Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Siapapun Tolong AKU


__ADS_3

Terjadi keheningan sepanjang perjalanan, hatinya terlalu sakit dengan keterlambatan Krishna ditambah lagi mendengar alasan Krishna membuat hatinya sakit dan perih yang teramat sangat.


Dia memilih memandang gelapnya kota lewat jendela samping mobil.


Hingga suara Krishna mengalihkan atensinya. "Ay...Aku minta maaf "Lirih Krishna, kemudian menggenggam tangan Ayura dan mengecupnya dengan lembut.


Ayura hanya menatap nya datar, tak ada ekspresi apapun yang Ayura berikan hingga gadis itu kembali fokus melihat keluar.


"Aku harap kamu nggak marah dan mau mengerti bila aku bertemu dengan Yua, gadis masa lalu ku." Pinta Krishna penuh harap.


'YUA...? Jadi gadis itu bernama Yua..?' Tanya Ayura pada diri sendiri.


"Bagaiman pun aku sudah menunggu dengan waktu yang cukup lama untuk hari ini. Aku hanya ingin memastikan apa dia baik baik saja, apa dia hidup dengan layak..?" Tutur Krishna melirik Ayura kemudian kembali fokus pada jalan.


"Terus kalau dia tidak baik baik saja, dia tidak hidup dengan layak, apa yang akan kau lakukan..?"


"Maka aku akan berusaha membantu nya menjadikan dia hidup dengan layak dan baik baiak saja. Karena itu janji ku dulu."


"Terus kalau dia menagih janji mu, untuk menikahinya apa kau akan melakukannya..?"


Krishna terkekeh mendengar pertanyaan Ayura "Kau cemburu sayang..? Itu hanya janji seorang anak kecil, lagian kamu kan kekasih ku, Ay." Jelas Krishna dengan senyum lebar. Dan kembali membawa tangan gadis itu untuk dikecup.


"Aku adalah milik mu, dan aku berjanji tidak akan mengabaikan mu lagi, hmm..?" Janji Krishna membuat Ayura mau tidak mau untuk tersenyum.


Dan seperti itulah Ayura tidak bisah lama lama marah dengan Krishna. Hatinya terlalu baik dan lemah untuk menyimpan amarah terlalu dalam.


Percakapan mereka terhenti karena bunyi dering ponsel Krishna berdengung hebat. Krishna melepas tangan Ayura yang sedari tadi digenggamnya. Meraih ponsel dari saku jasanya dahi pria itu terlipat halus melihat siapa yang tengah menghubungi nya. Buru buru dia pun menerima panggilan itu, Ayura melihat semuah pergerakannya.


"Iya, halo, bagaimana..?" Tanya Krishna dengan sangat antusias.


"Kami sudah tiba dibandara Tuan, dan kami sedang bersama Nona Yua." Jawab Pria diseberang.


Chiiittt...


Bunyi ban bergeser kuat dengan aspal ketika Krishna menginjak rem mobil dengan tiba-tiba. Seketika wajah Krishna terlihat bahagia. "Baiklah!Tunggu aku, aku akan segera kesana."


Setelah mengatakan itu Krishna lalu mematikan panggilan itu.


"Ay, Yua sudah datang, dia sudah ada dibandara, dan dia menunggu ku." Cerita Krishna dengan penuh binar, mematahkan senyuman Ayura yang sempat terkembang.


"Aku harus menjemputnya Ay, tidak papa kan kalau aku menurunkan kamu disini...? Tunggulah disini, aku akan menghubungi taksi agar datang mengantar mu "Ucap Krishna tanpa dosa


"Ha..?"Beo Ayura.


"Aku mohon pengertian mu Ay, dia suda menunggu ku."


"Apa maksudku Krish...? Apa kamu bisa setega itu membuangku dijalan sepi ini...? Ini sudah malam Krish. "


"Aku tidak membuangmu Ay, taksi akan datang menjemput mu."


"Bagaiman kalau taksi itu tidak datang, bagaiman kalau dia datang terlambat, terus aku harus bagaimana ditempat sepi ini ha..?" Nada nya sudah sedikit meninggi.

__ADS_1


"Apa kamu tidak bisa mengantarku, dia bisa menunggumu kan. Atau suruh saja anak buahmu untuk mengantarnya Krish." Usul Ayura dengan sedikit kesal


Krishna menggeleng, "Aku tidak menyangka kamu seegois itu Ay." Sinis Krishna


"Aku tidak egois Krish, kamu yang egois. Kamu kembali mengabaikan ku. Ditempat yang sepi ini pula."


