Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Tuan Serkhan.


__ADS_3

Dengan ditolong Adam dan seorang pengawal, Krishna digendong dan dipindahkan diatas kasurnya.


Ayura tak henti hentinya menangis. Merutuki dirinya, menyesali keadaan. Kenapa ini harus terjadi diantara dia, Abi dan Krishna.


Ini tak adil, kenapa dia harus ditempatkan disituasi sulit seperti ini, kenapa dia harus ditempatkan pada cinta kedua kakak beradik ini.


Kapan dia bisa menjalankan hidupnya dengan bahagia, mencintai dan dicintai tanpa harus menyakiti siapa pun.


"Keadaan nya semakin kritis, kita tak punya pilihan selain membawanya kerumah sakit agar mendapat penanganan lebih lanjut. " Tegas Dokter yang menanganinya pada Adam.


Satu yang disukuri Ayura dan Adam, Dokter dan perawat itu belum kembali ke kota hingga Krishna langsung dapat pertolongan.


Kalu tidak mereka tidak akan tahu apa yang terjadi pada pria lemah itu.


"Tapi bagaimana bisa. Dia akan sangat marah."


"Lakukan Dok, aku yang akan bertanggung jawab. Aku yang akan mengatasinya. Dia sedang kritis dan kita tak perlu menunggu persetujuannya." Pangkas Ayura, memotong ucapan Adam.


"Tapi Nona..."


"Kita tak ada waktu untuk berdebat Adam." Tegas Ayura.


"Mmmm..."


Terdengar lenguhan dari bibir Krishna, tak berselang netra pria itu terbuka perlahan.


"Krish..kamu bangun..?" Tanya Ayura dan langsung bergegas duduk ditepi kasur, meraih tangan pria itu dan menggenggamnya. Jangan lupakan netra nya juga meneteskan air mata.


"Ay..."


"Iya Krish ini aku. Bagaiamana keadaan mu..? Apa yang kau rasakan..?"


Pria itu malah tersenyum mendengar nada kuatir Ayura. Gadis yang sudah menolak dan membuatnya terlentang tak berdaya diatas kasur saat ini.


Tanganya terulur mengusap pipi Ayura yang basah. "Aku..baik.. baik.. saja.. Ay." Jawab pria itu dengan suara yang begitu lemah dan terbata bata.


"Nggak." Ayur menggeleng cepat. "Kamu nggak baik baik saja Krish. Kita harus pergi dari sini, kita harus kerumah sakit. Aki tidak mau kamu kenapa napa."


"No...! Aku..tidak...mau..Ak..ingin..disini..bersama mu.."


"Nggak Krish, mau atau tidak mau, kamu tetap harus dirawat dirumah sakit." Tegas Ayura membuat Krishna menarik tanganya dari genggaman Ayura.


Pria itu menggeleng lemah.


"Kenapa kamu begitu bandel krish. Kalau terjadi sesuatu pada dirimu aku tidak akan memaafkan diri ku. hikh..hikh.." Pecah sudah tangis Ayura melihat keras kepala Krishna.


"Jangan.. nangis.. Ay, Aku.. hanya.. tidak ..ingin..kamu..pergi..Ay.., Aku...takut....kamu...meninggalkan ku..saat...kita..kekota..nanti."


"Nggak Krish, aku janji aku tidak akan pernah meninggalkan mu, aku akan menjaga dan merawat mu disana. Aku janji itu,hmm." Ayura menarik tangan Krishna dan menggenggamnya, berjanji dengan begitu yakin.

__ADS_1


Tidak ada keraguan disana, saat ini keselamatan Krishna itulah yang utama. Untuk masalah hati dan perasaan, untuk sementara dikesampingkan dulu. Biar nanti baru dipikirkan lagi


Dan akhirnya pria itu pun menganguk.


🍒 🍒 🍒


Dibelahan bumi bagian lain.


Nampak seorang pria duduk dengan wajah lelah dan frustasinya. Sudah seminggu dia mencari keberadaan gadis yang dicintainya yang sedang diculik oleh adiknya sendiri.


