
Krishna setengah berlari mengahmpiri Yua, dia melempar tatapan penuh kemarahan pada Ayura sebelum akhirnya mengangkat tubuh Yua yang masih terjembak dilantai. "Kamu tidak papa.?" Tanya Krishna penuh kuatir sembari menelisik tubuh Yua, takut ada yang terluka.
Yua menggeleng cepat. "Aku tidak baik-baik saja Krish, tubuh ku sangat sakit, dia mendorong ku dengan begitu kuat.Hikh...hikh.., aku nggak tahu kenapa dia begitu membenciku.."
Krishna tak tega, diraihnya tubuh Yua kedalam pelukannya, diusapnya rambut Yua dengan lembut. "Maaf Yua, aku tidak bisa melindungi dengan baik." Sesal Krishna.
Ayura sendiri hanya mampu menganga dengan drama yang Yua ciptakan ditambah perlakuan lembut Krishna membuat hatinya sakit, panas dan hancur.
Ayura terdiam, ada rasa sakit yang tiba-tiba menghantam hatinya, ia berelaksasi sebentar dan membuang muka demi menetralkan amarah yang menguasai pikiran dan hatinya.
Melepas pelukan itu Krishna berbalik menatap Ayura dengan tatapan tajam. "Sampai sekarang pun aku belum bisa percaya kalau itu adalah kamu Ay, Kamu berubah, sangat berubah. Apa semuah ini karena Abi.?"
Ayura tersenyum miring." Jangan bawa bawa nama kak Abi, dia tidak tahu apa-apa. Ini masalah kita, antara kau, aku dan dia." Bantah Ayura sembari melirik tajam kearah Yua. "Kamu yang sudah menghadirkan orang ketiga diantar kita, Kenapa kak Abi yang disalahkan..?" Ketus Ayura lagi.
Krishna tersenyum miring mendengar Ayura begitu gigih membela Abi. "Tapi kenapa kau bisa berubah menjadi jahat Ay. Ini bukan diri mu." Sesal Krishna.
Dia tidak pernah menyangka Ayura yang selama ini baik, gadis yang tak pernah menuntut apapun padanya. Bisa dikatakan Ayura tak pernah sekalipun menyusahkan nya, gadis yang penurut dan pengertian bisa berubah menjadi kasar dan tak berperasaan seperti ini.
Krishna benar-benar kecewa.
"Aku tidak bisa membela diri ku lagi, karena dimata mu aku adalah gadis yang jahat dan kasar. Kak sudah di butakan dengan kepolosan wajah gadis kesayangan mu. Dimana Krishna yang cepat tanggap, Krishna yang bisa membaca pikiran lawan hanya dengan menatap kedua matanya, mana Krishna yang bisa dengan cepat mengetahui niat busuk lawan. Mana Krishna..Dimana Krishna ku yang dulu..?" Cecar Ayura dengan begitu dingin, tidak ada emosi dan amarah lagi.
Krishna bungkam, tak ada bantahan..Pria itu sepertinya sedang mencerna ucapan Ayura.
Melihat itu Yua tak tinggal diam, dia tak mau Krishna terpengaruh oleh ucapan Ayura dan mau mendengar penjelasan Ayura yang akhirnya tahu kejadian yang sebenarnya, dia tak mau itu terjadi, dia harus bertindak cepat sebelum semuanya terlambat.
"Hikh..hikh..Maafkan Aku kak, gara-gara aku hubungan kalian jadi rusak, aku hanya ingin berteman dengannya tapi sepertinya ini sangat sulit, dia begitu membenciku. Dia bahkan mengancam ku akan memberiku pelajaran yang lebih lagi kalau aku tidak pergi dari sisi mu. Hikh..hikh..Tapi aku tidak punya siapa siapa lagi, aku harus kemana...? Dia begitu marah dan malah mendorong ku dengan begitu kuat." Dusta Yua dengan linangan air mata, kali ini dia harus bisa berakting sebaik mungkin agar Krishna semakin membenci Ayura.
Dan besar harapannya agar Krishna dapat terpengaruh dengan begitu Krishna dapat secepatnya mengusir gadis menyebalkan ini. Sebelum bibir Ayura melebar kesana kemari bisa terancam keselamatan nya
Terus kalau Ayura pergi apa posisinya aman..? Apa Krishna tidak akan tahu kelakuan buruknya selama ini..?
Tentu saja jawabnya iya. Karena tanpa sepengetahuan Krihsna, dia sudah merusak cctv yang ada dalam ruangan ini.Jadi sudah barang tentu Krishna tidak akan pernah tahu kejadian sesungguhnya dalam ruangan ini.
Emosi Ayu kembali tersulut mendengar fitnah dari mulut berbisa milik Yua alias Ana.
