
"Sekarang kamu sudah tahu semuahnya kan, sekarang pergilah. Krishna sedang menunggu mu didepan." Ujar Abi dengan raut datar.
Tapi sumpah demi apapun jauh dilubuk hatinya yang paling dalam, pria itu tengah menahan sakit yang begitu luar biasa. Hatinya menjadi retak, pecah, satu demi satu kepingannya berjatuhan kemudian berhamburan dilantai.Saat mengatakan dan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hatinya.
Ayura mengangguk, memaksa sebuah senyuman menandakan dia mengiyakan ucapan Abi. Tapi netra nya tak bisa menipu. Bulir bulir kristal tak bisa dibendung, mengalir dengan bebas tanpa bisa dicegah.
Gadis itu pun lalu berbalik hendak melangkah pergi, membawa hati yang terlampau sakit menikmatinya seorang diri.
Tapi arah depan terlihat seorang perempuan cantik bertubuh dan berpakaian seksi tengah berjalan kearahnya. Melewati nya begitu saja.
Tubuh Ayura seketika menegang saat mendengar suara manja perempuan itu memanggil nama pria yang berada dibelakang nya.
"Pak Abi..Kau disini.? Aku mencari mu kemana mana..?" Ucap perempuan itu dengan mendayu dayu.
"Elis..Ngapain kamu disini.?"
Seketika tubuh Ayura berbalik mendengar Abi mengucapkan nama perempuan itu
"Aku ingin menyerahkan ini Mas."
Tubuh Ayura yang memang sudah berbalik, dapat melihat gadis yang bernama Elis dan Abi berdiri dalam jarak dekat.
Alis Abi terangkat sebelah, dia mengambil sesuatu dari tangan Elis, melirik kedepan sekilas kemudian menyeringai tipis.
"Oh..Terimakasih Lis, kamu memang sangat perhatian." Ucap Abi dengan begitu ramah dan melempar senyuman hangat pada perempuan itu.
Melihat interaksi keduanya membaut hati Ayura seperti diremas remas. Dia bahkan tidak bisa menean salivanya dengan benar.
Senyum yang biasanya pria itu berikan hanya kepadanya kini sudah berganti. Bahkan tadi pria itu tidak pernah tersenyum padanya tapi kenapa malah tersenyum seramah itu pada Elis. Apa mereka memang memiliki hubungan..? Apa karena wanita ini Abi mencampakannya..?
Banyak pertanyaan yang bercokol dihati Ayura.
Sedangkan tanpa sepengetahuan Ayura, Elis sendiri mematung, tubuhnya mendadak kaku, nafasnya tercekat, seperti sedang melihat hantu. Kala Abi melempar senyuman ramah kepadanya.
Ada apa dengan pria ini, apa dia sedang kesambet, bagaiman mungkin pria kaku yang tak pernah memandang bawahannya kini tersenyum. padanya.
Ya, Elis merupakan salah satu anak buah Abi yang tengah menjalankan tugas bersama rekannya saat ini.
"Pergilah, nanti aku menyusul mu." Ucap Abi, melirik kedepan dan kembali melempar senyuman. Membuat Elis bergidik ngeri.
Gegas perempuan itu pun pergi meninggalkan atasannya dengan sejuta kebingungan.
Berbanding terbalik dengan Ayura, gadis itu terlihat sangat sakit melihat Abi begitu lembut pada Elis. Pria itu bahkan tak segan segan memberi senyuman pada perempuan itu.
Abi melirik Ayura sekilas, dia terlihat cuek, berbalik hendak melangkah pergi nenyusul Elis. Dapat dilihat gadis didepannya ini sedang mengusap airmatanya . Dia tahu Ayura sedang menangis tapi dia memilih cuek.
"Apa karena wanita itu kak Abi mencampakan ku..?" Tanya Ayura dengan suara bergetar.
Langkah Abi terhenti, dia hanya melirik sekilas kebelakang. Tanpa membalikan badanya.
"Apa perempuan itu kekasih kak Abi..? kak Abi mencintainya..?" Tanya Ayura lagi membuat tubuh Abi langsung berbalik.
Pria itu bungkam, hanya menatap datar pada Ayura.
Dan bagi Ayura, diamnya Abi berarti iya. Gadis itu buru buru mengusap airmatanya dan mencoba tersenyum.
"Nggak usah dijawab, aku sudah tahu jawabannya. Semoga kak Abi bahagia." Ayura memulas sebuah senyuman palsu. "Dan aku juga berjanji akan bahagia seperti yang kak Abi inginkan." Tambah gadis itu lagi.
Tak ingin meihat keterpurukan nya dimata Abi, buru buru Ayura melangkah pergi.
Meninggalkan Abi yang menatap punggung Ayura denga tatanan nanar.
Airmata yang coba ditahannya dari tadi akhirnya luruh juga.
