Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Pedofil


__ADS_3

Setelah merampungkan acara makan malam, kini Abi dan Ayura tengah duduk diliving room menikmati acara kesukan Ayura. Lebih tepatnya Abi yang menemani Ayura nonton, karena pria itu terlihat sibuk dengan note book yang ada di tangannya.


Biasanya juga dia yang duduk nonton sendiri dan tak ingin Abi menemaninya, karena selain usil pria itu pun sering merecokinya dengan mengganti ganti chanel yang lain. Terkadang juga Abi sering menanyaka nama semuah pemainnya dan menanyakan hal hal yang membuat Ayura kesal dan terganggu konsentrasi nontonnya. Membuat dia selalu mengusir pria itu saat hendak ikut nonton bersamanya.


Tapi entah mengapa, malam ini setelah mengetahui Abi akan pergi besok, dia jadi tak mau jauh jauh dari Abi.


Setelah makan malam tai, Abi terpaksa mengurungkan niatnya untuk bekerja diruang kerjanya dan memilih berkeja disamping nya karena mengikuti permintaan gadis itu.


Dan tentu saja Abi dengan senang hati mengikuti kemauannya. Karena dia sendiri juga merasa berat besok harus berpisah dari nya walaupun rencananya hanya sehari tapi entah mengapa disudut hatinya mengatakan ada hal besar yang akan terjadi besok. Tapi dia sendiri tak tahu apa. Harapannya semoga ini hanya perasaannya saja.


Ayura tengah duduk bersandar pada lengan Abi dengan begitu manjanya. "Ay.., kepalanya jangan digerakin gitu, aku jadi tidak bisa kerjanya." Tegur Abi. Melihat cara duduk Ayura yang bersandar pada lengannya, kepala gadis itu sesekali bergerak membuatnya konsentrasi kerjanya terganggu karena harus menjaga kepala Ayura agar tak jatuh.


"Hehehe.. Maaf.. Kakau begitu biar aku pindah aja kak" Kekeh Ayura kemudian ingin beranjak duduk dengan bersandar pada sofa.


"Nggak papa Ay, disini aja. Asal duduknya diam dan jangan banyak gerak." Sela Abi cepat. Tak ingin Ayura pindah karena dia sendiri merasa sangat senang dengan tingkah manja Ayura padanya.


"Baiklah.." Ayura pun kembali bersandar pada lengan Abi.


"Kak..apa ada masalah dikantor..?"


"Nggak."


"Terus ada urusan apa kak Abi besok kekota..?" Tanya Ayura denga sedikit memiringkan kepalanya hingga netra keduanya beradu.


"Aku hanya ingin menemui seseorang" Jawab Abi tanpa teralihkan dari note book nya.


"Siapa..?"


Abi berfikir sejenak. "Seseorang. Kamu nggak kenal."


"Oh..Apa ada urusannya dengan perushaan..? Karena setahuku seminggu disini ka Abi nggak penah kekantor, ngak kerja juga. Apa ngga papa kak..? Apa pekerjaannya tidak terbengkalai..?"


Abi memilih mengalihkan fokusnya paan pekerjaannya dan memilih menjawab pertanyaan Ayura. "Kata siapa aku nggak kerja..? Nah ini aku lagi apa coba..? Terus selama kamu nonton oppa oppa mu, aku sendiri keruang kerja, kalau nggak utuk kerja emangnya aku ngapain didalam...? Tidur..?"


Jawaban Abi membuat Ayura tersenyum malu. Gadi itu pun terkekeh menyadari kesalahan nya. "Oh iya ya.., kok aku nggak tahu ya." Cicit Ayura. Abi hanya menggelng dan ikut terkekeh pelan.


"Lagian aku memiliki Willy dan Senopati disana ditambah semuah karyawan ku sangat berkompeten dan bertangung jawab, jadi biar pun aku nggak ada, mereka tetap bisa bekerja dengan baik dan bisa menghandel semuah pekerjaan ku tanpa diminta" Ayura hanya mengangguk mendengar penjelasan Abi, dia juga tahu itu.


