Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Wanita Siluman


__ADS_3

Dua hari ini hubungan ayura dan Krishna sudah sedikit membaik. Keduanya bahkan sering menghabiskan makan dan nge teh bersama ditaman samping. Tempat favorit nya Ayura.


Walaupun Krishna sadar Ayura masih menjaga jarak tapi itu tidak masalah. Baginya asalkan Ayura tidak merengek minta pulang saja itu sudah lebih baik.


Tapi satu yang tidak diketahui Ayura kalau kondisi Krishna belum begitu stabil. Kesehatan nya belum baik-baik saja.


Hingga suatu hari saat melewati ruangan Krishna dia sempat mendengar percakapan seorang dokter dan perawat yang mengatakan kalau kondisi Krishna masih belum stabil, dan dia harus dirawat dirumah sakit dengan peralatan yang lengkap tapi Krishna malah menolak permintaan sang dokter.


Ayura menjadi iba mendengar itu. Selama beberapa hari divila ini, tak pernah dirinya masuk kedalam ruangan Krishna. Karena mereka banyak menghabiskan waktu dikamar Ayura kalau nggak di taman samping yang menjadi tempat favorit Ayura.


Dan hari ini dia memberanikan diri mengetuk ruang kerja Krishna yang juga dijadikan kamar pria itu.


Tok...


Tok...


Tok...


Tak berselang, pintu dibuka dari dalam dan ternyata Adam lah yang membukukan pintu untuk nya.


Adam langsung tersenyum. "Nona. Apa mau bertemu dengan Tuan Krishna..?"


Ayura mengangguk. "Iya Dan. Apa boleh..?"


"Tentu saja boleh, ayo masuk."


Adam pun langsung mempersilahkan Ayura masuk.


Saat masuk Ayura melihat Krishna sedang terbaring diatas kasurnya. Krishna sendiri begitu kaget saat melihat Ayura berada didalam ruangannya.


"Hai! Apa aku mengganggu waktu istirahat mu..?"


"Ay.." Krishna yang kaget sontak beranjak dari kasurnya tapi Ayura langsung mencegahnya.


"Tetap berbaring aja Krish." Cegat Ayura langsung berlari kearah Krishna meminta pria itu tetap berbaring, tapi pria itu malah menertawakannnya.


"Aku tidak papa Ay. Aku nggak sakit parah kok." Bantah Krishna dibarengi kekehan membuat Ayura berdecak. "Ada apa kesini..? Kangen ya..?" Canda Krishna membuat Ayura kembali berdecak, tapi kemudian dia pun tersenyum kecil mendengar candan Krishna.


Karena selama beberapa hari disini Krishna lebih banyak diam, dan tak pernah mengajaknya bercanda seperti ini.


Interaksi keduanya pun sangat lah kaku. ada kecanggungan antara mereka berdua. Ayura yang sedang menjaga hatinya agar tak jatuh kedalam pesona Krishna karena hatinya sudah ditempati Abi.


Dan Krishna sendiri berusaha menjaga lisan dan sikap agar Ayura merasa nyaman. Dan tak terus meminta untuk pulang.


"Kamu kan memang masih sakit. Lihat wajah mu, masih pucat Krish. Jangan memaksa kan diri. Kamu harus dirawat tau."


"Siapa yang meminta mu untuk mengatakan itu, apa dia..?" Tanya Krishna sembari melirik Adam.

__ADS_1


"Ck! Bukan Adam yang meminta ku untuk mengatakan itu Krish. Tapi memang aku tahu kamu itu lagi sakit dan harus dirawat. Kenapa ngeyel banget sih."


Hati Krishna menghangat mendengar kekuatiran Ayura.


"Aku nggak papa, Ay. Mereka tuh yang berlebihan. Udah Ah. Lupakan penyakit ku. Ayo ikut aku, kita ngobrol diluar saja. Disini pengap, bau Obat." Ujar Krishna kemudian mengajak Ayura keluar ke balkok kamar. " Kamu pergilah." Ucapnya mengusir Adam.


