
Jadwalnya malam ini Krishna akan tampil di kantor Kedubes Indonesia dalam rangka pertemuan bulanan Anak anak Indonesia Mandiri atau lebih dikenal AIM.
Semua warga Indonesia yang menetap di Jepang akan hadir disana. Ada anak anak muda Indonesia yang merupakan mahasiswa yang berkuliah di Jepang dan juga pengusaha pengusaha tanah air yang sedang mengembangkan usahanya di negeri sakura itu.
Krishna dan Ayura sudah dalam perjalanan.
Sesampainya ditempat acara, Krishna lalu dipersilahkan masuk oleh panitia penyelenggara.
Keadaan sedikit ramai saat Krishna berjalan masuk, terlihat semuah orang yang hadir berebutan ingin bersalaman atau sekedar mau berfoto.
Hingga beberapa panitia dan petugas keamanan sempat kewalahan membubarkan kerumunan itu.
Ayura terlihat bersembunyi di belakang punggung kokoh pria itu, dengan tangan yang digenggam kuat oleh Krishna.
"Kamu nggak papa..?" Tanya Krishna saat keadaan sedikit aman. Ayura mengangguk. "Maaf sudah menempatkan mu di situasi seperti ini." Sesal Krishna.
"Nggak papa Krish. Aku ngerti kok. Ayo masuk!"
Disana sudah ada Amel dan Hiro yang tengah menunggu kedatangan kedua orang itu.
"Kak Ayura... Apa kabar..? Aku kangen loh sama kakak." Teriak Amel langsung berhambur memeluk Ayura.
Ayura tersenyum dan membalas pelukan Amel. "Kabar baik, Aku juga merindukanmu Mel."
Melepas pelukan Ayura, Amel lalu bergegas memeluk Krishna, tapi lengan gadis itu malah ditarik oleh Hiro. Hiro memelototin dirinya, bukanya takut Amel malah merengek minta dilepaskan.
"Apaan sih Ro, lepaskan! Aku juga ingin dipeluk sama gadis kecil ku." Ucap Krishna tak terima saat Hiro menahan lengan Amel hingga tidak bisa memeluknya.
Krishna lalu menarik Amel kedalam pelukannya. "Apa kamu juga merindukan kakak tampan mu ini..?" Tanya Krishna
Amel mengangguk. "Kak Krishna sok sibuk, udah sedekat ini pun kita malah jarang berjumpa"
"Kenapa nggak datang di konser kakak..?"
"Tuh biang keroknya..Nggak dibolehin sama kak Hiro" Amel melirik Hiro dengan kesal. Seperti biasa Hiro hanya menanggapi dengan datar.
Krishna hanya terkekeh, mendengar keluhan Amel. Dia sudah khatam dengan karakter sepupunya ini, yang begitu posesif terhadap Amel. Dari dulu sampai sekarang dia selalu membatasi pergaulan Amel dengan semua teman teman nya apalagi makhluk yang berjenis kelamin laki laki.
"Ayo duduk, acara akan segera dimulai." Ucap Hiro kemudian menarik tangan Amel.
Keempat orang itu lalu duduk bersama dalam satu meja.
Tak berselang acara pun dimulai dan Krishna membuka acara dengan memukau.
__ADS_1
Satu buah lagu dari Once berjudul Dealova menjadi pilihannya.
Tatapan nya tidak pernah lepas Dari Ayura, lewat syair lagu dia menyampaikan risalah hatinya pada Ayura. Semuah orang terkesima tak terkecuali Amel.
"Ahhh, kak Krishna keren banget. Aku rasa dia sedang menyatakan isi hatinya kepada kakak lewat lagu itu." Ucap Amel pada Ayura.
Gadis itu menepis "Ck! Nggak lah, kamu ada ada saja Mel." Bantah Ayura sembari menepis tangannya.
Amel menyipitkan matanya kearah Ayura. "Apa kak Ayura nggak merasa kalau kak Krishna itu menyukai kakak."
Ayura memggeleng. "Kami hanya berteman Mel."
Amel menghembus nafas pelan "Mana ada persahabatan pria dan wanita tanpa melibatkan perasaan kak. Ya ampuun, Aku tidak percaya, kak Ayura seperti gadis 15 tahun yang masih polos, belum tersentuh dunia luar." Seloroh Amel.
Amel tidak menyangkan diumurnya yang sudah matang, Ayura tidak bisa membaca perasan Krishna.
Amel yang kini berperan sebagi penasehat cinta, Mengajarkan dan menjelaskan panjang lebar perasaan Krishna pada Ayura, bagaimana pria itu sudah mengirim kode kode pada Ayura.
Gadis itu terus mengoceh tanpa sadar Hiro sedang melirik nya tajam
Tapi saat dia menyadari nya, dia lalu nyengir,." Ini urusan wanita, kak Hiro nggak usah ikut campur hmm. Kak Hiro siap siap gih, bentar lagi pasti di panggil mengisi acara?" Ujarnya sembari mencolek dagu Hiro.
