
"Astaga Ay. Jahat banget kamu, manusia tidak tahu terima kasih, udah cape cape aku siapin bubur ayam buat kamu, bukannya terimakasih kamu malah menuduh ku yang bukan bukan." Celetuk Angel penuh emosi.
"Bukanya aku tidak tahu terimakasih, hanya waspada saja, bukankah kamu selami ini memang begitu. Pura-pura baik memberikan ku makanan tapi malah udah dikasih obat pencahar." Sarkas Ayura tak mau kalah.
Angel yang penuh kesal akhirnya menyendok beberapa sendok bubur ayam miliki Ayura kemulutnya, membuktikan kalau bubur ayam itu tanpa racun atau semacamnya seperti yang dituduh Ayura padanya.
"Aku nggak papa kan..? Puas kamu..?" Terlihat kekecewaan diwajahnya saat kebaikannya dicurigai oleh Ayura.
Tanpa kata Ayura lalu menyantap bubur ayam nya, dia juga merasa bersalah, sudah mencurigai Angel. Tapi sesungguhnha dia hanya waspada bagaimana pun dia belum. 100 persen mempercayai saudara tirinya itu.
Mereka menikmati sarapan dengan diam, Angel masih kecewa dan Ayura tahun itu. Gadis itu berpikir bagaimana cara mengembalikan mood gadis itu.
"Aku ada oleh oleh buat kamu. Masih didalam koper, aku belum.bisa mengambilnya karena masih pusing kalau menunduk."
"Nggak usah dipaksakan kalau masih pusing, lagian aku juga nggak butuh barang murahan itu" Sarkas Angel tajam. Sesungguhnya dia masih kesal pada Ayura
Ayura mendecak kesal. "Iya aku tahu selerahnmu itu berkelas tapi bisa tidak belajar menghargai orang, aku udah bela belain bawain dari Jepang, aku tuh tulus tapi kamu malah mengata ngatainnya." Ayura pun ikutan kesal, mulut Angel selalu pedas bila menghujat
Angel tersenyum puas melihat kekesalan Ayura, pikirnya skor mereka satu sama.
"Iya.. iya.. Aku akan menerimanya. Aku akan jualnya di pasar loak pasti laku nanti." Canda Angel membuat Ayura menyorot nya tajam.
"Apa..?" Angel pun tak mau kalah, menantang Ayura.
Keduanya saling melempar tatapan tajam. Sampai beberapa detik, keduanya lalu menyemburkan tawa kencang. Merasa lucu dengan tingkah kekanak kanakan mereka.
Pintu kamar pun dibuka, muncula seolah art dan dibelakangnya ada Dokter Dani. Keduanya lalu menghentikan tawanya.
"Astaga, sepertinya ada yang seruh nih, tawanya terdengar sampai di pintu pagar." Ujar Dani berlebihan.
Sontak kedua gadis itu berdecik kesal. Dani terkekeh melihat kekesalan kedua gadis itu.
"Apa kabar Ay.. Apa kabar Angel..?" Sapa Dani kemudian netranya menata Angel, gadis itu membalas tatapan Dani, keduanya lalu tersenyum dan mengabaikan Ayura.
"Ehem.. ehem... Pasiennya disini loh.." Ucapan Ayura memutuskan tatapan mereka, Keduanya menjadi salah tingkah.
Ayura dapat merasakan sesuatu yang baik sedang terjadi pada kedua manusia. disamping nya ini.
"Bagaima Ay, apa ada keluhan, pusing atau lemah gitu..?" Ucapan Dani buru buru menutup kegugupan nya.
"Sudah agak mendingan Dok, cuma sedikit pusing kalau menunduk."
"Itu wajar. Karena lukanya dikening jadi memang pusing kalau menunduk, tapi kalau dikaki terus pusing itu baru kurang ajar." Canda Dani membuat kedua gadis itu sontak tertawa.
"Permisi, aku akan memeriksa mu ya."
*
*
__ADS_1
*
Dikantor Yudistira Entertainment terjadi sedikit kericuhan saat para pemegang saham, staf staf penting perusahan beserta Pak Ardiansyah baru saja mengesahkan Krishna sebagai pemimpin baru Yudistira entertainment.
Seluruh karyawan yang mendengar berita tersebut langsung heboh, sebagian karyawan yang menyukai kepemimpinan Abimanyu merasa sedih dan kecewa, pemimpin yang sangat di idolakan mereka berhenti.
Sedangkan sebagian lagi yang menyukai Krishna terlonkak senang, sang artis idola mereka menjadi pemimpin mereka.Tak terkecuali Putri dan Nanda. Keduanya terlonjak senang.
Dan berita itu langsung menyebar cepat keseluruhan departemen kantor seperti bensin.
* * * * *
Abi kini berada diruangan kerjanya yang sudah kosong. Semuah barang barangnya sudah diangkut oleh Willy beserta anak buah nya.
Abi melempar pandangan keseluruhan ruangan, tidak ada yang membuat nya tersentuh hanya saja, beberapa momen dirinya bersama Ayura diruang ini membuat dia enggan untuk beranjak.
Teringat jelas semuah kenangan yang tercipta antara dirinya dan Ayura, dari pertama gadis datang keruangan nya, mengurung gadis itu di ruangan ini bersamanya sampai ciuman tak sengaja itu.
Kenangan yang terakhir inilah membuatnya tersenyum pahit.
Abi menghela nafas kasar, teringat tadi pagi Nanda datang keruangan nya untuk meminta izin atas ketidak hadiran Ayura hari ini.
"Dia kelelahan." Jawab Nanda.
"Kamu bahkn tidak mau menghubungi ku sendiri. Kenapa menghindar Ay." Des@h Abi frustasi.
