
Hari masih gelap, ketika Ayura terjaga dari tidurnya. Netra nya masih senantiasa teroejam. Hembusan nafas seseorang menerpa wajahnya, ditambah dengan merasa sesuatu yang berat menumpu pada pinggangnya membuat dia sedang berfikir ada apa dengan dirinya.
Perlahan netranya terbuka. Dia ingin memastikan apa yang sedang terjadi dan pertama kali yang dilihat adalah wajah damai seorang pria yang masih terlelap dihadapannya
Butuh beberapa detik hingga Ayura menguasai keadaan dan seketika netranya membola sempurna kala menyadari dia tidak tidur sendirian. Ada seorang pria yang tidak lain dan tidak bukan adalh Abi yang sedang tidur dihadapannya, dia begitu kaget dan spontan menjauhkan tubuhnya, tapi kembali dia dibuat terperangah saat menyadari tangan Abi tengah memeluknya dengan begitu erat.
Pergerakan nya yang ingin menghindar dan menjauh membuat netra pria itu pun perlahan terbuka. Abi langsung memberikan senyuman. "Kau sudah bangun..?" Tanya pria itu dengan suara serak khas bangun tidur, membuat jantung Ayura langsung berdegup.
"Kenapa kak Abi ada disini..?" Tanya Ayura balik.
"Aku ketiduran." Jawab Abi santai dan langsung kembali memejamkan matanya. "Tidur lagi Ay, diluar masih gelap dan aku masih ngantuk." Ujar Abi kemudian kembali memejamkan matanya.
"Kak.." Tolak Ayura tak terima. Dia langsung ingin melepaskan tangan Abi yang masih memeluknya. Dia ingin cepat cepat beranjak dari tempat tidur ini.
Dia merasa risih berada sedekah ini dengan Abi. Apalagi bunyi detak jantungnya pun tak bisa terkendali.
"Kak.., tapi aku ingin bangun. Tolong lepaskan tangan mu." Sontak Abi kembali membuka matanya. Menatap Ayura dengan sendu.
"Tapi aku masih ingin tidur dengan mu Ay. sebentar lagi aku akan kekota, dan aku ingin menghabiskan sisa waktu ku bersama mu. Jangan melawan dan mari tidur lagi. Diluar pun masih gelap." Ucap Abi kemudian menarik tubuh Ayura kembali merapat, dan sekarang posisi kepala Ayura tepat didada bidang Abi.
Bisa dia dengar detak jantung Abi pun nggak kalah cepat. Ayura begitu canggung, ingin melawan tapi mendengar permintaan Abi yang sebentar lagi Abi akan pergi, membuat dia tak tega. Dan akhirnya mengangguk pelan. Dirinya pun menurut dan tak butuh waktu lama dia pun kembali terlelap.
Dan tanpa sepengetahuan Ayura, Abi tersenyum tipis dengan mata terpejam. Dan setelah memastikan Ayura kembali terlelap, dia lalu membuka matanya.
Dirinya yang tak bisa lagi terlelap hingga memilih menikmati wajah damai Ayura dalam tidurnya. Dan menikmati wangi shampo dari surai hitam Ayura yang terburai berantakan. Menambah cantik gadis itu. Dirinya tersenyum lagi.
🍒 🍒 🍒
Matahari pagi telah menyembur dibalik sela sela jendela. Cahayanya menyilaukan mata penghuni kamar bernuansa putih itu terganggu dari tidur lelapnya.
Ayura perlahan membuka matanya, dia ingat semalam ada seorang penghuni asing yang tidur disebelahnha. Dan ternyata pria itu telah tiada disampingnya .
Ayura tersenyum mengingat hal itu, tak dapat dipungkiri dia juga menikmati tidur dalam dekpan pria itu. Hangat dan nyaman..
Dia pun langsung menggeleng kepala untuk mengusir pikiran anehnya itu.
Tapi setelah yawanya benar-benar terkumpul, dia mengingat pagi ini Abi akan berangkat kekota, buru buru dia beranjak dari kasusnya, berlari kekamar mandi hanya untuk cuci muka dan gosok gigi, karena dia akan membuat sarapan untuk pria yang sedikit demi sedikit sudah meringsuk kedasar hatinya itu.
Saat dia keluar dia tidak mendapat Abi dimana pun, mungkin pria itu masih didalam kamar nya. Setengah jam dia didapur bertempur dengan wajan dan spatula, akhirnya nasi goreng andalannya jadi.