"Kau..." Geram Ayura sembari melangkah maju. "Dasar penipu, aku tidak akan mengampuni mu jal*ng." Rasa emosi yang menyelingkup segenap jiwa dan raganya membuat Ayura kehilangan etika. Mulut nya tak bisa dikondisikan lagi hingga keluar makian yang jelas membuat Krishna semakin mantap dengan niatnya untuk tetap melepaskan dirinya.
"Ayura.."Pekik Krishna kalah cepat dengan tangan Ayura yang sudah lebih dulu menjambak rambut Yua dan menariknya dengan begtiu kuat..
"Aaaa...Kak Krish...Tolong..ini sakit.." Yua hanya berteriak meminta tolong tanpa niat untuk melepaskan tangan Ayura, karena baginya semakin dia tersakiti dan dianiyaya maka semakin baik bukan..? Krishna akan semakin membenci Ayura..
Dan Krishna yang begitu emosi langsung menarik tangan Ayura dan malah menghempas kan tangan gadis itu dengan begitu kuat hingga....
Bukhh....
Ayura terjatuh terhempas kedepan dengan kening menghantam dengan keras ujung meja sofa.
__ADS_1
"Auw..." Pekik Ayura tertahan, tangannya terulur menyentuh keningnya yang tengah mengalir darah segar. Dia terluka...
Tapi lebih terluka lagi, saat mengetahui Krishna tidak bergerak untuk menolongnya, malah terdengar sedang menenangkan Yua dibelakang yang sedang histeris meraung karena kepalanya yang sakit akibat jambakan tangannya tadi
"Kak..Ini sakit kak, Kepala ku sangat sakit..Dia seperi berniat mencabut rambutku dari kepala ku, hikh...hikh..."
"Tenang Yua..Kamu sudah aman sekarang." Krishna kemudian melirik Ayura yang sedang berusaha berdiri. " Pergi Ayura , anggap saja aku sudah menerima surat pengunduran dirimu." Ucap Krishna dengan suara bergetar.
Ayura bangkit perlahan, tanpa menoleh kebelakang, setetes cairan bening tiba-tiba melapisi sepasang matanya.
"Semoga kau tidak pernah menyesal dengan keputusan mu. Karena semenjak detik ini hatiku akan tertutup dan terkunci rapat untuk mu Krishna. " Sesal Ayura menahan tangis. Tak mau sampai terlihat lemah, apalagi terguncang. Dia harus menegakan kepala.
"Semoga kau bahagia dengan keputusan mu." Lanjut Ayura lagi sambil menoleh, dia ingin melihat Krishna untuk terakhir kalinya. Sebelum akhirnya dia benar-benar berlalu.
Krishna dibuat sangat terperanjat saat mengetahui kening Ayura yang berdarah, " Ay.." Lirih pria itu bergegas ingin mengejar langkah Ayura yang hampir keluar dari ruangan ini, tapi Yua dengan sigap merengkuh tangan nya.
"Kak, jangan pergi, kepala ku masi pusing." Krishna jelas saja bingung sekarang, disatu sisi dia ingin mengejar Ayura, melihat kening Ayura berdarah membuat hatinya seperti dicabik cabik. Dia ingin melihat lukanya dan mengobati ya.
Tapi disisi lain Yua juga sedang membutuhkannya. Akhirnya dia hanya mematung ditempat dengan tatapan yang terus tertuju pada punggung Ayura yag menghilang dibalik pintu.
Sedangkan diluar Ayura berjalan dengan terseok seok, sembari memegang dinding untuk menopang tubuhnya agar tak limbung kelantai.
'Jika aku tahu akan seperti ini ,seharusnya dari awal aku tak memulainya. Aku seperti orang bodoh . Sekarang aku hanya bisa menyesali. Aku berharap orang yang kucintai bukan kamu, aku benar-benar berharap bukan dirimu.'
Bulir bulir kristal bening yang coba diahan dari tadi akhirnya mengalir dengan deras tanpa bisa dicegat.
Bunyi tanda pintu lift terbuka. Sebelum dia benar-benar masuk kedalm lift, dia kembali melihat kebelakang, berharap Krishna mengejarnya.
Dia tersenyum kecut nyatanya tak ada siapa pun dibelakng sana.
Baru saja dia melangkah kaki kedalm lift, dari pantulan cermin pada lift memperlihatkan seseorang pria berbaju hitam tengah berdiri dibelakang nya. Entah datang dari mana pria itu, tapi kehadirannya sontak saja membuat Ayura berbalik dan dalam hitungan detik gadis itu jatuh tak sadarkan diri dalam pelukan pria itu, karena mencium saputangan yang sudah dibalur obat bius yang ditempelkan di hidungnya.
🍒 🍒 🍒
Didalam ruangan itu setelah kepergian Ayura, dunia Krishna terasa runtuh, hatinya hancur tak berbentuk sekarang, separuh hidupnya pun terasa mati melihat kekasih hati yang masih bertahta dihatinya pergi dalam keadaan terluka.
