
"Ayo jalan" Interupsi Abi ketika sudah dalam mobil, tepatnya duduk di sebelah Ayura.
"Pak..Kenapa Bapak disini, Bapak tuh sakit dan seharusnya istirahat." Ucap Ayura kaget bercampur perhatian membuat Abi tersenyum senang
"Dengarlah Willy, aku seperti seorang suami yang sedang diomelin isteri" Usil Abi , Willy hanya tersenyum tipis melihat dari kaca spion depan, sedangkan Ayura jadi kaget.
"Ah.. Bukan itu maksud aku Pak."
"Aku juga becanda Ay, kenapa wajahmu jadi merah begitu..?" Goda Abi.
Spontan Ayura menangkup kedua pipinya, mencoba menyembunyikan wajahnya yang memerah seperti kata Abi.
Gadis itu kemudian berdecih kesal. "Jangan becanda Pak, aku serius kenapa Bapak ikut..?"
"Aku nggak rela kamu hanya bedua dengan nya dalam satu mobil" Ucap Abi sambil melirik Willy
"Kenapa..?" Tanya Ayura polos.
"Aku cemburu" Ucap Abi spontan, membuat Ayura tertegun sedangkan Si Willy mendelik kesal.
Pria itu lalu meraih tangan Ayura dan menggenggam nya, Ayura yang kaget langsung menarik nya, tapi genggaman Abi begitu kuat
"Pak.." Pekik Ayura tak Terima.
Bukanya melepaskan Abin semakin mengeratkan genggaman. "Ay, lihat apa disana." Abi menunjuk dibelakang Ayura, spontan gadis itu berbalik, dan tanpa membuang waktu Abi lalu menyandarkan kepalanya pada bahu gadis itu.
"Eh.. Pak." Ayura kaget dan langsung mendorong kepala Abi.
"Biarkan seperti ini Ay, Aku mohon aku mengantuk, bangunkan aku bila sudah sampai"
Ayura yang hendak menolak pun menjadi tak tega,perlakuan Abi seperti ini membuat dia tak nyaman.
Ayura mengerti mungkin Abi sedang lelah, apalagi melihat wajahnya yang masih babak beluk begini, membuatnya tak tega, tapi sesungguhnya sekarang ini detak jantungnya jadi berantakan.
Abi bahagia Ayura tidak menolak ataupun mendorong kepalanya, sebenarnya dia tidak tidur dia hanya ingin menikmati waktu bersama Ayura.
Mobil telah sampai, Ayura lalu membangunkan Abi dan ternyata dia ketiduran.
"Terimakasih banyak Pak sudah diantar."
"Ck! Aku yang harusnya berterimakasih, kamu sudah mau meluangkan waktu mu untuk datang mengobati luka ku. Hati hati besok, ingat sering mengabari aku dan selalu kirim foto mu." Pesan Abi panjang lebar, seperti sedang melepas kepergian seorang kekasih.
Sedangkan Ayura gadis iitu melongo mendengar serentetan pesan abi. "Baik Pak, Bapak juga jangan lupa untuk selalu mengobati lukanya"
Abi menghela nafas kasar. "Aku selalu lupa karena sibuk bekerja" Dusta Abi menarik simpati Ayura. Dan ternyata berhasil
"Aku usahakan untuk mengingatkan Bapak, nanti."
"Benarkah..?"
Ayura mengangguk. Gadis itu lalu permisi hendak pergi tapi Abi kembali menahan lengannya. "Ay, disana sedang musim dingin, jangan lupa bawa jaket yang kubelikan kemarin, hmm..? Ingatkan Abi dengan senduh.
Sesungguhnya dia sangat berat harus berpisah dengan Ayura, terbesit pikiran jahatnya untuk mengurung Ayura didalam Apartemen nya tapi itu tak mungkin, gadis itu pasti sangat marah, belum lagi Papanya yang sekarang sangat membencinya.
" Iya Pak! Aku sudah menyimpan nya didalam koper."
Ayura lalu turun dari mobil, melihat mobil Papanya tidak ada digarasi membuat nya sedikit lega.
