
Jengah menyaksikan Krishna yang begitu lebay pada Ayura, malas melihat Ibunya yang terlihat begitu bahagia atas hubungan Krishna dan Ayura hingga Abi memutuskan untuk beranjak dari sana.
"Maaf, aku duluan.Mau istirahat." Walaupun dihati diliputi perasaan kesal tak membuatnya untuk pegi tanpa pamit.
Netra Ayura memandang kepergian Abi dengan hati yang sedih karena Abi tidak menyapanya sedari tadi. Hingga sesuatu yang jatuh dari saku Abi dapat ditangkap netranya.
"Pak! Ada yang jatuh." Ucap Ayura setengah teriak, tubuhnya ikut bangkit sedikit berlari memungut benda berwarna putih karena Abi masih belum berhenti sepertinya pria itu tidak mendengar teriakan kecil Ayura.
Netra Ayura membola melihat benda bulat berwarna putih ditanganya. "Pak...!"Lirih Ayura.Dia benar benar kaget Abi masih menyimpan batu putih itu.
Abi berbalik, tersenyum melihat ekspresi Ayura yang sepertinya kaget mengetahui Abi masih menyimpan batu putih itu.
Abi lalu menerima batu putih dari jari lentik Ayura. "Kamu masih mengingat nya..?"
Ayura menatap netra Abi. "Bapak masih menyimpan nya..?" Ayura balas bertanya.
Abi tersenyum "Tentu saja. Ini benda berharga menyimpan kenangan yang indah bersama seseorang yang spesial." Abi menatap Ayura "Dia masih memiliki kekuatan yang besar dan aku akan menggunakan nya suatu hari nanti"
"Ck! Mana bisa...?" Cebik Ayura tak terima. Membuka Abi terkekeh dan langsung memutar tumit melangkah pergi karena dilihatnya Krishna tengah mendekati mereka dengan ekspresi marah.
"Ck! Menyebalkan "Kesal Ayura ikut memutar tumit, dan saat tubuhnya berbalik hendak melangkah ,tubuhnya malah terbentur tubuh tegap Krishna yang tengah berdiri didepannya.
"Krish.."
"Ini sudsh malam, mari kita pulang " Ucap pria itu dingin menarik tangan Ayura dan langsung berpamitan pada kedua orang tuanya.
Sebelum berangkat Pak Ardiansyah sendiri sedikit berpesan pada putra keduanya. "Jangan selalu mengedepankan amarah dan ego, kamu sudah dewasa harus bisa mengendalikan diri agar kamu tak menyesal dikemudian hari " Nasehat Ardiansyah terasa ambigu ditelinga Krishna tapi pria itu hanya bisa mengangguk dan tersenyum, memeluk kedua orang tuanya, begitu juga Ayura.
Bukan tak mungkin mengapa Pak Ardiansyah bisa berpesan pada Krishna seperti itu, karena mengingat siakap arogan dan pemarah Krishna kalau sudah meluap tak bisa dibendung itu.
Apalagi melihat tadi Krishna dengan ekspresi kesal dan cemburu pada kedekatan Ayura dan Abi, pria senja itu pun dapat menangkap sikap Krishna yang sedikit dingin pada Ayura.
* * * * *
Didalam mobil, Krishna mendiami Ayura. Dia masih merasa kesal melihat interaksi Abi dan Ayura yang begitu dekat.
Dia kesal karena Ayura sepertinya tidak mengindahkan perintahnya untuk tidak dekat dengan pria lain apalagi itu Abi.
__ADS_1
Tapi Ayura tidak menyadarinya hingga merasa aneh melihat Krishna yang hanya diam dengan raut tidak bersahabat.
Takut takut Ayura membuka suara. "Krish kau kenapa..? Ada apa..?Apa aku ada berbuat salah..?"
Mendengar pertanyaan Ayura dan melihat gadis itu tidak menyadari kesalahannya, membuat Krishna bertambah Geram, dia lalu menepikan mobilnya di bahu jalan.
Dia lalu menatap Ayura dengan tajam hingga Ayura merasa aura sedikit mencekam. "Kamu tanya ada apa.? Jadi kau tidak menyadari kesalahan mu hmm...?" Tanya Krishna dengan emosi sembari melepas seatbealt nya.
Dia menarik nafas dalam demi menetralkan jiwanya yang sekan terbakar oleh amarah.
"Krish..."Lirih Ayura takut.
"Sudah beberapa kali aku bilang agar jangan berdekatan dengan pria manapun apa lagi bersama pria kaku itu, tapi kamu tidak mengindahkan ku,kamu tidak menghargai ku Ay."Menyugar rambut kasar lalu kembali menatap Ayura.
"Apa yang kalian bicarakan tadi...? Aku cemburu Ay..Berapa kali aku bilang kalau aku tidak suka kamu berdekatan...hmmmphh.."
Amarah Krishna tertelan bibir Pink Ayura.
Melihat situasi tak kondusif, kemarahan Krishna yang meluap luap, membuat Ayura mengambil sikap membungkam mulut pria itu dengan bibirnya.
Walaupun sesungguhnya dia sangat malu karena merasa terlalu agresif, tapi itu lebih baik dari pada mendengar amukan Krishna.
"Kamu..."Belum juga dia melanjutkan kata katanya Ayura kembali menempelkan bibirnya di bibir tebal miliknya.
Cup...
