Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Lembur 2


__ADS_3

"Selamat sore semuah, maaf karena telah memberikan jam lembur kepada kalian secara mendadak. Setelah ku periksa ternyata pekerjaan kalian masih banyak minusnya. Dan untuk desain yang nona Ayura berikan tadi siang masih ada sedikit kekurangan nya. Jadi saya harap malam ini kita semua dapat mengkoreksi dan menyelesaikan pekerjaan ini mengingat acara fashion show nya tinggal menghitung hari." Ucap Abimanyu.


"Bukannya tadi siang dia bilang semuah desain ku sudah sempurna..?" Gumam Ayura tak Terima.


"Ada yang mau disampaikan nona Ayura..?" Tanya Abimanyu membaca ekspresi Ayura yang sepertinya tak terima dengan keputusan lembur.


"Ahh, nggak ada Pak!" Jawab Ayura gelagapan. Membuat Abimanyu menarik tipis ujung bibirnya.


Pria ini selalu saja bisa membaca isi hatinya, pikir Ayura.


"Dan satu lagi aku akan memberikan bonus tambahan untuk lembur malam ini."


Sontak semuahnya bersorak riang dan bertepuk tangan bahagia. Pada hal sebelumnya wajah mereka sudah seperti pakai kusut yang tidak pernah disetrika.


Pikir mereka tidak apa apalah lembur asal bisa mendapatkan bonus lebih dari atasan mereka, bisa menambah uang belanjaan dapur sangat istri atau pun bisah menambah cicilan motor, tak apa dan mereka ikhlas.


"Yah sudah, kembali ketempat kalian dan mulailah bekerja karena aku akan mengawasi kalian dari sini."


"Haaa...?" Semuah yang ada terperangah kaget bin terkejut karena pekerjaan mereka kali ini akan diawasi langsung oleh Abimanyu.


Ada yang menjadi grogi, cemas dan takut. Tapi ada juga yang senang khususnya para karyawati karena kali ini mereka satu ruang dengan CEO Abimanyu atasan mereka yang terkenal sangat tampan tapi sangat dingin itu.


"Nan, hari ini kita telah melakukan kebaikan apa yah sampai kita mendapat keberuntungan dekat dengan cogan cogan Yudistira Entertainment. Tadi siang Pak Krishna dan sekarang Pak Abimanyu." Bisik Putri tanpa mengalihkan tatapannya dari Abimanyu.


"Iya yah Put, kebaikan apa yah..?" Tanya balik Nanda ambigu. karena sesungguhnya dia pun masih tak percaya melihat Abimanyu berada di ruangan mereka.


Bagi mereka baru kali ini seorang Abimanyu langsung turu lapangan mengawasi para karyawan. Karena sepengetahuan mereka biasanya kalau lembur Abimanyu tak pernah ikut lembur, apa lagi sampai masuk keruangan itu dan mengawasi secara langsung.


"Aku akan mengawasi mu langsung nona Ayura. Dan menunjukkan pada mu bagian mana desain mu yang kurang itu." Ucap pria itu lalu menghampiri Ayura.


"Ahhh,iya Pak!" Ayura benar benar gugup.


Yang bena saja, kenapa dia harus mengawasi ku dan duduk dihadapanku coba, kenapa tidak duduk di kursi kepala bagian. Apa aku bisa kosentrasi bekerja dengan posisi sedekat ini, sebenarnya apa yang dipikirkan pria kaku ini, pikir Ayura.


Mereka pun akhirnya bekerja dengan serius, bagaimana nggak serius kalau diawasi langsung oleh CEO nya seperti anak SD yang sedang mengikuti ujian. Suasana begitu hening dan terlihat sangat serius dengan pekerjaan nya.


Terlihat Ayura tengah sibuk menyelesaikan desainnya yang menurut Abimanyu masih kurang.


Tidak ada candaan atau saling mengganggu yang biasa mereka lakukan untuk mencarikan suasana atau sekedar menghibur diri karena lelah atau pun stres dalam bekerja.


Abi sendiri tatapannya tak pernah lepas dari wajah Ayura, terkadang pria itu pun memulas senyum tipis, sangat tipis sampai tak ada yang bisa membedakan itu adalah sebuah senyuman atau hanya sebuah tarikan bibir tak bermakna.


Dan aksi pria itu mencuri curi pandang ke Ayura dapat ditangkap oleh semuah karyawan tak terkecuali Putri dan Nanda. Tatapannya pun terlihat intens dan sarat makna bagi yang melihatnya, membuat semuahnya menjadi kepo tingkat akut.