Abi kembali fokus pada pekerjaannya. "Kak.."


"Sudah! diam Ay, jangan ganggu konsentrasi ku. Fokuslah pada oppa mu itu."

__ADS_1


Ucapan Abi membuat Ayura mencebik, pada hal dia masih ingin ngobrol dengan pria itu.


Karena merasa kesal Ayura memilih duduk bersandar pada sofa, tidak pada lengan Abi lagi. Dan Abi sendiri kembali fokus pada pekerjaannya.


"Jangan cemberut gitu, jelek tau." Usil Abi lagi membuat Ayura mendelik padanya.


"Biarin aja jelek, biar kak Abi tak


usah menyukai ku lagi." Ucap Ayura dengan kesal.


"Hei! Kata siapa aku akan berhenti menyukai mu..? Dengar! Walaupun kau jelek atau pun cacat sekalipun aku tetap mencintaimu tau. Karena sampai kapanpun aku tetap menunggu mu."


Ucapan Abi membuat hati Ayura terenyuh, ada perasaan hangat mengalir dalam dirinya.


"Emang kak Abi nggak ada wanita lain yang disukai dari dulu..?" Tanya Ayura mengalihkan topik sekaligus dia memang sedikit penasaran dengan kisah asmara mantan bos nya ini.


"Ada!" Jawab Abi singkat.


"Oh ya, siapa..? Apa aku mengenalnya..? Apa dia artis..? Rekan bisnis atau apa..?" Tanya Ayura dengan antusias membuat Abi menghela nafas kasar menahan kesal. Gadis ini nggak peka peka.


"Semuah tebakan mu salah." Abi lalu meletakkan note book nya diatas meja dan memilih meladeni kekepoan gadi ini.


Karena ada sesuatu yang ingin dia jelaskan pada si polos ini yang nggak peka peka tentang urusan percintaan.


Ayura terlihat berpikir sebentar dan matanya jadi membulat sempurna kala satu nama melintas dibenaknya. " Astaga! Apa itu Angel..? Kak Abi menyukai Angel...?"


Takk....


"Auuwww" Ringis Ayura sembari mengusap keningnya yang baru disentil dengan kuat oleh Abi. "Kak..,apa yang kau lakukan..?" Kesal Ayura masih dengan mengusap keningnya.


"Habis aku marah Ay. Bisa bisanya kamu berfikir aku menyukai Angel. Kenapa otak mu ini nggak bisa diajak serius bila berbicara tentang perasaan ku ha." Kesal Abi tak terima. Ayura tidak peka dengan perasaannya. Berarti semuah perhatiannya dan ungkapan cintanya selama ini tidak membuat ia tahu dan menyadari kalau Abi sangat mencintainya.


Malah dia membawa bawa nama Angel, gadis yang paling tak dia sukai dari dulu. Tapi sekarang nggak lagi, karena dia adalah kekasih sahabat baiknya, Dani.


Ayura sendiri tersentak mendengar ucapan Abi yang sedikit keras. Dia tahu Abi sedang marah kali ini. Dia memilih diam dengan menggigit bibir bawahnya.


Abi yang melihatnya menjadi tak tega. Dia memang tidak bisa melihat Ayura yang takut atau merasa bersalah seperti ini. Dia lalu menarik nafas pelan, didekatinya tubuh nya kegadis itu. Ditariknya tangan Ayura dan digenggamnya lembut.


"Kenapa kamu harus bertanya lagi hmm..? Bukankah aku sudah pernah mengatakan pada mu waktu di pulau seberang, kalau dari dulu sampai sekarang tidak ada wanita yang kucintai selain dirimu, kamu masih ingat kan ..?" Tanya Abi dengan lembut


Ayura berfikir sejenak dan mengangguk. "Kalau masih ingat, kenapa kau bertanya lagi..?"

__ADS_1


"Aku kira waktu itu kak Abi hanya bercanda."


