
Ayura masih saja histeris dengan melempar semuah barang yang masih bisa dijangkaunya.
Ketiga pria itu pun kaget dan panik, mereka sangat takut Ayura terluka karena dilihat banyak pecahan vas bunga yang berhamburan dilantai karena tak sengaja tersenggol tangan Ayura ketika gadis itu hendak mengambil barang diatas nakas untuk melempar mereka.
"Kalian berdua, cepat tangkap dia dan bawa dia kesini." Perintah sang kepala pelayan pada dua pria itu.
Kata tangkap dari sang kepala pelayan membuat Ayura semakin takut dan semakin gemetar lah tubuhnya.
Ingatan tentang kejadian dimasa lampau terus menari nari diotaknya, apalagi kata tangkap yang ditangkap indra pendengarannya memberi sinyal bahaya pada otaknya.
Gadsi itu semakin panik dan takut, hingga tangannya langsung meraih pecahan vas bunga dan diarahkan kepergelangan tangannya.
"Nona..." Teriak ketiga pria itu bersamaan.
Bola mata mereka bahkan hampir keluar dari sarang nya, melihat gadis yang diperintahkan oleh boss mereka untuk dijaga dengan segenap jiwa dan raga mereka terlihat ingin membunuh diri. Kakau itu terjadi maka, nyawa mereka pun akan melayang ditangan sang boss .
"Jangan mendekat!! Kalau tidak aku akan mati saat ini juga."
"Nona, aku mohon jangan lakukan." Pinta sang kepala pelayan dengan tangan terulur dan melangkah perlahan.
"Aku bilang jangan mendekat!!"
Cess..
Satu sayatan tipis telah Ayura torehan dipergelangan tanganya. Darah segar menetes perlahan.
"Nona..." Teriak ketiga pria itu dengan wajah pias Matilah mereka kali ini.
"Baiklah, kami akan pergi tapi kami mohon buang beling itu, nona." Ucap pria tua itu lagi sambil melangkah mundur.
Ketiga pria itu pun mundur secara perlahan, beling ditangan Ayura pun sudah dilempar kearah ketiga pria itu.
Ayura kini meringkuk di sudut nakas dengan kedua tangannya menutup telinganya. Gadis itu masih shock dan gemetar, bayangan 13 tahun yang lalu masih terlihat jelas.
Dirinya benar-benar takut saat ini.
Sedangkan ketiga pria itu masih mondar mandiri diluar pintu, raut cemas dan takut tercetak jelas diwajah ketiganya.
Kepala pelayan itu pun sudah menghubungi Krishna, mengabarkan Ayura sudah sadar dan gadis itu sedang mengamuk. Pria itu sedang dalam perjalanan kemari.
Mereka kini sudah yakin apa yang akan dilakukan Krishna pada mereka bila melihat kondisi Ayura yang sedang kacau ini, ditambah lagi melihat luka dipergelangan tanganya ,bisa saja tangan mereka pun ikut dipenggal pria itu.
Tak berselang, terdengar bunyi suara helikopter mendarat tepat didepan bangunan itu.
Wajah ketiga pria itu pias dengan tubuh bergetar hebat, merasa nyawa mereka sudah diujung tanduk.
"Apa yang terjadi Pak Munir..?" Tanya Krishna dengan berlari kearah kepala pelayan yang bernama Munir itu.
"Nona mengamuk Tuan, dia melukai dirinya sendiri." Lapor Munir dengan suara bergetar, rahang Krishna seketika mengeras.
"Memang apa yang kalian lakukan sampai Ayura melukai dirinya ha.." Bentak Krishna dengan keras membuat tubuh ketiga pria itu seketika menegang hebat.
"Kami tidak tahu kenapa, tapi nona histeris dan mengamuk melempar kami dengan semuah barang dan berakhir melukai pergelangan tangannya dengan pecahan vas bunga."
Bukh..
Bukh..
"Kurang ajar, bang*at!! Kenapa Ayura sampai melukai dirinya dan kalian tidak bisa mencegah ha..?"
Bukh...
Bukh...
__ADS_1
Dua pukulan lagi mendarat sempurna dipelipis kedua penjaga itu. "Dasar gak guna." Umpat Krishna dan mendorong tubuh kepala pelayan itu dengan kasar.
"Tunggu kalian disini, aku akan membuat perhitungan dengan kalian." Ancam Krishna membuat kedua pria itu menelan salivanya dengan kasar.
Dia pun langsung bergegas masuk kedalam kamar, netranya menyapu isi kamar yang berantakan dengan pecahan beling dimana mana.