Abi lalu mengeluarkan batu putih dari saku jasnya. Akhir akhir ini benda itu yang terus menaninnya dan menjadi penyemangat kala rindu akan gadis sang pemilik batu itu hadir.
Sorenya..
Hari ini Krishna benar-benar sibuk dengan jabatan barunya sebagai CEO Yudistira entertainment. Mempelajari seluk beluk tentang perusahaan, melakukan meating dengan beberapa pemegang saham dan para investor serta mempelajari berkas berkas kerja sama yang sudah disepakati Abi bersama perusahaan lainnya.
Dia hanya sempat beberpa menit menghubungi kekasih hatinya saat makan siang tadi. Itu pun sebentar saja karena dia harus buru buru bertemu dengan klain nya lagi.
Untung dia memiliki kekasih yang sangat pengertian hingga memaklumi semuah kesibukannya.
Dia bahkan sudah meminta maaf pada Ayura karena malam ini pun dia tidak bisa bertemu dengannya karena rencananya malam ini dia akan lembur.
Krishna boleh saja sibuk dengan jabatan barunya, tapi tidak bagi Nanda dan Putri, keduanya sudah gass ke rumah Ayura.
Dalam perjalanan keduanya sempat bingung saat Ayura memberikan alamat rumah yang baru. Beda dengan saat mereka menjemputnya saat menonton Krishna beberapa bulan yang lalu saat mereka baru saja menjalin pertemanan.
"Kamu yakin Put, ini rumahnya..?" Tanya Nanda bingung melihat bangunan megah di hadapan mereka.
"Iya, betul kok Nan. Memang benar ini alamat nya. Tapi apa dia baru pindah, solanya seingat aku dulu didepan sana ..?" Balas Putri tak kalah bingung
"Entahlah.. Coba kamu hubungin lagi dia." Titah Nanda.
Putri pun langsung menghubungi Ayura, menanyakan kebenaran alamat yang dikirim nya, dan ternyata ini bukan alamat palsu seperti lagunya mbak Ayu Ting Tong.
__ADS_1
Atas perintah dari Ayura, si security pun membuka pagar rumah Ayura untuk kedua temannya.
Nanda dan Putri dibuat terkagum kagum dengan kemegahan rumah Ayura.
Keduanya pun lalu dipersilahkan masuk oleh seorang art.
Diruang tamu mereka malah bertemu dengan Angel, membuat keduanya kembali kaget, keduanya langsung bertanya tanya apa hubunganya Angel dan Ayura.
Keduanya saling melirik, dengan wajah yang bingung. Mereka merasa Ayura adalah gadis misterius yang memiliki banyak rahasia.
Jiwa kepo mereka meronta ronta dan harus segera dituntaskan dengan bertanya langsung pada gadis itu. Keduanya bahkan sepakat akan mengorek semuah rahasia Ayura yang selama ini ditutup termasuk hubungannya dengan Krishna dan Abi.
Dan keduanya menjadi lebih kaget lagi saat Angel datang dan menyapa mereka bahkan dengan begitu ramah, membuat bulu kuduk keduanya meremang
"Hai, kalian temannya Ayura ya..? Dia ada diatas kamarnya, mari saya antar." Sapa Angel ramah.
Nanda dan Putri seketika saling melirik kemudian mengangguk dengan pertanyaan Angel.
Angel pun lalu mengantar kedua nya keatas sebelumnya memesan pada art tadi untuk mengantarkan minuman beserta cemilan kekamar Ayura.
Saat berjalan keatas baik Nanda maupun Putri hanya bisa saling diam dibelakang Angel.
"Ayura nya lagi nggak enak badan, jadi nggak bisa menemui kalian dibawah. Nggak papa kan kalau kalian harus menemuinya dikamar..?" Tanya Angel sembari menoleh kebelakang.
Kedua teman Ayura itu pun hanya mengangguk kemudian tersenyum ramah.
'Ya ampun Ay, ada apa semuah ini..? Sebenarnya kamu itu siapa sih..?' Des@h Nanda dalam hati
'Apa hubungan Angel dan Ayura ya, terus kenapa gadis angkuh ini bersikap begitu ramah..? Ah.. Ayura kamu benar benar membuat ku mati penasaran." Putri pun tak kalah bermonolog.
Pintu kamar dibuka oleh Angel. "Silahkan masuk, Ay ada didalam."
Nanda dan Putri pun berhegas masuk, tak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada Angel dan dibalas tak kalah ramah oleh model papan atas itu.
Setelah mengantarkan Putri dan Nanda. Angel pun segera berlalu. Tak ingin ikut nimbrung dengan mereka.
Saat masuk kedalam kamar Ayura, netral keduanya membelalak melihat Ayura sedang duduk diatas ranjang bersandar pada head board dengan perban yang masih menempel di keningnya.
"Ayura... Ya ampun sayang.. Apa yang terjadi..?" Teriak keduanya bersamaan membuat Ayura pun ikut kaget. Tapi kemudian dia tersenyum senang melihat kedua temannya yang sudah ditunggu dari tadi sudah ada dihadapannya.
"Kenapa ini Ay, ada apa.. apa yang terjadi.. ?" Cercah Nanda
"Iya Ay, aku kira kamu hanya kelelahan tapi kenapa ini sampai ada di jidat lu..?" Tanya Putri ikut menimpali.
"Hanya insiden kecil." Ayura tersenyum. "Oh iya, nyasar nggak tadi..?" Tanya Ayura karena tadi keduanya sempat bingung dan bertanya via telpon tentang rumahnya.
Keduanya lalu memicingkan mata kearah Ayura. Ayura lalu memasang wajah waspada.
"Ada apa..?"
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿 BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿🌿