Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Ciuman Pertama


__ADS_3

Dua jam sudah Ayura berada di ruangan Abimanyu, dia yang tengah menunggu tanggapan Abimanyu mengenai hasil laporan dan desainnya menjadi diam saja tidak ngapa ngapain didalam ruangan itu.


Pria kaku itu terlihat sibuk dengan setumpuk berkas berkas yang berada diatas mejanya. Ayura sendiri terlihat seperti tengah mengawasi Abimanyu.


Gadis itu menjadi kesal, beberapa kali dia menghela nafas kasar mengisyaratkan kebosanan nya. Tapi tidak ada tanggapan sama sekali dari depan.


Pria itu bukannya nggak mendengar helaan nafas Ayura, dia mendengarnya, dan menyadari kebosanan Ayura, tapi dia memilih cuek dan menyembunyikan senyuman diwajah datarnya.


"Katanya hari ini akan sangat sibuk tapi mengapa dia malah menahanku disini..?" Gumam Ayura yang didengar Abi.


"Kamu mengatakan sesuatu..?" Tanya pria itu.


"Ahhh tidak ada Pak." Memaksa sebuah senyuman.


Pria itu pun menarik tipis kedua sudut bibirnya."Kalau kamu bosan, berkelilinglah dalam ruangan ku, atau kau boleh membaca buku buku itu" menggerakkan matanya kearah deretan buku buku tebal di rak buku.


"Kalau nggak istirahat saja disofa itu, atau kalau mau bisa juga diruangan pribadi ku." Ucap asal Abi mencoba menggoda Ayura.


"Haaa..?" Gadis itu kaget "A.. apa maksud Bapak..?" Tanyanya bingung dengan ucapan ambigu Abi.


"Diamlah, dan duduk dengan tenang."


"I.. iya Pak! Kenapa sih dia jadi aneh begini..? Pekerjaan ku masih banyak tapi dia malah membuatku seperti patung pajangan" Rutuk Ayura dalam hati.


Karena merasa jenuh akhirnya Ayura memilih membaca buku saja. Dia memilih asal sebuah buku, membuka lembar demi lembar tanpa berniat untuk membacanya.


Dan tanpa sadar gadis itu malah tertidur di sofa dengan posisi duduk, kepalanya miring bersandar pada sofa dengan buku yang menutup wajahnya.


Haripun beranjak siang, setelah membereskan pekerjaannya, Abi langsung menghampiri Ayura, berniat mengajak gadis itu makan siang.


Tapi alangkah kagetnya melihat Ayura yang tertidur dengan buku yang menutup wajahnya. Dengan pelan dia menyingkirkan buku itu dari wajah Ayura.


Ditatap nya wajah cantik Ayura, lama... dan dalam...


Pria itu berdiri didepan Ayura, menikmati wajah polos gadis itu dalam waktu yang cukup lama.


"Wajahmu terlihat tidak asing bagiku, mata, hidung dan senyummu mengingatkan ku pada seseorang. Apa kamu adalah dirinya..? Gadis yang sedang kucari..?" Gumam Abi


"Ay, jangan takut berada di dekat ku, itu menyakitkan." Gumam pria itu lagi


Tangannya terulur pelan menyentuh wajah Ayura, membelai lembut pipi gadis itu. Dan dengan tidak tau malunya dia malah mendarat kan sebuah kecupan di kening Ayura


Lama....


Dalam...


Tidur gadis itu terusik, merasakan sesuatu yang basah menempel di keningnya, dengan pelan netra gadis itu terbuka, menatap wajah tampan Abi yang berada begitu dekat. lama gadis itu menatap netra Abi yang tengah menatapnya sendu. Gadis itu terhipnotis dengan tatapan Abi.


Netra keduanya pun beradu "Putri! " Lirih Abi pelan.


Abi bergeming dihadapan Ayura, tangannya kembali terangkat membelai pipi dan turun ke bibir pink gadis itu, membuat tubuh Ayura meremang.


Gadis itu tersadar dan Reflek mendorong tubuh Abi dengan kuat, pria itu tidak bisah menjaga keseimbangannya hingga terjungkal kebelakang tapi naas nya tangan Abi ikut menarik tangan Ayuran hingga keduanya terjatuh duduk diatas meja sofa dengan tubuh Abi menopang tubuh Ayuran dengan kedua tangan pria itu membelit erat pinggang Ayura agar tidak terjatuh.

__ADS_1


Parahnya bibir Ayura tanpa permisi mendarat sempurna menyentuh bibir tebal pria itu, bisa dibayangkan bagaimana reaksi tubuh keduanya.. ? Menegang..? Itulah yang terjadi sekarang.