"Tuan! Kami sudah menemukan keberadaan mereka." Lapor Willy dengan tergesa gesa saat masuk kedalam ruangan Abi.


Sontak pria itu langsung berdiri dan berjalan kearah Willy. " Benarkah..? Dimana mereka..?"


"Diluar kota. Tepatnya didalam hutan."


"Whta..?" Terlihat kilatan marah dimata elang Abi.


"Kita harus segera kesana Tuan. Aku takut anak buah Tuan Krishna menyadari keberadaan anak buah ku yang ada disana dan langsung memindahkan Nona Ayura ketempat lain."


Usul Willy membuat Abi mengangguk cepat. "Baiklah, mari sekarang kita berangkat."


Didalam mobil yang dikendarai Willy, terlihat pria itu sedang menghubungi anak buahnya untuk bergegas mengikuti mereka untuk menjemput nona Ayura. Selain itu dia pun menghubungi anak buahnya yang sementara berjaga di vila Krishna yang berada didalam hutan, mengabarkan kalau mereka sedang bergerak kesana.


Tapi tiba-tiba netra elangnya menangkap ada pergerakan dari belakang mobilnya yang mencurigakan.


Butuh beberapa menit hingga dia menyadari sesuatu. "Tuan! Sepertinya kita di buntutin." Lapor Willy pada Abi dengan netar yang terus melirik kaca spion yang terletak diatas kepalanya.


"Sejak kapan kau menyadarinya..?"


"Sejak keluar dari area kantor Tuan." Abi langsung melirik tajam kearah Willy.


"Bodoh! Kenapa kau baru mengatakanya sekarang." umpat Abi kesal.


"Maaf Tuan. Aku hanya ingin memastikan nya dulu."


"Apa menurut mu itu anak buahnya Krishna..?"


"Aku tidak tahu Tuan." Dan lagi ucapan Willy membuat Abi kembali melempar Lirikan tajam kearahnya.


Abi kemudian melirik kaca spion sebelah kirinya dan yang berada diatas kepalanya bergantian. Hingga timbul sebuah rencana. "Giring mereka ke lahan kosong di depan sana. Hubungi juga anak buah mu datang kelokasi itu. Aku tidak yakin mereka bergerak sendiri." Titah Abi dengan seringai. "Sudah lama aku tidak menggerakan tangan ku." Gumam nya sembari sebelah tangannya mengusap usap kepalan tangannya.


"Let's play the game." Cicit Abi dengan seringai.


Willy melirik sekilas dan kemudian ikut menyeringai.


Dan benar dugaan Abi, didepan lahan kosong itu mereka sudah dihadang oleh dua mobil dari arah depan.


Terlihat jumlah penjahat itu lumayan banyak ditambah dengan yang berada dibelakang mereka mungkin hampir mendekati dua puluh orang.

__ADS_1


Abi dan Willy keluar dari mobilnya. Berdiri disisi mobil dengan bersedekah dada dan menatap tajam pada semuah penjahat yang juga sedang menatap mereka dengan tak kalah tajam.


"Siapa kalian dan apa mau kalian.?" Teriak Willy pada penjahat penjahat itu.


Para penjahat itu hanya diam. Dan tak berselang seseorang keluar dari dalam mobil. Pria berkaca mata hitam itu terlihat berpostur tinggi dan berbadan kekar. Walaupun pakayan hitam tebal yang digunakn menjuntai sampai kebawah lutut tapi tidak bisa menutup tubuh kekar dan dapat dilihat otot bisep pria yang tak lagi mudah itu. Dan dari parasnya saja bisa dipastikan kalau dia berasal dari luar negeri.


"Hai! Kita jumpa lagi nak. Tiga belas tahun tak bertemu. Apa kabar mu Abimanyu Gala Yudistira..?" Sapa pria itu sembari membuka kaca matanya.


Dapat dilihat kedua bola mata pria itu ber iris putih hampir mendominasi, dengan pupil berwarna hitam pekat. Hingga terlihat menyeramkan.


