Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Akan Ku Rukiyah Diri mu.


__ADS_3

Abi dan Ayura sudah dalam perjalanan menuju gedung Yudistira Entertaiment, Ayura terlihat sedikit gelisah, walaupun wajahnya terlihat datar tapi tangannya yang sedari tadi saling mer*mas menunjukan hal yang berbeda.


"Kenapa..?" Tanya Abi tanpa penjelasan membuat Ayura menoleh denga wajah bingung


"Ha..?"


Abi melirik tangan Ayura yang masih mer*mas diatas pangkuannya. Abi lalu meraih tangan itu diangkatnya setengah keatas. "Mengapa begitu gelisah. Apa kamu takut bertemu dengannya..? Apa mau kesuatu tempat.?" Tanya Abi, menurunkan tangan Ayura dan menggenggamnya dengan lembut, menyalurkan ketenangan untuk gadis itu.


Dan benar saja, genggaman tangan Abi membuat nya merasa sedikit tenang. Gadis itu tersenyum kemudian menggeleng. "Aku tidak bisa selalu menghindar kak, tak akan menyelesaikan masalah. Aku nggak papa, aku bisa kok mengatasi masalah ku." Jawab Ayura dengan mantap disertai senyum lebar.


Abi pun membalas senyuman Ayura, melepaskan genggaman tangannya, Abi kemudian mengusap pucuk kepala Ayura dengan lembut. "Good Girl."


'Aku memang masih nggak mau bertemu dengannya kak. Aku takut terluka lagi dan menangis lagi. Tapi aku akan menjadikan diri mu mengingat diri mu sebagai penyemangat ku nanti. Aku harus bisa.' Ayura mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Mobil telah terpakir di parkiran kantor. Ayura bergegas turun di ikuti Abi. "Terimakasih banyak kak."


"Hubungi aku nanti kalau sudah mau pulang. Jangan pergi dengan taksi hmm.."


"Baik Bos." Balas Ayura penuh semangat sembari mengangkat tangan seperti memberi hormat pada Abi. Pria itu terkekeh melihat tingkah Ayura.


"Aku masuk dulu ya kak."


Abi telah pergi, Ayura langsung melangkah masuk. Sesampainya diloby dia berhenti sejenak, menarik dan menghembuskan nafas perlahan guna menetralkan perasaan yang sedikit kacau.


'Apa yang kau takutkan Ay, Krishna itu masih pacar mu, perkara teman masa kecilnya, dia hanya lah bagian masa lalu dan kamu sendiri masa depan nya. Ayo maju dan rebutlah apa yang menjadi milik mu.'


'Ck! Jangan naif kau Ay, dia sudah mencampakan mu. Dan lebih memilih gadis masa lalunya. Berhenti lah mengharapkan pria yang plin plan itu. Untuk apa memperjuangkannya kalau dia sendiri sudah mengabaikan mu.'


"Haisss!" Ayura menjadi bimbang mendengar bisikan Sisi baik dan buruk dalam dirinya.


Ayura pada akhirnya melangkah masuk, tapi dirinya sedikit bingung melihat tatapan semuah karyawan kantor yang tak biasa.


Terlihat mereka melihatnya dengan tatapan aneh dan parahnya sebagian terlihat sedang berbisik sambil melirik kearahnya. Semuahnya dapat ditangkap netra Ayura.


Dan bukan hanya satu dua orang yang melakukannya tapi hampir semuah karyawan yang dijumpai nya.


Tenang saja Ay, mereka tidak membicarakan mu, mereka hanya bertanya tanya kemana kau dua hari ini, mengapa nggak masuk kantor. Batin Ayura mencoba menghibur diri .


Setelah susah payah berjalan diantara lirikan dan bisik bisik tetangga yang sempat membuatnya down, kini ia sudah sampai di depan ruangan kerjanya bersama Krishna. Dirinya malah mematung disana, mencoba menarik nafas dalam sebelum akhirnya dibukanya pintu kaca itu


Dia yakin Krishna ada didalam, karena saat diperkirakan tadi dirinya sempat melirik mobil Krishna yang ada diparkiran.


Pintu terbuka setengah, dia bisa bernafas lega saat tidak mendapat Krishna dikursi kebesarannya. Dia baru sadar saat Adam pun tak terlihat ditempatnya, tanda nya mereka mungkin sedang meating diruang rapat


Dirinya pun melangkah masuk. Tapi seketika langkahnya menjadi sangat berat saat melihat seorang gadis cantik berambut panjang keluar dari ruang pribadi Krishna.


Tubuh Ayura seketika mematung. Seketika Pikirnya langsung berlari kemana mana. Krishna tak ada ditempatnya, jangan jangan pria itu juga sedang ada didalam sana.


Memikirkan apa yang mereka lakukan hanya berdua didalam sana. Nafasnya seketika terasa sesak.


Pikiran Pikiran buruk menri nari diotaknya sampai, suara lembut mendayu dayu menyapanya. "Hai! Kau Ayura ya..?" Sapa Yua membuyarkan segala pikiran buruknya.