__ADS_1
'Aku berharap menemukan sekilas tentang kita didalam matamu. Nyatanya kita belum pernah memulainya. Saat ini diantara kita hanya ada kau dan aku dan takan pernah menjadi kita karena kamu sendiri tak menginginkan nya.' Ayura
'Bagaiaman bisa aku mencintai gadis lain sedangkan seluruh hatiku, tanpa ada sisah sudah ditempati oleh mu, Ay.' Abi.
Tubuh Abi roboh, terduduk disebuah kursi, pria itu menangis sambil meremas dadanya. Katakan saja dia cengeng, tapi sumpah demi apapun, dia sangat sakit sekarang.
Rasa sakit yang dirasakan sekarang lebih sakit dari sayatan belati tajam atau pun terhantam gondham besar. Tak ada yang lebih sakit saat merelakan gadis yang selama ini dicari, gadis yang selama ini dicintai bersama orang lain.
Wajah Abi tertunduk menyembunyikan air matanya yang terus saja berderai.
Tanpa sepengetahuan nya dari tempat yang berbeda terlihat tiga pasang mata sedang menatapnya dengan hati yang remuk redam.
Ketiga pasang mata itu pun ikut meneteskan air mata melihat pria yang selama ini terlihat tegar dan kuat sedang terpuruk seorang diri.
"Pah, bagaiman ini Pah. Abi Pah, apa yang bisa Mama lakukan untuk nya Pah." Lirih Airin dengan deraian air mata. " Kenapa jadi begini.?" Tangis Airin pecah dipelukan suami.
Dia yang diminta Krishna untuk mencari keberadaan Ayura yang menghilang dari pandangan nya, langsung mencari menantunya itu ditoilet, tapi karena nggak ada disana, dia pun menghubungi suaminya untuk diminta bantuan mencari Ayura.
Dan akhirnya keduanya menuju belakang hotel, pasangan suami isteri dibuat kaget dan terpukul mendengar semuah obrolan Abi dan Ayura.
Dan hati Ibu yang mana yang tak terluka melihat nasib putra pertamanya yang begitu menyedihkan.
Putranya yang dingin, kuat dan tegas terlihat sangat rapuh dan menyembunyikan Airmata dari semuah orang.
Tidak! Dia tidak mau membiarkan putra nya bersedih sendiri diatas kebahgaiaan putra lainnya.
"Mah." Tegur Ardiansyah menggeleng kepala melihat istrinya hendak mendekati Abi. "Biarkan dia sendiri dulu Mah. Kedatangan kita hanya membuatnya terlihat menyedihkan. Abi nggak akan suka itu. Kita kembali kedalam, Ayura sudah masuk. Nanti kita yang dicari Krishna."
"Tapi Abi Pah." Tolak Airin tak terima. Bagai.an mungkin dia meninggalkan Abi dalam keadaan ini.
Tapi gelengan kepalan sang suami membuat dia mau tidak mau ikut perintah sang suami.
Sedangkan ditempat yang berbeda pula, terlihat seorang pria juga sedang mengusap sudut matanya yang berembun dengan ibu jarinya.
🍒 🍒 🍒
Diaula hotel, tempat acara diadakan.
"Krish kau dari mana..?" Tanya Ayura saat melihat Krishna dari arah belakang.
Saat gadis itu memperbaiki make up nya ditoilet yang sedikit berantakan karena menangis tadi, dia langsung kedepan tapi tidak menemukan tunangannya ditempat.
"Aku mencari mu. Kamu sendiri kemana tadi.?" Tanya Krishna balik
"Aku ketoilet. Ada apa mencariku..?" Tanya Ayura lagi dan Krishna hanya menggeleng.
"Nggak papa, hanya saja aku tidak melihat mu dalam waktu yang sedikit lama jadi aku mencari mu, aku takut kamu kenapa napa."
Krishna menatap lekat wajah Ayura, bisa dilihat mata gadis itu sedikit membengkak dan memerah walaupun gadis itu mencoba menutupinya dengan bilasan air ditoilet tetap saja masih bisa terlihat, dan itu membuat nafas Krishna tercekat.
Ayura tersenyum, hatinya menghangat mendengar kekuatiran Krishna. Setidaknya ada pria lain yang begitu mencintai nya saat ini.
Krishna membalas senyuman Ayura dengan wajah yang begitu sedih.
"Krish aku kesana dulu ya." Pinta Ayura menunjuk ketempat ketiga teman temannya berada.
Krishna hanya diam, wajah pria itu masih terlihat senduh. Dia merasa menjadi orang yang paling jahat, memisahkan dua orang yang saling menyayangi, menutup mata dan telinga hanya untuk keegoisan nya.
Saat Ayura hendak melangkah pergi, Krishna menarik tangannya membuat gadis itu berbalik.
"Ada apa..?" Tanya Ayura.
"Jangan pergi." Lirih Krishna
__ADS_1
Alis Ayura terangkat sebelah. Manik hitamnya menangkap raut sedih diwajah tunangannya.
Dapat dilihat netra pria itu memerah. Apa dia menangis..?
"Ada apa Krish..? Apa kau menangis..?"