Keduanya kini berdiri dibalkon kamar Krishna. Sayangnya pemandangan dibalkon kamar Krishna tak seindah kamar Ayura yang bisa melihat taman depan dan samping yang memperlihatkan bunga bunga cantik yang beraneka ragam. Ditambah dengan pemandangan pegunungan yang begitu hijau membuat sejuk mata memandang.


Sedangkan dibalkon kamar Krishna hanya memperlihatkan taman belakang yang lebih didominasi pohon pohon yang menjulang tinggi, ditambah lagi dengan beberapa kandang binatang buas seperti harimau, singa dan chita.


Krisha sendiri sedari tadi terus menatap Ayura yang hari ini terlihat cantik dan seksi dengan Ayura yang kini tengah memakai kamija putih miliknya yang membuat gadis itu terlihat sangat cantik dan bersinar.


Dia bersyukur, kamija yang digunakan Ayura selama ini panjangnya selalu tepat dilutut hingga tidak bisa memprlihatkan paha mulusnya.


Itu sebabnya dia melarang semuah pengawalnya untuk tidak berkeliaran didalam vilanya, karena dia tidak ingin mereka melihat Ayura dengan penampilan yang baginya sangat seksi dan cantik ini.


Dan kalau pun mereka harus duduk ditaman depan atau samping, maka dia terlebih dahulu mengusir para pengawal yang sedang berjaga itu.


"Kenapa senyum senyum..?" Tanya Ayura memecah lamunan Krishna .


"Boleh aku tanya sesuatu..?" Ayura mengangguk.


Krishna kemudian tersenyum " Kenapa memakai pakaian ku..? Bukankah dilemari ada banyak pakaian wanita.?"


Ayura berdecak dan membuang muka, bibirnya bahakn sudah maju beberapa centi. Hal ini membuat sudut bibir Krishna tertarik keatas.


"Aku tidak mau memakai pakaian wanita siluman itu." Jawaban Ayura membuat alis Krishna terangkat sebelah.


"Wanita siluman..?" Beo Krishna.


"Ck! Teman masa kecil mu. Pakayan itu milik dia kan, kamu pasti menyiapkan untuk nya. Aku tidak mau membuat dia marah saat datang kesini dan melihat ku memakai pakayan yang kau belikan untuknya. Aku tidak ingin kami kembali bertengkar dan membuat mu berada diposisi yang sulit, membelanya dan mengabaikan ku. Itu menyakitkan." Seloroh Ayura, kemudian membuang muka, menutupi kekecewaan nya bila mengingat kejadian saat itu.


Nyut...


Hati Krishna berdenyut ngeri. Sakit.. Ingin sekali dia menarik tubuh Ayura, memeluknya erat dan mengatakan beribu ribu maaf.


"Kenapa kau berpikiran itu pakayan milik wanita siluman itu..?" Pertanyaan Krishna membuat netra Ayura membola. Gadis itu terlihat memelototin Krishna karena mendengar Krishna mengatakan teman masa kecilnya dengan sebutan wanita siluman. Julukan yang dia berikan.


Dan ekspresi Ayura membuat Krishna mengatupkan bibir demi menahan tawa.


"Kenapa kamu mengatakan teman masa kecil mu dengan sebutan itu..?"


"Karena dia memang wanita siluman kan...?"


"Ha..."


Krishna kembali mengulum senyum. "Kamu belum mengatakan alasan mu, kenapa memakai bajuku, apa kamu berniat menggoda ku..?"

__ADS_1


Pertanyaan Krishna membuat Ayura melotot. "Untuk apa aku menggoda mu, kita kan bukan siapa siapa lagi."


Nyess....


Ucapan santai Ayura membuat hati Krishna tercubit. Rahangnya terkatup, dia memejamkan matanya. Mencoba merileksasikan suasan hatinya yang berantakan. Ayura benar benar sudah menegaskan hubungan mereka.


"Dimana wanita itu..?"


"Siapa..?" Tanya Krishna dengan berpura-pura tidak tahu siapa yang dimaksud Ayura.


"Ck! Siapa lagi. Wanita mu."


"Dia bukan wanita ku. Sampai kapan pun" Ayura melirik sekilas kemudian membuang muka. Sedangkan Krishna hanya tersenyum getir.