__ADS_1


Dilihat gadis yang seumuran dengannya tengah mendekati dengan senyum manis nya. Dan diakui Ayura gadis itu lumayan manis apalagi senyum yang ditampilkan sekarang sangatlah manis, dan siapa pun yang melihat nya pasti terpesona.


Salah satunya pasti Krishna. Mengingat itu membuat hatinya serasa dicabik cabik.


"Kenalkan aku Yua, teman masa kecilnya Kak Krish. Kamu sekretaris nya kak Kris kan..?"


"Ha..?" Ayura sedikit kaget dengan ucapan Yua. "Dari mana kau tahu tentang aku.?"


"Kak Krish yang mengatakannya."


"Emang apa saja yang diceritakannya tentang aku."Dia hanya penasaran. Krishna memperkenalkan dirinya hanya sebagai sekretarisnya atau sebagai kekasih juga.


Yua menyembunyikan seringainya. "Tidak ada yang spesial, hanya saja dia mengatakan kamu adalah sekretarisnya. Dan dua hari ini dia sedikit uring uringa." Ucapan Yua menerbitkan sedikit perasaan senang dihati Ayura.


Dia sudah berfikir jauh, Krishna uring uringa pasti karena dia merindukan dirinya selam dua hari ini. Tapi dia tidak tahu saja lawan bicara nya tengah menyembunyikan senyum miring nya. Karena ucapan Yua berikutnya mampu menjatuhkan angan nya yang sempat melambung tinggi.


"Dia marah dan sangat kesal karena selama kamu nggak masuk kerja, pekerjaan mu jadi menumpuk membuat dia terpaksa harus menyelesaikan seorang diri. Dia bahkan mengatai diri mu yang tak becus dalam bekerja dan tak bertanggung jawab."


Deg....


Seketika raut wajah yang tadinya tersenyum berubah menjadi kecewa.Ternyata dia salah menduga tadi. Krishna ternyata tidak merindukan dirinya. Malah dia marah marah hanya karena pekerjaannya yang bertumpuk.


Tapi ini salah siapa coba..? Kalau saja bukan karena kehadiran gadis didepannya ini dan Krishna yang membuangnya ditengah jalan malam itu, mana mungkin dia bisa mengabaikan tanggung jawabnya.


Ayura dengan segala pikiran nya, hingga tidak tahu betapa Yua menikmati perasaan kecewanya.


'Aku akan membuat hubungan kalian merenggang dengan begitu akan hanya ada satu gadis disamping Kak Krishna. Karena saat kau tak ada saja kak Kris tetap memikirkan dan begitu menguatirkan mu. Apalagi dengan keberadaan mu sekarang. Hufff kenapa kau tak gila saja, karena diperkosa oleh preman preman itu..?'


Yua tahu kejadian yang menimpa Ayura saat Abi dan Krishna berkelahi di kediaman utama, Abi sempat berteriak Ayura hampir diperkosa. Ditambah lagi dia juga pendengar percakapan antara Krishna dan Adam tentang trauma yang diderita Ayura.


Dan dua hari ini selama menemani Krishna dikantor, Yua dibuat kesal karena Krishna yang selalu memikirkan Ayura, selalu menanyakan pada Adam tentang kondisi Ayura membuat dia sangat sangat marah.


Jadi sekarang dia harus sedikit bermain kata agar hubungan Ayura dan Krishna merenggang. Apalagi mendengar dari keluhan Krishna pada Adam kalau Ayura tidak ingin bekerja di kantor ini lagi membuat dia merencanakan niat jahat untuk mendepak Ayura dari kantor ini secepatnya.


"Baiklah! Kalau begitu Aku bekerja dulu. Senang berkenalan dengan anda. "Ucap Ayura dengan ramah dan berlalu kemeja kerjanya.


Yua mengikuti Ayura kemeja kerjanya. Belum juga Ayura duduk, gadis itu kembali menyerangnya. "Ya kamu memang harus langsung bekerja, karena itu pesannya tadi sebelum dia pergi rapat. Karena kalu tidak dia akan semakin marah padamu. Atau saja bisa memecat mu." Dusta Yua berapi api membuat tangan ayura terkepal kuat dibawah sana.


Dan Yua menikmati kemarahan Ayura. "Tapi kamu tenang saja, asal kamu meminta pada ku, aku bisa kok meminta Kak Krish agar tidak memecat mu , karena dia sangat mendengarkan ku." Dusta Yua terus terusan melayangkan serangan yang membuat Ayura hanya bisa mengeram dalam hati


"Oh ya..? Ternyata anda baik sekali. Tapi maaf aku tidak akan meminta pada kamu ataupun pada Krishna agar tidak dipecat, karena aku sendiri yang akan keluar dari sini." Jawab Ayura dengan sedikit kesal tapi justru jawaban ini lah yang ditunggu tunggu Yua. Dia menyeringai puas. Target masuk perangkap


Tak berselang pintu dibuka dan masuklah seorang pria yang membawa paper bag yang dari aromanya sepertinya itu makanan. Pria itu sedikit terkejut melihat kehadiran Ayura tapi kemudian tersenyum ramah.


