Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Membawa Ayura Pergi


__ADS_3

Flash back on.


Kantor AK Group ,tepat diruangan sang CEO, terlihat kemarahan yang begitu besar oleh sang CEO itu sendiri saat menyaksikan cctv yang tersambung keponsel nya memperlihatkan gadis yang dicintai tengah difitnah dan diperlakukan dengan buruk oleh Yua dan Krishna.


Ya, Abi mengetahui kejadian itu, kejadian dimana Ayura yang difitnah Yua dan didorong oleh Krishna hingga gadis itu jatuh dan kening terbentur dimeja hingga menimbulkan luka dan berdarah disaksikan oleh Abi lewat ponselnya yang sudah terhubung dengan kamera pengintai alias cctv yang sudah dipasang secara sembunyi sembunyi oleh anak buahnya di ruang Krishna.


Dengan amarah yang ada dia bergegas meluncur kekantor Yudistira Entertaiment, dia ingin menolong gadisnya dan sekalian membuat perhitungan dengan Krishna dan Yua.


Tapi saat dipertengahan jalan Abi mendapat telpon dari Bramantyo kalau penjahat yang dulu pernah menculik Ayura, tengah mencari tahu keberadaan Ayura.


Mereka bahkan sudah mendatangi kantor Bramantyo untuk mencari tahu tentang hubungan Bramantyo dengan gadis yang dulu pernah mereka culik.


Hal ini membuat Bramantyo maupun Abi begitu panik dan kuatir, nyawa Ayura sekarang dalam bahaya.


Dan Bramantyo meminta Abi untuk menyembunyikan Ayura untuk sementara waktu.


Abi tentu saja menyetujui permintaan Papa gadis nya. Hingga timbul sebuah rencana untuk membawa Ayura pergi tanpa ada yang tahu dengan drama penculikan Ayura.


"Halo Will, aku ada tugas untuk mu." Ucap Abi pada Willy diseberang telpon.


Dan tugas yang diberikan Abi adalah menyusun skenario penculikan Ayura, mematikan sebagian cctv dikantor Yudistira Entertaiment. Serta meretas semuah cctv yang akan mereka lalui termasuk menyuruh orang orang nya untuk merecokin orang orang Krishna agar tidak bisa melacak keberadaan Ayura.


Flash back off.


Vila tersembunyi milik Abimanyu Gala Yudistira.


"Bagaiman, apa semuanya sudah siap..?" Tanya Abi pada Willy saat dirinya samapi divila tersembunyi miliknya.


"Sudah Tuan." Jawab asisten kepercayaan Abi itu.


"Bagaiaman dengan Ayura, apa dia baik baik saja.?"


"Iya Tuan, dia masih tertidur dan belum sadar. "


Laporan Willy membuat Abi menyorotnya tajam. "Kenapa bisa begitu.? Apa kalian memberikan obat tidur dalam dosisi yang tinggi..? Kenapa sampai sekarang dia belum sadar sadar juga. Apa kau gila..? kalu terjadi sesuatu pada dia bagaimana..?" Amuk Abi dengan penuh amarah.


"Obat tidur yang diberikan padanya adalah aman Tuan, dan tidak berdampak yang buruk untuk kesehatan nona Ayura. Aku sudah bertanya langsung pada Dokter. Dan katanya aman." Jelas willy dengan santun.


Abi hanya melirik nya sekilas dan kemudian berlalu. "Diman dia sekarang."


"Didalam kamar Tuan. Helikopter juga sudah disiapkan." Ucapan Willy membuat langkah Abi terhenti, pria itu menoleh sebentar kearah asisten setianya, melemparkan sedikit senyuman.


"Baiklah, kita berangkat sekarang. Terimaksih banyak, kamu memang bisa diandalkan." Abi menepuk bahu Willy dengan hangat sebelum kemudian ia beringsut kekamar.


Abi lalu masuk kedalm kamar yang dimana gadis yang sangat dicintainya kini tertidur pulas karena pengaruh obat tidur yang telah diberikan anak buahnya itu.


Senyum terkembang sempurna dibibir seksinya saat memasuki kamar itu. Tapi saat dirinya mendekat, netra elangnya menatap wajah pulas Ayura, rahangnya seketika mengeras melihat kening Ayura berhiaskan perban putih.


Ingatan kejadian diruangan Krishna membuat dia bersumpah untuk tidak akan membiarkan Krishna kembali mendapat kan Ayura. Karena kali ini dia juga akan berjuang untuk mendapatkan hati Ayura. Apalagi dia tahu hubungan keduanya juga sudah putus.


Terlepas Krishna yang masih ingin mendapatkan kembali hati Ayura. Dia tidak peduli yang Jelas status Ayura sekarang singel dan Ayura yang sudah tidak mencintai adiknya lagi.


