Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Ayura Pusat Dunia nya.


__ADS_3

Setelah sedikit berbincang bincang kini giliran sesi makan malam. Semuah orang telah mengambil tempat duduknya masing masing, sedangka Ayura belum mendapat tempat duduk.


Ada dua kursi yang kosong , satu diantara Abi dan Angel, dan satunya lagi antara Pak Bramantyo dan Amara


Ayura sendiri hendak memilih duduk didekat kedua orangtuanya, tapi tangannya langsung dicekal saat dia ingin melangkah melewati Abi.


"Duduk disini saja Ay." Ucap Abi melirik kursi kosong antara dirinya dan Angel. Menarik tangan gadis itu dan memintanya duduk disampingnya. Ayura pun mengiyakan saja.


Amara dan Nurul tengah melayani para suaminya, mengambil nasi beserta teman temnnya memindahkan kepiring sang suami. Tak ketinggalan Angel pun dengan antusias mengambil nasi dan lauknya untuk Dani. "Segini cukup Dan..?"


"Iya sayang." Ucap Dani penuh semangat sontak membuat semuah orang terkejut. Angel sendiri tersipu malu. Abi mendelik. Sedangkan kedua orang tua Dani malah mengulum senyum.


Mereka tidak menyangka putra semata wayang yang terkena pendiam ini bisa juga romantis. Roman roman menuju bucin.


Ayura sendiri menjadi bimbang. Sebenarnya dia juga ingin melayani Abi bagaimana pun pria itu sudah baik padanya, tapi dia mlau. Mengingat hubungan mereka bukanlah sepasang Kekasih. Apa kata orang orang nanti.


Tapi dia juga tidak bisa diam saja, melihat Abi bergeming tanpa niat mengambil makanannya. Piring pria itu masih kosong.


Karena Abi sendiri memang tidak mau mengambil makannanya karena dia ingin dilayani oleh Ayura seperti yang lain.


Dia hanya melirik Ayura datar melihat gadis itu diam tanpa pergerakan. Sampai suara Amara menyadarkannya. "Ay, piring nak Abi masih kosong tuh, kenapa nggak diambil makanan untuknya, nak..?" Tegur Amarah lembut.


"Ahh..iya Mah." Dengan sedikit cangung, Ayura lalu mengambil nasi dan lauknya untuk Abi.


"Lauknya mau dengan apa kak.?" Tanya Ayura setelah meletakan nasi diatas piring Abi.


"Terserah Ay, aku akan makan apapun yang kau ambil." Ucap Abi lalu disertai sebuah senyuman.


Dan kini Ayura lah yang tersipu malu. Apalagi melihat semuah orang serempak memandangnya dengan mengulum senyum.


Nurul sendiri, sedikit menganga kemudian menggeleng tak percaya melihat tingkah Abi yang lain dari pada yang lain..Karena setahunya Abi merupakan pribadi yang sangat pendiam dan dingin, tapi apa ini..?


Baru kali ini dirinya benar benar dibuat merasa tidak mengenal Dani dan Abi. Keduanya terlihat menjadi berbeda saat bersama gadis mereka.


Sedangkan Pak Syailendra sendiri jangan ditanya, pria itu bahkan mematung melihat Abi yang sedikit ngegombal tadi, baginya ini bukanlah Abi. Rekan kerja yang terkenal dingin, datar dan arogan itu.


Acara makan terlihat begitu hangat penuh kekeluargaan. Diselingi obrolan ringan para pria seputar tentang pekerjaan, Baik Bramantyo maupun Syailendra lebih terlihat dominan, Abi sendiri sesekali menimpali itupun kalau ditanya atau diminta pendapat. Pria itu lebih memilih diam menikmati santapan yang diambil langsung oleh Ayura.


Angel sendiri memilih lebih banyak diam, dan terlihat selalu tersipu malu saat Dani menunjukan perhatain perhatian kecilnya untuknya. Misalkan mengambil lauk untuk ny, mengusap bibirnya yang blepotan hingga gadis itu kaget dan akhirnya tersedak. Dani denga cepat memberi air minum sesekali mengusap punggung nya.


Hati Angel meleleh, dia berubah menjadi kucing manis dan entah kemana menghilangnya sikap sombong dan angkuhnya selama ini.


Beralih ke Abi, Syailendra yang berniat bekerja sama dengannya dalam pengadaan barang barang properti untuk hotelnya, terlihat sedikit kecewa karena Abi terkesan tak ingin membahasnya. Tapi saat Ayura berbicara dengannya, dia dengan begitu cepat langsung menanggapi.


Seperti Ayura yang ingin menambahkan nasi dan lauk kedalam piring nya, dia begitu antusias dan langsung mengiyakan dengan begitu semangat.


"Mau tambah kak..?" Tanya Ayura melihat piring Abi yang hampir kosong.


"Boleh! " Jawab Abi disertai senyuman, mengacuhkan Syailendra yang sedang berbicara dengannya.


