Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Kalau Dia Bukan Jodohku, Jodohkanlah.


__ADS_3

Ayura memutuskan untuk tidak kembali kekantor karena suasana hatinya masih berantakan.


Saat sedang melewati jalan pulang, dilihatnya pantai yang tak jauh dari jalan raya saat ini dia berada.


Dia menghentikan taksinya, memilih turun dijalan itu. Dan berjalan kearah pantai yang terlihat sangat indah.


Ayura memilih duduk dipasir itu, memandang laut yang terlihat tenang dengan beberapa pengunjung yang sedang berjalan jalan di sekitarnya.


Seprtinya mereka adalah sepasang kekasih karena terlihat sangat mesra dengan saling merangkul.


Ayura mencibir pada dirinya sendiri. Dia dan Krishna tidak pernah pegi bersama seperti pasangan pada umumnya. Karena waktu keduanya di habiskan hanya dikantor.


Bahkan makan malam mereka pun baru dihitung sebelah tangan. Baginya tidak ada yang spesial dalam hubungan mereka.


Hembusan angin menerpa wajah sedihnya, menerbangkan anak anak rambut yang terus bergerak gerak tanpa niat untuk merapikannya.


Teringat lagi kejadian tadi. Hatinya kembali terluka.


'Seharusnya kamu berusaha membuatku jatuh cinta pada mu Krish. Kalau seperti ini terus, sepertinya aku menyerah dengan hati ku. Maaf aku nggak kuat. Sudah terlalu lama aku menderita dan terpuruk. Dan sekarang aku ingin menikmati kebahagiaan tanpa mau disakiti lagi oleh siapapun, apalagi karena cinta.'


Dan netranya kembali mengeluarkan cairan panas. 'Padahal, aku sudah mau membalas cintamu.'


"Kemarin ada orang yang meninggal disini karena melamun." Ucapan satu suara berat yang tiba-tiba mengagetkannya. Mengembalikan jiwanya yang sempat sedih mengingat nasib percintaannya.


Sontak Ayura menoleh kesamping, gadis itu sedikit terperanjat mendapatkan seorang pria tampan nan berwibawa dengan santainya duduk disampingnya dengan melayangkan senyum manisnya.


"Pak Abi..."


Abi tersenyum hangat, menatap intens kedalam manik hitam si gadis.


Terlihat raut sedih disana dengan wajah yang sedikit sembab.


"Ada apa..? Kenapa melamun disini..?Apa yang sedang terjadi hmm..?"


Ayura hanya menggeleng masih dengan wajah bingung. Kenapa pria ini bisa ada disini, pikir gadis itu.


"Bapak kenapa disini..?" Ayura balik bertanya


"Sama seperti dirimu, ingin menghibur diri dan menenangkan hati." Jawab Abi kemudian tersenyum lebar kearah Ayura.


Ayura berdecik. Membuat Abi terkekeh.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku"


"Bukannya Bapak sudah tau ya jawabannya. " Jawab Ayura sembari memutar bola mata jengah.


"Jadi kamu sedang bersedih dan memilih menangis disini..?" Tebak Abi dengan senyum jahil.

__ADS_1


Tentu saja hal ini membuat gadis itu kaget. Kemudian menatap wajah Abi dengan kesal. "Aku nggak nangis Pak. Bapak salah sangka."


"Oh ya..? Jadi ini apa dong..?" Jari telunjuk Abi terulur mengusap sisah air mata yang menempel dipipi Ayura. Pria itu bahkan menunjukan pada Ayura jari telunjuknya yang basah karena air matanya.


"Ck! Aku nggak nangis Pak. Ini karena kelilipan tadi, kemasukan pasir." Bantah Ayura tak terima. Dia lalu ikut berdiri disamping Abi yang sedang tersenyum mengejek kearahnya


"Oh ya..? Kalau kelilipan kenapa hidung mu ikutan memerah..?" Balas Abi sembari menunjuk ujung hidung Ayura dengan usil.


Sontak Ayura langsung menutup hidungnya, wajahnya seketika merona, Abi tahu dia sedang berbohong


Tapi dia sedikit bingung, perasaan tadi dia hanya sedikit mengeluarkan air mata, tapi kenapa hidungnya sampai memerah..?


Nggak tahu saja, kalau dia sedang dikerjain oleh mantan Bos nya. Sesungguhnya hidung mancung nan mungil milik Ayura tak memerah. Putih mulus seperti biasa.


Abi terkekeh melihat wajah bingungnya ditambah wajah merona sang gadis membuat tawanya meledak. Merasa berhasil mengerjain Ayura.


Ayura hanya pasrah, melirik tajam pria kaku disebelahnya sembari memajukan bibirnya lima centi.


Tawa Abi berhenti dan seketika menarik tangan Ayura. "Ikut aku, kita main air laut. Pasti seru." Tak menunggu persetujuan sang gadis, Abi langsung menarik tangan Ayura ketepian pantai.


Saat berada di tepi pantai Abi langsung menggulung ujung celananya agar tidak basah terkena air laut. Setelah itu dia pun berjongkok dihadapan Ayura dan menggulung ujung celan gadis itu.


Ayura begitu terkejut melihat mantan bosnya berjongkok dihadapan nya, Ayura seketika menolak tapi Abi cuek dan tetap melanjutkan aksinya itu.


"Diam Ay! Biar celananya nggak basah."


Tanpa diketahui siapapun selain Papanya, sebenarnya Ayura sengaja memakai celan panjang atau rok dibawah lutut karena ada sebabnya.


Gadis itu hanya mencoba menutupi luka dibagikan paha mulusnya yang begitu besar. Karena kecelakaan di waktu kecil.