Krishna menjadi sangat kaget, dadanya seketika menjadi sesak, hatinya pun sakit seperti ribuan jarum yang menancap kala mendapat tubuh gadis yang sangat dirindukan tengah meringkuk dengan tubub gemetar disudut nakas.
Dia bergegas menghampiri Ayura. " Ayura sayang.." Lirih Krishna sembari mendekat.
Ayura yang masih menunduk menyembunyikan wajahnya, mendengar namanya dipanggil, kembali histeris. "Pergi kalian, pergi..! Jangan ganggu aku. Aku mohon, hikh..hikh.."
"Ay..ini aku.."
"Pergi..!"
Ayura kembali mengamuk dan kini dia kembali meraih pecahan vas itu dan melempar asal ke Krishna, satu lemparan mendarat dikening pria itu, hingga darah segar langsung mengalir perlahan dikeningnya.
"Tuan.." pekik Munir yang sedang berdiri dibelakang Krishna.
Tanpa berbalik Krihna mengangkat sebelah tangannya kearah pria tua itu ,agar tidak mendekat dan jangan mengganggunya.
Akhirnya Munir pun hanya bisa mengatupkan rahangnya.
"Pergi..!" Ayura masih histeris.
Krishna tak sanggup lagi dia langsung berlari dan berhambur memeluk tubuh gadis itu.
"Ay, ini aku Krishna. Lihatlah ini aku Krishna Ay.." Ucap pria itu dengan menangkup kedua sisi wajah Ayura agar bisa melihat nya.
Dan saat Ayura melihat dan mengetahui keberadaan Krishna dihadapannya sontak gadis itu langsung berhambur dalam pelukan pria itu.
"Krish aku takut, hikh... hikh..., mereka ingin membunuhku." Tangis Ayura dalam dekapan Krishna.
Ada rasa hangat menjalar keseluruhan tubuhnya, ketika mendapat gadis yang sangat dicintainya kini berada dalam pelukannya.
Gadsi yang dilukai, dan berakhir kabur dan memutuskan hubungan mereka kini sudah kembali dalam dekapannya.
Sesungguhnya kesehatan nya belum sepenuhnya pulih, tubuhnya masih sengat lemah, tapi bila mendengar berita kalau misi yang dijalankan Adam dan anak buahnya berhasil. Dan Ayura sudah berada divila membuatnya langsung kabur dari rumah sakit.
Dengan bantuan seorang perawat yang sudah dibayar mahal olehnya, ketika Abi pergi dari ruangan nya.
Dan sekarang tubuhnya mendadak sehat walafiat mendapati Ayura sekarang sudah berada diahdapannyaa dan dalam dekapannya. Membuat semuah sakit yang didertinya selama empat hari ini mendadak hilang entah kemana.
Ayura terlihat tenang sekarang, tangisannya pun sudah berhenti berganti dengan sesegukan.
Krishna kemudian mengurai pelukan, ditangkup kedua sisi wajah Ayura agar netra gadis itu dapat melihatnya.
"Lihat Ay, aku ada disini mereka tidak akan berani mengganggu mu. Kamu dengar itu."
Netra Ayura yang masih berembun menelisik netar elang milik Krishna, mencoba mencari kebenaran disana.
Krishna mengangguk, meyakinkan gadis itu. Kedua ibu jarinya pun terangkat mengusap kedua pipi Ayura yang basah dengan air mata.
"Tapi mereka siapa Krish..? Aku takut."
Krishna tersenyum lebar. "Kamu tidak akan melihat mereka lagi. Aku akan menyingkirkan mereka."
Ayura mengangguk, kedua tangannya pun terangkat memegang tangan Krishna yang masih menagkup wajahnya.
Dan saat itulah netra elang Krishna dapat melihat pergelangan tangan Ayura yang berdarah, akibat dari sayatan beling tadi.
Seketika matanya membola sempurna, dia bahkan langsung melepas wajah Ayura dan menarik tangan Ayura yang berdarah. Rahangnya langsung mengeras.
__ADS_1
"Astaga!!! Kamu terluka Ay..?" Pekik Krishna. Krihsna tanpa sengaja menyentuh luka itu membuat Ayura meringis
"Isshh.., sakit Krish." Ringis Ayura.
"Pak Mun.." Panggil Krishna pelan tapi sangat menusuk ditelinga Pak Munir.
Mengerti akan panggilan itu, pria tua yang disapa Pak Mun itu tau apa yang di inginkan sang Tuan.
Buru buru dia mengambil kotak obat dan menyerahakan pada Krishna.
