
Abi pun memilih tak mandi karena melihat ketakutan Ayura yang tak mau ditinggal.
Tak berselang pintu kamar diketuk, masuklah Bik Sumi bersama seorang perempuan yang diketahui Abi adalah seorang Dokter. Mungkin ini Dokter yang diutus Dani.
"Bagaiman Dok, kondisinya..?" Tanya Abi melihat Dokter selesai memeriksa kondisi Ayura.
Dokter itu tersenyum. "Kondisi nona Ayura baik baik saja. Hanya saja dia mengalami trauma ringan. Seperti yang Pak Abi katakan, dia tidak mau ditinggal itu karena dia merasa nyaman bersama anda. Dia pasti masih takut berhadapan dengan semuah laki laki diluar sana yang dianggap akan membahayakannya. Maka dari itu untuk beberapa hari kedepan dia hanya mempercayai mu, dia akan merasa nyaman dan aman hanya bersama anda. Tapi itu hanya untuk sementara waktu. Setelah itu dia akan menjalani hidupnya dengan kembali normal." Papar Dokter dengan ramah.
"Saranku tetaplah disisinya, untuk satu dua hari kedepan, setelah itu ajak dia jalan jalan keluar untuk terbiasa dengan semuah orang diluar sana. Tapi usahakan dia tidak mengalami kejadian serupa atau kejadian kejadian yang membuatnya takut. Karena dari yang kulihat, sepertinya dia pernah mengalami kejadian yang sangat berat dimasa lalu hingga dia akan cepat mengalami trauma bila terjadi hal hal yang mengancam nyawa nya."
Dokter telah pergi.
"Bi, aku titip Ayura. Tetaplah disisinya sampai aku kembali. Kabari aku kalau dia sudah bangun." Pinta beserta Titah Abi pada Bik sumi.
"Baik Den."
Gadis itu kini kembali terlelap setelah meminum obat. Entah karena masih lemah atau karena efek obat yang diminum nya membuat dia cepat sekali terlelap dan pulas.
Abi akan pergi menemui seseorang. Dia sudah melakukan temu janji bersama seseorang yang sepertinya sangat penting hingga terlihat wajah penuh beban saat ia keluar dari apartemennya.
Abi telah tiba disebuah kantor yang tak kalah besar dan megah dari kantornya sendiri. Dia bergegas kelantai atas setelah melapor diri pada resepsionis .
Di depan ruangan sang Presdir Abi lalu dipersilahkan masuk oleh seorang sekretaris. "Mari Pak! Bapak Presdir sudah menunggu anda." Ucap sekretaris dengan ramah.
Abi mengikuti langkah sekretaris itu, setelah mengetuk pintu keduanya dipersilahkan masuk oleh satu suara bas dari dalam.
"Permisi Pak! Pak Abi nya sudah datang." Lapor sekretaris itu ramah.
Pria paruh baya yang sedang sibuk dengan laptopnya langsung menghentikan aktivitas nya. "Pergilah! Dan buatkan minum untuk kami." Ucap Pria paruh baya itu dingin dengan wajah datar.
Abi hanya diam, tapi jauh dilubuk hatinya sempat jedag jedug menunggu reaksi selanjutnya dari pria paru baya itu. Ekspresi nya belum bisa dibaca, apa dia menerima kehadirannya atau malah sebaliknya.
Terakhir kali mereka bertemu terjadi sedikit insiden. Abi dihajar habis habisan tanpa perlawanan oleh pria tua itu karena masalah putrinya.
Dan sekarang dia kembali datang dan akan menyampaikan suatu berita buruk tentang Putri kesayangannya lagi.
"Silahkan duduk!" Ucap pria tua itu, menunjukan sofa.
"Terimakasih." Walaupun mencoba biasa saja tapi hati Abi sudah sedikit merasa lega. Bramantyo Papa dari gadis yang sangat dicintainya sedikit ramah padanya.
__ADS_1
Keduanya kini duduk disofa yang berseberangan dengan meja sebagai pembatasnya. Tak berselang munculah sang sekretaris membawakan dua cangkir kopi untuk Bramantyo dan Abi.
