
Krishna memasuki ruang Abimanyu dengan terburu buru dan membuka pintu dengan sedikit kasar.
Abimanyu dan beberapa staf yang tengah rapat dibuat kaget, Abi menatap nya tidak suka.
"Aku ingin bicara..?" Krishna membuka suara. dengan tak ada rasa bersalah nya.
"Kalian semuah boleh keluar" Titah Abi pada staf nya
Seteleh semuah stafnya keluar, Krishna lalu duduk disofa tepat dihadapan Abi.
"Lusa aku ke Jepang dan aku ingin Ayura bersama ku. Dia yang akan menjadi stylish ku, menggantikan stylish ku yang sakit." Ucap Krishna to the point.
"Tidak bisa"
"Kenapa..?" Tanya Krishna tak Terima.
"Dia masih banyak pekerjaan disini, minggu depan dia akan mengikuti fashion show, ini kesempatan nya untuk menunjukan kemampuannya."
"Aku sudah membatalkan nya."Ucap Krishna dingin tanpa rasa bersalah.
" Apa maksud mu..?" Teriak Abi penuh emosi,pria itu langsung berdiri.
"Ya, aku sudah membatalkan acara fashion show yang akan di ikuti Ayura minggu depan. Bukankah selama ini aku memintanya untuk menjadi stylish ku, tapi kamu selalu menolaknya dengan alasan fashion show, fashion show. Dan sekarang fashion show itu sudah selesai, maka sekarang saatnya dia menjadi stylish ku. Terima atau tidak terima aku tetap akan melakukannya." Ucap Krishna tak kalah emosi.Dia pun ikut berdiri menantang Abi.
"Kamu jangan keterlaluan Krishna, jangan bertindak sesuka hati mu, ingat aku masih atasannya disini."
"Iya aku tahu, dan kamu juga harus ingat kalau akulah pemilik Yudistira entertainment."
"Cih! Setelah kamu menelantarkan perusahaan ini, demi memenuhi hobi nggak jelas mu dan sekarang baru kamu mengakuinya..?"
Ucapan Abi bernada sindiran membuat rahang Krishna mengeras, dia tidak Terima Abi menganggap apa yang dilakukan nya selama ini nggak jelas.
Tangannya terkepal kuat, matanya sampai memerah. Tak ingin amarahnya meluap dan berakhir perkelahian, pria itu memilih keluar dari ruangan itu.
Dia membuka pintu dengan kasar, dan alangkah terkejutnya melihat gadis yang menjadi perdebatan nya dengan sang kakak ada di hadapan nya dengan tubuh gemetar.
"K.. Krish.. " Lidah gadis itu keluh hanya untuk mengucapkan nama Krishna
Dia yang di minta Abi untuk menghadap nya karena akan membahas fashion show yang akan digelar minggu depan menjadi terkejut dan ketakutan mendengar semuah perdebatan Abimanyu dan Krishna, dan semuah itu hanya karena dirinya.
Setelah mengikuti acara fashion show kemarin, desainer ternama Okky Asokana mengajaknya untuk bergabung meramaikan fashion yang akan digelar nya minggu depan. Dia sangat menyukai karya karya Ayura
Ayura patut berbangga dari sekian desainer pemula dan dialah yang dipilih. Dan ini merupakan batu loncatan untuk nya mengepakan sayapnya di dunia desainer.
"Ikut aku!" Krishna lalu menarik tangan Ayura.
"T.. tapi Krishna, aku ingin bertemu Pak Abi." Bantahan Ayura membuat emosinya kembali tersulut. Langkah nya langsung terhenti, dia lalu menatap Ayura dengan sangat tajam, gadis itu bergidik ngeri.
Ayura tidak pernah menyangka melihat sisi lain dari Krishna saat marah. Ayura sampai susah menelan salivanya.
__ADS_1
"Krish aku mohon jangan begini." Pinta Ayura menghiba melihat Krishna menarik tangannya dengan sedikit kasar
Abi yang mendengar suara Ayura langsung bergegas keluar, tapi alangkah terkejutnya melihat Ayura yang sedang ditarik oleh Krishna.
"Krishna.. Lepaskan dia!" Teriak Abimanyu
"Diamlah! Ini bukan urusan mu" Hardik Krishna sambil melempar tatapan tajam.
Tanpa menghiraukan Abi, Krishna terus menarik tangan Ayura.
