Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Ku Mohon Jangan Menolakku.


__ADS_3

Tetesan air mata yang mengenang dipeluk mata pria itu kini luruh dengan derasnya. Kedua tanganya terangkat menangkup wajah Ayura.


"Tenyata kamu gadis masa lalu yang kucari selama ini Ay. Kamulah Yuana Putri ku."


Deg..


Ayura terkesiap, dia menggeleng tak percaya dengan apa yang baru disampaikan Krihsna.


"Ba.., bagaimana bisa Krish. Ini tidak benar, Kamu bohong kan..?" Tanya Ayura dengan tidak percaya.


Mana mungkin dia adalah gadis masa lalu Krihsna tapi dari nama masa kecilnya yang disebutkan pria itu sepertinya itu benar. Tapi dia masih menolak percaya itu.


"Tapi itu kenyataannya Ay." Ungap Krihsna sembari mengusap pipi Ayura "Tunggu sini! Aku akan mengambil sesuatu."


Ayura begeming, masih mencernah semuah cerita Krihsna hingga pria itu tanpa sungkan mendarakan sebuah kecupan di pucuk kepala Ayura, gadis itu terkejut, Krishna hanya membalasnya dengan sebuah senyuman. Sebelum akhirnya berlalu kedalam kamarnya sembari mengusap pipinya yang juga basah.


Tak lama Krihsna pun kembali dengan sebuah barang dalam genggamannya. Dia kemudian duduk ditempat nya semula.


"Kamu tau ini apa..?" Tanya Krishna dengan menyodorkan sebuah kalung dihadapan Ayura.


Netra Ayura langsung membeliak, jelas saja dia tahu itu apa. Bukankah itu kalung miliknya. Dan refleks Ayura menyentuh lehernya yang kosong.


"Itu kalung ku Krish."


"Benarkah..?"


Ayura mengangguk dengan wajah yang masih sembab. Krishna kemudian tersenyum tipis.


"Apa kamu ingat siapa yang memberikan kalung ini..?"


Ayura menggeleng.


"Aku Ay. Aku yang memberikan pada kamu saat kita akan berpisah dulu. Dan didalam liontin ini ada foto ku dan dirimu saat masih kecil." Ujar Krishna kemudian membuka liontin itu. "Nah! ini foto mu dan ini aku Ay." Bibir Ayura sudah bergetar dengan kepala senantiasa menggeleng, menatap foto dirinya dan Krihsna dalam liontin itu.


Krishna kemudian mengambil ponselnya ,membuka galeri fotonya saat masih kecil dan menunjukan sebuah foto yang sama dengan yang ada didalam liontin itu.


"Lihta Ay, ini foto masa kecilku." Krishna menujunkan kedua foto yang sama pada Ayura.


Netra Ayura membeliak. Tenyata bennar, itu adalah foto Krishna. Gadis terpaku.


Kristal kristal bening kini kembali berderai dipipi Ayura. "Kamu sekarang percaya kan Ay. Maaf, kalau aku terlambat mengetahuinya. Maaf karena telah membuat mu lama menunggu ku."


Krihsna kemudian mengusap pipi Ayura, menarik tubuh Ayura dan mendekapnya dengan erat.

__ADS_1


Ayura tak merespon, tak juga membalas pelukan pria itu. dirinya masih shock hingga hanya bisa bergeming.


"Kamu tahu, saat aku mengetahui kalau kamu adalah gadis kecil ku, aku begitu bahagia, sangat bahagia tapi disisi lain aku juga begitu sedih saat menyadari apa yang telah aku lakukan pada mu. Aku mengutuk diri ku sendiri, aku marah pada diri ku sendiri. Aku hampir gila mencari mu Ay."


"Tiga hari aku mencari mu tanpa henti, mengabaikan kesehatan ku, hingga aku drop, tak sadarka diri dan dilarikan kerumah sakit." Krishna kemudian mengurai pelukan.


"Dan saat aku menemukan keberadaan mu, semangat ku kembali ada. Sebenarnya saat itu aku inginsekali menjemput mu disana, meminta mu untuk ikut dengan ku, tapi kondisi ku belum stabil hingga ...., Maaf aku terpaksa menggunakan cara kotor untuk menjemput mu."


Pria itu kemudian menatap wajah Ayura dengan intens, terlihat senyum tapi air matanya harunya tak pernah berhenti. Katakan saja dia cengeng, tapi dia tak peduli, karena air matanya kali ini adalah air mata kebahagian.


Bahagia akhirnya menemukan gadis masa lalunya, dan bahagian karena gadis yang dicarinya selama seminggu ini akhirnya sudah berada dalam pelukannya.


Sedangkan Ayura sendiri, dia terlihat masih shock. Ini terlalu mengejutkan buat dia.


Dia tidak tahu harus bahagia atau bersedih.


Pikirannya masih kalut, bagaiaman mungkin dia memiliki kisah masa lalu bersama kedua kakak beradik ini.


Dunia memang sempit.


Kenapa dia harus dihadapkan dengan situasi rumit seperti ini.


Disini Krishna terlihat sangat bahagia dengan pertemun mereka, bahagia karena dia adalah masa lalu pria itu. Dia juga tahu bagaiamana pria itu mencarinya selama ini, hingga mengorbankan banyak hal. Dan lebih dahsyat nya pria itu tanpa sungkan memberikannya kalung yang bernilai fantastis. Dari semuah ini dia bisa tahu betapa Krihsna sangat mencintainya.


Dan dari cerita Abi, dia bisa tahu kalau Abi juga sangat menyayanginya dulu maupun sekarang. Dan satu yang tak dapat ditampik kalau dia juga sudah memiliki rasa yang sama terhadap pria itu.


Ayura benar benar gamang.


Krishna kemudian menarik kedua tangan Ayura dan menggenggamnya, membuyarkan lamunan nya. "Ay..Mau kan kau memaafkan ku dan memberiku kesempatan..? Kita mulai lagi dari awal, hmm." Pinta Krishna dengan begitu sendu.


Ayura hanya bergeming. Apa yang harus dimulai, sedangkan dihatinya tidak ada lagi nama pria ini.


"Ay aku mohon. Izinkan aku menepati janji ku dulu saat kita masih kecil untuk menikahi mu." Ucapan Krishna membuat Ayura tersadar, buru buru dia menarik kedua tangan dalam genggaman Krishna. Gadis itu bahakn menggeleng pelan.


Deg..


Perasaan Krishna sudah tak menentu. Melihat Ayura menggelengkan kepalanya.


Tapi dia tidak akan menyerah begitu saja.


"Kenapa Ay..? Kumohon jangan menolak ku. Tidak papa kamu tidak mencintaiku, tidak apa kamu tidak memiliki perasaan terhadap ku, tidak papa Ay. Asal kamu tetap disisi ku, kamu bisa belajar pelan pelan menerima ku, menerima cinta ku dan membalas perasaan ku. Tidak papa Ay, aku sabar menunggunga, tapi aku mohon jangan meninggalkan ku."


Melihat Krishna yang begitu memelas dan menghiba membuat hati Ayura sedih, dia tak tega melihatnya. Tapi dia tidak bisa menerima cinta pria itu, karena dihati nya sekarang hanya ada Abi.

__ADS_1


Pria yang selalu ada untuknya saat dia terluka dan bersedih, dia yang selalu ada mengusap air matanya. Pria yang selalu memberinya kebahagiaan dan rasa aman.


Dia harus bagaimana, menolak Krishna sama saja membunuh pria itu secara perlahan, dia tahu bagaimana Krishna. Dirinya tak sekuat yang orang lain lihat selama ini. Pria ini terlalu sensitif bila menyangkut dirinya.


Tapi menerima pria itu pun buka ide yang baik, dia tidak mau menipu hatinya. Ada seseorang yang sedang menunggunya. Menunggu jawaban atas cinta yang pria itu lantunkan selama ini. Dia sudah berjanji akan memberi pria itu jawaban. Tapi Krishna mengacaukan segalanya. Dia yakin pria itu pasti sedang mencarinya. Dia yakin itu!


Aargghh... Des*as Ayura frustasi.


"Bagaiamana Ay, kamu mau kan sayang..?" Gadis itu masih diam, menatap wajah Krishna dengan bingung. "Jawab sayang, jangan hanya diam." Pinta Krishna kemudian meraih tangan Ayura yang terkulai diatas pangkuannya. Menggenggamnya dengan erat. "Hmm.."


Dan secara perlahan, Ayura menarik kedua tangannya, gadis itu pun berdiri membelakangi Krishna. Dia ingin menjawab permintaan Krishna tapi dia tak ingin melihat wajah kecewa pria itu.


Ayura kemudian menggeleng. " Maaf Krish, aku nggak bisa."


Deg...


Serasa ada batu besar yang menghantam dadanya. Seperti ada ribuan jarum yang menancap tepat dihatinya. menimbulkan nyeri, perih dan sesak bersamaan. Nafasnya bahkan tercekat. Pria itu diam untuk sementara waktu. Mencoba menghirup oksigen sebanyak banyaknya untuk melegakan dadanya yang sesak.


"Ay..., apa maksud mu sayang..?" Tanya Krishna sendu dan langsung berdiri tepat dibelakang Ayura. Mebalikan tubuh gadis itu hingga keduanya saling berhadapan, tapi Ayura memilih menunduk. Tak ada keberanian untuk menatap netra sendu pria itu.


"Maaf Krish. Kita nggak bisa bersama lagi."


Nyesss....


Hatinya berdenyut nyeri..


"Tapi kenapa Ay..?" Tanya Krishna dengan setetes air mata yang telah menetes dipipi sembabnya. Hati Ayura pun tak kalah perih melihat kerapuhan Krishna saat ini. "Apa karena kak Abi.?" Netra Ayura langsung menatap Krishna. Ada keraguan dari pancaran netar gadis itu. Krishna tahu itu.


Dan sedetik kemudian anggukan kepala Ayura membuat nafasnya seketika tercekat. Rahangnya hanya bisa dubuka dan kemudian ditutup tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.


Tak tahu harus mengucapkan apa. Jawaban Ayura membungkam kan segalanya, menenggelamkan asa yang susah payah dia pupuk, meruntuhkan kepercayaan diri yang sempat dia bangun. Sakit, perih dan nyesak, itu yang dirasakan pria itu.


Perlahan dia melepaskan genggaman tangannya, membalikan badanya dan langsung berlalu membawa hati yang sakit.


"Krish..."


"Pergilah!"


"Krish.." Panggil Ayura lagi


"Aku ingin istirahat. Anggap saja kita tak pernah membahas ini Ay."


Brakk...

__ADS_1


"Krishna.." Teriak Ayura panik saat tubuh pria itu terjembak kelantai.


__ADS_2