Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Mencari Ayura.


__ADS_3

Mendengar suara Mamanya meninggikan membuat Angel yang hendak kedapur pun terhenti dan memilih menghampiri Mamanya.


"Ada apa Mah..? Kenapa dia ada disini..?" Sinis Angel sembari melirik tak suka pria yang sudah membuat dia dan Mamanya kehilangan pekerjaan mereka.


"Dia mencari Ayura, Mama sudah mengatakan kalau Ayura tak ada disini tapi dia tidak percaya dan mengatakan Mama berbohong." Cerita Amara dengan hati yang masih kesal.


Awalnya dia mencoba untuk ramah, tapi melihat tingkah arogansi Krishna yang tak pernah berubah membuat dia kesal dan bahkan muak.


Angel malah tersenyum miring. "Cih! Untuk apa Mama ku berbohong pada mu.? Kamu tidak pernah berubah Kris. Kasar dan pemarah. Pantas saja Ayura tidak pernah betah dengan mu, dan lebih memilih bersama Abi." Cicit Angel dengan menggeleng geleng kepala tak habis pikir dngan kelakuan pria yang sangat dibenci ini.


Krishna sendiri dibuat emosi saat Angel membanding bandingkan dirinya dengan Abi.


"Kali ini apa lagi yang telah kau lakukan pada Ayura hingga dia menghilang..? Sebenarnya dia itu kekasih mu atau musuh mu, hingga kau terus terus menyakiti nya ha..?"Kesal Angel dengan suara meninggi.


Dia yakin sesuatu yang buruk telah terjadi antara Ayura dan pria dihadapan nya ini. Hingga pria ini datang mencari keberadaan saudara tirinya dengan tampang yang terlihat frustasi.


"Awas saja kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Ayura, aku tidak akan segan segan untuk mencekik mu."


"Jel.."Tegur Amara, melihat kemarahan Putri nya.


Angel sendiri langsung berlalu pergi.


🍒 🍒 🍒


Krishna kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Kali ini dia akan mendatangi pria yang akhir akhir ini terlihat akrab bersama Ayura. Mengingat itu membuat hatinya tercubit. Karena dirinya lah Ayura lebih memilih bersandar pada kakaknya ketimbang dirinya yang selalu memberinya luka.


Mobil telah terpakir asal di loby kantor, dirinya langsung berlari kedalam kantor AK GROUP tanpa bertanya lagi pada sang resepsionis, atasan mereka ada atau tidak.


Saat sudah didepan ruangan Abi sang kakak, Krishna langsung menerobos masuk tanpa menghiraukan Seno Pati yang hendak menghalangnya. Sedangkan si Willy sendiri tak tahu keberadaan nya.


Sorot mata tajam langsung terarah kepada Krishna saat dirinya menerobos masuk dengan mendobrak pintu dengan begitu kuat.


"Dimana Ayura..?" Tanya Krishna singkat, padat dan jelas. Membuat Alis Abi bertaut seperti busur panah.


"Apa maksud mu..?" Tanya Abi dengan bingung. Kemudian Abi kembali menyotot tajam adiknya. "Jangan bilang kau melukai Ayura lagi Krishna..?" Ucap Abi dengan begitu geram, kedua tangan nya bahkan terkepal kuat.

__ADS_1


Matanya bahkan memerah sekarang, kilatan amarah dan emosi menguasai dirinya. Dirinya bahkan sudah melangkah maju, menarik keras baju Krishna, kepalanya tangannya sudah terayun hendak menghantam wajah adiknya yang dulu sangat disayangnya itu.


Tapi tiba-tiba Krishna malah jatuh berlutut dihadapannya dengan tubuh bergetar. "Maaf kan aku. Aku tidak bisa menjaganya dengan baik, aku selalu melukainya, dan kali ini sangat parah. Aku menyesal sangat menyesal kak."


Deg...


