Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Mengabaikan Ku, Lagi Dan Lagi.


__ADS_3

Ayura sudah berdandan dengan sangat cantik dengan gaun indah, make up minimalais di sempurnakan dengan sebuah jepit cantik berwarna silver tersemat indah di surai hitam dan panjangnya.


Gadis itu beranjak dari kamarnya setelah memastikan tampilannya sudah sempurna. diselipkan tali tasnya di bahu mulusnya yang sedikit terbuka.


Dia akan kerestoran seorang diri karena Krishna telah mengirim pesan kalau di tidak bisa menjemput, pria itu akan menyusulnya.


Sebenarnya Krishna sudah menyuruh Adam untuk menjemput nya tapi Ayura sendiri menolaknya, karena seperti biasa gadis itu tak suka merepotkan siapapun.


Baru saja dia menginjakkan kakinya diteras rumah, didapati Angel tengah melangkah kearahnya dengan penampilan yang cantik sepertinya gadis itu pun akan pergi.


Tapi ada sesuatu yang ditangkap netra bening Ayura, yakni raut Angel yang seperti tidak seperti biasa, Seperti sedang menyimpan sebuah beban yang Ayura sendi tidak tahu.


"Mau kemana Jel..?" Tanya Ayura sembari mencekal tangan Angel karena melihat Angel terus berlalu melewati dirinya.


"Eh, Ay, ada apa..?" Gadis itu kaget, semabri meneliti penampilan Ayura. Ada sebuah masalah yang dipikirkan hingga tidak menyadari keberadaan Ayura. "Kamu mau kemana.?" Tanyanya balik.


Ayura tersenyum "Aku mau makan malam dengan Krishna, kamu sendiri mau kemana..?"


Seketika Angel mengepal kedua tangannya dengan begitu kuat dibawah sana, rahangnya pun sedikit mengeras, tapi dia mencoba menutupi nya dari Ayura. "Oh..Aku mau kejalan xx ,mau ketemu dengan teman temannku. Yah udah aku duluan." Angel hendak berlalu tapi Ayura kembali mencekalnya.


"Berarti kita satu jalur, aku nebeng ya..?"Pinta Ayura dengan binar, Dahi Angel mengkerut. Ayura menyadari kebingungan Angel "Krishna tidak bisa menjemput ku, dia minta kami bertemu disana, nggak papa kan..?" Tanya Ayura dengan menamapilkan pupy eyesnya


Angel sedikit kaget dengan jawaban Ayura "Kenapa bisa begitu, sesibuk apapun dia ,dia harus bisa menyempatkan waktu untuk menjemput mu Ay, pria macam apa itu, mengajak gadisnya dinner tapi nggak bisa menjemput. Apa kamu nggak bisa sedikit tegas dengan Krishna Ay, kenapa sepertinya kamu yang selalu ngalah dan sangat nurut dengan semuah kemauan nya." Cecar Angel nggak habis pikir dengan kelakuan Krishna yang seenaknya dan Ayura yang begitu patuh dan taat pada Krishna


"Bukan begitu Jel, dia itu lagi sibuk, lagian tadi dia sudah menyuruh Adam yang menjemputku tapi aku menolaknya. Aku tidak mau membesar besarkan hal sepele ini, bagaiman pun kami baru saja baikan."


Angel kembali menarik nafas pelan. "Baiklah. Ayo" Ajak Angel kemudian masuk dalam mobilnya diikuti Ayura.


Didalam mobil. "Besok luangkan waktu mu, aku akan mengajakmu mencari mobil mu, tidak bisa dibiarkan lagi." Angel melirik sekilas kemudian fokus pada kemudinya. "Bagaiman kalau aku nggak ada tadi, apa kamu akan naik taksi..?"


"Ini belum terlalu malam Jel, naik taksi pun nggak pap kan."


Ange hanya pasrah, Ayura kadang keras kepala. Angel hanya diam memikirkan nya.


Apalagi mendengar nama Krishna, seketika darahnya seketika mendidih, kebencian nya kepada pria itu berkaki kali lipat setelah apa yang dilakukan pria itu kepadanya.


Tak hanya memecatnya, Krishna bahkan lebih parah lagi menyabotase semuah agensi agar tidak menerimanya.


Teringat tadi siang, dia dikerjain sang kepala agensi, dengan membiarkan dia lama menunggu untuk melakukan sebuah pemotretan, tapi setelah ditunggu berja jam, ternyata dia hanya dijadikan cameo.