"Aku tidak mengabikanmu Ay, akan ada taksi yang datang menjemput mu, kenapa tidak mengerti mengerti sih..?" Bentak Krishna dengan wajah penuh amarah.


Bibir Ayura bergetar dia tidak menyangka, Krishna menaikan suaranya dengan level yang cukup tinggi, ditambah dengan wajah yang penuh emosi,membuat dadah Ayura bergemuruh.


"Maaf..."Itu bukan suara Krishna ya, tapi Ayura.


Dengan lesu Ayura membuka pintu mobil, "Ay..." Lirih Krishna melihat Ayura keluar tanpa suara.


Ayura memilih cuek dan secepat mungkin dia bergegas keluar sebelum air matanya jatuh dihadapan Krishna.


Ayura langsung melangkah, meninggalakn Krishna yang masih diam dalam mobilnya hingga beberapa langkah, dia mendengar bunyi mobil yang sedang mengarah padanya.


Hatinya sedikit berharap Krishna kembali memanggilnya dan memintanya naik kedalam mobil, tapi harapan tinggal harapan, hatinya serasa di cabik cabik, melihat mobil Krishna terus melewatinya, tanpa melihatnya sama sekali.


Ayura menatap nanar mobil Krishna yang sudah berbalik arah. Tak terasa tetesan air mata langsung menganak sungai.


"Belum lima menit kau berjanji tidak akan lagi mengabaikan ku Krish, tapi apa ini..? Sebegitu berharganya gadis itu hingga kamu tega meninggalkan ku ditengah jalan malam malam begini." Isak Ayura.


Satu penyesalan datang, kenapa dia tidak mengindahkan permintaan Papanya dan Angel untuk membeli mobil.


Dia terus melangkah, pandangannya menyusuri sekeliling, tubuhnya merinding menyadari kalau jalan yang dilewatinya ini sangat sepi dan gelap, dengan hawa yang cukup dingin membuat dia memeluk erat tubuhnya.


"Wahhh,ada gadis cantik ini..Sendirian saja Nona.?" Tanya seorang pria bertubuh besar dan tinggi, dengan kedua lengannya dipenuhi tato sedang berjalan kearahnya.


Ayura tidak tahu pria itu datang dari mana. Sibuk denga suasana hatinya yang lagi berantakan membuat Ayura tidak fokus dengan sekitar


Wajah Ayura seketika pias, alarm tubuhnya seketika memasang sikap waspada. Tubuhnya pun ikut bergetar hebat, sadar dirinya dalam bahaya.


Tak ingin berurusan dengan pria jahat itu, Ayura mempercepat langkahnya, tapi dia kembali terkejut dengan bola mata yang hampir keluar dari sarangnya, saat mendapat ada dua pria yang tak kalah seram sedang berjalan kearahnya, dengan senyum menyeringai


"Mau kemana kamu sayang..? Kenapa sendirian, apa mau Abang temanin."


Tubuh Ayura bergetar hebat, sadar didepannya ada bahaya dia pun membalikan badanya tapi dia lupa kalau pria bertubuh besar itu masih ada dibelakang nya, dan sekarang buka cuma satu tapi ada dua yang sedang menghadang jalannya.


Ayura menggeleng tak percaya, airmata sudah menganak sungai, tubuhnya lemas, pikirannya pun buntu bagaimana bisa dia melawan ke empat pria yang memiliki tubuh begitu tinggi dan besar ini. Yang dilakukannya sekarang hanya bisa menangis.


"Aku mohon jangan ganggu aku. Kalian mau apa akan aku kasih tapi tolong lepaskan aku, hikh..hikh.." Pinta Ayura sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada, memohon kemurahan hati preman preman itu.


"Bagaimana Boss..?" Tanya seorang preman bertubuh sedikit ceking pada pria yang bertubuh tinggi besar dan bertato itu.


Dan pria yang dipanggil bos itu, hanya menggerkan kepalnya. Pria ceking itu langsung mendekati Ayura. "Mana! Serahkan semuah barang barang mu" Ucap pria ceking itu sambil menengadah tangannya.


Tanpa menunggu Ayura langsung menyerahkan semuah perpisahan yang digunakan, termasuk jam tangan mahal pemberian Krishna. Dia tidak peduli itu semuah, toh Krishna nya sendiri juga tidak peduli padanya.


Ayura pun langsung membuka tasnya dan mengeluarkan uang Cash dari dalam dompet ya. "Lagi." Ucap pria itu saat melihat Ayura menutup tasnya. Maka dengan berat hati Ayura juga memberikan ponselnya.

__ADS_1


Beruntung malam ini dia tidak menggunakan kalung mahal nya, karena kali ini dia mengenakan satu set perhiasan yang simpel tapi elegan dari Krishna, harganya pun jangan ditanya, tapi semuah itu tidak ada artinya, keselamatannya lah yang utama.


"Aku sudah menyerahkan semuahnya, jadi sekarang aku mohon biarkan aku pergi." Mohon Ayura dengan kembali mengatupkan kedua tanganya. Dibarengi tangisan penuh ketakutan.


Tapi bukan nya memberi jalan, ke empat pria itu malah kembali mendekatinya, ditambah dengan suara tawa menggelegara dari si Boss, membuat tubuh Ayura bergetar hebat.


"Apa yang mau kalian lakukan, aku sudah memberi semuah barang barang berharganku." Tanya Ayura dengan suara bergetar


"Ini belum cukup sayang, kita akan bersenang senang dulu. Malam ini kami akan memanjakan dan membahagiakan mu" Ucap sang Boss disertai tawa menggelegar.


Ayura panik, dengan cepat memanfaatkan sedikit celah, dia mencoba berlari dengan sekuat tenaga, sesekali melihat kebelakang memastikan keberadaan keempat preman itu hingga tanpa sadar dia tersandung dan jatuh tersungkur, lututnya berdarah, begitupun dengan kedua telapak tangannya mengalami lecet yang sedikit dalam, dia tidak bisa melanjutkan larinya, karena kakinya begitu sakit untuk dibuat gerak.


"Ya Tuhan, kenapa aku harus jatuh, bagaimana ini, mereka semakin dekat. Siapapun tolong selamat kan aku, hikh...hikh..." Isak Ayura pasrah dalam posisi masih tersungkur.


Dilihatnya keempat pria itu sudah berada didekatnya, dan tanpa ampun langsung menyeretnya..


"Lepaskan aku, kalian mau bawa aku kemana haa..?" Teriak Ayura mencoba berontak dalam cengkraman tangan kokoh kedua preman itu.


Ayura lalu dibawa ke sebuah gudang yang tidak begitu jauh, dia didorong dengan kuat kedalam gudang itu. Dia mencoba bangkit dan hendak berlari tapi tangann lebar sang bos preman itu sudah menahannya, dan menyudutkan nya kesebuah dinding.


"Mau kemana kamu ha, bukankah aku sudah bilang, kita bersenag senang dulu"


"Aku mohon Lepaskan aku."


"Tidak secepat itu sayang, layanani kami bertempat dulu, baru kami Lepaskan." Ucap si Bos itu kemudian mendekatkan wajahnya hendak mencium Ayura.


Tapi Ayura yang sigap langsung mendorong tubuh pria itu, hingga bibir hitamnya tak jadi menyentuh bibir Pink Ayura.


Melihat pelawanan Ayura membuat preman brewokan itu langsung mencekal kedua tangan Ayura disamping kepalanya. Ayura terus berontak, memohon dan menangis, mengharap kemurahan hati mereka.


Tapi tetap saja penjahat tetaplah penjahat, mereka tidak akan mungkin ada perasan iba atau kasihannnya.


Sedangkan ketiga preman yang lain terdengar sedang tertawa hebat menyaksikan bos mereka sedang menggagahi Ayura.


Pria itu kembali hendak menciumnya, melihat itu Ayura langsung meludahi wajah nya, membuat pria berhati iblis itu mengerang penuh amarah.


Dilepas nya sebelah tangan Ayura guna untuk mengusap wajahnya yang penuh dengan air ludah Ayura


Dan sedetik kemudian...


Plakk!


"Dasar j*l*ng" Maki pria itu


Satu tamparan keras mendarat dipipi Ayura, tangan pria itu terlalu besar hingga meninggalkan jejak kemerahan disekujur pipi mulus Ayura, darah segar pun mengalir dari sudut pipinya.


Kemurkannya membuatnya tanpa ampun merobek baju depan Ayura hingga terlihat kaca mata Ayura berwarna Pink muda itu.


Dan tanpa menunggu dia langsung menarik resletingnya, menurunkan celananya hingga kebawah mata kaki, lalu buru buru mengeluarkan perkututnya yang sudah menegang.


'Pak Abi, kau dimana, tolong aku!'

__ADS_1


__ADS_2