Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Menjemput Ayura.


__ADS_3

Krishna begitu bersemangat saat Ayura menyetujui menikah dengannya, pria itu bahkan meminta kedua orangtuanya untuk segera menyiapkan pesta pernikahan dirinya dengan gadis yang sangat dicintainya ini.


Tapi hal ini tentu saja ditolak oleh kedua orangtuanya, alasannya Ayura masih memiliki keluarga jadi semuanya harus di rembuk dengan kedua orangtua Ayura.


Airin sendiri bahkan menganjurkan agar dilangsungkan pertunangan terlebih dahulu baru dilanjutkan dengan pernikahan


Walaupun berat dan dengan terpaksa Krishna menyetujui usul kedua orangtuanya.


Saat menyinggung tentang orang tuanya, Ayura tertunduk sedih. Papanya masih marah padanya tanpa tahu sebabnya.


Terus sekarang orangtua Krishna mau merembuk tentang pertunangannya, apa Papanya akan mau menerima dirinya atau malah melepas tangan..?


Hufff, sedih dan sakit yang dirasakan Ayura sekarang.


Ardiansyah yang menyadari perubahan wajah calon menantunya langsung menyikut lengan isteri nya yang sedang berdebat dengan putranya itu.


Airin yang menyadari situasi pun langsung angkat bicara.


"Ay, dan untuk kedua orangtua mu, khususnya Papa mu sudah kami kasih tau sebelum kesini. Tadi Tante dan Om," Melirik suaminya, "Sudah singgah dirumahmu sebentar menyampaikan pada kedua orangtua mu perihal pertunangan kalian, dan kedua orangtua mu sangat senang dan bahagia, khususnya Papa mu." Airin tersenyum sebenatra melihat netra Ayura membola, dia tahu gadis itu terkejut.


"Beliau juga minta maaf pada mu karena sudah membuat mu terluka. Kemarin dia hanya terlalu lelah karena ada masalah sedikit dikantor membuat dia stres dan malah melampirkan ke kamu." Dusta Airin dan dianggukin suaminya


"Benarkah Tante, Papa sudah tak marah lagi sama Ayura.?" Tanya Ayura dengan penuh binar.


"Iya sayang."


Tentu saja hal ini hanyalah akal akalan mereka semuah, menutup kejadian yang sebenarnya.


Hari ini pun mereka semuah langsung berencana pulang, karena kondisi Krishna sudah dinyatakan sembuh total oleh Dokter.


Semangat pria itu langsung melonjak drastis saat Ayura menyatakan bersedia menikah dengannya, dan melihat dan mendengar kedua orangtuanya yang bersemangat merencanakan pertunangan nya membuat dia tak mau menahan diri diri dirumah sakit ini lagi.


Baginya dia harus cepat pulih, cepat pulang agar cepat juga acara pertunangan nya dengan kekasih yang sangat dicintainya, gadis masa lalunya dapat segera dilaksanakan.


Betapa senangnya dia saat mengingat sebentar lagi dia akan menunaikan janjinya pada Yuana Putri gadis kecilnya untuk menikahinya.


Krishna berjanji pada diri sendiri untuk membahagiakan Ayura. Dia ingin menebus semuah masa kelam yang dulu sempat dia ciptakan untuk gadis itu


Rasanya dia benar-benar tidak percaya ini. Lima tahun bukan waktu yang sebentar untuk mencari gadis masa lalunya, tapi siapa sangka usaha takan menghianati hasil.

__ADS_1


Tapi dia begitu kaget, tak terima dan hampir mengamuk saat Mama Airin mengatakan Ayura a takan ikut dengan mereka pulang kekediaman utama, karena orangtuanya akan menjemput nya akan pulang kerumah mereka.


"Mah, aku nggak bisa kalau harus jauh dari Ayura, aku belum begitu pulih, kalau akau drop lagi, bagaimana..? Siapa yang akan mengurusiku." Rengek Krishna bagai anak kecil.


"Lah kalau belum sembuh, kenapa tadi ngomong pada Dokter untuk minta pulang..?" Tanya Airin dengan geleng kepala, merasa tak habis pikir dengan tingkah anaknya yang tak sesuai dengan karakternya diluar sana.


"Terus siapa juga yang tadi yang bilang lada Dokter kalau dia sudah seha sehat wakafiat..?" Ujar Ardiansyah menimpali.


Krishna mencebik kesal, "Iya aku sembuh kalau ada Ayura disampingku, tapi kalau dia tak ada aku nggak sanggup Mah nggak kuat." Rengek pria itu lagi disamping Mama Airin yang sedang bolak balik membereskan semuah barang yang akan dibawah pulang.


Airin berhenti sejenak kegiatannya. "Ay sayang, tolong kamu lanjutkan. Memberi tas yang sudah setengah terisi pakayan Krishna, meminta gadis itu melanjutkan kegiatannya karena dia ingin menenangkan putranya yang bertingkah seperti bayi tua.


Ayura hanya bisa mengulum senyum melihat tingkah calon tunangan ini. Baginya dia sudah terbiasa dengan tingkah absurt calon tunangan nya ini.


"Dengar!" Tegas Airin pada Krishna, "Semakin lama kau menahan Ayura disamping mu untuk merawat mu, maka semakin lama pula acaranya pertunangan kalian dan kalau sudah begitu semakin lama pula kalian untuk menikah Krish. Apa kamu maunya begitu..?" Tegas Airin


"Ya nggak maulah, enak saja. Lagian bukan kami yang mengurus pestanya kan, ada Mama dan Papa yang mengurus segalanya, jadi biarkan saja Ayura yang mengurus ku. Aku rasa itu tak sulit. Kenapa juga dibuat ribet..?" Pria itu masih mempertahankan kan argumennya.


