
Jet pribadi Krishna telah tiba di Bandara Internasional SOETTA tepat jam 7 malam. Krishna lalu mengajak Ayura menaiki salah satu mobil mewah yang telah terparkir dengan pintunya yang telah terbuka . Terlihat seorang supir tengah membungukan badan kearah mereka.
Keduanya lalu naik kemobil itu. Sedangkan Adam dan para pengawal lainnya menaiki mobil yang lain.
"Langsung ke rumah utama" Interupsi Krishna pada sangat supir
"Krish.." Ayura yang mendengarnya seketika gelisah, dia menggenggam tangan pria itu, menggeleng kepalanya tanda belum siap.
Krishna membalas genggaman tangan Ayura. "Semuah akan baik baik saja Ay, percaya padaku." Ucap Krishna meyakinkan. "Bukankah kamu begitu penasaran dengan diriku..? Siapa aku sebenarnya..? Dan semuahnya akan terjawab disana."
Ayura pasrah. Selama perjalanan gadis itu hanya diam, banyak yang dipikirkan. Ketakutannya tentang penolakan orangtua Krishna masih menghantui.
Semuah ucapan Krishna tadi siang tak bisa meredam rasa gelisah dan takutnya.
Pikirnya, biasanya orangtua khususnya sang Mama selalu bersikap ramah dan baik saat di hadapan anaknya, tapi sifat aslinya akan nampak bila tak ada anaknya. Seperti menghina, memghujat bahkan mungkin seperti yang Krishna katakan, melempar segepok uang atau cek kosong pada si gadis lalu meminta sang gadis untuk menjauhi anaknya.
Seperti di sinetron ikan terbang yang sering ditontonnya.
Krishna hanya tersenyum sembari menggeleng kepala melihat kegelisahan Ayura.
Tak ada niatnya untuk menenangkan sang pacar, karena dirasa percuma. Ayura takan mendengar ucapannya. Biarkan saja, nanti dia akan tahu sendiri bila bertemu dengan bidadari cantik yang telah melahirkan nya itu.
Mobil yang mereka tumpangi telah sampai didepan pintu pagar kediaman orangtua Krishna, menunggu sang security sedang membukakan pintu pagar.
Ayura tertegun saat melihat pagar rumah Krishna yang menjulang tinggi, dia semakin terperangah saat mobil melaju memasuki halaman rumah Krishna yang begitu luas ditumbuhi pohon pohon kecil di sisi kiri kanan jalan yang mereka lewati.
Ditengah halaman itu terlihat ada kolam air mancur yang sangat besar. Ditumbuhi bunga beraneka ragam dan warna.
Sedangkan disebelah kanan beberapa meter dari posisi mereka dapat dilihat sebuah taman yang sangat luas, terdapat bunga beraneka ragam dan warna membuat mata sejuk memandang.
Ditengah tengah taman itu ada sebuah ayunan kursi yang beratap berwarna pink muda, menambah keindahan dan sangat nyaman bila duduk disana, menikmati minuman dan cemilan sambil menggambar desain pakaian nya.
Ahhh, hayalan Ayura tingkat tinggi.
Jarak yang ditempuh dari pagar sampai depan rumah berjarak 50 meter. Sangat luas bukan..?
Semakin dekat gadis itu semakin gelisah, apalagi melihat bangunan bercat putih tulang berdiri kokoh dengan kaca yang hampir semuah sebagai dindingnya.
Ayura terlihat sangat gelisah, kedua tangannya saling meremas diatas pangkuannya.
"Krish.. aku pulang aja ya." Pinta Ayura dengan wajah memelas.
"Ay, kita sudah sampai. Kita ketemu dengan kedua orangtua dulu hmm. Mereka sudah menunggu kita.Percaya pada ku, tidak akan terjadi apa apa didalam sana. Ada aku bersama mu. Aku mohon."
Melihat ketakutan Ayura, dia menjadi tak tega tapi membiarkan Ayura pergi pun tak mungkin. Mereka sudah sedekat ini.
Mobil berhenti tepat di depan pintu, Krishna lalu membuka pintunya dan segera berlari kesamping, membuka pintu untuk Ayura.
"Ayo Ay.." Ajak Krishna sembari mengulurkan tangannya kearah Ayura
Ayura menghela nafas kasar sebelum akhirnya menerima uluran tangan Krishna.
