Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Badut Cantik


__ADS_3

Abi menuntun Ayura pelan berjalan diantara bebatuan, sampailah pada tempat dimana gadis itu kembali berdecak kagum.


Ayura memekik, menyaksikan panorama indah yang tersaji didepannya.


Terlihat di depan sana air terjun yang tinggi sekitar 7 meter dengan dikelilingi bunga bunga beraneka warna dikedua sisinya.


Airnya pun sangatlah jernih yang mengalir diantara tebing dan bebatuan, banyak pepohonan dan tanama yang ikut mengelilinginya, sehingga terlihat sangat asri dan eksotik.


Ayura semakin mendekatai tempat itu.Berjalan dibebatuan membuat nya melangkah dengan pelan.


"Hati hati Ay, batunya licin." Ingatkan Abi.


Pria itu pun berjalan pelan dibelakang Ayura.


Ayura hanya menoleh sekilas, tersenyum dan kembali melangkah dengan hati hati.


"Ahh Pak, cepat sini Pak, disini sangat indah, Ya Tuhan tempat macam apa ini, kenapa seindah ini..?" Pekik Ayura, tangannya melambai pada Abi, minta mendekat.


Dilihat nya keindahan bawah air yang begitu jernih dan tenang. Didalam nya berwarna biru seperti kolam buatan.


"Apa kau menyukai tempat ini..?" Tanya Abi tepat disamping Ayura, jarak mereka sangatlah dekat sehingga bisa tercium aroma cherry blossom dari rambut Ayura yang sedang bergoyang ditiup angin.


mereka berdiri diatas bebatuan yang lumayan besar dari batu batu yang lain, tapi luasnya tak seberapa membuat posisi keduanya begitu rapat.


Ayura membalikan wajahnya, gadis itu mengangguk dan tersenyum senang, tak ada kecanggungan sedikit pun dengan posisi Abi yang begitu dekat.


"Syukur lah kalau kamu menyukainya." Ucap Abi, pria itu ikut tersenyum kemudian mengacak pelan rambut Ayura.


Terlalu takjub dengan pandangan ini membuat dia tak menyadari semuah perlakuan Abi


Ayura terus saja berdecak kagum menikmati pemandangan yang menyejukan mata bahkan hati..Senyumnya tak pernah lepasas dari bibir tipisnya itu.


Begitu pula Abi dia pun ikut tersenyum, merasa bahagia dan senang menikmati pemandangan langkah di depannya ini yakni senyuman dan wajah cantik gadis yang tiap malam hadir dalam mimpinya itu


Ingin sekali Abi mendekap nya dari belakang, dan membisikan kata kata cinta ditelinga gadis itu, tapi sebisah mungkin rasa itu ditahan, tak ingin Ayura marah dan berakhir menjauhinya.


Abi masih dengan lamunnanya sampai teriakan Ayura menyadarkan nya. Dia yang tak hati hati melangkah, akhirnya terpeleset dan byuurrr, nyebur kedalam air itu.


"Pak tolong!" Teriak Ayura.


Tawa pria itu pecah menyadari Ayura sudah basah kuyup dibawah sana. "Hahaha, kenapa sampai nyebur Ay..? Hahaha..."


"Pak... Tolongin napa..?" Rungut Ayura dari dalam air.


"Hahaha... " Abi tertawa lagi membuat Ayura memeberenggut kesal.


"Baiklah... baiklah, mari tangan mu, biar aku tolongin." Abi mengulurkan tangannya, Ayura meraihnya dan dengan satu tarikan kuat byuurr..


Abi pun ikut terjun bebas kedalam air itu..


"Ay.. kau..." Pekik Abi


"Hahaha... Akhirnya kita sama Pak." Tawa Ayura tak ada rasa takut dan canggung pada atasannya itu.


"Awas kau Ay.. " Abi lalu berenang mendekati Ayura


Sada posisinya dalam ancaman, Ayura langsung balik bada berjalan lambat karena melawan arus.


"Jangan lari kamu Ay.." Ancam Abi.


Ayura panik "Maaf Pak, aku mohon maaf kan aku." Ucap Ayura panik, masih berusaha melawan arus, posisi Abi sudah mendekat dan


Hap...


"Aaaa..., ampun Pak" Teriak Ayura. Abi sudah menangkap tubuhnya, kedua tangan kokoh itu membelit erat pinggangnya,

__ADS_1


"Kamu nakal ya, sudah membuat ku ikutan basah" Ucap Abi masih mendekap Ayura.