Baik Ayura maupun Abi keduanya sama sama menegang dengan peristiwa langkah ini, netral keduanya pun membola sempurna,


Keduanya masih diposisi yang sama sampai satu suara deheman mengagetkan keduanya.


Buru buru Ayura bangkit dari atas tubuh Abi setelah pria itu melepaskan belitan tangannya dipinggang nya, wajah gadis itu bersemu merah, sangat merah dan terasa panas sampai kebun ubun menahan perasnan malu dan takut yang menyerangnya bersamaa.


Apalagi dilihatnya Willy sang asisten Abimanyu sedang menundukan pandangan, Ayura yakin 1000 persen, pria itu tahu dan melihat apa yang telah terjadi baru saja antara dirinya dan Abimanyu.


Sedangkan pelaku yang sesungguhnya tengah tersenyum simpul dibelakang tubuh gadis itu dengan posisi masi duduk diatas meja sofa itu. Sesungguhnya jantung nya pun jangan ditanya, berdetak dengan tidak sewajarnya, berantakan.


Gadis itu masih terpaku, berdiri tegang dengan kedua tangan mere.. mas re.. mas ujung bajunya. Butuh waktu beberapa detik hingga gadis itu memberanikan diri membuka sura getarnya.


"A... aku permisi!" Gadis itu hendak berlalu, tapi kembali sura berat menahnnya.


"Kita makan siang dulu Ay!" Seru Abimanyu


"Aku bisa makan dikantin Pak!" Bantah Ayura tanpa membalikan badanya. Gadis itu masih menunduk.


"Will! Simpan makanan itu dimeja dan keluarlah!" Titah sang CEO.


Sang asisten tidak bersura tapi langsung melangkah ke depan dan meletakan paperbag itu diatas meja dan langsung keluar dari ruangan tanah sura sedikitpun.


" Apa kamu mau keluar dengan iler yang masih menempel di sudut bibir mu hmm..?" Bisik Abi tepat di telinga gadis itu membuat tubuhnya kembali meremang.


Tapi buru buru tangannya terangkat mengusap kedua sudut bibir nya membuat pria yang dibelakang nya tersenyum dengan sangat lebar, merasa berhasil telah mengerjai gadis itu.


"Masuk dan cuci muka mu, setelah itu kita makan!" Intrupsi Abi sambil mendorong tubuh Ayura yang mematung kedalam ruangan pribadinya yang memang tersedia kamar mandi didalamnya.


"Nggak usah Pak, biar dikamar mandi umum saja!" Sanggah gadis itu buru buru.


"Cepat Ay, aku sudah sangat lapar, lagian kalau kau ke kamar mandi umum, sampai kapan kita makannya..? Kita masih banyak pekerjaan!" Ucap Abi beralasan.


Gadis itu menghela nafas kasar sampai akhirnya mengalah, didorong nya pintu ruangan itu pelan. Gadis itu kembali mematung di depan ruangan itu sampai suara Abi kembali mengagetkannya. "Ay..."


"Ahh,, iya Pak." Buru buru dia masuk kedalam ruangan itu, sepertinya dia memang sangat lemah dihadapan Abimanyu, dia tidak bisa menolak ataupun membantah segala perintah pria kaku itu.


Tanpa disadarinya, pria yang dicap kaku itu tersenyum lebar dan luas sedari tadi, dia bahkan sesekali menyentuh bibirnya yang tadi sempat bersilahturahmi dengan bibir pink Ayura, walaupun hanya sebentar tapi rasanya masih terasa manis sampai detik ini.


"Mengerjai nya ternyata sebahagia ini.." Ungkap Abi dengan kekehan.


Pria itu lalu tersenyum devil, kemudian ikut masuk ke ruangan pribadinya yang dimana masi ada Ayura didalamnya, emang apa yang direncanakan pria kaku itu ya...? Ck ck ck


Ayura baru saja membersihkan wajahnya yang dibilang Abi ada ilernya, gadis itu berdecak kesal, bibirnya komat kamit mengetahui dirinya sudah dikerjai atasan kaku nya itu. Wajahnya ternyata bersih tanpa ada cairan bau yang dimaksud Abi tadi.


"Ck! Jahat sekali dia, ternyata dia mengerjai ku" Omel Ayura


"Siapa yang jahat.?" Suara Abi mengagetkannya.