"Ada apa meminta ku untuk bertemu." Ujar Bramantyo dingin.
Abi hanya tersenyum tipis. "Maaf kalau kedatangan ku mengganggu waktu Bapak. Tapi ada hal penting yang ingin ku sampaikan." Abi menjeda sedikit ucapanya. Melihat reaksi Bramantyo. Tapi sepertinya pria tua itu masih stay cool.
Abi tahu sesungguhnya pria tua ini sudah mengetahui niat kedatangan nya menemuinya. Dari anak buahnya Abi mengetahui kalau ada dua pria yang bertubuh besar dan tinggi tengah mengintai apartemennya.
Dan dari Willy yang diperintahkan Abi untuk mencari tahu siapa kedua pria itu menjadi kaget. Saat mengetahui kalau mereka adalah orang suruhan Bramantyo untuk mengawasi Ayura.
Jadi kesimpulan nya Bramantyo sudah tahu apa yang sudsh terjadi pada Putrinya. Tapi yang jadi pertanyaan nya mengapa pria senja ini tidak langsung menjemput Ayura dan terkesan malah membiarkannya saja Putrinya bersama pria lain.
Hal ini membuat Abi bertanya tanya, dan memutuskan untuk menemui pria tua ini. Sekalian menanyakan beberapa pertanyaan, mengapa Nama Ayura diganti, Kenapa sampai Ayura kehilangan memori masa kecilnya, dan juga mengapa semuah informasi tentang Ayura yang asli disembunyikan...?
Abi yakin Bramantyo sedang menyembunyikan suatu masalah besar. Dan Abi harus mengoreknya.
"Ini tentang Ayura. "
Dan ucapan Abi yang terakhir membuat Bramantyo langsung menegakkan duduknya yang sedari tadi bersandar santai disofa.
'Cih! Ternyata dia pandai juga berakting.' Seharusnya dia tetap datar kan tapi mengapa malah sok kaget begini..? Begitu lah pikir Abi.
"Tidak usah berakting, aku tahu Bapak pasti sudah tahu apa yang telah terjadi pada Ayura bukan..?" Balas Abi.
Dan sindiran Abi membuat Bramantyo menarik nafas kasar. "Bagaiman keadaan nya..?" Pertanyaan Bramantyo membuat Abi tertegun ternyata benar dugaannya, Bramantyo mengetahui kejadian yang menimpa Ayura.
Tapi mengapa dia malah terkesan cuek dan membiarkan Ayura tetap bersamanya. Bukankah seharusnya dia membawa Ayura pergi. Ini aneh bukan..?
Tapi bukan tanpa alasan mengapa Bramantyo melakukan ini semuah. Nyawa Ayura dalam bahaya dan hanya Abi lah tempat teraman dirinya menitipkan Ayura bersama pria yang memiliki kekuatan dan kekuasaan nomor satu di negara ini.
"Dia baik baik saja. Tapi psikisnya terganggu. Dia mengalami trauma ringan. Kata Dokter butuh beberapa hari untuk kesembuhan nya."
Bramantyo hanya menghela nafas kasar mendengar penjelasan dari Abi. Dia tidak bisa berbuat apa apa. Tapi satu yang pasti Ayura kini aman bersama Abi. Penjahat yang dulu menculik dan mencelakai Putrinya kini telah kembali. Membuat dia sangat pikiran beberapa hari ini. Hingga memutuskan beberapa anak buah nya untuk memantau Ayura.
Dia juga sangat murka dan marah mengetahui Ayura hampir dilecehkan. Tapi saat mengetahui Ayura telah diselamatkan oleh Abi membuat dia sedikit tenang. Paling tidak Ayura sudah berada ditempat yang tepat dan tentunya aman.
Pikir nya biarlah untuk sementara Ayura bersama Abi. Agar dia tenang dan memikirkan bagaimana cara menangkap penjahat yang sedang mengincar nyawa Putrinya.