Melepaskan tangan Yua yang masih merangkulnya, Krishna berjalan lunglai kemeja kerjanya. Dadanya terasa sesak saat ini.
"Kak..." Lirih Yua.
"Pulang lah.." Titah Krishna tanpa berbalik.
"Tapi kak..."Bantah Yua tak terima.
Krishna langsung berbalik dan menyorot tajam gadis itu membuat Yua bergidik ngeri.
"A..aku ingin menemani kakak disini.." Pinta Yua dengan terbata. Sesungguhnya dia sangat takut dengan tatapan dingin Krishna yang sepertinya hendak membekukannya.
__ADS_1
"Aku tak ingin dibantah Ay.." Ucapan Krishna membuat Yua mengepalkan kedua tangannya. Krishna salah menyebut namanya. Tapi karena pria itu sedang tak baik-baik saja, maka dari itu dia pun menurut saja.Tak ingin membuat Krishna semakin kesal.
Selepas kepergian Yua, Krishna benar benar-benar merasakan sesak. Hingga butuh sejam lebih hingga pria itu kembali pulih, setelah meminum obat dan Adam yang setia mengusap punggungnya agar sedikit melancarkan pernapasan nya.
Adam begitu kasiha dengan nasib Bosnya, semenjak kehadiran gadis menyebalkan itu hidup Krishna menjadi berantakan.
Beberapa kali dia sudah memperingati Krishna tentang Kecurigaan dia tentang Yua, tapi Krishna seakan sengaja menulikan telinganya. Dia bahkan mengancam Adam, akan memecat pria itu kalau terus terusan mencurigai gadis masa lalunya.
Kalau sudah begitu, dia bisa apa..?
Tak ingin berlarut larut dalam kesedihan, Krishna memilih bekerja untuk menyibukkan diri agar pikiran akan Ayura bisa teralihkan. Tapi sampai kapan, mengingat kedepannya dia tidak akan bertemu lagi dengan gadis yang sangat dicintainya ini, membuat nya sakit.
"Dam tolong kau panggil, pegawai dari divisi desainer bagian penanggung jawab untuk acara fashion show bulan depan."
"Baik Tuan."
Dan tak berselang munculah Nanda selaku penanggung jawab dalam acara fashion nanti.
"Selamt siang Pak, apa Bapak memanggilku..?" Sapa Nanda dengan sopan.
"Hmmm" Krishna mengangkat wajah sekilas kemudian kembali menunduk. Melihat yang datang adalah teman Ayura membuat dadanya kembali sesak. Dia teringat kembali akan cinta pertamanya. "Mana laporan yang aku minta kemarin" Sela Krishna tanpa melihat Nanda.
"Ini Pak!" Krishna kemudian memeriksa laporan itu, saat ingin menanda tangan laporan itu, mungkin karena kurang konsentrasi atau karena kondisi nya yang lemah hingga tanpa sengaja pulpen yang akan digunakan untuk menandatangani tangan laporan itu malah terjatuh.
Dia mend*sah frustasi.
"Biar aku yang ambil Pak." Cegat Nanda saat melihat Krishna yang hendak menunduk mengambil pulpen itu.
Melihat Krishna yang kembali duduk dengan tegap membuat Nanda langsung berjongkok dibawah meja, kolom meja yang begitu pendek membuat tangan Nanda hanya bisa meraba raba dibawah sana tanpa bisa melihat.
"Maaf Pak, sepertinya agak jauh. Aku akan mencobanya lagi." Ucap Nanda sembari kembali berusaha meraba dibawah kolom meja itu
Krishna mend*sah kesal. "Panggil saja Adam. Biar saja dia yang mengambilnya."
"Ahh, aku sudah mendapatkannya Pak.." Celetuk Nanda dengan cepat.
Dia lalu menarik pulpen yang sudah berada ditangannya itu. Dan saat tanganya sudah keluar dari meja, keningnya sedikit mengkerut melihat apa yang dipegang, bukan hanya pulpen, tapi ada sebuah kalung yang tersangkut di pulpen itu.
Dia buru buru berdiri sebelum menepuk kedua lututnya yang dibuat untuk berjongkok tadi.
Tangan yang sedang memegang kalung itu terangkat keatas, dia sedang meneliti kalung tersebut. Dan seketika dia memekik menyadari kalung siapa yang dipegang.
**Jreng jreng jreng... Dan kali ini Pak Abi dulu ya.. Karena apa..? Karena aku menyukainya.
Karena aku mengidolaknnya, cara dia melindungi Ayura , cara dia membahagiakan Ayura dan cara dia mencintai Ayura dalam diam, tanpa meminta dibalas, itu sudah cukup bagiku untuk menyadari kalau dialah pemilik cinta sejati itu**.
__ADS_1