Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Membuat Ayura Salah Paham.


__ADS_3

Tanpa sepengetahuan Krishna dan kedua orangtuanya, Ayura mendengar semuah pembicaraan mereka


Bisa dibayangkan bagaiman perasaan gadis itu. Sakit dan kecewa itu sudah pasti. Dia menangis dalam diam.


Dirinya diibaratkan bola sekarang. Diperebutkan kemudian ditendang dan diover sana sini.


Belum juga hilang sedihnya, saat soreh tadi diusir oleh ayah kandung nya sendiri dari rumah yang selama ini dibesarkannya.


Ya, tadi siang setelah memastikan Krishna tertidur, diam diam gadis itu pergi kerumah Ayhnya, selain ingin mengambil beberapa pakayan ganti, dia pun ingin bertemu dengan Mama dan ayahnya.


Sambutan Angel dan Mamanya begitu hangat, hingga mereka bertiga menikmati makan siang bersama tanpa Ayahnya. Karena masih dikantor.


Tapi apa yang terjadi, kedatangan Ayahnya bukan memberikan sebuah pelukan atau pun sebuah senyuman hangat. Ayura malah diusir dengan begitu kasar oleh Ayahnya kandung nya sendiri tanpa sebuah penjelasan.


Dia bahkan di minta untuk tidak lagi menginjakakan kakinya kerumah ini lagi.


Serasa ada petir yang tengah menyambar tubuhnya, serasa ada belati tajam yang tengah menusuk tepat dihati tembus kejantung. Sakit tapi tak berdarah.


Dan sekarang dengan telinganya sendiri dia mendengar, pria yang sudah mencuri hatinya, pria yang selalu mengkumandangkan kata cinta padanya, kini dengan gampangnya mengovernya pada adiknya sendiri.


Dan apa tadi..? Menikahinya sekarang juga.


Mereka pikir mereka siapa yang seenak jidat mengatur kehidupan nya tanp menanyakan keinginannya ataupun perasaan nya.


huufff..


🍒 🍒 🍒


Pagi menjelang, Ayura tengah duduk disofa sambil melihat keluar jendela yang langsung terarah ketaman membuat netra sembabnya bisa menikmati pemandangan indah dibawah sana. Pikiran kacaunya pun bisa sedikit terileksasikan.


Hingga suara Krishna mengagetkannya. "Sedang mikirin apa hmm..?" Tanya Krishna sembari duduk dihadapan Ayura.


Sontak Ayura pun kaget. "Krish, kamu sudah bangun..?"


Pria itu mengangguk. Tapi kemudian dia terkejut menyadari mata Ayura yang sedikit bengkak.


"Ay, kenapa mata mu bengkak..? Apa kamu baru habis menangis..?" Tanya Krishna hendak mengusap pipi Ayura, tapi gadsi itu mengelak, hingga tangan pria itu hanya bisa menggantung diudara


"Nggak Krish. Ini karena aku kebanyakan tidur semalam."Jawab Ayura dengan memaksa sebuah senyuman.


"Kamu mau kekamar mandi..?" Tanya Ayura mengalihkan topik.


"Aku baru dari sana. "


"Apa mau makan..?"Ayura melirik nakas tapi belum ada makanan disana. Karena ini memnag masih sangat pagi. "Ahh, ternyata sarapan nya belum diantar." Ucap Ayura salah tingkah.


Krishna sendiri menatap Ayura datar, dia tahu Ayura baru habis menangis dan sekarang dia terlihat mengalihkan topik pembicaraan.


"Ada apa..? Apa yang telah terjadi, apa ada sesuatu yang membuat mu sedih hingga menangis.? Apa aku sudah membuat tertekan disini..? Jawab Ay, cerita pada ku, paling tidak kalau aku tahu aku salah dan mebuat mu sedih, aku berusaha akan berubah, jangan dipendam sendiri. Kamu tidak sendirian disini, ada aku."


"Kamu ngomong apa sih, aku nggak papa, hehehe.." Ucap Ayura dengan kekehan tapi tidak merubah sedikit pun wajah datar Krishna. Pria itu masih yakin Ayura tengah menyembunyikan sesuatu


Hingga seorang perawat datang mengantar sarapan.


"Ah ini sarapannya sudah datang, mau makan sendiri atau aku suap..?"


"Krish.." Tegur Ayura, saat pria itu tak menjawab pertanyaan nya.


Krishna menghela nafas pelan. "Disuap."Jawabnya singkat.

__ADS_1


"Ck! Kamu sudah sehat Krish, kenapa masih disuap..?"


"Kamu yang menawarkan tadi." Ketusnya


"Baiklah.."