Abi duduk ditepi kasur, memandang wajah damai Ayura, menyentuh dengan lembut luka dikening Ayura kemudia dengan lembut dan pelan mendapatkan sebuah kecupan dikening Ayura yang berbalut perban itu.

__ADS_1


Setelah itu dirinya lalu menggendong tubuh Ayura ala bridal style. Keduanya langsung menuju ke roof top, karena disana sudah ada helikopter yang akan mengantar mereka kesebuah tempat


Kurang lebih sejam mereka telah tiba disebuah pulau pribadi milik Abi. Pulau yang jauh dari kota, dan tentunya tak satu pun orang yang tahu tentang keberadaan pulau tersebut, termasuk Krishna dan kedua orangtua nya.


🍒🍒🍒


Pagi menjelang disebuah kamar luas nan mewah, dinding bercorak putih dengan jendela kamar yang hampir semuahnya adalah terbuat dari kaca ditutupi kain korden juga berwarna putih.


Tampak seorang gadis masih tertidur pulas, disamping tempat tidur nya, diatas sofa nampak seorang pria yang duduk bergeming memandang wajah damai dan syahdu gadis yang menempati hampir seluruh isi hatinya.


Wajah Ayura yang lebih cantik dan indah lebih dari apapun, dan itu bukan gombal. Itu ungkapan pria yang sedang jatuh cinta.


Tak berselang, mata yang senantiasa terpejam rapat dari kemarin, akhirnya perlahan sedikit demi sedikit terbuka. Diiringi dengan lenguhan suara manja.


Netra itu kemudian menyapu isi kamar, Abi begeming, diam menyaksikan reaksi gadis yang ditunggui dari semalam akhirnya terbangun.


Merasa ada yang asing, buru buru Ayura beringsut bangun, "Kenapa aku ada disini..?Aku dimana ini..?" Batin Ayura kembali melihat kamar yang serba putih itu.


mungkin karena masih dalam pengaruh obat tidur atau karena kelaman tidur membuat dia merasa sedikit pusing.


"Auw..." Dia sedikit merintih dan langsung memijit keningnya.


Hal itu membuat Abi yang sedari tadi diam langsung beringsut mendekat kesini Ayura.


"Ay, kamu tidak papa..?" Tanya Abi penuh kuatir.


Ayura terlonjak kaget. "Kak, kau disini.?" Kaget Ayura melihat Abi sudah berada disamping nya. Karena saat bangun tadi netranya hanya menatap lurus kedepan tanpa melirik kesamping hingga dia tidak tahu keberadaan Abi yang terus menungguinya dari semalam.


"Apa yang terjadi, kenapa aku sampai ada disini dan ini kamar siapa..?" Cecar Ayura dengan begitu banyak pertanyaan.


Abi bukannya pusing dengan pertanyaan Ayura, pria itu malah tersenyum lebar, menikmati raut bingung Ayura. Dan jangan lupakan wajah bantal Ayura dengan rambut yang sedikit acak, tak membuat gadis itu terlihat jelek tapi malah terlihat sangat cantik dan menggemaskan dimata Abi. Dan pria itu yakin bukan hanya dia saja yang akan merasakan itu, tapi seluruh orang yang melihatnya pasti akan berpikir demikian.


"Kak..."Panggil Ayura lagi karena pria yang ditanyai bukanya menjawab malah hanya tersenyum.


Karena dirinya masih bingung dan berpikir tentang banyak hal membuat kepalanya kembali sakit. Tangannya yang hendak memijit keningnya tanpa sadar menyentuh luka hingga dia memekik kesakitan. "Auuw.."


Abi yang tersadar langsung menahan tangan Ayura. "Jangan disentuh Ay. Kamu kenapa..? Apa merasa pusing..?" Tanya Abi penuh kuatir.


Abi beringsut meniup kening Ayura yang ada terluka. "Apa ini sakit.?"


"Aku kenapa.?"Tanya Ayura bingung


Dia belum menyadari apa yang telah terjadi, mungkin dirinya masih dalam pengaruh obat tidur hingga dia tidak menginga tentang kejadian kemarin.


"Kamu nggak ingat apa apa..?"


Ayura menggeleng pelan. "Aku..." Butuh beberapa detik hingga akhirnya dia mengingat semuah kejadian yang menimpanya kemarin. Rentetan kejadian demi kejadian berputar putar diotaknya layaknya kaset kusut.


Hingga netranya seketika berembun dan dalam hitungan detik..


Tess...


Tess...

__ADS_1


Airmatanya pun telah menganak sungai. Sakit, kecewa dan hancur, itu yang dirasakan nya sekarang.


"Jangan menangis lagi. Kamu tidak pantas menangisin dia. Kamu sudah aman bersama ku hmm." Abi tersenyum sembari menghapus airmata dipipi Ayura.


"Kak..bolehkah aku memeluk mu..?" Pinta Ayura dengan sendu.


