Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Bubur Ayam


__ADS_3

Dikediaman Yudistira.


Setelah kepulangan Ayura, Pak Ardiansyah langsung menuju ke kamarnya. Pria paruh baya itu kemudian memilih mendekam dikamar.


Padahal biasanya setelah jam makan malam dia selalu menemani isterinya menonton sinetron favoritnya.


Airin yang tahu suaminya masih mendekam dikamar, berinisiatif menyusulnya. Dia mematikan tivinya, nggak seru nonton nggak ada Paksu, pikirnya.


Saat memasuki kamar, suasana nya sedikit temaram. lampu kamarnya nya sudah padam berganti lampu tidur.


Terlihat suaminya sedang berdiri menghadap jendela kamar yang korden kamarnya sedikit terbuka.


Dahi Airin mengkerut, merasa sedikit aneh, suaminya tidak pernah seperti ini.


"Pah, ada apa..?" Sapa Airin mendekati suaminya.


Pria paru baya itu menoleh sebentar "Tidak ada apa apa Mah. Sudah selesai nonton sinetron nya..?" Tanya Ardiansyah mengoceh sang isteri.


Tapi Airin tidak menggubris pertanyaan suaminya. Perempuan itu semakin mendekat dan mengulangi pertanyaannya. "Ada apa..? Apa ada yang Papa pikirkan..?"


Ardiansyah menggeleng.


"Jangan bohong Pah, Mama yakin sesuatu sedang terjadi. Papa menjadi diam setelah makan malam tadi. Ada apa Pah, jangan buat Mama kepikiran."


Ardiansyah menghembus nafas kasar. " Aku hanya memikirkan percintaan Krishna dan gadis itu. Sepertinya Abi juga menaruh hati pada gadis itu."


Ardiansyah memang menyadari cinta segitiga yang tengah menjerat kedua putranyaa, tapi sesungguhnya ada masalah yang lebih serius lagi, membuat dia menjadi pikiran dan sedikit gelisah.


Tapi dia tidak ingin menceritakan masalah yang satunya lagi, takut isterinya kepikiran.


"Iya Pah, Mama juga kepikiran masalah itu. Abi sangat menyukai Ayura, dia selalu tersenyum bahkan tertawa bila bersama gadis itu. Mama juga pernah meminta Ayura menjadi mantu Mama, maksudnya buat Abi, eh taunya malah jadian sama Krishna."


Airin menghela nafas sebentar. "Mama kira setelah Krishna mengambil alih perusahaan Yudistira Entertainment, semuanya menjadi baik baik saja. Tapi sepertinya tidak, keduanya bahkan masih saling menyerang bahkan itu dihadapan kita Pah. Bagaimana ini..?" Airin sudah terisak.


Ardiansyah langsung memeluk tubuh isterinya yang sedikit bergetar. "Jangan sedih Mah, Papa janji akan menyelesaikan masalah ini, hmm. Sekarang kita tidur, besok Papa harus menghadiri peralihan kepemimpinan Krishna."


Airin mengangguk


keduanya pun lalu tidur, bukannya langsung terlelap, keduanya malah terjaga dengan pikiran masing masing dengan mata terpejam.


*


*


*


Pagi menjelang, matahari sudah bertengger cantik di ufuk Timur dengan sinar merah kebanggaan nya.


Nampak seorang gadis masih terlelap dengan perban yang menempel di keningnya.


Tiba-tiba bunyi vibrasi ponsel memecah kesunyian. Ayura langsung terjaga.

__ADS_1


Gadis itu dengan enggan, meraba raba atas nakas mencari ponselnya tanpa berniat membuka matanya. Dia masih terlalu ngantuk.


Dapat... Walaupun dengan sedikit kesusahan dia akhirnya mendapatkan ponselnya. Dengan sedikit membuka matanya, dilihat nama sang pemanggil yang sudah dengan lancang mengganggu tidur indahnya


"Nanda..." Gumamnya.


"Halo Nan, ada apa pagi pagi udah gangguin orang." Ketus Ayura


" Ya ampun Ay, ini tuh bukan lagi pagi tapi udah siang Tuan Putri.Lagian enak banget pulang pulang dari Jepang, nggak ngehubungin kita. Udah songong lu yah sekarang." Sarkas Nanda


"Ck! Ribut lu...Tapi benar deh aku nanyanya, ada apa..?"


Terdengar suara kekehan diseberang. "Aku cuma mau kasih tau kalau pagi ini aku jemput ya, kita barengan ke kantornya, aku pingin dengar cerita mu saat berlibur di Jepang, sekalian ambil oleh olehnya, hehehe.."


"Cih! Ada udang dibalik bakwan" Umpat Ayura


"Enak nih.." Timpal Nanda sambil terkekeh. Ayura pun ikut tergelak kecil.


"Tapi maaf Nan, hari ini aku belum bisa kekantor, aku lagi nggak enak badan." Tak ingin menceriakan kejadian yang sesungguhnya. Ayura memilih berbohong.


"Kamu sakit apa Ay..?" Terdengar nada kuatir dari seberang. Ayura menyadari itu, hati nya menghangat. Walaupun pertemanan mereka baru sebentar tapi baik Nanda dan Putri sangat tulus dan baik.


"Hanya kecapean. Tapi besok aku sudah masuk. kantor kok."


