Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Berantem.


__ADS_3

Setelah menyantap makan siang bersama semuah teamnya, Ayura bergegas keruangannya atas permintaan sang bos.


Sedangkan Putri dan Nanda memilih ke toilet, menunaikan hajat. Keduanya sedang didalam toilet saat mendengar obrolan tak enak tentang sahabt mereka, Ayura.


"Tau nggak sih, Pak Krishna itu ternyata sudah memiliki kekasih dan kekasihnya adakh sekertaris nya sendiri." Ucap salah seorang wanita


"Iya aku juga dengar kalau gadis itu baru beberapa bulan bekerja disini. Dan dulu saat Pak Abi masih disini, dia juga sempat dekat dengan Pak Abi loh" Cerita salah satunya lagi.


"Ck ck ck! Sepertinya dia memang wanita yang tidak baik, hingga menggoda kedua atasan kita. Aku rasa dia memakai pelet hingga bisa merayu Pak Abi dan Pak Krishna."


"Cih! Dasar murahan. Kalau tentang kecantikan aku rasa dia biasa biasa saja, bahkan aku lebih cantik darinya. Kamu benar dia memang memakai pelet" Tambah wanita bermake up tebal itu.


Sontak saja percakapan kedua wanita itu membuat kedua kuping Nanda dan Putri memanas.


Dengan penuh amarah, keduanya bahkan kompak membuka pintu toilet bersamanya dan langsung melabrak kedua wanita bermulut beracun itu.


"Hei! Apa yang kalian katakan tadi ha..?" Teriak Nanda membuat kedua wanita itu terkejut.


Tapi mereka langsung menguasai keadaan.


"Emang apa yang kami katakan..?" Tanya seorang wanita yang bermake up tebal dengan wajah tanpa dosa.


"Kalian pura pura bodoh sekarang..? Kalian kira kami tidak mendengar apa yang kalian katakan tentang teman kami Ayura itu. " Putri sudah nge gass.


"Cih! Jadi kalian ini teman si gadis murahan itu ..?" Timpal wanita satunya lagi yang berpakayan super ketat.


"Siapa yang kalian bilang murahan..? Dengar Ayura itu wanita baik baik makanya diperebutkan oleh Pak Abi dan Pak Krishna. Dia itu wanita terhormat sehingga pria bermartabat dan berjabatan tinggi yang bisa mendapatkan nya. Sedangkan kalian ini apa yang kalian banggakan..? Cantik..? Cantik dari mananya kalau wajah kalian saja di dempul dengan make up setebal 10 centi." Sarkas Nanda dengan pedas sambil memindai kedua wanita itu dari atas sampai bawah.


"Justru disini kalian lah yang murahan, lihat penampilan kalian." Tambah Putri sambil menunjuk pakaian yang digunakan salah satu wanita tersebut. "Lihatlah dua gunung mu saja hampir melompat keluar dari sarangnya. Apa kalian kira dengan telanjang seperti ini bisa menggoda Pak Krishna..? Apa kalian kira kalian yang pantas mendapatkan Pak Krishna..? Cih! Melirik kalian saja dia sudah jijik apa lagi mendekati kalian..? Kalian terlalu jauh dari kriteria nya." Sarkas Putri tak kalah pedas.


"Apa kalian bilang..? Kurang ajar kalian, kesini aku akan menarik lidah mu."Balas wanita berpakaian seksi itu.


"Apa..? Kalian kira kami takut..? Serang Nan." Teriak Putri berapi rapi seperti sedang memimpin sebuah peperangan


Dan terjadilah perang adu saling jambak antara keempat wanita itu. Sampai datanglah seorang gadis melerai perkelahian mereka. Dia juga sama sedang menunaikan hajatanya dan malah mendengar omongan kedua wanita jadi jadian itu, hingga dia pun menangis.


Dan dia adalah Ayura. Dia yang pamitan ingin langsung ke ruangannya mendadak kebelet pipis, membuatnya singgah dulu di toilet sebelum Nanda dan Putri datang. Dia mendengar semuah obrolan kedua wanita tadi yang menjelek jelekan dirinya. Dirinya terluka lalu menangis dalam diam didalam toilet.


Ayura lalu melerai ke empat wanita yang sedang di landa emosi. Dan akhirnya ke empat nya bisa di lerai dibantu karyawan yang lain.

__ADS_1


Penampilan keempat wanita itu sungguh berantakan, dengan pakaian yang sudah acak acak ditambah lagi dengan rambut mereka yang seperti rambut singa.


Buru buru Putri dan Nanda merapikan penampilan mereka.


Tapi tidak dengan wanita berpakaian seksi itu. Karena masih menyimpan amarah dia malah menarik tangan Ayura dengan kasar, hingga kuku kuku tajamnya melukai tangannya dengan begitu dalam dan panjang.


Darah segar langsung keluar dari bekas cakaran itu.


"Ay.. "


"Ayura..?"


Pekik Nanda dan Putri bersamaan.


"Kurang ajar kau! Apa yang kalian lakukan..?"Nanda sontak langsung menarik tangan Ayura, membawa gadis itu keluar dari toilet berniat mengobati luka sahabatnya itu.


"Sekarang pilihan ada ditangan kalian, mengundurkan diri dengan terhormat atau diseret keluar dari kantor ini dengan cara tidak terhormat..? Ingat lawan kalian sekarang adalah Pak Krishna sendiri. Kalian tahu kan bagaimana watak atasan kita..?" Putri menyeringai jahat hingga kedua wanita itu bergidik ngeri.


