
Matahari telah bersembunyi sempurna diufuk Barat,tanda hari beranjak malam, menggantikan lampu lampu jalan Yang mulai bersinar menerangkan jalanan yang mulai menggelap karena cahaya bulan belum sepenuhnya bersinar terang.
Yudistira Entertaiment, nampak seorang pria berbadan atletis dengan penampilan kusut tapi tidak mengurangi sedikit pun aura tampannya. Melangkah keluar dari lobi kantor. Berjalan lesu menaiki mobil sport mewahnya.
Krishna menghembus nafas panjang, wajah lelah mengisyaratkan kalau pria itu baru saja menghadapi sebuah masalah besar.
Duduk bersandar pada sandaran mobil sambil memejam matanya. Pria itu sejenak mengistirahatkan seluruh tubuh , jiwa dan raganya.
Nampak kesunyian didalam mobil mewah itu, Adam fokus mengemudi, tak ingin sedikitpun mengusik ketenangan sang Boss, sesekali meraba sudut bibir nya terasa perih dengan darah yang sedikit mengering. Pelipisnya pun terlihat memar parah akibat hantaman sang Boss.
Ya, Dia baru saja dihajar habis habisan oleh Krishna.
Krishna mengamuk parah pada nya karena dengan lancang menyuruh Ayura datang ke hotel mengantar berkas yang tertinggal tadi pagi.
Dia begitu shock melihat Ayura tadi pagi mendatangi nya ke hotel, dan akhirnya gadis itu menyaksikan adegan yang tak seharusnya dia lihat.
Walaupun tak ada yang berlebihan dengan wanita manja itu, mereka hanya tertawa bersama tanpa ada perlakuan mesra keduanya. Tapi tetap saja Krishna merasa Ayura pasti sangat kecewa padanya melihat dia yang begitu bahagia bersama wanita yang bernama Sheren itu.
Apalagi dia tidak mengejar Ayura saat gadis itu memilih pergi tanpa memeprdulikan ajakannya sarapan bersama.
Krishna menjaga selama ini agar Ayura tidak mengetahui misi yang telah dijalankan untuk menghancurkan musuh musuhnya yang sedang menyelusup masuk dan ingin menghancurkan perusahaan nya.
Dia sudah berusaha agar gadis yang sangat dicintai setelah Mamanya , agar tidak terlibat dengan misi berbahaya yang tengah dijalankan.
Tak ingin gadis itu ikut terserer atau pun mendapat masalah dari musuh musuhnya,hingga dia menghindar dan menjaga jarak dengannya beberapa hari belakangan ini.
Tapi semuah rencananya menjadi kacau dan hampir berantakan karena kesalah Adam yang meminta Ayura untuk menemuinya di hotel.
Semuah usaha yang dibuat untuk membuat gadisnya agar tak terluka ternyata gagal, gadisnya akhirnya tahu dan menyaksikan dirinya dengan wanita lain.
Krishna tahu Ayura sangat kecewa dan bersedih ingin mengejar Ayura tapi akal sehat ya berpikir misinya hampir selesai dan kalau sampai dia bertindak gegabah maka sia sia usahanya selama ini.
Dan terpaksa dia membiarkan gadis tercintanya pergi dengan hati yang terluka. Dia hanya berharap Ayura tidak meneteskan airmata berharganya, karena kalau itu sampai terjadi maka dia akan merasa sangat bersalah.
Dan karena itulah dia menghajar Adam habis habisan. Apa lagi yang didengar Ayura tidak kembali kekantor sedari pagi. Bertambah murkalah dirinya. Wajah pria yang tak kalah tampan itu menjadi babak belur, karena merasa Adam sangat ceroboh. Pria Malang itu hanya pasrah tanpa berani untuk membantah,karena dia tahu dia juga salah .
Hening masih menyelingkup didalam mobil sampai Adam berbuka suara. "Kita akan keman Tuan..?"