Abi menjadi geram dengan emosi dia lalu meninju pintu yang terbuat dari kaca dengan sangat keras sebanyak dua kali.
Ayura yang sempat menoleh melihat pria itu sedang meninju pintu kaca itu, beruntung pintu kacanya tidak pecah karena terbuat dari bahan yang kuat, gadis itu kaget saat pandangannya turun ke bawah, melihat darah yang menetes dari tangan pria itu.
Ayura menjadi merasa bersalah dan tak enak hati, karena dirinyalah Abi dan Krishna berdebat hebat. Kemudian dia juga sempat mendengar kalau kedua orang itu tengah memperebutkan Yudistira entertainment.
"Masuk dan dudukla" Titah Krishna. Mendorong tubuh Ayura dengan sedikit kasar duduk disofa pada ruangannya.
Belum hilang amarahnya pada Abi, ditambah Ayura yang sempat menolaknya dan malah memilih ingin menemui Abimanyu, membuat nya menatap Ayura dengan sangat maraah
"Krish..kamu kenapa..? Aku mohon jangan begini" Pinta Ayura dengan tubuh dan suara bergetar menahan isakan. Matanya pun berembun, dia benar-benar merasa takut dengan Krishna kali ini
Krishna yang menyadari ketakutan Ayura, membuatnya kaget, pria itu buru buru menghela nafas, mencoba meredam emosi nya.
Didekati Ayura "Maaf Ay, maaf!" Krishna lalu berjongkok di hadapan Ayura, pria itu ingin menarik tangan Ayura dan menggenggam nya.
Sedangkan Ayura dia merasa tidak pernah mengenal dengan sosok pria yang berada dihadapannya ini, ini buka Krishna nya yang ramah dan baik. walaupun diakuinya, kalau pria itu memang sedikit pemaksa.
Krishna bangkit dan duduk di samping Ayura, dia menyugar rambut dengan kasar. sesaat keadaan menjadi hening.
" Siapkan barang barang mu, lusa ikut aku ke Jepang. Aku sudah mengurus paspor mu." Ucap Krishna tanpa berniat menatap gadis disamping nya ini.
Ayura kaget, netranya membola sempurna. "Tapi Krish, aku akan mengikuti fashion show minggu depan" Ucanya tak terima.
"Aku sudah membatalkan nya."
"Apa..? Tapi kenapa..?" Ayura memekik,kemudian menggeleng kepalanya tak percaya.
Bagaimana bisa Krishna secara sepihak membatalkan fashion show nya tanpa berbicara dulu padanya..? ini adalah cita cita nya menjadi seorang desainer dan mengikuti fashion show dimana mana. Tak usah jauh jauh keluar negeri,hanya didalam kota saja dia sudah merasa bersyukur.
Dengan menerima undangan dari desainer kenamaan tanah air Okky Asokana untuk meramehkan fashion show yang digelar nya merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat dirinya adalah pemula dan mendapat kesempatan ini, baginya itu adalah anugerah, merasa karya nya diperhitungkan didunia mode, tapi Krishna dengan sepihak membatalkan kerjasamanya. Menghancurkan mimpi yang di impian kan selama ini.
"Kamu tahu Krish,ini semuah adalah cita cita ku, ini semuah adalah pencapaian dalam kerja kerasku selama ini. dan ini adalah mimpiku, kamu tahu itu Krish, tapi... " Amarah gadis itu tertahan.
"Setelah dari Jepang, Aku akan menggelar fashion tunggal buat mu Ay."
Ayura tersenyum sinis, dia menggeleng. "Tapi semuah itu berbeda Krish" Ucap Ayura dingin dan membuang muka membuat Krishna merasa bersedih.
"Aku ingin berusaha dari bawah sesuai kemampuan ku tanpa campur tangan dari siapa pun. Aku tidak butuh kekuasaan dan uang mu Krish. Dengan cara mu seperti ini seakan kamu menjatuhkan harga diri ku, menyepelekan kemampuan ku. Kamu tidak punya hak atas diri ku. Kumohon mengerti lah." Ucap Ayura dengan sangat tegas.
__ADS_1
"Maaf!" Lirihnya.
Krishna merasa tertampar, dia tertegun, seketika dadanya terasa sakit, nafasnya pun menjadi sesak. Dia meremas dadanya dengan keringat terus bercucuran dikening nya. Dia terjatuh lemas dengan berlutut.