__ADS_1
Keduanya lalu bergegas masuk kedalam, nampak beberapa pelayan berdiri di pintu masuk sambil memberi hormat kepada mereka berdua.
Ayura terkesima, didalam rumahnya terlihat lebih waow, banyak furnitur dalam rumah yang terlihat mewah dan elegan. Keramik keramik besar telihat dimana mana, Ayura yakin semuah barang ini pasti bernilai fantastis.
Dia tidak pernah menyangka kalau Krishna memiliki orangtua yang begitu kaya. Pantas saja dia memiliki pengaruh dan kekuasaan yang begitu besar.
Semakin memasuki lebih dalam, tubuh Ayura semakin gemetar. Krishna dapat merasakannya, dari tangan gadis itu yang sedang ia genggam.
"Krish sayang.. kalian sudah datang.." Sapa suara seorang perempuan begitu lembut ditelinga Ayura.
Ayura seketika melepaskan genggaman tangan Krishna, karena dia yakin Krishna pasti ingin memeluk perempuan itu. Dan Ayura memilih bersembunyi di punggung tegap sang kekasih.
Dia belum mengetahui wajah sang pemilik suara lembut tadi karena posisinya menunduk dibelakang punggung Krishna.
"Mah, apa kabar..?"
"Baik sayang." Airin sang Ibu lalu memeluk sang buah hati tanpa melihat sesosok gadis dibelakang anaknya.
Sedangkan Ayura juga asyik menunduk berusaha menyembunyikan wajahnya.
Sampai suara lembut itu kembali berujar hingga membuat tubuh Ayura menegang kala sang Ibu menanyakan keberadaan nya.
"Oh iya, mana mantu Mama..?" Tanya Airin sembari mengurai pelukan.
Krishna tersenyum, membalikan tubuhnya lalu menarik tangan Ayura mendekat. "Ini Mah,calon mantu Mama... Ay, kenalin ini calon mertua mu." Canda Krishna dibarengi gelak kecil.
Ayura lalu maju dan mengangkat wajahnya, tangannya terulur hendak menyalim calon mertua.
Tapi secara bersamaan kedua perempuan beda generasi itu memekik bersamaan.
"Tante Airin..?" Sedangkan Ayura tertegun, menyebut nama Tante Airin dengan sangat lirih dan sangat pelan. seperti gerakan slow motion.
Sontak Krishna pun ikut terkejut, tidak menyangka baik Ayura dan Mamanya sudah saling mengenal.
Airin langsung maju menarik tubuh Ayura dan memeluknya. " Ya Ampun, Tante nggak menyangkal ini kamu sayang. Ahh dunia memang sempit ya Ay." Selorohnya lalu melepaskan pelukan. "Apa kabar mu nak..?"
"Baik Tante.." Jawab Ayura canggung. Tapi seketika tersenyum senang bertemu dengan Airin.
"Mama dan Ayura.. Kalian sudah saling mengenal..?" Tanya Krishna sambil menunjuk Mamanya dan Ayura bergantian. Dia bingung bin kaget.
"iya nak, kami sudah saling mengenal dan bahkan sudah bebrapa kali makan bersama, iya kan nak..?" Jawab Airin kemudian melirik Ayura
Ayura mengangguk malu. "Iya Tante."
Krishna tersenyum penuh makna. "Benarkah..? Aku jadi senang. Padahal tadi ada yang takut ketemu sama Mama loh, Mah. Takut diusir." Ucap Krishna sembari melirik nakal Ayura
"Aauuww, ampun.. " Teriak Krishna saat pinggangany mendapat capitan dari sang kekasih.
Airin tergelak. "Loh kenapa takut diusir..? Emang Krishna sudah bercerita apa tentang Tante hingga kamu mempunyai pikiran seperti itu..?"
"Dia takut Mama tidak menyetujui hubungan kami.."
__ADS_1
"Krish.." Lirih Ayura memelas.
Bukanya diam, pria itu malah semakin menjadi memjahili Ayura. "Dia takut Mama melemparkan nya uang segepok lalu memintanya menjauhi ku. Seperti disinetron yang sering Mama tonton"
Krishna tahu Mamanya sering nonton sinetron ikan terbang itu, bahkan dia terkadang berantem dengan Paksu yang ingin nonton acara pertandingan bola.