Dan tentu saja dianggukin Abi. Pria itu lalu mendekat ,meraih tubuh Ayura dan mendekapnya penuh kehangatan. "Jangan bersedih lagi, ada aku bersama mu hmm. Mulai hari ini kamu hanya boleh tersenyum dan bahagia. Aku janji itu." Ucap Abi dengan penuh sayang, sembari membeli rambut acak milik Ayura.


Ayura sendiri hanya mengangguk dalam pelukan Abi. Entah mengapa saat ini dia menginginkan sebuah pelukan yang bisa mengurai rasa sesak didada kala mengingat kejadian kemarin


Dan pelukan Abi begitu nyaman dan hangat.


Setelah sekian lama, Abi akhirnya mengurai pelukan, ditatapkan netra Ayura yang begitu sendu. "Sekarang mandi dan setelah itu kita sarapan bersama. Aku juga akn menunjukan sesuatu pada mu."


Bagai anak kecil, Ayura pun patuh pada perintah Abi. Gadis itu langsung beranjak bangun, baru saja dia hendak berlalu seketika terhenti kala mengingat sesuatu.


"Kak, pakayan ganti ku..?"


Abi tersenyum Dia kemudian menunjuk sebuah lemari yang ada dikamar itu. "Semuah pakai mu ada disitu."


"Semuah..? Beo Ayura bingung.


Abi menngangguk. "Iya ,semuah. Sekarang cepatlah mandi dan kita akan sarapan bersama. Aku akan mandi kamar sebelah." Titah Abi sembari mengusap lembut pucuk kepala Ayura, kemudian membalikan badan Ayura dan mendorong pelan tubuhnya hingga gadis itu masuk kedalam kamar mandi.


Sehabis mandi Ayura begitu terkejut saat membuka lemari yang ditunjuk Abi tadi, netranya membola sempurna melihat isi lemari yang begitu penuh dengan pakayan baru yang diketahui harganya sangat mahal, dilengkapi dengan semuah pakayan dalamnya yang ternyata sesuai ukurannya.


"Apa kak Abi yang menyiapkan semua ini..?"


Setelah mengenakan pakaiannya, dia mematuk dirinya didepan cermin pada meja rias. Disana juga terdapat peralatan make up yang begitu lengkap dan tentunya juga mahal. Dia tersenyum tipis, dia tidak menyangka Abi menyiapkan segala kebutuhannya dengan begitu lengkap.


Tapi wajahnya seketika berubah sendu saat netranya menangkap dirinya didalam cermin, terlihat keningnya masih tertempel perban. Teringat lagi kejadian kemarin membuat hatinya kembali sakit, netranya pun seketika berembun.


Tapi buru buru dia menghapus ingatan buruk itu, dia ingat pesan Abi agar tidak menangis lagi. Dan memang dirinya juga tidak ingin larut dalam kesedihan.


Ayura kemudian tersenyum dan memberi semangat pada dirinya sendiri. Dia lalu beranjak hendak membuka kain korden putih yang masih tertutup rapat..Dia ingin menghirup udara pagi sekalian ingin memastikan sebenarnya dia lagi dimana.


Baru saja tangannya ingin menyentuh kain putih itu, tiba-tiba pintu kamarnya dibuka, dan munculah dewa penolong nya, sumber kewarasannya. Mengahmpirinya dengan senyum lebarnya.


"Kamu sudah siap..?"


Ayura begitu terpasang dengan penampilan santai Abi yang menggunaka kaos ketat berwarna putih hingga terbentuk jelas tubuh atletisnya dipadukan dengan celana pendek dengan rambut yang dibiarkan menutup keningnya, hingga pria itu terlihat lebih muda, lebih segar dan tentunya lebih tampan berkali-kali kali lipat dimata Ayura.


"Hei..Kenapa..?" Tanya Abi bingung melihat Ayura hanya bengong.


"Ahh maaf." Ayura yang tersadar langsung menepis pikiran anehnya dan membalas senyuman Abi.


Sedangkan Abi sendiri pun jangan ditanya, dia pun begitu terkesima melihat penampilan Ayura yang terlihta segar dan begitu cantik dengan dres santai berwarna Pink muda dengan bertebar bunga bunga berwarnah biru dan putih hingga membuat gadis itu terlihat semakin menawan.


Keduanya saling memandang dan memuji satu sama lain. Buru buru Ayura berbalik dia ingin membuka kain putih itu seperti niat awalnya .


"Kamu belum melihatnya..?" Tanya Abi. Ayura melihat sekilas dan menggeleng, dan dengan dibantu Abi, keduanya memnuka kain korden itu hingga terbuka lebar.


Dan seketika netra gadis itu membola sempurna, rahangnya pun ikut terbuka lebar melihat pemandangan didepanya yang begitu indah dan ahh...Ayura merasa specless. Gadis itu bahkan tidak bisa berkata kata.

__ADS_1


__ADS_2