"Hahaha.. Maaf Pak, maaf.."


"Aku tidak akan melepaskan mu" Ucap Abi kemudian memggelitik pinggang Ayura.


Ayura tertawaa sembari berontak dalam belitan Abi, Abi pun ikut tertawa.


Bahagia dan damai, itu yang dirasakan kedua anak manusia.


* * * * *


"Lihat dengan seksama Pak, ini batunya warna putih, sudah ada tanda goresan batu hitam di kedua sisinya,awas sampai salah ambil" Ucap Ayura


Kedua nya kini tengah bermain melempar batu kedalam air, dan siapa yang mendapat kan duluan akan menjadi pemenangnya.


Dan bagi yang kalah akan mengabulkan dan mengikuti semuah permintaan pemenang. sudah 4 kali mereka melakukannya dan hasil sementara seri. dan kali ini yang terakhir, babak penentuan.


"Ok, ingat yang kalah akan menuruti semuah permintaan pemenangnya" Ucap Abi mengingati


"Ok Pak. Awas aja Bapak curang" Ucap Ayura mengacungkan jari telunjuk kearah pria itu dengan tatapan mengancam.


Abi terkekeh.


"Satu.. dua.. tiga.."


Keduanya langsung berenang ketengah, menyelam lebih dalam dengan netra siaga mencari keberada batu putih itu, dan..


Ayura sudaha melihatnya, dia berenang sedikit mendekat, tangannya terulur akan mengambil batu putih diantara tumpukan batu yang lain, tapi sebelum tanganny benar-benar menyentuh batu itu, dia dikagetkan dengan kehadiran Abi di depannya.


Tangan pria itu terulur memencet hidung Ayura, membuat netra gadis itu membesar dengan mulut yang menggembul.


Ayura sibuk menepis tangan itu, tanpa sadar tangan Abi sebelahnya sudah mengambil batu putih itu.


Dirinya 13 tahun yang lalu dengan seorang pemuda tanggung tengah menyelam di depannya, dan pemuda itu memencet hidungnya, sama yang Abi lakukan saat ini, gadis kecil itu memukul lengan pria tanggung itu kemudian memeluk si pemuda. Keduanya tertawa terlihat sangat akrab


Ayura mere.. mas kepalanya, Abi menyadari itu buru buru melepas capitan tangannya pada hidup gadis itu.


Ayura lalu naik keatas permukaan, dia masih mere... mas rambutnya. Dia benar-benar merasa pusing


"Ay, ada apa..?" Tanya Abi buru buru mendekati nya. Terlihat wajah Ayura pucat


Ayura tidak menjawab, Abi lalu menggendong tubuhnya ala bridal style. Didudukin tubuh kecil gadis itu di sebuah batu.


"Ay.. ada apa..? Apa yang terjadi..?" Abi panik dan sangat cemas. Tangannya menangkup kedua sisi pipi gadis itu


Butuh beberapa menit, hingga Ay kembali sadar.


"Ada Apa..?" Tanya Abi lagi melihat Ayura sedang menatap nya.


Gadi itu memggeleng dan mencoba tersenyum, mengatakan dia baik baik saja. "Nggak papa, Maaf sudah membuat Bapak kuatir.?"


"Tidak papa Ay.. Sebenanya ada apa..? Apa yang terjadi..?" Tanya pria itu lagi


"Aku hanya tiba tiba pusing" Dusta Ayura


"Mungkin kita terlalu lama berendam nya." Ucapan Abi dianggukin Ayura. "Kamu harus cepat cepat ganti baju Ay."


"Tapi aku nggak bawa baju ganti Pak" Lirih Ayura


Abi menepuk jidat, sadar kalau Ayura tidak membawa baju ganti. Kedatangan mereka kesini kan memang tidak direncanakan.


Abi menghela nafas dan langsung teringat sesuatu. " Aku ada bebrapa baju ganti di mobil, kamu pakai baju ku aja dulu hmm..?"


"Haaa...?" Ayura menggeleng

__ADS_1


"Kamu harus mau Ay, lihat kamu sudah kedinginan. Dan tidak mungkin kita kekota dengan keadaan kamu yang seperti ini, aku takut kamu sakit Ay." Abi menelisik netra gadis itu, meminta persetujuannya, dan Ayura pun akhirnya mengangguk.