"Nan kamu merasa nggak sih kalau Pak Abi naksir sama Ayura..?" Bisik Putri.


"Iya Put, aku jugaa merasa begitu. Dan aku juga yakin kalau lembur kali ini merupakan rekayasa Pak Abi." Bisik Nanda mantap serasa detektif swasta.


Tiba tiba saja ada yang menimpali acara bisik bisik mereka.

__ADS_1


"Aku juga merasa ada sesuatu diantara mereka" Sambung Ali salah satu karyawan desain, pria bertulang lunak yang sering disapa Alisah itu.


"Lihatlah tatapan Pak Abimanyu, begitu seksi ahh nggak kuat ekeh." Ucap Alisah, eh Ali dengan gemulai membuat kedua gadis itu bergidik ngeri.


merasa telah diganggu acara perbisikan mereka membuat kedua bola mata mereka langsung menatap nya tajam, makhluk jadi jadian itupun langsung kicep.


"Diam kamu Ali mukidin, huuss pergi sana. Ganggu orang ngegosip saja." Usir Putri membuat pria setengah perempuan itu mengerucutkan bibirnya dan berlalu dengan bibir monyong kedepan dengan gerakan yang tak jelas.


Kedu gadis itu pun kembali berbisik ria melanjutkan gosip mereka yang tertunda karena kehadiran makhluk jadi jadian tadi.


"Terus bagaimana hubungannya dengan Pak Krishna ya...? Aarghh, siapa sih Ayura itu dan apa hubungannya dengan Pak Abimanyu dan Krishna ya..?" Bisik Putri lagi.


"Entahlah! Yang pasti kita harus secepatnya menanyakan hal ini pada Ayura. Kalau tidak malam ini dipastikan aku tidak bisa tidur dengan tenang." Balas Nanda lebay membuat Putri berdecak.


"Ck! Lebay kamu."


Saat sedang serius bekerja tiba tiba ponsel nya Ayura yang tergeletak di atas sudut meja bergetar. Satu panggilan masuk, Ayura melirik ponsel nya disitu tertera nama Krishna.


Abi pun dapat melihat siapa yang tengah menelpon Ayura. "Bisa kosentrasi lagi kerjanya..?" Tegas Abimanyu.


"Dan untuk semua tolong matikan ponsel kalian karena aku tidak ingin kosentrasi kalian terganggu dan menyebabkan kita semakin lama terperangkap disini." Interupsi Abimanyu sambil melirik semuahnya sebelum akhirnya lirikannya jatuh ke gadis di depannya itu. "Bisakan nona Ayura..?" Tanya Abimanyu dengan menekankan setiap kata katanya.


"Ahhh, iya Pak." Dan tanpa banyak bicara Ayura langsung menon aktifkan ponsel nya.


Satu senyum tipis tercetak dibalik bibir Abimanyu.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 8 malam,melihat hasil desain Ayura yang sudah sempurna dan memuaskan membuatnya langsung menyudahi lembur mereka. Pria itu lalu mengajak seluruh karyawan bagian desain untuk makan Malam di restoran XXX, dan dia yang mentraktir semuanya.


restoran XXX. Bagaimana tidak restoran XXX adalah restoran bintang 5 yang pengunjung nya saja merupakan kalangan elite, dari artis papan atas, para pejabat bahkan para pemimpin pemimpin perusahaan.


Menu yang disediakan pun merupakan makanan mahal yang harga satu porsi makanan saja bisa jutaan bahkan ada yang puluhan juta.


Rasa lelah dan stress hilang seketika. Wajah yang tadinya kusut dan lepek berubah menjadi cerah ceria ketika mendengar nama restoran XXX, ditraktir pula.


"Semuanya harus ikut dan tidak ada penolakan atau pun kabur dari acara makan malam ini, karena aku akan sangat marah" Ucap Abimanyu sambil melirik Ayura.


"Tidak akan ada yang kabur Pak, bahkan jika diusir pun kami tidak akan beranjak, percaya deh Pak" Sela si Alisah kecentilan membuat semuahnya mengulum senyum karena merasa benar yang dikatakan si Ali Mukidin.


Emang siapa yang mau menghindar dari rezeki nomplok ini coba.. ?


Abimanyu tau Ayura berencana akan bertemu dengan Krishna dari apa yang didengar nya tadi siang di depan ruangannya, jadinya dengan akal liciknya dia merencanakan lembur agar Ayura tidak jadi bertemu dengan Krishna. Menyuruh gadis itu menon aktif kan ponsel nya dan sekarang dengan sedikit ancaman memaksa Ayura agar ikut dalam acara makan malam ini.


Terdengar sangat jahat mungkin, tapi dilubuk hatinya ada rasa tak rela saat Ayura dekat dengan Krishna, entah itu karena dia yang membenci Krishna atau mungkin sudah ada rasa kepada Ayura, dia sendiri tak tahu.


"Aku akan menunggu kalian dibawah sepuluh menit lagi dan jangan membuat ku lama menunggu" Ucap pria itu sambil melirik Ayura sekilas dan lansung melangkah pergi meninggalkan ruangan dengan senyum smrik.


Dan perintah Abimanyu di iyakan dengan kompak dan serentak oleh semuah. Mereka patut berbangga hati karena baru kali ini dan hanya merekalah yang bisa makan bareng sama Abimanyu dan ditraktir di tempat yang mahal pula.


Semuah karyawan sudah berkumpul di loby, sebagian karyawan yang memiliki kendaraan sudah meluncur ke restoran tersebut.

__ADS_1


Ayura sendiri akan berangkat bersama Putri dan Nanda menggunakan mobil Nanda.


"Ayo Ay, buruan yang lain udah pada pergi tuh." Ucap Nanda dari dalam mobil dengan Putri yang sudah duduk di sampingnya.


Ayura sendiri yang merasa lelah sebenarnya enggan mengikuti acara makan malam ini, tapi mengingat ancaman Abi mau tidak mau dia harus ikut.


Gadis itu pun melupakan janjinya bersama Krishna.


Dan saat hendak masuk kedalam mobilnya Nanda dia dikagetkan dengan satu suara barito.


"Maaf nona Ayura, anda ditunggu Pak Abimanyu di mobilnya" Ucap Willy sang asisten Abimanyu


"Haaa...? Maaf Pak tapi aku nggak bisa. Dan tolong sampaikan pada Pak Abimanyu, aku ikut bersama teman temanku" Tolak Ayura sopan


Mendapat penolakan dari Ayura, Willy langsung melempar tatapan tajam ke arah Putri dan Nanda secara bergantian membuat kedua gadis itu bergidik ngeri.


Mengerti akan tatapan sang asisten Abimanyu yang terkenal sebelas duabelas dengan atasannya yakni dingin, datar dan arogan.


"Ahh iya Ay, nggak papalah kamu ikut Pak Abimanyu, kita akan bertemu disana nanti" Ucap Nanda sambil melirik Willy. Maksud dari lirikannya ialah bertanya pada Willy kalau apa yang diucapkan sudah benar kan.. ?


Berharap Willy tersenyum dan mengangguk tanda menyetujui ucapannya, tapi jauh panggang dari api, jangankan tersenyum tipis, pria itu malah menatap nya tanpa ekspresi apapun membuat Nanda berdecak kesal.


"Iya betul itu Ay, buruan kesana nanti kita terlambat dan nggak kebagian makanannya nanti."Asal Putri. Bagaimana bisa nggak kebagian makanan sedangkan bossnya yang bayar semuah makanan itu masih disini.


"Tapi Put, aku ingin ikut kalian." Pinta Ayura menghiba.


Kedua gadis itu pun tak tega melihat Ayura yang begitu menghiba, hampir lulu perasaan mereka tapi sorotan tajam dari Willy membuat keduanya kembali kemode tega.


Bagi mereka nggak papalah Ayura kesal dengan mereka dari pada berurusan dengan kenebo kering, panjang urusannya, pikir mereka.


"Udah yah Ay, kami berangkat dulu, sampai ketemu disana." Pamit Putri tega. "Ayo Nan gasss.. " tambahnya lagi.


Dan tanpa banyak bicara Nanda langsung melajukan mobilnya meninggalkan Ayura yang terlihat kesal.


"Mari nona Ayura" Ucap Willy sambil menunduk


Dengan perasaan kesal Ayura menuju mobilnya Abimanyu yang terparkir beberapa langkah di depannya.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**JANGAN LUPA...


LIKE... 🌷


KOMEN... 🌷


VOTE... 🌷


VAFORITE NYA JUGA YA... 😊😊

__ADS_1


🌹HAPPY READING🌹**


__ADS_2