Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Abi Menjauh Ayura Merana


__ADS_3

Krishna sudah dilarikan kerumah sakit, pria itu pun sudah mendapatkan penaganan dari Dokter Daren.


Pria itu tertidur pulas saat ini, ada Ayura yang duduk setia menemani pria itu. Selama perjalanan dari vila sampai kerumah sakit, pria itu tak pernah melepas tangan Ayura.


Ayura kini tertidur dengan melengkung tubuhnya diatas ranjang samping Krishna.


Hingga pintu ruangan terbuka, munculah sepasang suami isteri senja melangkah masuk dengan wajah penuh kuatir.


Dan kehadiran mereka membangunkan Ayura. Gadis itu terlihat sedikit kaget dan canggung dengan kehadiran sepasang suami isteri yang terlihat selalu bersama disetiap waktu dan kesempatan.


Ayura merasa canggung, merasa tak enak karena mengingat kondisi Krishna yang kritis seperti ini karena dirinya.


Dia yakin kedua orang tua ini khususnya Tante Airin pasti merasa kecewa padanya.


"Tante.. Pak." Sapa Ayura canggung.


"Ayura sayang.., bagaimana keadaan Krishna..?" Tanya Airin sembari mendekati ranjang Krishna, tepat disamping Ayura.


"Maaf Tante, Kondisi Krishna tidak baik baik ssja. Tapi dia sudah mendapat penanganan dari dokter." Jawab Ayura canggung


"Untuk apa meminta maaf nak. Tante yang seharusnya meminta maaf karena perbuatan anak anak Tante. Kamu pasti merasa tertekan dengan mereka. Apalagi Krishna. Tante yakin dia pasti memaksa dan selalu membuat mu sedih."


Ucapan Airin membuat Ayura sedikit bernafas lega tapi juga sedikit kaget mengetahui Airin mengetahui perlakuan Krishna terhadap nya.


Teringat kejadian dimana saat perempuan senja itu pingsan saat mengetahui Krishna kabur dari tumah sakit dan Abi mengamuk.


Saat sadar dia diberi tahu suaminya kejadian yang sesungguhnya yang terjadi pada kedua putranya yang sedang memeperebutkan Ayura.


Tentu saja hal ini membuat dia sangat shock tapi lebih kaget lagi saat mengetahui kalau Ayura adalah gadis masa lalu kedua putranya yang dicari selama ini.


Ardiansyah menceritakan semuah kejadian yang terjadi antara Abi, Krishna dan Ayura tanpa ada yang ditutup tutupi.


"Ay, Tante tidak tahu perasaan mu seperti apa pada kedua ank tante. Tapi tante harap untuk saat ini jangan tinggalkan Krishna. Dia tidak sekuat yang kita lihat. Penyakit yang dideritanya menjadi dia sangat rapuh dan lemah. Hanya kamulah kekuatan nya. Jadi Tante mohon tetap temanin dia, jaga dan rawat dia sampai sembuh. Tante sangat mohon sama kamu, nak." Pinta Airin dengan sendu


"Tan.. "


"Tak seharusnya Tante meminta mu untuk melakukan ini, mengingat begitu banyak luka yang dia berikan untuk mu."


"Tan.." Pangkas Ayura kaget, menyadari Airin mengetahui kejadian antara dirinya dan Krihsna..


"Tante sudsh tahu semuahnya sayang. Kamu, Abi dan Krishna." Terdengar helaan nafas berat Airin.


"Tak seharusnya tante berpihak salah satu dari mereka, seharusnya Tante adil dan tidak terus terusan mengabaikan perasan Abi. Tapi disini Krishna lebih membutuhkan mu. Jadi sekali lagi tante mohon jangan tinggalkan Krishna, nak. Apa itu boleh..?"


Ayura menjadi bingung tapi juga sedih. Tante Airin lebih mengutamakan perasan kedua putranya khususnya Krishna. Tanpa ingin bertanya dengan perasaannya. Dan akhirnya dengan berat hati gadis itu pun mengangguk.


πŸ’ πŸ’ πŸ’


Ayura berjalaan gontai keluar dari toilet setelah mengobrol dengan Tante Airin dikantin rumah sakit tadi. Tante Airin sendiri mungkin sudah kembali keruangan Krishna.


Langkah kakinya menuju kamar Krishna. Pria itu masih tertidur saat dirinya dan Tante Airin meningalkannya bersama Pak Ardiansyah.


Tapi tanpa sadar netranya menangkap sesosok bayangan yang sangat dirindukannya. Pria itu tidak melihatnya, berjalan menjauh. Ayura hanya dapt melihat punggungnya tapi gadis itu bisa memastikan siapa pemilik punggung itu


"Kak Abi.." Lirih nya.


Gad6i itu langsung berlari mengejar langkah Abi yang semakin menjauh, tak ketinggalan dia meneriakan nama pria itu.


"Kak Abi..."