Dia begitu marah dan merasa terhina, dan saat ketoilet tanpa sengaja dia mendengar percakapan sang kepala agensi dengan seorang produser yang sedang tertawa bahagia merasa berhasil mengerjainya, dan dari mulut kepala agensi itu dia mengetahuinya kalau Krishna lah dalang semuah ini.


Tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk tidak menceritakan kelakuan Krishna pada Ayura, dia tak ingin merusak hari bahagia Ayura yang terlihat sangat bahagia karena membaiknya hubungan mereka.


Angel pun tahu kalau hubungan keduanya sempat meregang karena Ayura membela dia dan Mamanya, dan kali ini biar dia simpan sendiri dendam dan amarahnya, bahkan Ibunya pun tak diberi tahu.

__ADS_1


Mobil telah terpakir direstoran yang dituju, Ayura pun turun dengan senyum yang terus mengembang di bibir, tak lupa mengucapkan terima kasih pada saudara tirinya itu.


"Hati hati Ay, kalau dia tidak bisa mengantarmu, segera hubungi aku." Ucao Angel perhatian bernada sindiran..Ayura hanya mengangguk pelan.


Gadis itu melangkah dengan pasti dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir mungilnya. Tapi tetap saja dibarengi doa semoga malam ini makan malam yang di impikannya bisa berhasil setelah mengalami kegagalan berkali kali karena kesibukan Krishna hingga pria itu sering membatalkannya dan terkadang membuatnya menunggu .


Ayura melangkah masuk dengan elegan, dan bertanya pada pelayan meja yang sudsh dipesan atas nama Krishna.


Pelayan wanita itu tersenyum ramah, mengarah Ayura pada sebuah meja yang ditata dengan begitu cantik, diruangan yang begitu besar hanya terdapat dua ameja saja dengan jarak yang sedikit berjauhan.


Ayura duduk dengan senyum indahnya sesekali melirik jam mewah denga harga fantastis dipergelangan tangannya, hadiah dari sang kekasih.


Tapi sepertinya dewi fortuna belum berpihak padanya karena sudah sejam berlalu dan Krishna belum juga datang, duduk gadis itu sudah tidak tenang, perasaan was was menyerang akal sehatnya, banyak pertanyaan mengihasi kepalanya, Apa Krishna masih sibuk, apa dia lupa, apa dia membatalkan lagi acara makan malam mereka.


Semu pertanyaan itu menari nari diotaknya hingga satu pesan masuk di ponselnya, ternyata dari pria yang sudah membuat dia menunggu. "Maaf sayang, aku mungkin sedikit terlambat. Pesan dulu makannaya aku akan menyusul. Aku mencintaimu "


Senyum terukir indah dibibir tipis Ayura. Krishna tak melupakan acara makn malamnya, dia mungkin masih sibuk dengan pekerjannya, karena tadi siang, dia lebih memilih membantu dirinya mengerjakan laporannya, dan mengabaikan pekerjaannya , jadi dia dapat memakluminya.


Waktu terus saja berputar dan ini sudah hampir dua jam, dan Krishna pun belum ada tanda tanda datang menemuinya, bahkan ponselnya pun tak bisa dihubungi.


Padahal setengah jam yang lalu Krishna sempat menghubungi nya dan mengatakan dia sudah dalam perjalanan. Tapi ini sudah setengah jam berlalu terhitung dari terakhir pria itu menghubungi nya.


Sedangkan jarak kekantor ketempat ini sangatlah dekat, sekitar sepuluh menit saja pasti nyampe. Perasaan Ayura sudah kembali kacau.


Dia terlihat menyerah dan putus asa. Derai air mata tak bisa dibendung, kecewa dan terluka itu yang dirasakannya, Krishna kembali mengabiannya direstoran ini.


"Lagi dan lagi, kau melukaiku Krish. Lagi dan lagi, kau mengabikan ku, melupakan janji mu. Apa aku sedikitpun tidak berharga dalam hidup mu Krish."


Tangisan Ayura pecah dalam diam melengkungkan tubuh diatas meja gadis itu meletakan kepalanya berbantalkan lengan dengan deraian air mata yang terus mengalir tanpa bisa dicegah.


Sakit....terluka ...Dan kecewa....untuk kesekian kalinya.


Saat gadis itu meratapi nasibnya tiba tiba dering ponselnya berbunyi. Cepat cepat Ayura mengangkat kepalanya, meraih ponsel yang tergeletak diatas meja.