'Kak...' Ada perasaan hangat dan bersalah seketika menyerang diri Abi kala mendengar Krishna memanggilnya 'Kak'


"Tolong katakan dimana Ayura, kali ini aku akan mati kalau aku tidak berjumpa dengannya. Tolong katakan pada ku dimana Ayura ,kak..Aku mohon." Pinta Krishna dengan menghiba. Dia bahkan tidak memperdulikan harga dirinya dihadapan kakaknya, kali ini mengetahui keberadaan Ayura itu yang terpenting.


Abi menjatuhkan kepalan tangannya yang sempat terangkat tadi. Dia bahkan menghela nafas dalam guna menetralkan emosi. "Bangunlah." Titah Abi dengan dingin. Dan Krishna pun langsung beranjak berdiri dihadakan Kakaknya.


"Jujur aku tidak tahu keberadaan Ayura..Kali ini permasalahan apa yang kalian hadapi aku tak tahu, tapi aku harap Ayura baik-baik saja. Karena kalau tidak, kamu tau sendiri kan aku akan berbuat apa pada mu. Sekarang pergilah!"


Walaupun terlihat enggan tapi Krishna mematuhi kakanya untuk pergi. Hatinya sedikit ragu, dia yakin Abi mengetahui kebera Ayura tapi dari ekspresi Abi sangat menyakinkan kalau dia juga tidak mengetahui dimana Ayura, arghh...dia bingung.


"Lepaskan Ayura." Ucapan abi, menghentikan pergerakan tangannya yang hendak menyentuh gagang pintu. Dia bahkan langsung berbalik, menyorot Abi dengan begitu tajam. "Bersama mu hanya memberinya luka dan air mata. Apa kamu tidak sadar itu..? Ayura pantas bahagia Krish. Tapi bukan bersama mu. Lepaskanlah dia!"


Seketika rahang Krishna mengeras, dia bahkan langsung berjalan mendekati Abi. "Sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan Ayura. Bahkan sampai aku mati. Aku sangat mencintai nya. Dan kali ini aku pastikan dia tidak akan terluka lagi.." Tegas Krishna tepat dihadapan Abi.


"Tapi bagiku kau tidak mencintainya. Kau hanya terobsesi dengan nya. Mempertahankannya bukan karena cinta Krish, tapi kamu hanya menjadikannya penawar untuk penyakit mu."


Emosi kembali menguasai hati dan pikirannya hingga hilang sudah rasa hormat yang sempat di tujukan untuk sang kakak. Abi sendiri hanya menyeringai melihat kepergian Krishna.


Selepas dari kantor AK GROUP, Krishna terus saja mencari keberadaan Ayura seperti orang gila.


Dia bahkan kekantor Bramantyo, tapi disana bukannya mendapat kan Ayura, dia malah dihajar habis habisan oleh Bramantyo .


Pria senja itu mengamuk mengetahui Ayura menghilang, dia bahkan mengancam Krishna kalau samapi Ayura tidak pulang sampai malam ini berarti dia akan membuat perhitungan dengan Krishna. Pria yang disanjung dan di banggakan selama ini.


Seharian penuh Krishna terus berputar putar didalam kota untuk mencari keberadaan Ayura. Dia hanya asal jalan berharap bisa menemukan gadis itu disuatu tempat.


Penyesalannya dia tidak banyak tahu tempat apa saja yang sering didatangi Ayura, karena mereka memang jarang bepergian berdua selain urusan kantor. Mengingat itu membuat hatinya terasa sakit seperti dire*as re*as.


Dia sadar selama ini dia terlalu mengekang Ayura dengan urusan kantor. Dia membuat Ayura hanya bekerja dan bekerja, tanpa mengajak gadis itu melewati hari hari berdua layaknya sepasang kekasih.

__ADS_1


"Dimana kamu Ay, kemana lagi aku harus mencari mu sayang. Kembalilah, aku berjanji tidak akan membuat mu bersedih atau terluka lagi Ay..Pulanglah aku merindukan mu sayang..."Sesal Krishna dengan rasa penyesalan yang begini besar. Tanpa sadar air mata penyesalan jatuh berderai.


Dia juga sudah bertanya pada kedua teman Ayura yakni Nanda dan Putri dan kedua gadis itu pun tidak tahu keberadaan Ayura.