Sayangnya pria itu tidak mendengar teriakan Ayura. AΓ½ura tak patah semangat dia terus mengejar pria itu sesekali meneriakin nama Abi.


Ditengah tengah langkah kakinya mengejar pria itu, dirinya sempat berpikir dan merasa heran, jarak mereka sudah begitu dekat, tapi Abi sama sekali tak mendengar teriakannya. Apa yang didepan sana bukan kak Abi nya, atau Abi sendiri menderita gangguan pendengaran hingga sama sekali tak mendengar teriakannya.

__ADS_1


Padahal bisa dilihat, banyak pengunjung yang berjalan disekitar Abi bisa mendengar dan sempat berbalik melihatnya, tapi ada apa dengan pria itu..?


Brakk..


"Auww..."


Pyyaarr....


Karena tidak berhati hati dan tak berkosentrasi, Ayura jadi nya menabrak seorang petugas rumah sakit yang tengah mendorong sebuah troli yang mengangkut alat alat kesehatan.


Bunyi perlalatan kesehatan rumah sakit saat jatuh menimpa kermaik lantai menimbulkan suara nyaring hingga menarik atensi semuah orang termasuk abi.


"Nona kau tidak papa..?" Tanya petugas laki-laki yang ditabrak Ayura.


"Aku tidak papa. Maaf aku tidak sengaja menabrakmu."


"Ay, kamu tidak papa..?" Terdengar satu suara yang sangat dirindukannya sedang menyapanya.


"Kak Abi.." Pandangan Ayura terarah pada pria itu. Dia langsung tersenyum lebar. Mengangguk mengatakan diabaikan baik saja. Masih dengan duduk diatas lantai.


Netra Ayura tak pernah lepas dari Abi saat pria itu membantu petugas rumah sakit membereskan semuah barang barang nya yang bercecer dilantai. Kemudian Abi menghampirinya.


"Kamu tidak papa..?" Tanya Abi sembari membantu Ayura berdiri.


Jarak yang begitu dekat membuat hidung Ayura bisa menangkap aroma parfum mahal dari tubuh pria itu. Aroma yang sangat dirindukan ini.


Netranya pun tak lepas dari wajah tampan Abi yang sudah seminggu tak dijumpai inu. Hingga suara Abi mengagetkanyya. "Ay..Kamu tidak papa apa ada yang luka.?" Tanya Abi sembari menelisik tubuh Ayura.


Ayura tersenyum hangat. "Aku tidak papa kak."


"Oh Syukurlah."Jawab Abi datar "Lain kali hati hati, jangan sampai kecerobohan mu membuat orang lain susah." Tegas Abi membuat Ayura tersentak.


Deg..


Hati Ayura berdenyut nyeri mendengar ucapan datar Abi. Senyum yang sedari tadi terkembang dibibir nya seketika menghilang.


"Yah sudah kalau begitu. Aku harus pergi, aku masih ada urusan." Ucap Abi datar dan kemudian melangkah pergi.


"Kak.., kak Abi..tunggu!" Teriak Ayura melihat Abi melangkah pergi.


Ada apa dengan pria itu kenapa dia sangat berbeda. Apa karena dia marah pada dirinya, karena seminggu menghilang bersama Krishna, kalau memang benar begitu, dia harus menjelaskan pada nya, sebelum pria itu semakin salah paham padanya.


Dia tidak ingin itu. Perlakuan dingin Abi padanya barusan sungguh menyakitkan.


"Kak.., kak Abi.." Ayura terus saja berteriak dan mengejar langkah Abi yang semakin cepat berlalu. Sepertinya pria itu benar-benar ingin menghindar darinya.


Ayura tak menyerah, dia terus saja berlari hingga kearea parkir. Disana Abi terlihat hendak menaiki mobilnya, membuat Ayura mempercepat langkah nya, dan...


Bukh...


"Auuwww..."Pekik Ayura saat dirinya terjatuh dengan posisi berlutut.


"Nona anda tidak papa..?" Tanya seorang pria mendekati nya dan mencoba membantu nya berdiri.


"Iya aku tidak papa. Terima kasih."Ucap Ayura tanpa mengalihkan pandangan dari pria yang berada didepannya yang terlihat memasuki mobilnya tanpa menoleh kepada nya.


Padahal Ayura tahu, Abi melihatnya jatuh tadi. Mobil Abi pun kini sudah melaju perlahan meninggalkan area parkir


Hatinya seperti diremas remas, dadanya pun sesak seperti ada bongkahan batu yang sedang menghimpitnya. Dan selanjutnya selapis cairan bening tiba-tiba melapisi sepasang matanya.


πŸ’ πŸ’ πŸ’


Kini gadis itu memilih taman kota untuk tempat mereleksasikan suasan hati yang sedang hancur .

__ADS_1


Belum kelar masalah Krishna yang seperti sedang merantai kaki dan tangannya dengan penyakitnya. Dan kini sikap dingin dan kaku Abi padanya membuat dia merasa dunia sedang tidak berpihak padanya.