Tanpa berniat meladeni ucapan Abi, Ayura buru buru keluar dari kamar mandi itu tapi dia kembali terkejut melihat Abi berdiri di depan pintu kamar mandi dengan posisi bersandar pada salah satu sisi pintu dengan kedua tangan terlihat didada. Dia merutuki kecerobohannya yang tidak menutup pintu kamar mandi tadi karena niatnya tadi hanya sebentar, mencuci wajah bantalnya.


"Siapa yang jahat, Ay..?" Tanya nya lagi.

__ADS_1


"Ahh.. tidak ada Pak" Jawab nya gugup. "Ngapain Bapak disini..?" Tanya Ayura. Kemudian lagi dia merutuki bibir nya yang dengan lancang bertanya ngapain dia disini. Jelas saja dia disini, ini kamar mandinya, ini ruangannya dan ini adalah perusahaan nya, suka suka dia mau disini atau disana. bagaimana bisa mulut tidak beradabnya ini bertanya dengan tidak tahu malunya..?


"Aku juga ingin membersihkan bibirku dari bekas iler. Kenapa..? Apa kamu mau membantu membersihkannya..?" Ucap Abi menggoda.


Bola mata Gadis itu membulat sempurna dengan ucapan Abi yang sengaja menggodanya. Dia pun merasa malu kala Abi mengingatkan nya tentang ciuman tadi.


"Ti.. tidak Pak!" Ucap Ayura dan buru buru pergi, berjalan keluar dari kamar mandi berpapasan dengan Abimanyu dengan wajah menunduk.


"Hahahaha.... 🀣🀣🀣" Tawa Abi menggelegar, menggema di seluruh ruang. Merasa puas dan bahagian bisa kembali mengerjai Ayura, dan melihat wajah memerah gadis itu membuatnya seperti menemukan mainan barunya.


Dia tidak menyangka hari ini menjadi hari yang paling berkesan untuknya, kehidupannya yang datar dan kaku selama ini bisah berwarna setelah melihat tingkah Ayura yang malu, merona bahkan gugup dihadapannya.


Apalagi tadi pria itu sempat berciuman dengan gadis itu walaupun tanpa sengaja dan berdurasi singkat tapi sampai saat ini dia masih merasakan manisnya bibir gadis itu, hal yang tidak pernah dilakukannya selama ini dengan perempuan manapun. Hanya Ayura seorang gadis yang merenggut ciuman pertama nya. Tak tahu saja pria itu kalau ciuman ini juga merupakan ciuman pertama gadis itu.


Sedangkan Ayura, tubuh gadis itu membeku di depan pintu ruangan itu saat mendengar suara tawa Abi yang begitu menggema, gadis sampai bergidik ngeri, takut takut atasan nya itu kesurupan atau kemasukan arwah penunggu ruangan ini. Hrrgghh...merinding diskon tubuh gadis itu.


Baginya ini momen yang sangat langkah, seorang Abimanyu Gala Yudistira bisah tertawa bahakan sampai ngakak segede ini.


Keduanya kini tengah menikmati makan siang mereka, Abi tak henti hentinya tersenyum dari tadi membuat bulu kuduk Ayura berdiri, seharusnya dia senang akhirnya pria yang dicap kaku bisah menampilkan senyumnya tapi entah mengapa dia malah merasa ngeri dan malah bergidik.


Menu makan siang mereka Abi dengan ikan panggang nya sedangkan Ayura dengan rendang nya. Dan rendang ini sangat lah enak, gadis itu makan sambil terus memuji kehebatan sang asisten Abimanyu yang begitu pintar memesan menu makan siang mereka.


Tapi saat makan Ayura sesekali melirik ikan bakar milik Abi yang terlihat menggiurkan dengan tampilan yang menarik dengan bumbu rempah yang terlihat sedap.


Abi pun menangkap lirikan Ayura, pria itu peka "Apa kamu mau ikan..?"


"Tidak Pak, Terima kasih" Jawab Ayura tapi kemudian gadis itu melirik lagi membuat Abi lalu meletakan sepotong ikan yang sudah dibersihkan tulangnya keatas piring Ayura.


"Makanlah!"


Ayura menggeleng "Aku takut terkena durinya" Aku gadis itu jujur.


Alis pria itu terangkat sebelah "Kenapa...? Apa kamu takut digigit tulang ikan..?" Tanya pria itu asal tapi Ayura malah tercengang dengan tebakan Abi, gadis itu mengangguk pelan tapi bingung.


Deg!


Deg!


"Gadis ini..?"


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**JANGAN LUPA


LIKE...


KOMEN... 🌷


VOTE... 🌷


FAVORITNYA JUGA.... 😊


MAAF BILA ADA TYPONYA... πŸ™

__ADS_1


🌹 HAPPY READING🌹**


__ADS_2