"Yah... berarti nggak bisa ketemu dong hari ini. Padahal aku udah kangen banget loh Ay. Eh... bagaimana kalau nanti soreh aku dan Putri kerumah, ngejengukin kamu sekalian ambil oleh-oleh nya, hehehe... "


Ayura pun terkekeh. "Baiklah, aku tunggu ya..Eh Nan tolong izinin aku sama Pak Abi yah say.".Pinta Ayura


"Plisss Nan, kalau kamu nggak mau izinin, aku nggak bakalan bagi oleh olehnya." Ancam Ayura.


Kejadian di kediaman Yudistira semalam dengan sikap dingin Abi kepadanya, membuat dia enggan untuk menghubungi pria itu. Ayura masih takut disindir oleh Abi lagi.


Terdengar helaan nafas diseberang. "Baiklah aku akan sampaikan izin kamu sama Pak Abi, puas kamu..?"


Ayura tersenyum puas. "Terimakasih bestie." Panggilan pun terhenti.


Setelah berbicara dengan Nanda, Ayura yang sedari tadi masih berbaring diatas kasur langsung memilih bangun dan bersanda pada head boardnya.


Dia lalu menghubungi Krishna, agar pria itu tidak usah menjemputnya. Bisa gawat kalau sampai tau Ayura terluka seperti ini.


Panggilan terhubung.


"Halo sayang, selamat pagi. Apa kamu merindukan ku, hingga pagi pagi buta sudah menghubungi ku..?


Ayura berdecak, dan menyembunyikan senyum senang nya.


" Ada apa..? Apa kamu sudah sarapan..?" Tanya Krishna perhatian.


"Belum Krish, aku baru bangun."


"Ya ampun gadis pemalas." Ejekan Krishna membuat Ayura terkekeh.

__ADS_1


"Aku masih cape Krish.Rencananya hari ini aku nggak mau kekantor dulu, mau istirahat dirumah saja. Boleh ya..?" Tanya Ayura dengan manja.


Krishna menghela nafas kasar. Pria itu sedikit kecewa Ayura tak jadi kekantor. Pada hal dia ingin kekasihnya menemaninya saat hari penting ini. Tapi dia juga tidak bisa memaksa. Ayura sudah banyak mengalah dan mengikuti semuah maunya. Sekarang dia tidak ingin memaksa apalagi alasan gadis itu kelelahan.


"Baiklah, istirahat saja dirumah. Nanti malam aku akan menemui mu. Aku merindukan mu."


"Makasih banyak Krish. Aku matiin ya."


Tanpa menunggu balasan Krishna, Ayura langsung mematikan panggilannya. Karena dilihat Angel sedang berjalan masuk dengan nampan ditangannya. Bisa ditebak Ayura itu pasti makanan sarapannya.


"Kamu baru bangun..? Ck ck ck, dasar gadis pemalas. Cepat cuci muka dan gosok gigimu, setelah itu lekas sarapan dan minum obat mu. Sebentar lagi Dokter Dani akan datang memeriksa luka mu." Omel Angel panjang lebar membuat mata Ayura terbelalak.


"Ya ampun, cerewet sekali kamu, kaya emak emak sein kanan belok kiri." Celetuk Ayura sembari turun dari ranjang dan berjalan masuk kekamar mandi tanpa menghiraukan kekesalan Angel yang sedang memelototinya.


"Ay... awas lukanya jangan sampai tersiram air." Teriak Angel dari luar


Ayura tersenyum, hatinya menghangat. Dia merasa senang Angelbegitu peduli padanya, dia merasa seperti memiliki seorang saudara, semoga sikap Angel tetap baik seperti ini walaupun dia sembuh nanti. Yah Tuhan.. bolehkan aku berharap..?


Setelah menyikat gigi dan mencuci muka Ayura langsung duduk disofa kamarnya. Disana ada dua mangkok bubur ayam, dia menjadi bingung.


"Kenapa ada dua..?" Tanya Ayura menunjuk dua mangkok bubur ayam dihadapannya.


"Yah satu lagi buat aku dong. Aku juga belum sarapan tau.." Ketus Angel lalu mengambil satu mangkok bubur ayam nya.


"Kenapa nggak makan dibawah saja, kenapa harus dikamar ku..?" Protes Ayura.


"Malas, dibawah nggak ada teman, Mama dan Papa udah berangkat pagi pagi tadi."


Ayensi Ayura teralihkan "Kemana..?"


Angel mendelik bahunya. "Nggak tahu, katanya sih keluar kota."


"Nginap atau pulang..?"


Angel kembali mendelik bahunya dengan bibir yang sedikit dimajukan.


"Aiiss kau ini."


Angel sibuk dengan bubur Ayamnya tanpa menghiraukan kekesalan Ayura. Ayura kesal karena Angel memberi informasi hanya setengah setengah padanya


Tapi kemudian bibir Ayura melengkung sempurna, menyadari percakapan keduanya yang begitu nyambung. Layaknya teman ataupun seperti saudara.


"Hei! Kenapa nggak dimakan. Malah bengong lagi." Bentak Angel membuat Ayura kaget.


Buru buru dia pun menarik mangkok bubur ayam itu kehadapan nya. Tapi saat dia mau menyuapi bubur ayam itu dia teringat sesuatu, diletakan kembali sesendok bubu ayam itu kedalam mangkoknya.


Angel bingung melihat Ayura yang tak jadi makan. "Kenapa..?"


Ayura memicingkan matanya. "Kamu nggak meracunin bubur ku ini kan..?" Tanya Ayura penuh waspada


🌿🌿🌿🌿🌿 **BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


HARI INI SENIN YA GAEESS, MINTA VOTENYA.. 😊😊😊πŸ₯°πŸ₯°**


__ADS_2