Benar banget, saat ini dia memang kedinginan, tapi dia malu dan canggung harus memakai pakaian Abi, tapi dia tidak ada pilihan.


"Tunggu disini, aku akan keatas untuk mengambil bajunya." Abi hendak berlalu tapi tangannya langsung ditarik Ayura


"Aku ikut Pak." Dahi Abi mengkerut "Aku takut sendirian disini"


Abi memggeleng. "Nggak! Keatas lumayan jauh dan jalannya licin, kamu lagi basah dan itu akan sediki sulit. Kamu tunggu saja disini, aku janji aku akan cepat turun lagi hmm."


Ayura mengangguk lemah "Tapi aku takut Pak" Lirih gadis itu.Kemudian mengenggam tangan Abi kuat takut ditinggalkan


Abi menghela nafas pelan, mencoba bersabar menghadapi gadis penakut dihadapannya ini.


"Disini nggak ada binatang buas, orang jahat atau pun setan. Disini hanya ada kita berdua Ay, lagian kalau kamu menahan ku terus disini sampai kapan kita akan berganti baju..?" Suara Abi naik satu oktaf


Dia sangat menguatirkan kondisi Ayura yang tengah menahan dingin, berharap cepat cepat mengambil baju miliknya Agar Ayura bisah mengganti bajunya yang basah, tapi dirinya malah tetahan disini masih menenangkan gadis ini.


Ayura masih menggenggam tangannya, pandangannya menyapu sekeliling, Abi mendengus kesal.


"Gini aja, aku akan berusaha untuk lari keatas dan kamu terus saja memanggil nama ku dan aku akan menjawabnya. Lakukan terus sampai aku kembali, ok." Tawar Abi pada akhirnya.


Ayura akhi mengangguk pasrah, gadis itu merasa terpaksa.


Dan benar saja Ayura benar-benar melakukan apa yang diperintahkan Abi, dia terus saja memanggil nama prian itu sampai akhirnya pria itu kembali.


"Ini baju mu, dan cepat gantilah." Abi menyerahkan sepasang baju kameja lengan panjang berwarna hitam dan celana yang senada.


Ayura mengambil pakaian dari tangan Abi, terlihat wajah nggak rela dan enggan.


"Kenapa.?"


"Aku nggak mau Pak." Ayura memggeleng. " Ini kebesaran dan aku malu " Tolak gadis itu, dan diakhiri katanya dengan lirih.


Abi menarik nafas kasar. "Ganti Ayura dan sekarang." Ucap pria itu tegas.


Dia sudah sangat kuatir dengan kondisinya tapi dia malah mengajaknya main tarik ulur.


Ayura kaget dan takut, buru buru gadis itu mengambil baju ditangan Abi. Tapi dia bingung mau ganti dimana, sedangkan disini tidak ada tempat untuk ganti.


"Berganti lah disana" Abi menunjukan sebuah batu yang sangat besar, bisah untuk menutup tubuh seseorg walupun dengan posisi berdiri


"Haaa..?"


"Cepat Ay.."


"Ahh i.. Iiya Pak."


"Pak jangan ngintip." Teriak Ayura dari balik batu. Gadis itu sedang mengganti bajunya.


"Cepat Ay, aku juga mau ganti. Dingin ini." Seru Abi.


"Ay, kenapa lama..?" Teriak Abi, sudah hampir setengah jam dan Ayura belum keluar dari batu besar itu.


"Iya Pak." Ayura memberenggut kesal melihat penampilannya, kameja dan celan Abi kebesaran di badannya. Melihat pantulan dirinya di air tenang itu, terlihat seperti badut. Gadis itu mendesah frustasi pada akhirnya keluar setelah diteriakin Abi.


"Jangan dilihat Pak!" Kesal Ayura saat melihat Abi yang sedang menatap nya.


Dia berjalan melewati Abi, bertambah kesal bercampur malu saat melihat Abi sedang menahan tawanya.


"Balikan badan Bapak, nggak usah lihat lihat atau mencoba melirik." Ucap Ayura ketus membalikan badanya.


"Hahaha.. " Abi tergelak dibalik batu.Setelah menahannya dari tadi saat melihat penampilan Ayura. Gadis itu tengah menjelma menjadi badut cantik


Keduanya kini duduk saling membelakangi, sembari menunggu pakaian Ayura yang sedang dijemur di batu.

__ADS_1


__ADS_2