Sontak saja ucapan Krishna membuat Airin tergelak kencang, begitu pun Krishna, dia tidak memperdulikan kekesalan sang kekasih yang sudah sangat merengut.
"Kamu Ay, ada ada saja nak." Ucap Airin disela tawanya.
Hati Krishna menghangat melihat kedekatan Ayura dan Mamanya.
Tetapi dia merasa terkecoh. Kenapa dia tidak tahu dengan hal ini ya..? Dia mengumpat Adam dengan penuh kesal, karena anak buah Adam tidak pernah melaporkan tentang perkenalan Ayura dan sang Mama.
Perempuan paruh baya itu kemudian mengajak Ayura dan Krishna untuk makan malam bersama. Saat mereka berjalan menuju meja makan, datanglah Pak Ardiansyah turun dari tangga.
Krishna pun lalu mengenalkan Ayura pada Papanya. "Ay, kenalkan ini Papa ku."
Ayura pun lalu menyalami Pak Ardiansyah dengan takzim. Dia sudah mengenal beliau saat masih bekerja di AK Group. Pak Ardiansyah sering datang di kantor itu, sering lewat juga di depan nya tapi tentu saja pria paruh baya yang masih terlihat menawan diumurnya yang tidak mudah lagi itu tidak mengenalnya.
Karena saat itu dia hanyalah gadis biasa dan hanya seorang karyawan biasa, tidak mungkin kan Pak Ardiansyah mengenalnya secara dirinya hanyalah remahan rengginang dimata Pak Ardiansyah apa lagi Abimanyu.
Menyebutkan nama Abimanyu, sontak membuat Ayura langsung mengingat atasannya itu
'ABI.. 'Jadi ternyata Abi dan Krishna adalah saudara..? Tapi kenapa mereka berdua selalu berdebat..?.bahkan Krishna pun tak pernah menunjukkan rasa hormat pada Abi.
Keduanya selalu berdebat, hubungan persaudaran yang buruk, pikir Ayura.
Disaat Ayura dengan pikirannya, Krishna tengah menyapa Papanya. Tak lupa Krishna pun bertanya tentang keberadaan Abi.
Sebenarnya niatnya mengajak Ayura kerumah selain mengenalkan kekasihnya pada kedua orang tuanya. Niat lainnya ingin memamerkan pada sang kakak kalau Ayura sekarang sudah menajdi miliknya, berharap Abi mundur dan tidak mengganggu hubungan mereka.
Saat menanyakan keberadaan Kakaknya, panjang umur, Abi sedang melangkah turun dari tangga.
"Nah itu kakak mu." Tunjuk Airin
Fokus semuahnya kini tertuju pada pria tampan dan berwibawa sedang melangkah turun.
Ayura tertegun menatap Abi, begitu juga Abi, melangkah turun dengan tatapan yang tak lepas dari gadis yang sangat dirindukan nya itu.
Keduanya saling menatap, Ayura merasakan perasaan aneh menggelayar dihatinya.
Keduanya masih saling memandang, menyadari itu Krishna lalu menarik tangan Ayura dan menggenggamnya.
" Ay kenalkan itu kakak ku." Ucap Krishna sembari melirik Abi sekilas.Membuyarkan lamunan Ayura
"Selamat malam Pak." Ayura sangat canggung dengan situasi seperti ini. Dimana tatapan Abi yang tak pernah lepas darinya. Sedangkan genggaman tangan Krishna dirasa semakin kencang. Ayura yakin Krishna sedang tidak baik baik saja, entah cemburu atau marah. Tapi marah pada siapa..?
"Malam juga. Apa perjalanan mu menyenangkan..?" Tanya Abi cuek. Dia tidak memperdulikan keberadaan Krishna yang sedang cemburu itu.
Menyadari situasi yang sedikit panas, Airin sang Mama langsung menyela, mengajak semuah nya untuk makan malam.
__ADS_1
"Karena semuahnya sudah kumpul, ayo sekarang kita makan. Takut makanan nya jadi dingin. Ayo Ay, kamu pasti sangat lapar." Ajak Airin kemudian merangkul Ayura kemeja makan.Di ikuti suaminya.
🌿🌿🌿🌿🌿 BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿🌿