
Seluruh mata kini tertuju pada tangga dimana sepasang pengantin tengah berjalan pelan menuruni anak tangga di ikuti iringan keluarga dibelakng kedua pengantin yang baru sah tadi pagi itu.
Terlihat pengantin perempuan yang begitu cantik dan elegan dengan gaun putih bertaburkan swarovski, begitu juga dengan pengantin pria yang tak kalah tampan dengan tuksedo mahal dan juga elegan berwarna senada dengan pengantin wanita tengah melangkah turun dari atas sana.
Semakin dekat iringan pengantin menuju pelaminan semakin terlihat jelas sesosok bidadari yang begitu cantik dan bersinar berada dibarisan belakang.
Membuat mata para tamu khususnya para pria langsung beralih menatap penuh takjub ke barisan belakng.
Senyum bahagia terus telukis di bibir pasangan halal itu beserta kedua orangtua masing masing
Berbanding terbalik dengan sepasang kekasih yang tengah berada dibarisan belakang.
Terlihat seseorang tengah menahan sekuat tenaga suasana hati yang tengah terbakar melihat semuah tamu pria menatap gadis disampingnya dengan netra yang tak berkedip.
"Tundukan pandangan mu. Dan jangan tersenyum pada siapapun Ay." Bisik Krishna sembari menarik pinggang Ayura hingga tubuh keduanya menjadi begitu dekat membuat gadis itu meringis antara malu dan takut melihat wajah pria disampingnya ini yang tak biasa.
Iringan pengantin pun menaiki pelaminan. Kemudian semuahnya berpencar. Ayura mengikuti Krishna yang akhirnya bertemu dengan para kolega bisnisnya, hingga Ayura meminta izin pada calon suaminya untuk menemui kedua temannya Putri dan Nanda.
Krishna hanya bisa menarik nafas kasar, ingin sekali dia mengikuti kemana saja kekasih hatinya melangkah, tapi dia pun tak enak dengan para koleganya yang sepertinya ingin berbincang dengan nya. Sedangkan menahan Ayura tetap disampingnya pun bukan solusi yang tepat mengingat semuah koleganya adakah laki-laki yang sesekali terlihat mencuri pandang kekasihnya itu.
"Wahhh, cantik ya Ay, Angel nya. Dokter Dani pun terlihat sangat tampan. Keduanya terlihat sangat serasi?" Decak kagum Putri dan dianggukin Nanda dan Ayura.
"Aku yakin kamu juga pasti akan tampil lebih cantik dari pada dia. Lihatlah dengan penampilan mu ini saja sudah menyihir semuah tamu undangan apalagi saat nikah nanti. Aku yakin tatapan Pak Krishna tidak akan berpaling dari mu." Puji Nanda, dari nadanya saja sepertinya dia tak suka kalau Angel lebih cantik dari sahabat nya ini.
"Ck, apaan sih Nan, biasa aja kali."
"Benar kok Ay, aku juga lihat kok tadi, pandangan para tamu khususnya pria bukanya menatap yang didepan, eh mereka malah beramai ramai fokus menatap pada barisan belakang." Tambah Putri.
"Udah udah, jangan dipuji terus aku nya, nggak bisah napak nanti. Eh, kalian malam ini pun terlihat sangat cantik loh." Puji Ayura mencoba mengalihkan topik.
Dipuji begitu membuat Nanda menyadari sesuatu.
"Kamu tau Ay, gaun ini sebenarnya kami siapkan untuk pernikahan mu loh, tapi malah kupakai malam ini. Dan sekarang aku bingung, nanti pas nikahan mu mau pakai apalagi. Gaun andalanku udah kupaki malam ini ." Seloroh Nanda dengan raut sedih.
"Iya Ay, aku juga sama. Padahal aku menabung, agar bisa membeli gaun ini. Acara Angel terlalu mendadak hingga aku tak bisa membeli gaun lagi aku nggak tau lagi mau pakai apa pas nikahan mu nanti." Tambah Putri dengan bibir mengerucut.
Ayura tersenyum mendengar curhatan kedua temannya. Dia tidak menyangka kedua teman sejatinya ini begitu bersemangat mempersiapkan gaun untuk pernikahan nya. Tapi merasa nggak enak juga mendengar curhat keduanya tentang gaun yang dipersiapkan untuk acara nikahannya dipakai malam ini.
Hingga muncul sebuah solusi.
"Kalian tenang saja dan nggak usah sedih, besok datang saja ke rumahku, aku akan membebaskan kalian berdua memilih gaun rancangann ku, khusus untuk kalian berdua, kuberikan gratis." Ucapan Ayura membuat kedua bola mata Putri dan Nanda membulat sempurna.
"Benarkah..?" Cicit Nanda
"Serius...?" Tambah Putri.
Ayura mengangguk dan tersenyum, dia kemudian terkekeh saat kedua temannya langsung berhambur memeluknya.
"Ahhh, terimakasih banyak Ay." Ucap Nanada dan Putri bersamaan
__ADS_1
"Kamu memang teman terbaik kami. Ahhh, betapa beruntung kami berteman dengan mu." Tambah Putri lagi.
Jelas saja keduanya sangat senang dengan pemberian Ayura kali ini, karena mereka tahu rancangan Ayura selalu terlihat elegan dan mewah dan harganya jangan ditanya lagi tentu saja bernilai fantastik, apalagi rancangan nya selalu menjadi incaran para pencinta mode.
Hanya saja disayangkan, ternyata sahabat nya ini tidak menjual semuah rancangannya secara terbuka.
"Oh iya Ay, kenapa pernikahan Angel terkesan mendadak begitu, apa karena...?" Tanya Putri dengan menggantung pertanyaan dan menaikan sebelah alisnya. Bisa ditebak Ayura dan Nanda kelanjutan nya.
"Ha...?" Beo Ayura. "Apaan sih, ya nggak lah. Jangan mikir yang macam macam Put." Jawab Ayura salah tingkah membuat Putri dan Nanda bisa menarik kesimpulan.
Dari wajah kedua nya Ayura bisa memastikan kalau keduanya tak bisa di tipu, membuat ià menarik nafas kasar.. Hingga akhirnya Ayura pun menceritakan kejadian yang sebenarnya pada kedua sahabat nya itu.
"Begitulah ceritanya." Ucap Ayura mengakhiri ceritanya.
"Oh astaga! Jahat banget sih temannya Angel. Untung nya ditolongin ama Dokter Dani kalau tidak Angel bisa hancur ditangan si Wira brengsek itu." Cicit Nanda dan dianggukin Putri.
"Makanya kita harus pandai pandai mencari teman, salah pilih teman maka kita pun akan terjerumus kaya Angel ini." Tambah Nanda lagi.
Dan cerita mereka terhenti saat orang yang tengah di perbincangkan menghampiri ketiganya. "Ay, tolong temanin Angel sebentar, aku mau kebelakang." Pinta Dani dan dianggukin Ayura.
Dan ketiganya langsung naik keatas pelamin. Ke empat sahabat itu langsung berfoto bersama, sesekali berswafoto dengan cerianya.
Hingga Ayura berpamitan ingin kebelakang.
"Nan, Put, kalian berdua temanin Angel disini dulu ya, aku mau kebelakang."
"Nggak usah Nan, kamu disini aja, aku akan segera kembali."
Dibelakang hotel, Dani tengah berbincang dengan Abi. Saat sedang diatas pelaminan tadi tak dijumpai temannya itu, tapi ekor matanya tak sengaja melihat Abi berjalan kebelakang hotel membuat dia memutuskan menemui sahabat karibnya.
Dirinya yang begitu penasaran dengan kisah Abi bersama Ayura membuat ia terpaksa meninggalkan istrinya diatas pelamin, apalagi para tamu pun sudah hampir semuah mengucapkan selamat untuknya dan juga Angel. membuat dia bisa tenang melepaskan isterinya ditemanin oleh Ayura dan kedua temannya.
"Kenapa kau ada disini. Pergilah! Disini bukan tempat mu." Ucap Abi dingin saat melihat keberadaan Dani ditaman belakang.
Dani menghela nafas pelan. "Saat aku tak ada disini, apa ada yang aku lewatkan..?" Tanya Dani.
Abi melirik sekilas kemudian mengedikkan bahunya tanda tak tahu. "Kehamilan Angel yang tak kau sangka sangka mungkin..?" Jawab Abi bernada sindiran membuat Dani berdecak kesal.
"Ada apa dengan hubungan mu dengan Ayura..? Bukankah kau sangat mencintai nya, tapi mengapa dia malah bersama Krishna..? aku tidak akan percaya kalau kau mengatakan kau tidak mencintainya, karena seorang buta dan tuli pun akan tahu bagaiamana cara seorang CEO AK Group memperlakukan gadisnya. Atau kau mengatakan kalau kau kalah dari Krishna. Karena alasan itu pun tak masuk akal buat ku dan itu bukan dirimu." Seloroh Dani panjang lebar
"Ck, kau terlalu cerewet sekarang. Apa itu karena bawaan bayi..?" Sindir Abi lagi dibarengi kekehan. "Sudahlah aku mau pergi masih banyak urusan. Kembalilah! disini bukan tempat mu." Setelah mengatakan itu, Abi pun beranjak pergi tapi ucapan Dani membuat langkahnya terhenti.
"Cerita kan pada ku apa yang terjadi. Tidak mungkin kamu melepas sesuatu yang begitu kau inginkan. Karena ini bukan diri mu. Aku yakin Ayura juga mencintai mu tapi mengapa kalian saling melepas. Ada apa Abi..?"
Langkah Abi langsung terhenti, dia berbalik dan menatap Dani yang ikut menatapnya. Seketika wajah Abi pun berubah sendu. Sepertinya dia memang harus berbagai dengan sahabat karibnya ini.
Selama ini dia merasa sendiri dan memilih menyimpan semuah masalahnya sendiri membuat dadanya seperti terhimpit dan terasa sesak.