Berharap itu dari pria yang sedang ditunggu tunggu nya.


Tapi nyatanya bukan, bukan nama pria itu yang tertera dilayar ponselnya, tapi nama pria lain. Dewa kebahagiaannya.


Kenapa dewa kebahagiaan nya..? Karena hanya pria itulah yang selalu hadir saat dia terluka, saat dia kecewa dan saat dia bersedih.


Dan dialah yang selalu menghiburnya, dan selalu membuat dia bahagia hingga melupakan segala kesedihannya.


Kalau buka dewa kebahagiaan lalu nama apa yang pantas disematkan untuknya..?


Ayura mengusap sisah sisah buliran kristal bening yang sedang jatuh bebas dipipinya.

__ADS_1


Dia mencoba menetralkan suaranya sebelum akhirnya menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.


"Halo Pak" Sapa Ayura senetral mungkin


"Kamu dimana Ay..?"


Lama tak ada jawaban, Ayura bungkam.Tidak tahu mau jujur atau bohong.


"Ay, kamu masih disana kan..?"Tanya pria itu lagi ketika yang ditanya hanya diam.


"I..iya Pak. Ada apa..?"


"Aku bertanya kamu dimana dan kamu belum menjawabnya, Ay.."


Ayura menghela nafas pelan, guna menetralkan dada yang semakin sesak. "Aku sedang direstoran. Lagi makan malam. "Jawab Ayura setengah berdusta.


"Dengan siapa..? Apa masih makannya, apa aku boleh bergabung..?" Pertanyaan Abi membuat otak Ayura bekerja dengan sedikit keras mencari jawaban.


"Dengan Krish Pak." Jawab Ayura dengan suara bergetar, tapi buru buru dia menguasai keadaan tak ingin Abi mengetahui kejadian yang sesungguhnya. "Kami baru saja habis makan Pak. Dan ini mau pulang. Sudah dulu Pak. Selamat malam."


Click...


Panggilan dimatikan. Ayura meletakan ponselnya , tanpa aba aba deraian air mata kembali menganak sungai. Kembali menelungkupkan wajah diatas meja, gadus itu menangis tergugu.


Sedangkan diruangan yang sama dengan meja yang sedikit jauh, terlihat seseorang pria menatap nanar kedepan. Melihat punggung seorang gadisnyang sangat dicintai tengah bergetar.


Dia tahu gadis itu pasti sedang menangis, ponsel yang baru saja digunakan untuk menghubungkan sang gadis terlihat retak layarnya karena terkepal kuat oleh sang pemilik tubuh.


Matanya pun berkaca kaca, untuk kesekian kalinya dia melihat gadis pujaannya menangis lagi dan lagi.


Abimanyu Gala Yudistira, pria itu baru saja makan malam dengan klainnya. Saat pertama kali datang dia sudah melihat keberadaan Ayura.


Tapi karena klainnya sudah datang, makan dia tak bisa pergi menyapanya, tapi sepanjang acara makan malam dengan diselingi perbincangan tentang bisnis netranya tak pernah lepas dari gadis yang terlihat sangat cantik malam ini.


Dia bisa melihat keberadaan Ayura karena mereka berada pada satu ruang dengan meja yang sedikit berjauhan, hingga Abi bisa mengenalnya walaupun duduk gadis itu membelakangi Abi dan para klainnya.


Tapi satu yang membuat dia menjadi kacau hingga tidak bisa konsentrasi saat berbicara dengan para klainnya, adalah sampai satu jam lebih tapi gadis itu tak dilihat menyantap apapun, bahkan mejanya saja kosong sedari tadi.


Apalagi melihat gadis itu hanya sendiri, sesekali memeriksa ponselnya dan sesekali menelepon. Semuah itu ditangkap oleh indra penglihatan Abi.


Dan setelah tamu tamunya pulang, dia tetap menunggu dengan setia di meja tempatnya duduk, mengawasi Ayura dari jauh.


Tapi kemudian hatinya serasa di remas, bahkan seperti disaat sayat belati tajam. Sakit tapi tak berdarah melihat Ayura menelungkup wajahnya diatas meja dengan tubuh yang bergetar.


Bisa dipastikan gadis itu sedang menangis. Dia langsung menarik kesimpulan, kalau sebenarnya gadis itu tengah menunggu seseorang dan seseorang itu tidak datang. Dan dia sudah bisa menebak, siapa seseorang itu yang dimaksud. Siapa lagi kalau bukan KRISHNA.

__ADS_1


__ADS_2