Setelah menggulung celan Ayura, dengan usil Abi mencolek sedikit pasir basah dan langsung mengolesnya di pipi mulus Ayura.


Ayura kaget dan seketika teriakan nya melengking. "Pak Abi....Apa yang Bapak lakukan..?"


Abi tergelak kencang dan langsung mengambil langkah seribu saat dilihat Ayura berjongkok dan mengambil pasir basah itu. Bukan secuil tapi segenggam tangan.


Dan akhirnya drama saling kejar pun terjadi. Ayura sangat kesal, bibir gadis itu pun mengerucut tajam, karena sedari tadi dia tidak bisa menangkap tubuh kokoh mantan Bosnya itu.


Sudah pasti, Ayura memang kalah postur dari pria jangkung itu.Tinggi Ayura yang nggak seberapa membuat dia tidak bisah mengejar langkah panjang pria usil itu.


Abi terus saja tergelak. Tapi bila melihat Ayura yang sedang kesal dan kelelahan membuat Abi tak tega. Dia pun akhirnya mengalah, menghentikan larinya dan membiarkan gadis itu menangkap tubuhnya.


Ayura yang bgitu bersemangat melihat Abi berhenti, pikir gadis itu Abi kelelahan hingga pria itu memilih berhenti.


Dan dengan berlari dia menghampiri Abi, tapi karena tidak hati hati, gadis itu malah kesandung langkahnya sendiri hingga....


"Aaaa...."Teriak Ayura kala tubuh mungilnya menabrak kuat dada bidang Abimanyu

__ADS_1


Abi yang tidak siap dan tidak memiliki keseimbangan hingga keduanya pun terjembak kehamparan pasir putih dengan posisi tubuh mungil Ayura diatas Abi.


Tangan pria itu mengunci erat pinggang sang gadis. Ayura merasa kaget dan malu, buru buru bangun, tapi tangan pria itu masih menguncinya dengan erat dengan bibir melengkung sempurna seperti bulan sabit.


"Pak..."Teriak Ayura merasa kesal, Abi tidak melepaskan pelukannya dan apalagi melihat senyum lebar pria itu membuat dia meradang, hingga tangan nya langsung memukul dada Abi.


Hingga tanpa sadar tangannya yang berpasir mengenai mata elang Abi. Sontak pria itu terkejut dan langsung melepaskan pelukannya.


"Auww Ay...Mata ku." Aduhnya.


"Aduh Pak...Maaf, aku nggak sengaja.".Sesal Ayura. Keduanya langsung bangkit duduk. Ayura refleks meniup mata pria itu.


Tapi sedetik kemudian Abi melakukan sesuatu yang membuat gadis itu tertegun dan langsung menegang.


Saat Ayura meniup matanya, dengan seringai nakal Abi langsung mendaratkan sebuah kecupan singkat. Bukan di pipi, bukan juga dikening tapi di bibir Pinknya membuat Ayura kaget dengan bola mata yang hampir melompat dari sarangnya.


"Pak Abi..."Geram gadis itu itu dengan penuh emosi. Ini ciuman keduany dan diambil oleh orang yang sama, Abimanyu Gala Yudistira


"Ayo Ay, kita makan dulu, aku sudah lapar." Ucap pria itu tanpa dosa, berlalu meninggalkan Ayura yang tengah meraba bibirnya.


* * * * *


Keduanya kini duduk dilesehan yang berada didekat pantai. Menu makan siang mereka adalah ikan bakar sambal mentah.


Awalnya Ayura menolak dengan menu ikan bakar nya, tapi Abi terus membujuknya dan meyakinkannya kalau tidak akan ada tulang pada ikan itu, karena Abi sudah meminta pada pemilik restoran itu untuk memberisikan tulang ikan tersebut.


Dan benar saja, tidak ada tulang sedikitpun, Ayura terlihat sangat lahap, apa lagi di cocol sambal mentah itu, membuat dia makan dengan begitu lahap.


Apalagi sedari pagi dia memang belum makan, ditambah serentetan kejadian hari ini membuat dia benar benar lahap tanpa memperdulikan Abi yang selalu terkekeh melihat cara makan nya.


Setelah dari pantai, Abi kemudian mengajaknya kesuatu tempat, karena Ayura tidak ingin kembali kekantor dan pulang kerumah.


Abi dapat merasakan kalau Ayura sedang ada masalah dengan Krishna hingga gadis itu bersedih, dan tidak ingin pulang kekantor.


Dia pun tak berniat mengorek pada gadis itu, apa masalahnya karena tak ingin sang gadis yang sampai detik ini masih bertengger dihatinya menjadi sedih atau pun murung.


Dan niatnya hari ini akan menghiburnya, sekalian melepas rindu karena setelah keluar dari Yudistira Entertaiment, Abi tidak pernah bertemu lagi dengannya.


Abi memang sengaja menjaga jarak dengannya karena tak ingin mengganggu kebahagian Ayura bersama Krishna.


Kalau ditanya apa dia sudah melupakan gadis itu, merelakannya dan mengubur dalam cintanya pada Ayura..?


Jawabannya tentu saja tidak, bahkan setiap hari cintanya tumbuh subur bermekaran dihatinya. Karena dia sengaja memupuk nya dengan pupuk kualitas terbaik yakni rindu, ikhlas dan sabar.


Baginya kalau jodoh takan kemana. Tapi kalau dia bukan jodohku maka dia akan meminta pada Tuhan untuk dijodohkan. Dan seperti itulah doanya setiap hari.


🍁🍁🍁🍁🍁 **BERSAMBUNG 🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


"Jangan lupa like, komen dan Vote**..."


__ADS_2