"Cih, Kenapa diam. .? Apa kalian takut sekarang..? Dimana mulut cerewet kalian tadi ha..?" Putri kembali menyeringai.


"Makanya sebelum bertindak, pikir dulu dampaknya. Masih punya otak kan..? Dari pada kalian sibuk menggibah, mendingan kalian kerja yang benar hingga gaji yang kalian terima itu berkah." Tambah Putri lagi sembari berceramah, sebelah akhirnya keluar dari toilet mengikuti Nanda dan Ayura.


" Loh, kok kamu jadi salahin aku sih..? Kamu juga yang salah, kenapa malah melukai nya..?"


Dan kedua wanita itu pun akhirnya berdebat saling menyalahkan. Sesungguhnya sekarang mereka diliputi perasaan cemas dan takut.


* * * * *


Nanda langsung membawa Ayura keruang kesehatan milik perusahaan. Tangan Ayura langsung diobati oleh petugas kesehatan itu.


"Aku mohon pada kalian, jangan ceritakan masalah ini pada siapa pun, apalagi Krishna. Aku takut dia akan ngamuk nanti."


Masih ingat di ingatannya saat di Jepang, dia hampir saja memukul Adam hanya karena tangan Ayura yang terluka, itu pun luka yang kecil. Tapi bagaikan dengan yang sekarang. Dia tidak bisa membayangkan nasib kedua wanita itu.


"Kenapa..? Kenapa nggak usah dikasih tahu..?" Sella Putri tak terima.


"Iya Ay, Kenapa harus ditutupi. Aku bahkan ingin melapor kepada nya setelah dari sini, aku bahkan ingin melebih lebihkan ceritanya agar kedua wewegombel itu di pecat." Nanda bahan tersenyum mengingat kedua gundukan milik kedua wanita itu yang begitu besar hingga dia mengatakan keduanya adalah wewegombel.


"Aku mohon jangan, bagaimana nasib keluarga nya kalau mereka sampai dipecat..? Aku juga takut kalau Krishna sampai melukai mereka." Pintar Ayura dengan sedih.

__ADS_1


Nanda menyeringai "Itu mah derita mereka Ay, merek saja tidak memikirkan nasib mereka sebelum bertindak bodoh, ngapain kamu yang malah pikiran." Cicit Nanda tak Terima, dia merasa Ayura terlau baik menajdi orang.


"Stop menjadi orang baik Ay, yang ada kamu akan terus dijahatin kalau tidak ada efek jera untuk kejahatan mereka. Bahakan mereka dengan tega melukai mu dengan begitu dalam. Dan aku juga yakin, walaupun bukan akmi yang melapornya masih ada saksi yang lain dan satu yang pasti ada CCTV nya juga.


Perdebatan mereka terhenti saat pintu ruang kesehatan dibuka dengan cara kasar dari luar.


Ketiga gadis itu terkejut tingkat tinggi menyadari siapa yang tengah berdiri di hadapan mereka.


" Benarkan kata ku, kita tidak perlu melapor nya,dia sudah tau sendiri " Cicit Putri dengan wajah tegang, melihat wajah beringas Krishna


"Apa yang terjadi..?" Terasa hawa panas menyelingkup ruangan yang ber AC ini.


"Siap yang melakukan ini..?" Krishna sudah melihat tangan kekasihnya yang sedang terluka.


Terlihat aura mencekam diwajah pria itu, matanya bahkan memerah menahan geram, gigi giginya pun berbunyi kala beradu karena sang empunya sedang menahan luapan emosi.


"Krishna.." Lirih Ayura. Dia hendak menarik tangannya tapi Krishna malah menahnnya. "Ini hanya luka kecil dan aku tidak papa Krish." Ucapan Ayura bukannya menenangkannya, malah membangkitkan jiwa iblis Krishna.


Krishna melempar tatapan tajam kepada Ayura. "Kamu bilang tidak papa..? Kamu di permalukan bahkan dilukai seperti ini kamu bilang tidak apa apa..?" Teriak Krishna


"Kamu sendiri tahu Ay, aku begitu menjaga mu, bahkan tidak ku ijinkan luka sedikitpun menyentuh tubuh mu, tapi kenapa mereka malah dengan seenaknya melukai mu dan kamu malah membela mereka ha..? Teriak Krishna dengan mata memerah.


Baik Nanda, Putri dan dua orang petugas kesehatan yang tadi merawat Ayura dibuat bergidik ngeri. Nanda dan Putri bahkan berpelukan tanpa sadar.


" Adam...!"Teriak Krishna


"Iya Tuan!"


"Seret semuah orang yang terlibat ke loby, sekarang!" Titah Krishna masih dengan emosi yang meletup letup.


"Krish... Aku mohon.. " Belum selesai Ayura bermohon, Krishna sudah mencegahnya dengan meletakan jari telunjuk di bibir gadis itu.


"Sttt! Aku akan membalas setiap air mata dan darah yang telah mereka berikan pada mu."


Krishna lalu menarik Ayura yang tak terluka, mengajak nya keluar tak lupa dia sempat melirik kedua sahabat kekasihnya itu.


"Kalian berdua, ikut aku."


"I.. iya Pak.."Ucap kedua gadis itu terbata.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿 BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2