"Apa kau ingin mendengar sebuah cerita..?" Tanya Krishna. Ayura terlihat hanya diam tapi kemudian gadis itu mengangguk pelan. "Tapi berjanjilah untuk tidak memotong cerita ku." Ayura kembali mengangguk pelan.


Krishn lalu mengajak nya duduk dikursi panjang pada balkon kamar. Keduanya duduk bersisian.


"Kamu masih ingat kan cerita ku tentang gadis masa lalu ku..?" Ayura mengangguk malas. Krishna hanya tersenyum. "Aku mencarinya selama ini hingga mengabaikan tanggung jawab ku pada Yudistira Entertaiment, dan membuat hubungan ku dengan kak Abi memburuk bahakn sampai sekarang." Tatapan Krishna terfokus kedepan.


"Aku berjanji pada gadis itu untuk mencarinya dan menikahinya bila dewasa nanti."


"Iya aku masih ingat cerita mu. Apa kau akan menikahi gadis itu..? Pasti iya, kamu bahkan sudah menyiapkan semuah pakayan nya disini, apa kalian akan tinggal disini..?" Cercah Ayura membuat Krishna menghela nafas pelan.


"Sssttt!" Krishna melatak jari telunjuknya dibibir Ayura. "kamu sudah berjanji untuk tidak memotong cerita ku."


Ayura kemudian ingin menurunkan tangan Krishna yang masih menempel dibibir nya, tapi Krishna langsung menggenggam tangannya. Ayura ingin menariknya tapi Krishna semakin mempererat genggamannya.


"Biarkan seperti ini Ay." Akhirnya Ayura hanya pasrah. Tapi sesungguhnya dia merasa tak nyaman


Entah mengapa dia selalu merasa canggung dan tak nyaman berada disamping Krishna. Luka yang ditoreh pria itu terlalu dalam dan begitu sakit membuatnya seakan mati rasa pada pria itu.


"Terlalu memikirkan gadis masa lalu ku hingga dengan gampangnya seseorang masuk kedalam kehidupanku, membodohi dan membohongi ku habis habisan. Dan membuat hubungan kita hancur berantakan. Aku akui aku sangat bodoh." Suara Krishna terdengar sangat menyesal.


"Seharusnya aku mendengarkan mu dan Adam, dan tak mempercayai wanita siluman itu." Ucap Krishna dengan senyum mengejek. Menertawakan kebodohannya.


Kening Ayura terlipat halus, seperti sudah bisa menarik benang benang merah dari cerita Krishna, tapi dia hanya bisa mendengar tanpa mau mencelah seperti janjinya.


Dia tahu Krishna sedang bersedih sekarang, telrihat dari tatapannya yang sendu dan menerawang. Dia bahkan membiarkan saja Krishna menggenggam tangannya dibawah sana


"Terlalu senang saat mengetahui gadis masa lalu ku sudah diketemukan, membuat ku tidak mengecek lagi kebenarannya. Aku bahkan menutup mata dan telinga ku, untuk kejanggalan yang kutemui saat bersama wanita siluman itu, dia begitu pintar hingga bisa masuk kedalam hidup ku dan membohongi ku habis habisan." Setetes air mata penyesalan jatuh dipipi pria itu.


"Krish..." Ayura mengusap air mata itu, Krishna kemudian menarik tangan Ayura dan mengenggamnya. Hingga kini kedua tangan Ayura sedang digenggam oleh Krishna. Ayura membiarkan saja. Krishna sedang tidak baik baik saja, dan pria itu membutuhkan sebuah kekuatan untuk saat ini.


"Gara gara dia aku bahkan membuat gadis yang sangat kucintai terluka secara fisik dan psikis nya. Aku benar-benar menyesal Ay." Sesal Krishna dan menatap dalam manik hitam Ayura dengan netra berkaca kaca.


"Dan satu kebodohan terbesar ku adalah tidak mengetahui satu fakta besar kalau gadis yang kucari selama ini ternyata ada disisi ku, dan dia adalah kekasih ku sendiri."

__ADS_1


" Haaa..??? A..apa maksud mu Krish..?


__ADS_2