Kini dirinya berada disebuah taman, tempat dimana Ayura selalu merengek padanya agar mereka berdua bisa ketaman itu bila ada waktu senggang, tapi sampai detik ini, Krishna tidak pernah mengabulkan permintaan kekasih hatinya hingga Ayura menghilang, dan akhirnya dia sendiri yang datang kesini dengan perasaan kacau. Harapannya dia bisa menemukan Ayura ditempat ini sampai senja datang menyapa. Bayangan Ayura pun tak kunjung ada.


Pria itu tertunduk lesu, menatap senja dengan hati merana. Teringat ucapan Ayura.


"Aku tidak menyukai senja Krish." Tutur Ayura pada suatu waktu


"Kenapa..?"


"Entahlah! Tapi saat melihat senja, aku akan mengingat Mamaku, hatiku jadi nya sedih. Dan dengan melihat senja aku akan teringat segala kenangan yang menyedihkan. Jadi aku tidak menyukai senja.


"Baiklah kalau begitu kita tidak akan pernah kepantai agar kamu tidak akan melihat senja dan tidak akan bersedih. Karena aku juga akan bersedih kalau kau bersedih sayang." Ucap Krishna lalu menarik tubuh Ayura kedalam pelukannya dan mengecup pucuk kepalanya dengan sayang.


Ayura mengurai pelukan itu. "Tapi aku menyukai pantai Krish, aku suka laut, aku suka suara ombak dan aku suka pasir." Seloroh Ayura dengan bibir mengerucut, membuat Krishna merasa gemas dan akhirnya mengecup bibir Ayura yang sedang maju itu.


"Baiklah Tuan putri, kalau begitu kita akan kepantai tapi disaat pagi, siang atau malam hari. Tapi tidak disoreh hari, agar kamu tidak melihat senja, hmm."


Air mata Krishna kembali berderai, mengingat obrolannya dengan Ayura. Dia mengatakan kalau dia akan bersedih bila melihat Ayura bersedih, tapi apa ini, dia bahkan selalu menoreh luka dan air mata pada gadis yang sangat dan teramat dicintainya.


Tiba-tiba dia mengingat sesuatu, dia lalu bergegas naik kemobil dan langsung melajukan mobil menuju kantor nya. Dia pun menghubungi Adam. Menanyakan keberadaan asisten sekaligus teman terbaiknya. Tapi saat mengetahui kalau Adam masih bersama gadis ja*ang itu dia pun meminta Adam agar bergegas kekantor karena ada sesuatu yang akan dikerjakan bersama nya.


Saat tiba dikantor hari sudah beranjak malam, semuah pegawai pun sudah pulang, meninggalkan beberapa pegawai yang masih ada, mungkin karena lembur atau masih ada pekerjaan yang belum selesai.


Saat dia tiba didepan ruangannya, Adam sudah ada disana. Krishna lalu mengajak Adam kesebuah ruangan. Dan disinilah mereka sekarang. Diruangan cctv.


Adam langsung mengambil alih tempat dimana ada seorang petugas yang sedang bekerja.


Dengan arahan Krishna, Adam langsung mengotak atik cctv tersebut. Dan saat layar monitor itu menyorot ruanganya, dimana Ayura terlihat keluar dari ruanganya dengan jalan terseok seok, gadis nya terlihat sedang menangis tergugu sambil memegang dinding untuk menopang tubuhnya agar tidak terjatuh.


Melihat itu membuat dada Krishna seketika sesak. Dia bahkan langsung memejamkan matanya karena tidak tahan melihat tangisan Ayura dan tidak lupa darah yang masih mengalir dikening gadis itu membuat dia pun ikut meneteskan air matanya.


__ADS_1


INI ANGEL YA SAY... GADIS KESAYANGAN KANG DANI..GADIS ANGKUH DAN SOMBONG ,TAPI ITU DULU.


BERGANTI MENJADI GADIS YANG CARE DAN PEDULI PADA AYURA TAPI MASIH BERMULUT TAJAM DAN PEDAS...


__ADS_2