"Kenapa kau berpikiran seperti itu..?"


"Ck!" Cebik Ayura sambil melirik Abi dengan liriknya curiga, membuat kening Abi terlipat halus. "Jadi kak Abi menyukaiku dari dulu..?" Tanya Ayura dan dianggukin Abi.


Pria itu berharap, dengan mengetahui kalau dia menyukainya dari dulu setidaknya gadis ini bisa tahu kalau hanya dia yang dicintai dari dulu sampai sekarang. Dan bisa mempertimbangkan lagi ungkapan cinta nya


Tapi diluar ekspetasi, ucapan Ayura berikutnya malah membuat dia shock dan ingin menenggelamkan dirinya kedasar laut.


"Berarti kak Abi pedofil dong. Mencintai anak kecil." Tanya Ayura dengan raut tanpa dosa.


Gubrakk..


"Kauu..." Pekik Abi tertahan.


Kesal, marah dan malu bercampur menjadi satu didada pria itu, tanganya sudah terulur ingin kembali menyentil kening Ayura, tapi terpaksa hanya bisa menggantung diudara karena melihat Ayura sudah memejamkan matanya karena takut. Apalagi melihat kening gadis itu masih menyisahkan sedikit memerah karena sentilan pertamanya tadi.


"Jahat kau Ay, berpikir seperti itu tentang diri ku." Kesal Abi dengan wajah memerah.


"Maaf...Habis kak..."


"Udah nggak usah dibahas lagi. Sana nonton drama mu, tuh pria kesukaan mu Hiyong Bing udah main."


"Ck! Bukan Hiyong Bing kak, tapi Hyun bin" Ralat Ayura tak terima, Abi selalu saja salah menyebut aktor kesukaanya. Entah pria itu sengaja atau tidak. Yang jelas dia selalu saja membandingkan dirinya dengan aktor aktor itu.


Dengan sedikit mencebik, dan ngomel ngomel Ayura akhirnya mengacuhkan Abi yang sudah fokus dengan pekerjaannya. Tapi Ayura dibuat kaget saat Abi menarik tubuhnya dan memintanya untuk kembali bersandar pada lenbannya seperti tadi sebelum mereka bertengkar.


Abi yang fokus dengan pekerjaannya sampai tak menyadari kalau gadis yang tengah bersandar padanya sudah tertidur pulas.


Abi kaget ketika kepal gadsi itu hampir terjatuh, untung dia sigap dan langsung menangkap kepalaAyura.


Abi lalu mengatur posisi duduknya dan tubuh Ayura hingga gadis itu kini tidur diatas pahanya. Abi tersenyum melihat wajah damai Ayura dalam tidurnya.


Cantik alami tanpa polesan, hidung mancung dengan bibir merah delima asli tanap polesan dan wajah mulus bak boneka porselin. Ayura memang sangat cantik dan dia tak bosan bosannya menatap wajah gadis itu.


Setelah merampungkan pekerjaanya, Abi lalu mengangkat tubuh Ayura dengan pelan dan menggendongnya ala bridal style kekamar gadis itu.


Dibaringkan dengan pelan tubuh gadis itu agar tak terusik tidurnya. Abi lalu duduk ditepi kasur, dirapikan anak rambut gadis itu yang tengah menghalangi pandangannya.


Abi tersenyum, dibelainya pipi gadis itu dan mendaratkan kecupan dipipi dan dilanjutkan kening Ayura. "Selamat tidur gadis kecil ku. Mimpi indah yah. Aku mencintai mu." Bisik Abi. Pria itu pun kemudian ikut naik keatas kasur dan berbaring disamping Ayura.

__ADS_1


Dengan pelan dan hati hati, dia mengulurkan sebelah tangannya dibawah kepala Ayura, hingga gadis itu berbantalkan lengannya, mendekatkan tubuhnya dan sebelah tangannya sudah memeluk pinggang ramping Ayura dengan posesif.


__ADS_2