Abi menatap nanar kepergian Ayura, "Will, apa aku harus menyabotase kepergiannya besok..? Atau bagaimana kalau aku culik saja dirinya..?" Tanya Abi frustasi. Bersandar pada sandaran kursi, pria itu memejamkan matanya. Sesungguhnya dia tidak sungguh sungguh dengan niatnya. Dirinya terlalu galau hingga berkata yang aneh aneh.
Sedangkan Willy dia tidak merespon ucapan Abi karena dia tau Abi tidak sungguh sungguh dengan ucapannya, dia tahu Bosnya sedang galau saja.
Kalau saja saingannya bukan Krishna, mungkin saja dia bisah merealisasikan keinginan Abi.
Tapi kali ini dia tidak bisa banyak membantu sang atasan karena saingannya kali ini adalah pria yang sama kutanya, dan sama sama memiliki kekuasaan dan pengaruh.
Willy sangat prihatin dengan Abi, baru kali ini dia menemukan cinta pertamanya, dan kehadiran Ayura sudah mengubah pria itu menjadi manusia seutuhnya yang punya perasaan, bisa tersenyum, tertawa dan bahkan pria itu terlihat menjadi pandai menggoda bahkan modus pada Ayura.
*
*
*
Pagi pagi sekali Krishna telah berada dirumah Ayura untuk menjemputnya. Setelah pamitan pada Bramantyo keduanya langsung menuju bandara.
Disana keduanya langsung menuju jet pribadi milik Krishna. Ayura tertegun melihat pesawat pribadi milik Krishna.
__ADS_1
"Ayo Ay." Ajak Krishna lalu menarik tangan Ayura
"Apa kita akan naik pesawat ini..?".Tanya Ayura sembari menunjuk pesawat di depannya ini.
Krishna tersenyum " Iya Ay, Ayo!"
"Apa kamu suka..?".Tanya Krishna saat keduanya sudah didalam pesawat.
Ayura mengangguk. " Aku tidak menyangka kamu sekaya ini Krish." Pandangan menyapi seisi pesawat itu, Ayura benar-benar merasa takjub.
Krishna terkekeh. "Kalau kamu senang, mulai sekarang aku akan sering mengajak kamu jalan jalan"
Ucapan Krishna membuat atensi Ayura teralihkan, netra gadis itu lalu menatap netra Krishna yang sedang menatap nya. Keduanya lalu saling menatap untuk beberapa saat.
Ayura lalu membuang muka. "Apa itu bisah..? Aku kan kerja Krish, kalau seperti ini lama lama aku bisah dipecat."
Krishna mendesah, Ayura belum mengetahui siapa dirinya, dan dia belum siap untuk mengungkapkan yang sesungguhnya, dia yakin gadis ini pasti shock dan dia tak ingin merusak suasana bahagia mereka.
Biarlah saat mereka pulang nanti dia akan mengatakan semuah tentangnya. Tentang hubungan nya dengan Abi dan kepemilikan Yudistira entertainment.
* * * * *
Kurang lebih 7 jam Pesawat mereka akhirnya mendarat di Bandar Udara Internasional Haneda Tokyo. Sebuah sedang mewah telah menunggu, keduanya beserta Adam langsung bergegas naik kedalam sedan mewah itu.
Ayura sepertinya speclees dengan semuah kemewahan yang Krishna suguhkan. Dia tidak menyangka sebagai artis Krishna memiliki kekayaan dan kekuasaan yang begitu besar.
Didalam mobil, Krishna lalu meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Kami telah sampai, temui aku di kafe XXX" Ucap Krishna saat panggilan terhubung.
"Jangan lupa ajak adikku, aku sudah sangat merindukannya." Tambahnya lagi.
"Ck! Aku sudah berada dikampus nya untuk menjemputnya." Jawab pria diseberang
"Baiklah, sampai jumpa disana."
Panggilan berakhir, Krishna memulas senyum bahagia. Di lalu melirik gadis di sampingnya yang sedang menikmati pemandangan Kota Jepang.
Melihat jaket Ayura yang tidak terkancing dengan benar, dia lalu membetulkan resleting jaket Ayura. "Pakai jaket mu dengan benar, Disini sangat dingin Ay." Ucap Krishna sambil membetulkan resleting jaket Ayura.