Baru juga dia mematikan kompornya, dirasa ada pergerakan dibelakang tubuhnya. Sepasang tangan kokoh tanpa permisi mendekap erat pinggangnya.
Ayura terlonjak kaget, tapi dia akhirnya membiarkan saja dan menikmati dekapan Abi yang membuatnya hangat dan nyaman. Dan entah sejak kapan dirinya terbiasa dengan semuah perlakuan Abi yang begitu mesra ini.
"Kak Abi sudah bangun..?"
__ADS_1
"Hmm.." Jawab Abi sembari meletakkan kepalanya diatas pundak Ayura. Menikmati wangi tubuh Ayura yang selalu membuatnya tenang.
Ayura membiarkan saja, tapi jangan ditanya didadanya tengah bergemuruh hebat, dengan semuah ini.
"Masak apa..?"
Ayura tidak langsung menjawab, tapi dia lalu menyendok sedikit nasi goreng kehadapan Abi. "Nasi goreng. Mau makan..?" Tanya Ayura dan Abi malah menggeleng. "Kenapa..?"
"Aku mau makan kamu." Jawaban Abi membuat Ayura langsung menoleh dan ..., "Cup.." Satu kecupan diberikan Abi pada pipi Ayura.
"Kak.."Pekik Ayura kesal..
🍒 🍒 🍒
Setelah mandi dan sarapan bersama, kini keduanya sudah berdiri diluar. Disana terlihat sebuah helikopter sudah menunggu Abi untuk mengantar pria itu kekota.
Entah mengapa kedua manusia itu terlihat begitu berat dan tak rela harus saling melepas. Keduanya bertingkat seperti ini adalah pertemuan terakhir mereka. Dan mereka akan berpisah selamanya.
Ayura sendiri seperti sedang melepas kekasihnya untuk pergi merantau, hatinya begitu sedih..
"Apa aku batalkan saja kepergian ku..?" Tanya Abi pada akhirnya. Melihat gadis belahan hatinya begitu sendu dan terlihat berat melepasnya.
Keduanya sedang berdiri berhadapan, kedua tangan saling memggenggam disaksikan semuah pengawal yang hendak mengantar bosnya dan sekalian mengikuti perintah Abi untuk menjaga keamanan Ayura selama dia pergi.
Abi tersenyum, diangkatnya sebelah tangannya dirapikan rambut Ayura yang menjuntai dipipinya kebelakng telinga. Kemudian membelai pipi Ayura dengan netra yang senantiasa memandang wajah gadsi itu. "Baiklah! Tunggu aku disini, aku pasti akan pulang hmm."
"Iya, kak Abi memang harus pulang, karena aku akan menunggu mu. Dan aku akan mengatakan sesuatu nanti saat kak Abi kembali." Jawaban Ayura membuat Alis Abi terangkat sebelah. Tanpa bertanya pun Ayura tahu apa yang ada dipikiran pria itu. "Aku akan menjawab apa yang kak Abi tunggu selama ini." Ucap Ayura lagi
"Benarkah..?" Seketika pria itu langsung tersenyum senang. Ayura pun menggangguk dengan senyum lebar. "Ahhh, aku nggak sabar sampai sebentar soreh. Apa tidak bisa menjawabnya sekarang Ay. Jangan buat aku penasaran dan akhirnya tak bisa konsentrasi nanti. Aku pasti kepikiran loh Ay." Seloroh Abi membuat Ayura terkekeh
Dia merasa tingkah Abi kali ini sungguh memggemaskan. "Nggak! Aku akan menjawabnya setelah kak Abi pulang nanti." Jawab Ayura masih dengan kekehan kecil.
"Baiklah kalau itu mau mu. Tunggu aku ya Ay." Ucap Abi dengan memandang kedalam manik hitam milik Ayura.
Ayura mengangguk dia pun membalas tatapan Abi, netra keduanya beradu dan saling mengunci.
Suasan seketika hening, keduanya masih saling memandang hingga wajah Abi perlahan mendekat, Ayura bergeming hingga detik berikutnya bibir tebal Abbi telah menempel sempurna pada bibir Pink milik Ayura.
Ayura tak menolak. Abi kemudian menarik wajahnya. Dilihatnya Ayura hanya diam dan tak ada pekikan atau marah seperti biasanya membuat dia kembali mendekatkan wajahnya, melihat itu Ayura langsung memejamkan matanya, membuat Abi bersorak senang.
Dan kali ini dia menyesap bibir bawah Ayura dengan lembut. Tak terduga gayung pun bersambut, Ayura ikut membalas menyesap bibir bawah pria itu.