Merasa sedang dipermainkan oleh kedua kakak beradik itu. Dulu dia dicintai dengan begitu besar oleh Krishna, tapi kemudian pria itu menghemapskannya denga cara kejam.


Dan kini Abi pun begitu, melambungkan angan dan kebahagian untuknya, memberinya cinta dan asa tapi sekarang pria itu tak jauh berbeda dengan adiknya, ingin menghempasknnya juga.


Apa dia tak berhak untuk bahagia. Kenapa mereka sangat jahat padanya.


Gadis itu memejamkan matanya, dan bersamaan itu luruh air matanya yang sedari tadi menggenang dipeluk mata.


"Ay..."


Panggilan seseorang yang sangat dikenal membuat nya buru buru mengusap air matanya.


Buru buru Ayura menghapus airmatanya. "Ngapain kamu disini..?" Dia yakin pertanyaan ini bisa menyulut emosi gadis didepannya ini. dia memang sengaja melakukannya.


Berdebat dengan saudara tirinya ini pasti akan membuat suasana hatinya menjadi sedikit membaik.


Dan benar saja tebaknnya tepat sasaran.


"Kamu bertanya ngapain aku disini..? Ck ck ck, jahat sekali kmau ya, setelah puas bersenang senang diluar sana, bukannya kembali kerumah malah keluyuran disini. Apa kamu belum puas dengan liburan mu ha...? Jahat sekali kamu." Serentetan kemarahan Angel bukannya membuat Ayura bersedih, justru dia semakin terkekeh.


Ahhh, sudah dua minggu lebih dia merindukan momen seperti ini, berdebat dan saling mengumpat dengan Angel adalah sesuatu yang sangat disukai Ayura.


"Kenapa malah tertawa..? Jahat kamu Ay."


Pukk...


"Auw..Sakit Njel." Ringus Ayura, mengusap lengannya yang dipukul Angel.


"Kenapa nggak pulang kerumah dan malah duduk disini ha..?" Tanya Angel, kemudian duduk disamping Ayura lalu memeluk tubuhnya. "Aku merindukanmu."


Ayura pun membalas pelukan Angel dengan erat. " Aku juga merindukannmu Njel. Mama dan Papa juga. Tapi maaf, aku belum bisa pulang."


Ucapan Ayura membuat Angel, mengurai pelukannya." Kenapa..?"


Ayura menghela nafas pelan. "Ceritanya panjang. Nanti aku ceritakan. Oh iya, kenapa kamu bisa ada disini..? Apa kamu bersama dokter Dani..?" Tanya Ayura sambil celingkukan mencari keberadaan kekasih Angel itu.


"Ck! Aku kesini sendirian. Justru aku dihubungi oleh Abi, untuk menemui mu disini."


"Ha..? Kak Abi..? Beo Ayura dan Angel mengangguk.


Ada perasaan hangat mengetahui Abi masih memperdulikan nya. Tapi juga sakit menyadari Abi sedang darinya.


Kalau Abi tahu dia ada disini kenpa dia tak langsung datang menemaninya, kenapa malah meminta Angel yang mengahmpirinya. Sesibuk itukah dia..? Ayura mend*sah pelan dengan wajah penuh kecewa.


"Eh, kamu kenapa..?" Tanya Angel menyadari raut Ayura yang terlihat sedang sedih. Ayura hanya menggeleng, membuat angel mencebik.


"Oh iya kamu belum menjawab pertanyaan ku Ay..." Angel belum melanjutkan ucapannya ketika netranya menatap sekeliling taman dan melihat terdapat banyak pria berbaju hitam yang hampir menyebar dibeberapa tempat.


"Sepertinya ada pejabat atau artis disekitar sini deh Ay. Lihat banyak sekali para pengawal disini." Ucapan Angel mebuat Ayura pun ikut melihat sekeliling.


"Iya Njel. Tapi siapa yang mereka kawal..? Ucapan Ayura terjeda dan langsung melirik kearah Angel, " Ah, jangan jangan kamu, Njel, kamu kan juga artis." Ucapan Ayura di ikuti kekehan membuat Angel berdecak kesal.


"Ck! Aku kan bukan artis lagi. Udah mantan. Lagian mana sanggup aku membayar semuah pengawal itu. Bayaran mereka itu mahal loh Ay."


"Benarkah..?"


Angel mengangguk. "Dari seragam dan lambang dilengan mereka ,sudah dipastikan kalau mereka itu pengawal pasukan khusus. Dan hanya pejabat berkantong tebal yang bisa memaki jasa mereka."


"Wahhh..." Ayura berdecak kagum


__ADS_1


AUTHOR : KAK ABI...KAU MEREMAT REMATKAN HATIKU. JANGAN MENGACUHKAN AYURA, ITU MENYAKITKAN HATI KU ..


ABI : πŸ™„πŸ™„


__ADS_2