Baginya tak ada yang lebih penting dari seorang Ayura Putri Bramantyo. Gadis itu terlalu spesial dimatanya. Ayura adalah pusat dunianya. Mungkin Baginya Ayura lah yang tampak sedangkan lain adalah makhluk kasat mata. Ck ck ck, jahat kau Abi..😡


"Makasih Ay." Ucap Abi tersenyum lebar. Tak peduli dengan tatapan semuah orang yang merasa sedikit aneh padanya, karena fokus nya hanya pada Ayura.

__ADS_1


Acara makan malam telah selesai, dilanjutkan lagi dengan ngeteh di taman belakang. Dan disanalah terjadi percakapan dimana dengan lantangnya Nurul mengutarakan niatnya untuk melamar Angel..


Semuah orang tentu saja kaget, rencana Awal kan hanya silahturahmi, tapi kenapa sampai lamaran..?


"Maaf! Kedatangan kami malam ini awalnya memang hanya sekedar silahturahmi tapi melihat anak kami yang begitu memuja Putri kalian.." Semuah orang tertawa mendengar ucapan nya, Sedangkan Dani hanya mengulum senyum.


"jadi aku dan suami ku memutuskan untuk langsung melamar Angel. Maaf Kalau aku terlalu cepat membicarakan nya, tapi bagiku baik Dani dan Angel sudah saling mencintai, jadi apa lagi yang kita tunggu, sesuatu yang baik harus disegerakan buka..? Jadi kalau Pak Bramantyo dan Jeng Amara setuju, izinkan kami melamar Putri kalian untuk putra kami Dani Syailendra. Bagaimana...?" Ucap dan Tanya nya secara to the poin


Bramantyo melirik Amara isterinya meminta pendapat, walaupun dia selaku kepala keluarga tapi bagaimanapun Angel adalah putri mereka berdua sudah sewajarnya dia harus meminta pendapat pada isterinya bukan....?


Dan Amara mengangguk sekilas. Tak ada alasan lagi untuk menolak. Dani merupakan calon suami yang tepat untuk anaknya.


Melihat isterinya juga mengangguk setuju, Pak Bramantyo pun membuka suara. "Melihat kesungguhan Dani, dan mengetahui Putri kami juga mencintai putra kalian maka Kami selaku orang tua Angel menerima lamaran ini."


"Ahhh Syukurlah. Terima kasih banyak Pak. Maaf ya Pak dan Jeng Amara kalu lamaran begitu mendadak dan kami juga tidak membawa seserahan." Cicit Nurul dengan sedikit merasa tak enak.


"Tidak Papa Jeng. Kami juga tidak membutuhkan semuah itu. Intinya Putra dan putri kita bahagia." Jawab Amara tulus.


Sontak semuah orang bersorak senang, apalagi tokoh utama pada malam ini, keduanya bahkan tersenyum lebar.


Dan acara pertunangan akan diadakan dua minggu mendatang di hotel Diamond milik Syailendra.


Tak jauh dari tempat itu tampak Ayura menunduk sedih, Angel sudah menemukan kebahagiaannya. Sedangkan kisah percitaannya begitu menyedihkan.


Pria yang katanya amat mencintainya, jangannkan mengajak tunangan dia bahkan sudah tak memperdulikannya lagi.


Dan Abi menyadari perubahan wajah Ayura. "Kenapa..?"


Ayura menggeleng. "Tidak papa kak. Aku hanya merasa senang saja, akhirnya Angel ketemu dengan belahan hatinya." Dusta Ayura menyembunyikan kesedihan dari Abi.


Sontak Ayura gelagapan dan menggeleng. "Nggak kok kak." Ayura membuang muka demi menyembunyikan wajah gugupnya.


Abi menarik tangan gadis itu dan menggenggamnya. Ayura kaget tapi membiarkannya saja "Aku tahu semuahnya pasti berat untuk mu, untuk memilih bertahan atau melepaskan. Saranku ikut kata hati mu, kalau masih ada rasa, cobalah untuk bertahan, berbicara dan cari solusi nya bersama. Tapi kalau memang sudah terlalu sakit dan tak ada harapan, maka cobalah mengiklaskan. Kamu patut bahagia sekarang. Dan jangan terus terusan bersedih, aku tidak suka itu"


Ayura tersenyum getir. "Makasih Kak."Ucap Ayura dengan suara bergetar.


*


*


*


Pagi pagi sekali Abi sudah melajukan mobilnya melesat kerumah sang pujaan hati yang masih diangan angan, karena dia belum menyatakan cintanya pada gadis itu. Dan entah gadis itu akan menerima cinta nya atau tidak.


Seperti janjinya pada Ayura tadi malam ini, mulai hari ini dia yang akan mengantar jemput gadis itu kekantor.


Saat terhenti di lampu merah tak sengaja netranya mendapat pria yang baru semalam melamar kekasihnya yang entah sejak kapan dipacarinya, Masuk kesebuah toko kue.


Baginya Dani bergerak dengan begitu cepat, Tau tau sudah lamaran saja. Sedangkan dirinya, hanya bisa memendam rasa sejak lama tanpa tau kapan diungkapkan.