Krishna menghbus nafas kasar. "Kerumah Ayura." Diam sebentar. "Aku harap dia mau menemuiku, Dam. Sampai dia marah dan menolak ku,aku tidak tahu apa aku bisa tidur malam ini." Des@h Krishna frustasi.
"Maafkan aku Tuan." Lirih Adam penuh sesal.
Krishna tak menanggapi hanya terdengar helaan nafas beratnya.
* * * * *
Mobil sport mewah keluaran Eropa memasuki pekarangan rumah gadis yang telah memporak porandakan hatinya.
Krishna beranjak keluar setelah pintu mobil dibuka dari luar oleh sang asisten.
__ADS_1
Krishna melirik keatas kamar sang gadis pemilik hati, tapi tiba tiba hatinya mencelos ketika lampu kamar sang kekasih tiba tiba padam.
Krishna dapat menebak Ayura baru saja beranjak tidur.
Dengan cepat dia melangkah masuk, takut gadsinya benar-benar sudah terlelap.
Bramantyo menyambut Krishna yang dianggap dewa penolongnya dengan antusias. Dirangkulnya pria yang hampir sama tingginya duduk disofa.
Setelah sedikit beramah tamah, Krishna mengutarakan niatnya yang ingin menemui putri dari pemilik rumah ini.
Bramantyo tersenyum dan langsung memerintahkan Angel yang kebetulan tengah lewat untuk memanggil Ayura.
Dikamar ,setelah membersihkan diri Ayura langsung ingin mengistirahatkan tubuh, jiwa dan pikirannya dari semuah masalah dan beban di hatinya itu.
Tidur sambil memeluk boneka tedy pemberian Abi, gadis itu tersenyum. Setidaknya dia bisah tersenyum dan berbahagia hari ini.
Matanya baru saja terpejam ketika pintu kamarnya dibuka. Dan munculah langkah panjang dengan mulut cerewetnya.
"Hei neng, ditungguin kekasih dibawah tuh." Ketus Angel langsung tanpa terlebih dahulu membangunkan gadis itu. Karena dia tahu Ayura belum tertidur. Karena dia baru saja dari kamar saudara tirinya ini sebelum turun kebawah
Ayura langsung beranjak dan menyalakan lampu kamarnya yang kebetulan tombol nya berada disamping atas tempat tidurnya.
Gadis itu menaikan sebelah alisnya,tanpa bersuara.
"Krishna sedang dibawah, dan dia ingin bertemu dengan mu." Jelas Angel lagi.
Ayura memcebik. "Untuk apa dia kesini malam malam..?"
Ayura mendengus dan kembali membaringkan tubuhnya sembari menarik selimut menutup sampai keleher. "Bilang saja aku sudah tidur. Aku lagi malas ketemu sama dia."
Kini Angel yang menghela nafas kesal. "Kalau ada masalah itu di selesaikan, bukannya malah menghindar. Sarankan ku temui dia dan selesaikan dengan baik baik kalau memang lagi ada masalah." Nasehat Angel bijak.
"Nggak usah sok bijak kamu, urus saja masalah mu, sipengirim bunga misterius itu."
Angel mendengus kesal. Dia tidak menyangka gadis yang sering dibully dan dijahatin selama ini ternyata keras kepala juga.
Dia tak mau ambil pusing lagi, dan segera beranjak dari kamar itu. "Terserah kamu saja." Ujarnya dan akhirnya berlalu.
Di ruang tamu, Krishna terlihat kecewa saat di dapati Angel yang tengah menghampiri dirinya dan Pak Bramantyo tanpa ada Ayura yang mengekorinya.
Apa lagi Angel mengatakan kalau Ayu sudah tidur membuat hatinya seperti tersayat sayat. Sadar Ayura sedang menghindar darinya. Gadis itu marah.
Dia tahu Ayura pasti belum terlelap karena saat menginjak kakinya di halaman rumahnya,gadis itu baru mematikan lampu kamarnya.
Tidak mungkin kan dia langsung tertidur pulas..?
Krishna memghembuskan nafas keras, mencoba tersenyum dan akhirnya pamit pulang.