"Eh..." Kaget Ayura.
"Nggak papa kan kita nanti ke kafe dulu..?"
"Kita mau bertemu dengan siapa." Ayura mendengar pembicaraan Krishna dengan seseorang di telpon tadi.
"Adikku, dia sangat cantik dan aku yakin kamu pasti Sangat menyukainya." Ucap Krishna penuh binar.
"Adik..? Kamu memiliki adik..?"
"Hmmm." Krishna mengangguk "Adik sepupu." Jelas nya.
Ayura ber "oh"ria kemudian mengangguk.
Mobil mereka telah sampai di sebuah kafe yang dimaksud Krishna, Krishna lalu mengajak Ayura turun, sedangkan Adam langsung ke hotel untuk menyimpan koper mereka.
Keduanya sudah duduk didalam kafe dan telah memesan minuman, berhubung jam makan siang sudah lewat, keduanya hanya memesan minuman.
Tak berselang terdengar teriakan lembut memanggilnya nama Krishna, membuat Krishna dn Ayura langsung menoleh kearah suara.
Terlihat seorang gadis berusia 18 tahun sedang berlari kearah mereka.
" Kak Krishna "Teriak gadis itu langsung menubruk tubuh Krishna.
" Aku sangat merindukan mu kak."Ucap gadis itu memeluk erat tubuh pria itu.
Krishna terkekeh, "Aku juga sangat merindukan mu gadis kecil ku." Balas Krishna kemudian menoel hidung gadis itu.
"Mana kakak mu..?"
Gadis itu kemudian menoleh kebelakang. "Tuh orangnya" Tunjuk gadis itu masih dalam dekapan Krishna.
Tak berselang datangah seorang pria tampan yang merupakan kakak sigadis.
"Sudah kangen kangen nya, ayo duduk!" Ucap Pria itu kemudian menarik lengan sigadis. Membuat bibir gadis itu mengerucut tajam.
Krishna terkekeh melihat interaksi kedua sepupu nya. Begitu juga Ayura dia pun tersenyum.
__ADS_1
"Kenapa kamu memisahkan kami Ro, kamu nggak tau apa kalau aku sangat merindukan gadis kecil ku ini." Ucap Krishna sembari mengacak rambut gadis itu.
"Amel bukan gadis kecil lagi kak." Bantah gadis itu sembari memukul tangan Krishna yang mengacak rambutnya.
"Hei! Kamu tuh tetap gadis kecil bagi kakak Mel. Aduh kenapa kamu semenggemaskan ini sih dek. Apa kamu betah disini, kakak mu nggak macam macam sama kamu kan, nggak buat sedih kan..?" Tanya Krishna sembari melirik pria tampan yang bernama Hiro.
Gadis itu kemudian melirik Hiro kemudian mencibir "Sering kak. Kak Hiro sering jahatin Amel." Aduh Amel pada Krishna membuat Hiro mendelik kesal. Sedangkan Amel malah mengejek Hiro dengan memajukan bibir nya lima centi.
Sontak saja membuat Krishna dan Ayura terkekeh.
"Eh, ada gadis cantik, siapa nih, Pacarnya kaka Krish ya..?" Tanya Ayura setelah menyadari ada seorang gadis diantara mereka
"Oh iya, sampai lupa. kenalkan Ro, Amel ini Ayura."
"Ayura, ini Hiro dan Amel, sepupu aku. Hiro kerjanya disini. sedangkan gadis kecil ku ini kuliah." Jelas Krishna sembari menoel hidung Amel membuat gadis itu memekik kesal sedangkan Hiro sudah memasang wajah masam melihat adik kesayangan diusilin Krishna.
Ketiganya pun langsung berkenalan.
"Apa ini pacarnya kak Krishna..?".Tanya Amel pada Krishna
" Belum, tapi lagi otw, doain ya.".Bisik Krishna pada Amel, tapi masih didengar Ayura.
"Krish.." Ayura mendelik
"Hehehe, maaf Ay. Becanda."