Krihsna mengambil otak obat ditangan Pak Mun, dengan melempar tatapan yang mematikan. Dia tau setelah ini Krishna pasti akan membuat perhitungan dengan dia dan kedua pengawal tadi
Krishna langsung bergegas mengobati luka Ayura, tapi gadis malah menarik tangannya dan menggeleng.
"Kenapa Ay..? Biarkan aku memgibati luka mu dulu"
Ayura tetap saja menggeleng. " Nggak Krish, ini tak penting. Tapi sekarang aku ingin kamu membawa ku pergi dari sini Krish, aku takut disini. Aku nggak merasa aman disini. Ayo kita pergi Krish." Pinta Ayura dengan langsung menarik tangan Krishna agar pergi dari vila ini.
Ayura bahkan melihat seisi kamar dengan tatapan yang begitu takut.
"Iya Ay, kita akan pergi dari sini, tapi izinkan aku mengobati luka mu dulu. Biar tidak infeksi." Pinta Krishna mencoba membujuk Ayura dengan lembut.
Tapi lagi lagi Ayura menggeleng dengan netra yang kembali berembun. " Nggak Krish, aku nggak mau, aku mau pergi Krish. Aku mohon bawa aku pergi, hikh.., hikh...," Tangis Ayura kembali pecah.
Hati Krishna seperti terhantam batu besar, dadanya kembali sesak, melihat wajah ketakutan Ayura dan melihat rengekan gadis itu membuatnya tak tega, tapi dia juga tak mungkin membiarkan dia pergi, setelah dia berusaha mati matiin untuk membawa Ayura kemari.
Tidak, tidak tidak. Kali ini dia tidak akan membiarkan Ayura pergi lagi. Ayura adalah hidup dan nafasnya.
Krishna kemudian mer*mas dadanya yang seketika merasa sesak. "Kamu kenapa Krishna..?" Tanya Ayura penuh kuatir melihat wajah Krishna yang tengah meringis, seketika dia langsung duduk dihadapan Krishna. "Kamu sesak ..?"
Krishna mencoba tersenyum disela dirinya yang masih meringis menahan sakit. "Aku tidak papa Ay. Aku hanya sedikit lelah. Aku obati luka mu dulu ya." Pinta Krishna. Dan Ayura akhirnya mengangguk patuh.
Saat Krishna tengah mengobati lukanya, netar gadis itu terus menelisik wajah Krishna yang terlihat tirus dan sedikit pucat, rahangnya pun ditumbuhi bulu bulu halus. Sepertinya mantan pacarnya ini tidak mengurus diri dengan baik.
Sebelah tangan Ayura yang bebas terangkat membelia wajah Krishna, sontak Krishna terkejut. "Ada apa..?"
"Kenapa kurusan..? kenapa pucat..? Kamu sakit..?"
"Hmm.." Krishna mengangguk tanpa mengalihkan netranya yang masih fokus mengobati luka Ayura. Tapi sesungguhnya hatinya menghangat mendapat perhatian dari Ayura, apalagi tangan gadis itu masih memebelai wajahnya.
"Ishh.."Ringis Ayura pelan saat Krishna membersihkan lukanya dengan cairan anti septik.
"Sakit ya..? Maaf.." Ucap Krishna, kemudian meniup luka Ayura.
"Sudah." Krishna telah selesai mengobati luka Ayura dan membeberin perban disana.
Saat dia ingin meletakkan kotak obat itu, Ayura kemudian mengambilnya dari tangan Krishna dan langsung mengobati kening Krishna yang terluka karenanya.
"Maaf..." Lirih Ayura
"It's ok.."
🍒 🍒 🍒
**SEKEDAR INFO:
SEBENARNYA AKU SEDIKIT KECEWA DENGAN PARA READERS DISINI YANG TERNYATA BANYAK YANG MENIKMATI KARYA KU TAPI TIDAK PERNAH MENINGGALKAN JEJAK SEDIKIT PUN DISINI. .
APA SUSAHNYA BESTIE...HANYA DENGAN MENEKAN TOMBOL LIKE, JARI KALIAN NGGAK AKAN KERITING LOH.
TAPI TERSERAH MEREKA JUGA SIH, MAU BICARA BANYAK TAPI MEMANG SIFAT MEREKA SUDAH BEGITU, BIAR SAJA TUHAN YANG BALAS, HEHEHE.....
SEMANGAT KU TIDAK AKAN PUPUS HANYA KARENA READERS SILUMAN ITU. KARENA AKU TAHU MASIH BANYAK READERS YANG BAIK HATI DAN TAHU MENGHARGAI KARYA RECEH KU INI.
__ADS_1
LOVE YOU ALL...KALIAN LUAR BIASAAA**...