13 tahun yang silam Ayura pernah mengalami kejadian yang mengerikan dimana dia diculik dan disiksa hingga mengalami trauma hebat. Pada akhirnya Bramantyo meminta Dokter untuk menghapus memori Ayura tentang kejadian itu hingga semuah kenangan nya ikut terhapus.
__ADS_1
Tapi naasnya dari info yang dia dengar, Boss dari penjahat itu belum ditangkap hingga dia memutuskan untuk menyembunyikan seluruh identitas tentang Ayura termasuk mengganti namanya. Mereka bahkan sering berpindah pindah tempat tinggal untuk menghilangkan jejak mereka khususnya Ayura.
Karena dari sepengetahuan nya, ternyata penjahat penjahat itu mengincar nyawa Ayura dan pria tanggung yang sampai detik ini belum diketahui identitas nya. Pikirnya mungkin kedua orang tua remaja itu juga memiliki pengaruh dan kekuasaan hingga bisa menutup jati diri sang remaja itu.
Tanap sepengetahuan nya, ternyata anak remaja yang dicari caranya selama ini sedang berada didepannya.
"Aku titip Ayura pada mu. Tolong jaga dia." Pinta Bramantyo dengan sendu.
Abi tertegun, dia dapat melihat wajah tertekan calon Bapak mertua. "Ada apa..? Apa ada sesuatu yang Bapak sembunyikan..?"
Bramantyo menghela nafas kasar, nggak ada jalan lain selain harus terbuka pada Abi. Mungkin pria ini bisa membantunya. Karena dari sepenglihatannya Abi sangat mencintai Putrinya.
Perkara Krishna yang tengah menjalin hubungan dengan Ayura, biarlah itu menjadi urusan nanti. Apalagi pria itu juga dalang hingga Ayura mengalami kejadian ini. Intinya sekarang Ayura sudah aman bersama Abi. Yang lain tak menjadi soal.
Dan akhirnya Bramantyo pun menceritakan kejadian 13 tahun yang lalu. Hingga akhirnya dirinya menutup semuah identitas tentang Ayura, dan meminta Dokter untuk menghilangkan memori Putrinya. Karena pada saat itu Ayura mengalami trauma yang begitu hebat.
"Merka telah kembali. Dan nyawa Ayura dalam bahaya sampai kalau mereka mengetahui keberadaan Ayura"
Abi pun tertegun, mengetahui fakta kalau bos penjahat itu belum ditangkap. Dan itu berarti mereka telah kembali mengincar Ayura.
"Tapi mengapa mereka mengincar Ayura..? Apa yang mereka inginkan..,?"
"Entahlah, aku juga tidak tahu mengapa mereka mengincar Ayura atau remaja yang bersama Ayura itu..?"
Ucapan Bramantyo membuat kedua alis Abi menukik tajam. Dia bisa menarik kesimpulan kalau Bramantyo belum mengetahui siapa remaja yang saat itu bersama Ayura.
"Apa Bapak tahu siapa anak remaja yang bersama Ayura pada saat itu..?"
"Nggak" Pria senja itu menggeleng. "Sepertinya anak remaja itu memiliki orangtua yang hebat hingga begitu rapi menutup identitas anak itu. Aku sudah mencoba melacaknya tapi sampai detik ini aku belum mengetahui anak itu. "
"Kalau Bapak mengetahui nya, apa yang akan Bapak lakukan padanya..?" Tanya Abi penuh selidik.
"Entahlah, mungkin aku hanya ingin mengintrogasinya tentang kejadian itu, kenapa sampai mereka diculik dan disiksa. Dia sudah dewasa mungkin dia tahu alasannya."
"Tapi sayang, aku juga tidak tahu apa alasannya" Dan Ucapan Abi memantik rasa penasaran Bramantyo.
"Apa maksud mu..?" Sorot mata tajam dilemparkan Bramantyo pada Abi. Tapi tak membuat Abi gentar ataupun takut.
Dia bahkan tersenyum miring. "Akulah anak yang Bapak cari. Anak remaja itu." Dan Ucapan Abi membuat Bramantyo terperanjat hebat. Dirinya bahkan langsung bangkit dari duduknya.
__ADS_1