Lakukan sekarang juga."


"Baik Tuan." Tanpa banyak bicara, Adam pun bergegas pergi.


"Dan kamu." Tatapannya kini tertuju pada petugas yang sedari tadi berdiri dibelakang nya.


"Saya Tuan." Jawab petugas yang bertag name Diky sambil membungkuk kearah Krishna.


Krishna menandai pria itu. "Bukankah kamu salah satu ahli IT terbaik diperusahaan ini.?"


"Iya Tuan."


Krihna menyeringai." Baiklah, nyalakn komputer cadangan kita. Coba kamu pulihkan kembali cctv yang mereka retas itu. Dan cari tahu diman pusat nya."Titah Krishna kemudian.


Pria itu pun bergegas melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuannya. Jari jari tangannya dengan lincah menekan tuts diatas keyboard miliknya.


Keringat panas dingin sudah membanjiri kening dan telapak tangannya. Selain karena dia yang belum berhasil menjalankan perintah Tuannya, keberadaan Krishna tepat dibelakang nya juga salah satu faktor membuat pria tampan itu sedikit nervous.


"Bagaimana..? Kenapa begitu lama ha..? Bukankah kau salah satu ahli IT terbaik perusahaan ini..?" Amuk Krishna dengan tidak sabar nya.


"Maaf Tuan, sepertinya mereka cukup hebat dan pintar. Jangan kan untuk mencari tahu keberadaan mereka, untuk memulihkan cctv yang mereka retas saja begitu sulit, selalu ditolak. Mereka bahkan melakukan serangan balas hingga aku tidak bisa berbuat banyak Tuan."


Jawaban Diky membuat Kishna memijat pangkal hidungnya. "Kurang ajar, siapa yang telah berani beraninya bermain main dengan ku ha..?" Umpat Krishna penuh emosi


Tak berselang pintu ruangan cctv dibuka masuklah Adam dengan wajah kusutnya.


"Bagaimana..? Apa kalian sudah menemukan keberadaan Ayura..?"


"Maaf Tuan." Sesal Adam dengan menunduk lesu.


"Apa maksud mu..? Ini sudah hampir satu jam dan kalian belum juga menemukan keberadaan Ayura..?" Teriak Krishna penuh emosi.


"Apa apanya ini ha..? Kita memiliki puluhan ahli IT terbaik, melacak keberadaan Ayura saja kalian nggak bisa..? Dimana kehebatan yang mereka agung agungkan selama ini ha..?"

__ADS_1


"Maaf Tuan, tapi lawan kita kali ini nggak main main, mereka juga memiliki kehebatan diatas rata rata. Mereka begitu cerdas, tercatat cctv dari saat menghilang nya Ayura baik diluar kantor sampai didalam kantor sudah mereka retas. Bahkan bagian depan loby dan didalam kantoran juga ada beberapa bagian yang hilang. Sedangkan dijalankan yang kemungkinan mereka lalui juga sudah mereka retas hingga kami tidak bisa melacak kemana mereka membawa Ayura. Pertahanan mereka sangat kuat, mereka bahkan melakukan serangan balas hingga beberapa komputer kami rusak dan tak bisa diaktifkan lagi."


Laporan Adam membuat Krishna meradang, dia bahkan memekik penuh emosi, terlihat beberapa kali memukul meja dan kursi yang ada.


Pria itu berpikir keras, siapa lawan mereka kali ini, dan apa tujuan mereka hingga menculik Ayura. Orang orangnya yang terlatih dan terhebat saja tak bisa berkutik. Siap sebenarnya mereka..? Pikirannya benar-benar buntu kali ini, kehilangan Ayura membuat dia kehilangan otak cerdas ya.


Biasanya saat seperti ini, saat dia sedang menghadapi musuh musuh nya yang ingin menghancurkan perusahaan nya, dia yang paling bisa dan paling cepat menangkap pergerakan musuhnya dan langsung memukul mundur lawan.


Tapi karena kali ini berhubungan dengan gadis yang sangat dicintai membuat otak nya buntu, kecerdasannya pun raib entah kemana.


Hingga ucapan Adam tentang kecurigaannya membuat bola matanya langsung membola sempurna. Dia bahkan mengumpat hebat.


"Krishna, tidakkah kau mencurigai ini perbuatan Pak Abi..?" Atensi Krishna langsung teralihkan. Pria itu menyorot tajam Adam. "Bukankah orang orang kita satu tingkat dibawah orang orang nya..? Kita satu level dibawah mereka. Sedangkan anak buah miliknya adalah orang-orang yang terhebat di negara ini bukan.?"


Bola mata Krishna membesar dan langsung memerah, rahangnya mengeras dengan kedua telapak tangannya terkepal kuat dibawah sana. Dia baru menyadari nya.


Dia merutuk dirinya sendiri. Kenapa dia tidak berfikir kesana dari tadi. Seharusnya dari awal dia sudah mencurigai Abi. Karena pekerjaan seperti ini hanya orang-orang kakanya yang tak bisa dilawan. Ya dia memang satu level dibawah Abi. Karena sampai kapan pun dia tak bisa menyaingi Abi. Apalagi sampai mengalahkannya.


Disudut ruangan Diky tengah bermonolog. 'Dari awal aku sudah tahu ini pekerjaan anak buah Pak Abi, dari cara kerja mereka saja sudah bisa ditebak. Mereka terlalu hebat untuk dilawan. Ahh aku bahkan ingin sekali menjadi bagian dari mereka.'


🍒 🍒 🍒


Dibelahan bumi bagian lain.Tepatnya di kantor AK Group.


Siang hari setelah kepergian Krishna, Abi hanya menyeringai melihat kepergian adiknya dengan menyimpan emosi itu.


Setelah beberapa menit pria berwajah blasteran Turki India itu langsung menghubungi seseorang.


"Bagaimana..?"Tanya pria itu singkat saat panggilan terhubung.


"Semuahnya sesuai rencana Tuan."Jawab pria diseberang.


"Baiklah. Siapkan helikopter aku akan berangkat sekarang. Tetap pantau mereka. Dan terus kecohin mereka. Buat mereka terus sibuk paling tidak sampai kami sampai nanti." Titah Abi pada anak buahnya.


Panggil pun dimatikan. Terlihat pria itu menyeringai hebat.


"Bukankah aku terus mengingat kan mu untuk tidak membuatnya terluka..? Ternyata kamu mengabaikan ancaman ku. Dan sekarang aku tidak akan memberimu kesempatan lagi. Kali ini aku akan maju memperjuangkannya. Dan takan ada seseorang pun yang dapat menghentikan ku kali ini." Gumam Abi dengan seringai.


__ADS_1


INI DOKTER DANI YA GAESS... PRIA YANG BEGITU MEMUJA DAN MENCINTAI GADIS ANGKUH DAN SOMBONG SIAPA LAGI KALAU BUKAN NENG ANGEL...😁🤭


__ADS_2