"Keselamatan Ayura sedang terancam. Penculikan kami 13 tahun yang lalu telah kembali, dia mengenali ku dan sedang mencari keberadaan Ayura. Entah apa yang mereka incar dari diri nya. Keberadaan nya disisi ku akan mengancam nyawanya. Dia tak akan selamat bila terus bersama ku." Akhirnya mengalir juga sebuah kebenaran yang selalu ditutupi Abi pada semuah orang dan hanya keluarga terdekat nya saja yang mengetahui kisah ini.
__ADS_1
Dan setelah berhenti sejenak untuk menghirup oksigen, Abi kembali melanjutkan ceritanya, "Walaupun sulit dan sakit, aku harus mengambil langkah ini, merelakan gadis yang sangat ku cintai bersama Krishna. Aku tahu ini cukup sulit, tapi tidak papa melihat dia selamat dan baik baik saja itu sudah cukup bagi ku."
Dani terkesima mendengar cerita sahabatnya ini hatinya terenyuh melihat betapa besar pengorbanan Abi, merelakan kisah cintanya yang diperjuangkan selama ini demi keselamatan sang gadis.
"Apa nama besar keluarga mu tak bisa membantu..? Bukankah kalian memiliki power..?"
Abi menggeleng. "Penjahat yang kami hadapi sekarang adalah organisasi bawah tanah yang sangat berbahaya didunia. Sampai detik ini pun kami tidak tahu apa motif mereka dengan penculikan kami 13 tahun yang lalu dan sekarang mereka muncul kembali. Aku tidak mau ambil resiko dengan mengorbankan Keselamatan Ayura. Aku tidak akan memaafkan diriku kalau dia sampai terluka."
"Sekarang kamu sudah tahu kan alasan ku melepaskan Ayura dan mengiklaskan nya bersama Krishna..? Jadi sekarang pergilah."
Brakkk....
"Siapa disana..?" Teriak Abi langsung berlari ke tempat dimana sebuah vas bunga telah berhamburan kelantai. Tapi pria itu tak melihat siapapun disana.
"Kenapa lama sekali perginya Ay.." Tanya Angel setelah Ayura berdiri disampingnya.
"Lagi antri ditoilet." Jawab Ayura pelan.
"Ay, kamu menangis..? Mengapa wajah mu jadi sembab begini..?" Tanya Nanda saat melihat wajah Ayura sedikit sembab dengan netra yang memerah
"Ck! Mana ada. Aku membasuh wajah ku ditoilet jadi sedikit basah. Eh, kalian belum makan kan, sana makan dulu biar aku yang jaga Angelnya." Ujar Ayura mengalihkan topik.
"Haiss, aku bukan anak kecil, mengapa harus dijaga. Sana kau juga ambil makanan, kau juga belum makan kan.." Kesal Angel, merasa nggak terima Ayura mengatakan akan menjaganya. Emang dia anak kecil.
"Yah udah, ayo Ay, biar kita barengan ambil makannanya." Ajak Putri.
"Nggaklah aku masih kenyang. Kalian aja dulu, nanti kalau lapar baru aku ambil makanannya." Tolak Ayura, entah mengapa selera makannya jadi hilang , "Sana ambil makannya, ambil semuah makanan yang ada ya, kalian harus makan yang banyak, mumpung gratis." Canda Ayura dan dianggukin dengan semangat Putri dan Nanda. Ketiganya pun sempat tergelak bersama.
Sepeninggalan kedua temannya Angel dan Ayura pun terlihat mengobrol.
"Apa ada sesuatu yang terjadi di belakang..? " Tanya Angel. Karena dia juga menyadari perubahan wajah Ayura setelah dari toilet. Dan wajah sembabnya tak bisa menipu. Angel yakin telah terjadi sesuatu.
"Ck, apaan sih, emang apa yang terjadi. Kenapa kalian berpikir seperti itu..?" Cicit Ayura dengan memutar bola mata jengah.
"Kamu bisa menipu Putri dan Nanda Ay, tapi tidak dengan ku. Tapi sudahlah kalau kau tidak mau berbagi. Sepertinya kamu memang masih menganggapku orang lain disini." Kesal Angel sembari membuang muka.
"Mengapa kamu jadi baperan begini sih Jel, apa itu karena ponaan anty ya..?" Canda Ayura dibarengi kekehan.
Mendengar kekehan Ayura membuat dia melirik tajam Ayura tapi kemudian tersenyum mendengar candaan Ayura.
Tapi ibu hamil itu seketika tertegun saat melihat ada titik berwarna merah dikening Ayura, tak berselang titik merah berpindah kehidung hingga turun ke leher Ayura.
Nafas Angel tercekat, dia tahu titik merah apa yang tengah berada diwajah dan kemudian bersarang dileher saudara tirinya itu.
"Ay.." Lirih Angel, "I..itu..a..ada..." Suara Angel tercekat dengan tubuh yang menegang hebat.
Dan dalam hitungan detik..
Dor....
__ADS_1