Sontak itu membuat netra Abi membulat sempurna. Tangannya langsung jatuh kebawah dan terkepal kuat, dia kaget sekaget kagetnya menyadari siapa pria didepan nya ini.


Tiga belas tahun waktu yang cukup lama, tapi nyatanya dia masih mengingat siapa pria itu. otaknya masih merekam dengan jelas apa yang pernah pria itu buat pada dirinya dimasa lampau.


"Tuan.."Pekik Willy ikut menyadari siapa pria itu


"Apa kabar mu nak.? Kamu masih mengingat ku kan..? Tanya pria itu dengan seringai.


"Akhirnya kamu keluar juga dari sarang mu, Tuan Serkhan..? Balas Abi dengan seringai.


"Tentu saja aku harus keluar. Aku ingin menyapa mu dan gadsi kecil itu. Apa kabarnya apa dia baik-baik saja..?"


Ucapan pria yang bernama Tuan Serkhan membuat Abi menggeram dan mengepalakn kedua tangannya. Tapi Willy dengan cepat mencegatnya. "Tuan.." Willy menggelengkan kepalanya.


"Apa yang kau ingin kan dari aku...?"


"Aku tidak menginginkan apa pun dari kamu anak muda. Aku hanya ingin kamu mengatakan dimana gadis manis itu berada. Karena ada sesuatu yang ku inginkan darinya. Sudah terlalu lama aku membiarkan nya hidup dalam persembunyian."


"Ayahnya dan orang tua mu begitu hebat menyembunyikan identitas kalian hingga anak buahku tak bisa menemukan keberadaan kalian selama ini. Tapi Aku bersyukur hari ini kita bisa bertemu. Tapi sayang aku belum mengetahui dimana gadis manis itu. Apa kamu mau bekerja sama dengan ku, memberi tahu keberadaan gadis manis itu..?"


"Cih! Sayangnya aku juga tidak tahu Pak tua." Jawab Abi dengan raut cuek.


Bisa dipastikan wajah Tuan Serkhan sudah berubah garang, kedua tangannya pun terkepal kuat, tapi kemudian dia dengan cepat mengembalikan ekspresi menjadi kembali normal. Santai..


"Benarkah..?" Tanya Tuan serkhan dengan menyeringai. "Baiklah! Kalau kamu tidak mau memberi tahu pada ku, aku sendiri yang akan mencari dan menemukannya. Tinggal selangakah lagi aku menemukan nya, dan bisa dipastikan kami akan bermain main nanti." Seloroh pria tua itu dan diakhiri dengan gelak kencang.


Emosi Abi terpancing, dengan amarah yang ada dia melesat cepat dan melayangkan pukulan bertubi tubi kewajah dan perut pria tua itu.


Dan perkelahian pun tak terelakan lagi, anak buah Willy yang sudah datang beberapa waktu lalu pun ikut menyerang hingga terjadi perkelahian yang tak terelakan.


Baik Abi maupun Tuan Serkhan ternyata memiliki kekuatan yang sama hingga pertarungan mereka pun seimbang.


Tuan Serkhan yang memiliki postur tinggi dan berbadan lebar tak menyurutkan semangat Abi, terbukti pria itu terus saja melayangkan serangan yang mematikan hingga membuat Tuan Serkhan sendiri kewalahan menerima serangan dari Abi yang non stop dan tak mengenal lelah itu.


Hingga kini posisi pria berdarah India itu berada dibawah kungkungan Abi.


Abi menjatuhkannya, duduk diatas tubuh pria itu dengan kedua tangan menarik kuat kerah bajunya. "Ku ingatkan kamu untuk jangan pernah mengganggu gadis itu karena aku tidak akan segan segan membunuh mu, pria tua"


Bukh..

__ADS_1


Bukh..


Dua pukulan lagi mendarat diwajah pria tua itu, hingga terdengar sirine mobil polisi, membuat semuah orang bergegas meninggalkan tempat itu.


__ADS_2