Pria itu menggeleng. "Aku hanya ingin kau jangan pergi, walaupun kau tak mencintai ku, tetaplah disisiku." Pinta Krishna sendu.
Netra pria itu pun terlihat berembun. Walaupun sedikit bingung dengan perubahan Krishna, Ayura mencoba tersenyum kemudian mengangguk. "Iya, aku takan pergi Krish."
Krishna lalu menarik tubuh Ayura dan mendekapnya. Ayura pun tanpa menolak dan membalas pelukan pria itu, dia tidak tahu kenapa Krishna menjadi melow begini, bukankah seharusnya dia yang sedih karena baru saja mendengar alasan Abi menolaknya, tapi dia berusaha terlihat tegar dan biasa biasa saja, terus kenapa dengan pria ini..?
"Apa yang terjadi..?" Tanya Ayura masih dalam dekapan Krishna, tanganya terangkat mengusap punggung Krishna dengan lembut. Pria itu hanya menggeleng. "Baiklah kalau kamu tidak mau jujur pada ku, tapi jangan menangis, malu dilihat orang, nanti mereka pikir aku sudah memperlakukan mu dengan buruk." Canda Ayura kemudian terkekeh membuat Krishna mencebik tapi kemudian ikut tersenyum
'Aku tahu saat ini kau tidak bahagia bersama ku, tapi aku janji akan selalu membahagiakan mu Ay. Tidak papa kamu belum mencintaiku, asal kamu tak pergi dan selalu disisiku itu sudah cukup bagi ku.'
Ayura menghela nafas pelan, baginya cinta itu rumit tapi dia memilih untuk menyederhanakannya. Menangis seperlunya, bersedih pun secukupnya lalu harus kembali bangkit.
Saat ini dia ingin menjemput bahagianya walau tak bersama pria yang dicintainya. Tapi tak apa karena pria yang sedang memeluknya ini pun teramat mencintai nya dan dia akan belajar membalas cinta nya.
Bukankah lebih baik dicintai dari pada mencintai tapi tak dicintai..? Rumit bukan..?
Krishna dan Ayura pun buru buru mengurai pelukan saat terdengar sedikit keributan dari arah belakang.
Netra Krishna langsung membeliak melihat beberapa petugas berseragam hitam tengah berlari kearah belakang.
"Ad apa Krish...?" Tanya Ayura bingung, apalagi melihat wajah Krishna yang menegang.
"Kamu tetap disini Ay, dan jangan kemana-mana." Tegas Krishna lalu menarik tangan Ayura dan menariknya kebelakang tubuhnya.
"Krish, cepat bawah Ayura keatas" Teriak Ardiansyah dari depan dengan menarik tangan isteri nya.
Memerintahkan Krishna agar cepat pergi meninggalakan aula hotel.
Terdengar tembakan dari belakang membuat para tamu yang belum mengetahui kejadian yang sesungguhnya langsung berteriak histeris. Ada yang langsung tiarap ada juga yang langsung berlari keluar aula.
Keadaan menjadi tak terkendali, saat seseorang berteriak untuk segera amankan Ayura.
"Segera Lindungi Ayura dan bawa dia pergi dari sini." Teriak seseorang
Tubuh Ayura menegang, mendengar teriakan itu, emangnya ada pa dengan dirinya, kenapa mereka hanya mengamankan dirinya, kenapa tidak dengan tamu tamu yang lainnya
Apa dirinya dalam keadaan bahaya.
Tapi tunggu suara itu, dia kenal dan tahu siapa pemilik suara itu. Pria yang tadi sempat ditemuinya dibelakang hotel.
Wajahnya pun berubah pucat melihat lima pria bersenjata sedang mengelilingi nya.
"Lindungi Ayura, dan segera bawa dia keatas." Teriak suara itu lagi.
Dibawah Lindungi kelima pria bersenjata itu, Ayura, Krishna, Ardiansyah dan Airin dikawal ketempat yang aman, tujuan mereka saat ini adalah kamar presiden suit.
Dibelakang tubuh tegap para pengawal itu dapat Ayura lihat Papanya, Pak Bramantyo sedang menarik tubub Mama tirinya dan Angel agar bersembunyi.
Netranya bersitatap dengan Papanya, wajah Ayura terlihat tegang dan sangat kuatir dengan keadaan kedua orangtuanya. Tapi pria paruh baya itu hanya memberi senyuman dan mengangguk, Ayura dapat menyimpulkan kalau Papanya tengah memberitahu kalau mereka baik-baik saja.
Dia juga dapat melihat para tamu masih berlarian kearah pintu keluar, ada juga yang sedang bersembunyi dibawah kolom meja.
Tapi kemudian Ayura netra gadis itu membeliak saat melihat saudara tirinya pingsan dan tengah digendong oleh Papanya.
Seketika Ayura menepis tangan Krishna yang sedang merangkulnya.
"Angel...!!!" Teriak Ayura. Melepaskan cengkrman tangan Krishna. "Krish, lepas kan Krish! Angel pingsan.!!!
__ADS_1