"Kamu pintar banget memberi nasehat pada ku, apa kamu sudah punya pacar..?" Tanya Ayura
"Tua..? Apa kamu berpacaran dengan sugar daddy..?" Tanya Ayura kaget
Dan percakapan keduanya membuat Hiro mengepalkan kedua tangannya dibawah meja. Pria itu sungguh kesal apalagi kepada Amel, yang sudah mengatakannya tua, terus apa tadi...?Sugar daddy..? What the heel..?
Amel menghela nafas, "Bukan itu juga kak, dia memang tua tapi nggak tau tua amat. Tapi pemikirannya lah yang membuat dia itu menjadi tua. Melarang ku berteman dengan semuah lelaki, membatasi semuah gerak gerikku, nggak boleh ini nggak boleh itu, sampai cara berpakaian pun diomelin. Apa coba namanya kalau bukan Tua..?"
"Masa sih ada pria kaya gitu..? Apa itu yang dinamakan posesif..?"
"Hmmm.." Amel mengangguk.
"Eh.. Emang kamu nggak dimarahin sama kakak mu, secara dia kan juga posesif sama kamu..?" Tanya Ayura sambil melirik Hiro dengan takut.
Sesungguhnya dia begitu segan dan canggung dengan keberadaan Hiro yang terkesan pendiam.
"Syukur nya, dia nggak tahu." Ucap Amel dengan senyum lebar.
Ayura melongo, nggak tahu..? Mungkin kemarin Hiro belum tahu tapi saat ini Ayura yakin pria itu sudah tahu, karena dia pasti mendengar semuah obrolan mereka, karena walaupun Amel sengaja berbisik tapi tetap saja Ayura yakin Hiro mendengar semuah percakapan mereka.
Dia merasa bingung. Apa Amel tengah mengerjainya atau mungkin dia yang bodoh...?
__ADS_1
Entahlah, yang jelas Amel sebenarnya sedang curhat dan tengah menyindir Hiro.
Hiro berdecak kesal dengan tingkah kekasih hatinya yang berkedok adik. Tapi pria itu malah menyembunyikan senyumannya. melihat tingkah Amel yang dianggap menggemaskan. Sok sokan menjadi penasehat cinta buat Ayura.
Krishna telah selesai menyanyi dan langsung berkumpul kembali kemejanya, dan sekarang giliran Hiro yang sebagai pengusaha sukses akan memberi sedikit sambutan, pengalaman dan motivasi khususnya untuk anak anak kuliah.
"Lihatlah kak, kakak ku begitu tampan dan berkelas kan..?" Ujar Amel pada Ayura. Ayura hanya bisa tersenyum menanggapi.
Krishna yang mendengar ucapan Amel pun ikut nyeletuk "Gantengan mana sama kak Krishna..?"
"Sama sama ganteng sih, tapi kak Hiro sedikit diatas kak Krishna."
"Ck! Selalu saja begitu"
Ketiganya pun terkekeh.
Setelah mengikuti beberapa rangkaian acara, kini saatnya acara santap malam. Hiro sudah bangun untuk mengambil makananya diikuti oleh Kristen dan Ayura.
Tapi saat Ayura berdiri, Amel malah menahan lengannya. "Tunggu disini aja kak, biar mereka yang ambilin." Ucap Amel.
Krishna sedikit keberatan, tapi Amel malah mengomelinya. "Ayo jalan kak, masa kak Krishna tega lihat ayang beb nya antrian sama semuah orang disana." Ucapan Amel membuat nya mendapat satu pukulan lembut dilengannya dari Ayura.
"Ha..?" Krishna melongo
"Jalan kak! tuh kak Hiro nya udah jalan." Amel lalu mendorong tubuh Krishna. " Cepat kak nanti keburu habis makanannya. Semangat kak.."
Dengan berat hati dia pun melangkah mengikuti Hiro, niat hati ingin menggandeng Ayura saat antri mendadak batal karena ulah rese si Amel.
"Mel! Apa nggak papa..? Aku jadi nggak enak." Ucap Ayura tak enak.
"Tenang aja kak, kita cukup menyemangati merka dari sini." Seloroh Amel lalu melambai pada Hiro yang tengah memandang nya.
Amel lalu menyuruh Ayura melambai pada Krishna, dengan canggung Ayura pun ikut melambai pada Krishna, tak terbayang betapa senang nya pria itu.
Hiro dan Krishna kembali kemeja setelah mengambil makanan mereka, Hiro dengan satu piring makanan sedangkan Krishna dengan dua piring tentunya satu untuk Ayura dan satu lagi untuk dia.
"Kok cuma satu sih kak..?" Celetuk Amel tak terima melihat Hiro datang hanya dengan satu piring makanan
Ayura pun bingung melihatnya, pikirnya mungkin Hiro tak makan dan hanya mengambil satu piring untuk Amel, tapi dia sedikit kaget saat tau keduanya makan dalam satu piring, dengan Hiro yang menyuapi Amel.
Walaupun terlihat kesal tapi Amel tetap membuka mulutnya saat Hiro menyodorkan sesendok nasi kedalam mulutnya.
"Jangan kaget, dia memang sedikit aneh." Bisik Krishna pada Ayura "Apa kamu mau disuapin juga..?" Goda Krishna membuat Ayura mendelik tajam.
__ADS_1