"Kamu sendiri apa sudah punya pacar..?" Tanya balik Krishna
"Belum juga sih, tapi lagi otw, hehehe.." Ucap Amel sembari melirik Hiro, dibalas tatapan dingin oleh Sang kakak.
Dari dulu, Hiro memang sangat cemburu melihat kedekatan Krishna dengan adik angkat nya ini. Karena jika ada Krishna Amel selalu menempel pada pria itu dan mengabaikan nya, membuat nya tak suka.
Kalau bukan karena rengekan sang adik, tidak mungkin dia akan memgajaknya kesini menemui Krishna.
"Kakak tahu, kamu pasti nggak diizinin sama dia untuk pacaran kan..?" Ucap Krishna sembari melirik Hiro. "Jangan kan pacaran kamu juga pasti dilarang bersahabat sama laki laki kan..?"
Tebak Krishna membuat Hiro berdecak kesal, Dari tadi dia memang hanya diam dan tak pernah tersenyum.
"Terus.. apa kakak mu sudah sembuh..? Sudah punya pacar..?" Bisik Krishna tapi masih bisa didengar.
Ayura melirik Hiro dengan takut. "Kenapa kak Krishna nggak Tanya langsung saja sama orang nya. Kalau Amel jawab takut jadinya malah gibah, takut dosa" Canda Amel melirik Hiro.
Seperti biasa Hiro hanya memesan wajah datar, Amel hanya bisah nyengir.
"Ro..." Belum juga Krishna melanjutkan kata katanya, Hiro sudah membentaknya.
"Apa..?"
"Ahhh, nggak jadi. Huff kamu memang nggak pernah berubah, selalu kaku. Sama persis kak Abi. Kalian itu satu spesies harusnya tinggal satu tempat, biar nggak menular pada yang lain."
Ucapan Krishna membuat Ayura langsung memandang nya. Dia mendengar Krishna menyebutkan Kak Abi.
"Emang kak Abi masih kaku ya kak..?"
"Yah masilah, emang itu sifat bisa dirubah, lihat saja kakakmu, masih juga kaku kan..?"
Amel lalu melirik Hiro "Iya juga sih.".Ucap gadis itu sembari mengangguk mengiyakan ucapan Krishna.
Mereka berdua nggak sadar saja kalau percakapan mereka membuat Hiro bertambah murka, menatap Amel dan Krishna dengan kesal.
Sedangkan Ayura, gadis itu terpaku masih mencerna ucapan Krishna tadi. Dia yakin Abi masih ada hubungan dengan ketiga manusia di depannya ini. Tapi hubungan apa..?
Hiro dan Amel pun ikut memesan minuman ke empat nya pun terlihat mengobrol, sebenarnya Ayura masih penasaran dengan status Abi, tapi dia coba menekan rasa penasarannya itu.Mungkin nanti dia akan menanyakan pada Krishna.
Ayura pun berbaur sesekali menimpali percakapan ketiganya, dia bahkan tertawa melihat Amel yang selalu dikerjain Krishna.
Dia tidak menyangka Krishna bisa seusil ini.
Amel terlihat sesekali kesal, ngambek dan bahkan mengerucutkan bibir nya, membuat Ayura merasa lucu. Benar saja kata Krishna, dia langsung menyukai tingkah gadis itu
Siang berlalu, malam pun beranjak, mereka pun akhirnya saling berpamitan.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
EHH ADA YANG SEDANG MAIN KELAPAK AYURA AMA KRISHNA.
BUAT YANG SUDAH BACA CS "MENCINTAI ADIK ANGKAT KU" PASTI SUDAH KENAL DENGAN PASANGAN THE BEST INI. AMELIA BAGASKARA DAN HIRO BAGASKARA.
__ADS_1
BAGI YANG BELUM BERKENALAN DENGAN PASANGAN TERFAVORIT NYA AUTHOR INI SILAHKAN KUNJUNGIN LAPAK MEREKA DENGAN JUDUL "MENCINTAI ADIK ANGKAT KU" DIJAMIN BAGUS.
ADA BUCIN,. POSESIF, SUKA MAUPUN DUKANYA. DIJAMIN KEREN... (HEHEHE... MAAF AUTHOR NGIKLAN.)