Abi telah sampai dikediaman Bramantyo, dia bergegas masuk. Didalam ternyata Ayura sudah bersiap dan hendak bersarapan bersama keluarganya. Ayura begitu bahagia, ini kali kedua dia menikmati sarapan bersma anggota keluarga yang utuh. Apalagi melihat Mama tirinya yang dengan telaten melayan Papanya, Angel dan dirinya membuat hatinya menghangat.


"Pagi, Om, Tante..Pagi semuah.." Sapa Abi ramah pada semuah yang tengah duduk dimeja makan.

__ADS_1


Sontak semuahny kaget dengan kedatangan Abi pagi pagi sekali. "Pagi nak Abi. Kebetulan, mari sarapan bersma." Ajak Bramantyo dan dianggukin Abi.


"Makasih Om."


"Mau jemput Ayura, nak Abi..?" Tanya Amara ramah


"Iya Tante." Jawab Abi tak kalah ramah, membuat hati Amara terenyuh, karena baru kali ini dia mendapat keramahan dari Abi.


"Wah...Dijemput ya neng..? Suda pacar atau masih pdkt sih..?" Usil Angel sambil menyikut lengan Ayura. Membuat Bramantyo dan Amara langsung menegurnya.


"Huss..." Tegur Amara


"Jel..."Tegur Bramantyo dengan lirikan tajam.


"Hehehe..." Gadis itu hanya bisa nyengir.


Sedangkan Ayura malah mencebik.


"Ayo duduk kak, mau sarapan dengan apa..?" Tanya Ayura, belum dijawab oleh Abi ,pria itu pun masih berdiri dan hendak duduk tapi satu suara salam dari arah depan mengalihkan atensi mereka


"Pagi Om, Pagi Tante " Sapa seorang pria yang ternyata calon menantu mereka. "Maaf pagi pagi sudah mengganggu. Aku hanya ingin mengantar kue dari Mama." Seloro Dani sambil mengangkat paper bag ditangannya dan menyerahkan pada Angel yang sudah menghampirinya saat melihat pria itu datang.


"Maksih Dani. Apa ini buatan Tante Nurul..?"Tanya Angel."


"Iya Jel. Dan Mama memintaku untuk langsung mengantar mu." Dusta pria itu dengan disertai senyum lebar.


"Wah, brownis ternyata, masih panas juga." Celetuk Angel penuh antusias.


"Astaga, Mama mu baik banget Dan. Sepagi ini udah diantar kue kemari. Sampaikan banyak terima kasih dari kami." Amara tidak menyangka besannay bisa sebaik ini.


Abi langsung menyeringai, akal pintarnya langsung merespon kejadian ini. Pria disampingnya ini tadi saat kesini dilihatnya disebuah toko kue. Dan sekarang dia sudah ada disini membawa kue, dan apa dibilang..? Dari Mamanya..? Ck dasar penipu. Jelas jelas dia membelinya ditoko itu.


Dia baru menyadsri ternyata temannya ini juga bisa modus.


"Wah.. Senang banget Pagi-pagi sudah diapelin sama ayang beb." Sindir Ayura sambil menyikut lengan Angel, membuat Angel Melotot dan itu membuat Ayura tersenyum penuh kemenangan merasa berhasil membalas nya.


"Ay..." Tegur Bramantyo, Ayura malah nyengir.


"Yah udah, mari duduk dan kita sarapan bersama. Hehehe Papa nggak nyangka kita bisa sarapan seramai ini. Papa sangat senang. Berasa sarapan bersama anak dan menantu saja." Kekeh Bramantyo.


"Ayo nak Abi, nak Dani." Ajak Amara membuat Dani baru tersadar ada Abi disampingnya. Terlalu bersemangat ingin melihat kekasih hatinya membuat dia tidak melihat kearah lain, fokusnya hanya pada kekasih hatinya yang terlihat sangat cantik dengan wajah naturalnya.


"Kamu disini juga Bi..?"Kaget Dani.


"Seperti yang kamu lihat." Jawab Abi dingin.


"Untuk apa..?"


"Menjemput Ayura mau mengantar nya kekantor. Tapi aku lupa mampir ditoko kue untuk membeli kue buat dia." Bisik Abi diakhiri kalimatnya membuat Dani mendelik kaget. Abi hanya menyeringai.


"Kau..." Kesal Dani bercampur kaget. Ekspresi nya sudah tegang.Takut Abi membuka rahasia nya.


"Tenang saja, rahasia mu aman bersamaku." Bisik Abi cuek, dan langsung duduk disamping Ayura.

__ADS_1


Abi merasa diatas angin, paling tidak dia bisa sarapan bersam Ayura tanpa harus berbohong atau melakukan modus seperti yang dilakukan Dani, karena kedatangan nya untuk menjemput Ayura atas permintaan langsung oleh Bramantyo selaku sang Papa Ayura.


Bukan seperti Dani yang harus sedikit berdusta dengan mengarang pada semuah orang, mengantar kue dari Mamanya padahal kan kue itu dibeli ditoko kue. Benar benar konyol pikir Abi.


__ADS_2