Diluar, tepatnya dibawah kamar Ayura, Krishna masih berdiri, menatap jendela kamar sang gadis dengan begitu lama.
__ADS_1
Hatinya kembali sakit, dadanya pun terasa sesak, melihat korden kamar sang gadis tersingkap sedikit. Dia tahu Ayura tengah mengintipnya dari atas sana.
'Sesakit itukah hati mu, hingga tidak ingin menemuiku..?'
* * * * *
Malam kian larut tapi didalam apartemen gelap itu Krishna tak dapat memejamkan matanya. Dia terus kepikiran dengan Ayura yang sedang menghindarinya.
Hatinya sakit seperti disaat sayat, dadanya pun terasa sesak seperti dihantam gondham besar.
Adam sangat prihatin dengan nasib Tuan nya, sedari tadi belum ada makanna yang masuk kepertutnya, dia hanya sarapan tadi pagi dihotel itu pun hanya sedikit.
Apalagi kalu malam ini dia tidak bisa tidur, bisa dipastikan esok pria itu pasti akan drop .
Sudah beberapa kali dia membujuk Krishna untuk makan, bukannya mau, pria itu malah menatap tajam dirinya tanpa mau bersuara. Dia tahu Krishna masih kesal padanya.
Dia mengutuk dirinya sendiri yang telah melakukan kesalahan hingga menyebabkan Tuannya menjadi semerana ini. Perasaan bersalah kini menghantarkan dengan begitu dahsyat.
* * * * *
Masalah yang ini membuatnya semalam tak bisa tidur, tak berselerah makan, tak ada yang ingin dilakukannya kecuali segera bertemu dengan Ayura.
Hingga pagi pagi sekali dia sudah menyambanin kediaman Bramantyo dengan wajah kuyu, pucat dan bermata panda.
Bramantyo sendiri sedikit kaget melihat penampilan sang tamu, dewa penolongnya. Tapi diakuinya walaupun penampilan pria itu sedikit pucat tapi Krishna masih terlihat keren dengan setelah jas hitam dan celana berwarna senada itu.
"Eh nak Krish. Mau jemput Ayura ya..?" Tebak Bramantyo tepat sasaran.
Krishna memulas senyum. "Iya Pak. Ada hal penting yang ingin ku sampaikan padanya." Jawabnya ramah mencari alasan. Sesungguhnya dia ingin berjumpa dengan Ayura karena sudah sangat merindukan pujaan hatinya.
Bramantyo tahu Ayura sekarang menjabat sebagai sekretaris Krishna. Dan dia sangat senang itu, apalagi melihat Krishna yang begitu peduli dan perhatian pada Putrinya. Sebenarnya dia belum tahu hubungan spesial keduanya, tapi sebagai orang yang pernah muda, pernah merasakan cinta, dia dapat membaca kalau keduanya memang lagi ada something.
"Tunggu! Om akan memanggil Ayura diatas dulu." Pamit Bramntyo keatas kamar sang putri.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka, Bramantyo terkejut melihat kamar Ayura masih gelap,dengan sedikit cahaya matahari pagi yang menyembul masuk lewat celah korden yang sedikit tersingkap.
Ini tidak biasanya. Karena setahunya Ayura selalu bangun pagi pagi sekali dan berangkat kekantor selalu tepat waktu.
Takut sesuatu yang buruk menimpa putrinya,sakit mungkin. Bramantyo mendekati ranjang Ayura, duduk ditepian kasur lalu memegang lengan sang putri dan membangunkannnya lembut .
"Ay...Ay sayang, bangun! Ini sudsh pagi,apa kamu tidak berangkat kekantor..?"
Ayura mengerjap dan melenguh, kemudian Perlahan membuka kelopak matanya.
"Ayo bangun! Ini sudah pagi loh nak." Ucap Bramantyo lembut. "Apa kamu nggak kekantor..?"
Ayura menggeleng lemah. Sejujurnya dirinya masih mengantuk. Semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak karena memikirkan kekasih yang sempat diabaikan semalam.
__ADS_1
"Kamu sakit ya..?"