"Nona Ayura anda sudah datang..?" Tanya pria itu yang tidak lain adalah Adam.


"Iya Dam."


Yua sendiri sedikit kesal saat Adam tak menggubrisnya dan malah melewatinya begitu saja dan menyapa Ayura dengan begitu ramah. Tapi kemudian dia kembali menyeringai, dia tak akan kehabisan ide untuk menyerang Ayura.


"Kak Adam membawa makanan untuk ku ya..? Pasti Kak Krish yang menyuruh mu untuk membelinya kan. Kak Krish memang pengertian."

__ADS_1


Adam yang mendengar nya langsung membeliak. 'Kenapa dia..? Amnesia..? Bukankah tadi pagi dia yang merengek minta dibelikan sarapan, kenapa sekarang menjadi lebay begini ya..?'


Adam kemudian menyeringai, dia tahu sekarang gadis menyebalkan ini pasti ingin memanas manasi Ayura.


"Lah bukannya tadi kamu yang merengek minta dibelikan sarapan pada ku, kenapa jadi amnesia begini..?"


Sebenarnya memang tadi pagi sebelum pergi rapat Krishna memang menyuruhnya membelikan sarapan untuk Yua. Tapi karena tak ingin membuat Ayura kecewa dan bersedih jadi Adam mengatakan Yua yang memintanya padahal memang Krishna lah yang menyuruhnya.


Dan dengan begini dia semakin yakin kalau, gadis menyebalkan ini juga licik. Sepertinya dia ingin merusak hubungan Ayura dan Krishna.


Dan hal ini membuat Adam semakin murka, bagaimana tidak empat hari bersama gadis unik ini membuat tensi darahnya naik.


Ada saja yang diminta gadi itu, membuat dia harus bolak balik kantor apartemen untuk membelikan apa yang diminta gadis menyebalkan ini.


Yua melotot tak percaya, mendengar umpatan Adam padanya. "Kak Adam, apa yang kau katakan..? Kenapa mengatai ku amnesia.? Aku akan lapor pada Kak Krish nanti." Kesal Yua dengan bibir cemberut , gadis itu menghentakan kaki kesal kemudian merampas paper bag yang ada ditangan Adam dan langsung berlalu.


Adam mengepal kedua tanganya, kemudian hanya bisa menarik dan membuang nafas secara kasar.


Ayura sendiri mengulum senyum. 'Jadi dia seorang penipu toh ternyata..? Aku jadi merasa dia mencoba memanas manasi ku dari tadi. Baiklah! Sepertinya kedepan aku akan bekerja lebih keras untuk membasmi hama dikantor ini. Kamu tidak tahu saja, aku bahkan pernah menghadapi dua orang sekaligus, dan sekarang mereka sudah sadar. Tinggal kamu saja ,aku sendiri yang akan merukyah dirimu.' Batin Ayura dengan seringai.


🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴


EPILOG.


Kelompok pertama


"Hei, lihat itu Mbak Ayura nya sudah datang." Ucap salah seorang karyawan saat melihat kedatangan Ayura.


"Jadi dia masih bekerja, aku kira dia udah risaign loh" Bisik yang lain menimpali.


Kelompok kedua


"Eh itu Ibu Ayura nya. Jadi dia masih bekerja ya. Terus kemana dia dua hari ini..?" Masih dengan bisik bisik sesekali melirik ke objek yang menjadi bahan gosip.


"Kalau dia sudah datang, terus siapa gadis yang selama dua hari ini menempel pada Pak Krishna..? Adik..? Setauku Pak Krishna nggak memiliki adik."


"Jangan jangan gadsi itu pacar barunya Pak Krishna..? Tambah salah satu karyawan membuat mata semuahnya membelalak.


"Oh my god.Jadi mereka sudah putus..?" Pekik salah satu karyawan.


"Hei! Apa yang kau lakukan. kecilkan suara mu."


Kelompok ketiga.


"Eh, itu Ibu Ayura nya sudah masuk kerja tuh. Keman dia dua hari ini ya. Tak biasanya dia nggak masuk kan..?:


"Jangan jangan dia sudah putus sma Pak Krishna, hingga dia sakit hati dan tidak masuk kantor."


"Benar, dan gadis centil yang bersama Pak Krishna itu pacar barunya. Aarghh aku nggak rela Ibu Ayura diganti sama gadis menyebalkan itu."


"Benar itu aku juga nggak setuju Pak Krishna dengan gadis menyebalkan itu, nggak cocok banget. Cocoknya sama Ibu Ayura saja."

__ADS_1


"Ada apa dengan Pak Krishna, dia seperti membuang berlian dan memilih kerikil. "


Dan seperti itulah bisik bisik semuah karyawan berkelompok saat Ayura lewat tadi..


__ADS_2