"Krish..!" Pekik Ayura kaget melihat Krishna jatuh sambil mere@mas dadanya. Ayura pun langsung menjatuhkan diri di hadapan Krishna, dia lalu meraih kedua tangan Krishna dan menggenggam nya.
Tapi Krishna yang terlalu kecewa , menepis tangannya. "Pergilah, aku bisa sendiri." Ucap Krishna dengan tersendat.
"Tidak Krish, aku tidak akan meninggalkan mu" Ayura terus menggenggam tangan Krishna, sesekali dia mengusap punggung tangannya.
tapi sudah 5 menit berlalu Krishna tak ada perubahan, Ayura menjadi sangat panik, apa lagi wajah Krishna berubah sangat pucat.
Dia tidak menyangka semuah ucapannya membuat Krishna kambuh dengan sangat parah, biasanya dia hanya membutuhkan waktunya tidak sampai 5 menit mengatasi sesaknya Krishna. tapi ini sudah 10 menit, bukannya membaik, Krishna malah terlihat semakin parah.
"Krishna aku mohon jangan begini, Krish aku harus bagaimana" Luruh sudah air mata Ayura karena panik.
"Ay.. aku sudah tidak kuat."Ucapnya tersendat
"Jangan Krish, kamu harus kuat, aku harus bagaimana Krish, hikh hikh.."
Ayura tak tahu harus bagaimana lagi, Krishna tidak merespon genggamannya, dia lalu menarik tubuh Krishna dan memeluknya, diusap nya punggung Krishna, gadis itu masih terisak.
Dia ingin menelpon dokter atau pun Adam untuk meminta tolong, tapi dia tidak tahu nomor kedua orang itu, dia panik dan hanya pasrah duduk memeluk Krishna sembari menangis
Selang beberapa menit, Ayura merasa nafas Krishna menjadi teratur, dia pun mencoba mengurai pelukannya, tapi Krishna malah menahannya.
"Biar seperti ini dulu Ay!" Pinta Krishna sembari mengangkat kedua tangannya membalas pelukan Ayura. Diletakan kepalanya diceruk leher Ayura.
Ayura mengangguk, tangannya lalu kembali mengusap punggung Krishna. Sebenarnya dia merasa tak nyaman dengan posisi ini, tapi dia menepisnya.Bagaiman pun sekarang Krishna sangat membutuhkan nya.
"Krish, kita pindah kesofa Yah!" Ucap Ayura setelah dirasa cukup lama,gadis itu melerai pelukan. Krishna mengangguk.
Ayura lalu memapah Krishna dan dibaringkannya diatas sofa. "Maaf kan Aku Ay! Tak seharusnya aku memaksa mu." Ucap Krishna menggenggam tangan Ayura
"Istirahatlah Krish. Apa kamu butuh sesuatu..?"
"Tolong ambil ponsel ku, hubungi Adam katakan padanya, untuk tidak membatalkan fashion show mu. Aku akan pergi sendiri nanti." Krishna lalu memejamkan matanya, hatinya kembali bergemuruh mengatakan itu. Tapi dia tidak mau memaksa kehendaknya.
"Krish.. " Lirih Ayura
"Pergilah, aku mau istirahat!" Ucapnya tanpa membuka matanya. Sesungguhnya dia sangat menginginkan Ayura tetap di sampingnya. Baginya terlalu sakit melihat Ayura melangkah pergi dan meninggalkannya sendiri diruang ini.
Ayura baru saja selesai membasuh wajahnya dikamar mandi, mencoba menjernihkan pikirnya yang sedang bimbang. Dia baru saja mengambil suatu keputusan yang entah baginya tepat atau pun tidak.
Dia sudah mengambil keputusan untuk tetap membatalkan kontrak kerjanya dengan fashion show dan memilih mengikuti Krishna ke Jepang.
Pria itu tak setegar ucapannya, saat menyuruh Adam tidak jadi membatalkan kontrak kerja Ayura, tapi dilain waktu dia kembali sesak. Ayura sempat melihat pria itu meringis sambil memegang dadanya. Gadis itu tak tega, terpaksa merampas ponsel dari tangan Krishna dan bicara pada Adam untuk tetap membatalkan kontrak kerjanya, karena dia bersedian ikut Krishna ke Jepang.
Hal ini membuat Krishna kaget, pria itu langsung bangkit dan duduk, tersenyum senang kearah Ayura.
__ADS_1