Mulut Krishna langsung tertutup rapat api tidak dengan matanya, terbuka lebar karena kaget akan tingkah Ayura yang terlihat sedikit agresif tapi dia suka. Sesungguhnya dia pun tahu kalau gadis itu sangat malu karena dilihatnya wajah mulus Ayura yang memerah.
Dan saat Ayura hendak menarik bibirnya, tangan Krishna lebih dulu menahan tengkuknya, dan sebelum bibir Pink itu benar benar menjauh, Krishna lebih dulu mel*matnya..
Krishna memajukan tubuhnya hingga tubuh mungil gadis itu terhimpit di pintu mobil. Krishna tidak melepaskan lum*atan itu, bibir tebal itu terus saja menyesap, mem*gut dan mel*mat bibir Ayura tanpa henti.
Merasa pasukan oksigen berkurang, Ayura dengan kuat mendorong dada bidang Krishna hingga ciuman itu terlepas.Tapi itu hanya sebentar karena sekarang kepala Krishna sedikit miring mencoba menerkam bibir Pink milik Ayura.
"Krish..." Tolak Ayura menggeleng kepala,
"Kamu yang menggoda ku sayang, maka sekarang nikmatilah."Dan kembali terdengar sura decitan bibir kala beradu sengit. Ayura pun ikut larut dalam permainan Krishna karena pria itu yang memintanya membalas ciumannya.
__ADS_1
Meninggalkan Ayura dan Krishna yang sedang saling silahturahmi bibir, ditempat yang berbeda, disebuah kamar maskulin tampak seorang pria tampan dan berkharisma sedang bermuram durja. Duduk sendiri balkon kamar dengan sebatang nikotin sedang mengepul kan asap tebal yang dibuang dari mulut pria tersebut.
'Aku tak sedih melihat dirimu dengannya.Tapi aku juga tak bahagia, karena rasa menginginkan mu lebih. Bersama mu aku bisa tertawa dan membuat lelucon setiap hari. Namun ketika aku sendirian dimalam hari , perasaan ku jadi tak menentu. Apa yang harus kulakukan, memperjuangkan mu atau malah merelakan mu..?'
* * * * *
Setelah melakukan kesting beberapa minggu lalu, tibalah hari ini sebagai penentu siapa peserta yang dipilih untuk menjadi model untuk iklan restoran dan kafe milik Alexander Group.
Sebenarnya semuah ini di tangani oleh pihak agensi tapi entah mengapa Krishna sendiri yang mengambil alih penjaringan model model dan menentukan siapa yang akan menjadi model iklan nanti.
Tema dari iklan itu adalah, restoran dari jaman dulu sampai sekarang tetaplah nomor satu menjadi pilihan semuah orang dari jaman kejaman. Hingga dibutuhkan model yang masih muda untuk adegan pada jaman dulu dan untuk model lawas menjadi pemeran dimasa sekarang.
Dan untuk lebih menjiwai dibutuhkan model yang memiliki paras yang sama bisa dikatakan Model Ibu dan anak.
Dan disini, Yudistira Entertaiment sendiri memiliki model Ibu dan anak yakni Amara dan Angel.
Dan keduanya sudah hadir dimeja rapat bersama para kandidat yang lain, yang ternyata ada beberapa juga model dari agensi yang lain karena Krishna sendiri membuka audisi untuk umum.
Senyum terkembang diwajah kedua Ibu dan Anak itu.
Walaupun terlihat ramah pada semuah kandidat tapi dihati mereka terselip rasa jumawa yang begitu tinggi. Merasa mereka lah yang pasti akan memenangkan audisi kali ini.
Karena untuk kemampuan akting dan paras mereka berdua sudah unggul diatas yang lain, ditambah mereka sendiri adalah artis dan model senior Yudistira Entertaiment.
Krishna beserta Ayura masuk kedalam ruangan rapat, dan semuah yang hadir langsung berdiri dan memberi hormat.
Sang CEO duduk dikursi kebesaran nya, dengan Ayura berdiri disamping katanya sedangkan Adam berdiri disamping kiri Krishna dalam jarak yang sedikit jauh.
Krishna pun membuka rapat.
"Terimakasih untuk semua yang sudah hadir disini. Sebelumnya aku meminta maaf karena audisi kali ini aku sendiri yang turun tangan, mengingat klain kita kali ini adalah teman ku sendiri maka aku sendiri ingin memberi yang terbaik. Dan tanpa berleha leha, aku langsung mengumumkan siapa model yang akan dipilih nantinya." Krishna berhenti sejenak dan mencoba memberi senyum terbaik untuk semuah yang hadir. Dan berhenti sejenak pada Amara.
"Untuk Ibu Amara, sebagai senior dan bisa dibilang sebagai ikon Yudistira Entertaiment aku ucapkan banyak terimakasih sudah bergabung dengan perusahaan ini dalam waktu yang cukup lama." Senyum bangga terkembang dibibir wanita senja itu.
"Dan sebagai pemimpin yang baru dengan jiwa muda seperti ku, aku menginginkan sebuah perubahan, sesuatu yang lebih fres, dan lebih kekinian. Dan dari situ aku ingin menggantikan ikon lama kita dengan yang baru. Dan aku memutuskan model untuk iklan ini adalah Ibu Dona Harsinta dan Nikita Anjani." Ucap Krishna to the poin.
Deg!!!
__ADS_1
Pias sudah wajah Amara yang sedari tadi tersenyum. Bola matanya membukat ditambah rahang yang terbuka tanda terkejut dengan keputusan yang disampaikan oleh Krishna.