Dan berikutnya, keduanya sudah saling mel*mat dan mem*gut bibir satu sama lainnya. Tangan Ayura sudah terangkat memeluk kepala Abi yang sedang sedikit menunduk agar jalinan bibir mereka tercipta dengan sempurna.
Tangan Abi pun tak kalah gesit merangkul tubuh Ayura dengan begitu erat agar tubuh gadis itu tak mundur kebelakang .
__ADS_1
Ciuman yang awalnya lembut kini berganti dalam dan menuntun, keduanya masih saling mem*gut, kepala mereka pun terkadang saling miring kekanan dan Kekiri mencari posisi aman agar memperdalam ciuman itu.
Lidah Abi terulur mengajak gadis itu untuk berbelit lidah dan menukar saliva.
Keduanya masih larut dalam gairah yang membuncah hingga melupakan waktu dan tempat. Melupakan semua pengawal yang tengah berjaga, pun langsung serempak membalikan badan mereka saat adegan duapuluh satu plus sedang ditayangkan dihadapan mereka.
Dan selanjutnya Abi terpaksa melepaskan pag*tan itu karena melihat Ayura yang kehabisan oksigen.
Abi lalu mengusap bibir Ayura yang sedikit bengkak dan basah karena salivanya dengan ibu jarinya. Ayura tersenyum malu. Tangan Abi masih menempel diwajah Ayura dan langsung dengan cepat kembali menarik kepala Ayura dan kembali menyesap dan mel*mat bibir gadis itu.
Kali ini Abi melakukan dengan sedikit panas dan dan begitu dalam. Tapi itu hanya sebentar, Abi lalu melepaskan pag*tan itu, menempelkan keningnya pada kening Ayura. Dan berisik lembut disana. "Aku mencintaimu Ay, sangat sangat mencintaimu."
Ayura hanya tersenyum, Abi lalu menarik tubuhnya dan mendekapnya dengan begitu erat. Ayura pun membalas pelukan itu. "Tunggu aku pulang." Ayura mengangguk. "akan pasti sangat merindukan mu." Abi kemudian mengurai pelukan dan lalu mengecup kening Ayura dengan begitu lama.
"Aku pergi, jaga diri mu baik-baik. Aku akan menghubungi mu nanti kalau sudah sampai hnm." Lagi lagi Ayura hanya mampu mengangguk.
Dan dengan berat Abi pun melangkah pergi masuk kedalam helikopter yang sudah menunggu nya dari tadi.
Ayura masih ditempatnya, menatap helikopter yang sudah terbang dan menjauh sampai hilang dari pandangan. Baru ia beranjak dari sana dan masuk kedalam vila.
Baru hitungan menit Abi meninggalkan nya tapi rasa rindu pada pria itu sudah membuncah. Dia menjadi ingat momen kebersamaan nya bersama Abi, dimana pria itu memperlakukan nya dengan sangat lembut dan baik hingga dirinya selalu merasa nyaman bersamanya.
Semuah perlakuan dan perhatian Abi bersarang dihati tembus kedasar.
Dan semuah itu membuat hatinya sudah sangat mantap untuk menjawab apa nanti saat pria itu pulang nanti. Dia sudah tahu mau dibawah kemana hubungan nya bersama pria yang dulunya sempat membuat nya trauma bila berdekatan dengan nya.
Ayura tersenyum bahagia bila mengingat itu.
Acara ditivi pun tak dihiraukan, gadis itu malah memilih beranjak kekamar. Dia ingin berbaring dikasur dan menikmati aroma tubuh Abi yang masih menempel dibantalnya.
Ahhh, dirinya benar-benar sudah gila, pikirnya.
Memang benar kata orang, sesuatu akan terasa berharga bila sudah tiada.
Dia masih menikmati harum tubuh Abi pada bantalnya dengan semuah lamunannya tentang perlakuan Abi saat ini terpaksa terhenti kala rungunya mendengar suara berisik dari luar.
Buru buru gadis itu beranjak dan langsung bergegas keluar, ingin memastikan apa yang sedang terjadi diluar.
Dan baru saja dia membuka pintu kamarnya, seseorang pria berpakaian serba hitam dan menutup wajah seperti ninja meringsuk masuk dan langsung membekap mulut dan hidung nya dengan sapu tangan.
Semuanya terjadi begitu cepat hingga tak ada waktu untuk melawan.
Detik berikutnya, dia langsung terjatuh dalam dekapan pria bercadar itu.
"Kak Abi.."Lirih Ayura sebelum dirinya benar-benar tak sadarkan diri.
__ADS_1