"Krish, Ayura masih memiliki keluarga, biarkan dia bersama keluarga nya sampai hari pertunangan nya, cukup dia mengurus mu selama ini disini, kamu jangan egois nak. Lagian saat nanti kalian menikah, Ayura sudah kehilangan banyak waktu untuk bersama keluarganya. Jadi kamu jangan ngeyel dan egois seperti itu."


Airin tak habis pikir dengan sifat putranya yang seperti ingin memonopoli Ayura, belum menikah saja begini apabila sudah menikah nanti, dia yakin Krishna takan membiarkan Ayura jauh jauh darinya, kebebasan Ayura pun pasti terbatas.


"Kamu ikut saja apa yang sudah disepakati, jangan terlalu dibuat pikiran, bersabarlah dan tetap berfikir positif agar kau tak lagi sakit nak."Nasehat Airin penuh sabar.


Walaupun dengan setengah hati, Krishna pada akhirnya menerima nasehat Mamanya. Setelah mengemas semuah barang barang dalam ruangan itu, tak berselang Pak Bramantyo pun tiba.


Ayura yang melihat Papa nya ada dalam ruangan Krishna, gadis itu langsung berlari berhambur kedalam pelukan sang Papa saat melihat kedua tangan Papanya terentang kesamping. Meminta Ayura agar masuk dalam dekapannya.


"Pah.. Ay kangen" Ucap Ayura dalam dekapan sang Papa.


"Papa juga kangen nak. Maaf kan Papa ya sudah membuat kamu menangis. Papa benar-benar minta maaf nak."


"Iya Pah, Ay sudsh tahu alasannya dari tante Airin."


"Kamu sudah siap.?" Tanya Bramantyo mengurai pelukan dan dianggukin Ayura. "Yah udah, sekarang kita pulang ya, Mama dan saudara mu sudah menunggu mu dirumah."


"Baik Pah, Ay pamit padan Tante Airin, Pak Ardiansyah dan Krishna dulu ya Pah."


Lidah Ayura yang sudah terbiasa memanggil Pak Ardiansyah dengan sebutan Pak karena Pak Ardiansyah merupakan presdir di AK Group dulu. Hingga sampai sekarang merasa terbiasa dan blum bisa menggantikannya, walau sering diminta Airin dan suaminya untuk memanggil Om.

__ADS_1


Ayura sudah Pamitan pada kedua calon mertua nya. Dan saat berpamitan pada calon tunangan nya terjadi sedikit drama, membuat Bramantyo dan kedua calon besarnya hanya bisa geleng kepala.


"Krish, aku pamit ya."


"Apa kamu nggak bisa ikut dengan ku Ay. Aku pasti sangat merindukan mu." Pinta Krishna dengan wajah memelas.


"Ck! Bukankah kita sudah sepakat ya tadi. Kenapa malah kaya gini lagi sih..?"


"Ck! Saat jauh nanti janji jangan bandel dan jangan ngelirik pria lain ya Ay." Cicit Krishna membuat Ayura mendengkus kesal. "Aku akan sering menghubungi mu." Krishna pun teringat sesuatu "Oh iya, tunggu! aku ada sesuatu untuk mu."


Krishna kemudian mengambil sesuatu yang disimpan dilaci bagian ujung nakas. Dan memberikan pada Ayura. Sesuatu yang memang menjadi milik sang kekasih...


"Ini.."


"Astag Krish, kamu membawanya kesini..? Kenapa tidak langsung memberikan padaku." Omel Ayura sambil memeriksa isi tasnya, tidak ada yang berkurang, senyumnya terkembang sempurna saat melihat smartphone nya.


"Hehehe, aku lupa.."Pria itu hanya bisa nyengir.


"Jangan jauh jauh dari ponsel mu, aku akan selalu menghubungi mu" Menarik tubuh Ayura dan memeluknya. "Aku pastia akan merindukan mu. Aku mencintaimu Ay, sangat. Kamu harus tahu itu." Ungkap Krishna tanpa melepaskan pelukan. Ayura hanya bisa mengangguk dalam dekapan Krishna.


Belum ada cinta dihati nya, tapi dia akan berusaha untuk menerima pria itu.


Sedangkan tak jauh dari sana nampak sepasang mata menatap keromantisan Putrinya dengan Krishna dengan tatapan


Dia tahu ada hati yang sedang terluka dengan hubungan Putrinya dan Krishna. Siapa lagi kalaubujan Abi.


Pria itu sudah banyak berkorban untuk keselamatan Putrinya, dia bahkan mengorbank perasaan nya sendiri, dan merelakan gadis yang sangat dicintainya menjadi milik adiknya.


Level tertinggi mencintai adalah melepaskan. Dan Abi lah pemilik cinta sejati itu.


Dia juga begitu menyukai pria dingin tapi berhati hangat kepada putrinya untuk menjadi kekasih Ayura.


Tapi mau bagaimana lagi, dia juga tak bisa berbuat apa-apa, keselamatan Putrinya sedang terancam.


Jangankan Abi, dia bahkan hanya karena ingin Putrinya menjauh dari nya dia sendiri tega mengusir anaknya agar tak dekat dekat dengannya, karena penjahat itu pun sedang mengincarnya.


Dia hanya berharap penjahat penjahat itu segera ditangkap agar mereka semuah bisa hidup dengan aman, khususnya Ayura.


Dan jauh dalam lubuk hatinya, dia selalu berdoa agar Abi lah yang menjadi menantunya.

__ADS_1


__ADS_2