Ayura pun langsung menyuapi Krishna, Krishna terus saja menatap Ayura dengan lekat. Hingga gadis itu merasa canggung. "Krish, kenapa memandangiku terus."


"Apa kau merasa terbeba dan tertekan dengan diriku..?"


"Kau ngomong apa sih. Aku sudah bilang jangan berpikir yang aneh aneh. Berpikirlah hal hal yang positif agar mensugesti dirimu biar cepat baikan, Apa kamu tidak mau sembuh..?"


"Kenapa...? Apa setelah aku sembuh kau akan pergi dari ku..?"


"Menurut mu..? Aku juga punya kehidupan Krish, tak selamanya aku terus berada disisi mu kan..?"


Ucap Ayura kemudian hendak berdiri ingin menyimpan piring bekas tempat makan Krishna. Karena pria itu sudah menghabiskan sarapannya. Sekalian ingin menghindar dari percakapan yang Ayura tahu akan bermuara kemana.


Tapi baru saja dia beranjak, Krishna lalu menarik tangannya. "Mau kemana Ay. Duduk disini dulu." Pinta Krishna sambil menarik tangan Ayura.


"Aku mau meletakkan ini dulu Krish."


Tanpa bantahan Krishna mengambil piring kotor itu dan meletakkan diatas meja sofa. Ditariknya tangan Ayura dan duduk dihadapannya.


"Duduklah! Aku mau berbicara sesuatu dengan mu." Ucap Krishna dengan menatap intens bola mata Ayura, gadis itu menghindar.


"Ay.." Lirih Krishna sembari menarik kedua tangan Ayura dan menggenggamnyam. Ayura hanya diam sembari menoleh kearah Krishna.


"Ay, sebelumnya aku minta maaf atas keegoisan ku selama ini. Karena ketidak pekaan ku sering membuat mu terluka, dan berakhir dengan kehadiran Yuana palsu membuat kita renggang dan menghancurkan hubungan kita. Kamu tahu, disaat aku mengingat semuah itu aku jadi merasa sangat bersalah, dan dengan penyesalan yang begitu dalam. Aku bahkan tidak bisa makan dan istirahat dengan benar. Hidupku selalu dibayang bayangin rasa bersalah."


"Dan sekarang aku ingin menebus semuah kesalahan ku pada mu. Menukar semuah air mata mu dengan senyuman dan Mengganti semuah kesedihan yang kau alami dengan kebahagian. "


"Ay maukah kau menikah dengan ku.?"


Deg..


Tanpa sadar netra gadsi itu berembun, lidahnya terasa kaku untukk berbicara saat ini.


"Ay.. "Lirih Krishna saat mengetahui Ayura hanya diam.


Ayura menggeleng "Krish..Kamu tahu kan saat ini hatiku untuk siapa. Bagaimana bisa aku menerima mu sedangkan aku sudah mencintai orang lain. Kamu tahu itu Krish."


Jawaban Ayura membuat dada Krishna seketika sesak. Tapi dia mencoba tenang dan tak ingin menyerah.


"Tapi Ay, untuk apa kau mengharapkan nya, dia sendiri tidak benar-benar mencintai mu."


Ucapan Krishna membuat hati Ayura seperti tertusuk ribuan jarum. Dia berusaha agar tidak menangis untuk saat ini


"Terus kamu pikir kamu benar benar mencintaiku..?"


"Tentu saja." Jawab Krishna mantap


"Cih! Tapi aku meragukannya Krish. Disini aku merasa kamu kembali memperjuangkan ku karena aku adalah gadis masa lalu mu. Kalau tidak, aku rasa saat ini kamu sedang bersenang senang dengan Yuana mu itu kan..? Dan aku yakin kamu tidak akan bertindak sejauh ini, menculikku dan mengikat ku disini."


."Bagi ku kau dan pria itu sama saja, kalian memperlakukan ku seperti bola, kalian memperebutka ku dan sekarang dengan santainya kalian mengover ku kesana kemari sepertinya aku tidak ada artinya dimata kalian. Kalian bahkan tidak memikirkan perasaan ku."..


"Dulu, kau memperjuangkan ku, kemudian menghempaskan ku dengan begitu sadis. Dan sekarang saat hati ku terpaut pada nya, disaat aku juga mencintai, dia malah mempermainkan ku dan menghempaskan ku tanpa perasaan. Apa aku terlihat serendah itu dimata kalian..? Apa kalian pikir aku tidak memiliki perasaan..?"


Air matanya pun tak bisa dibendung seiring dengan ungkapan kekecewaan Ayura.

__ADS_1


Dia benar-benar merasa dititik terendah saat ini, diman semuah orang sedang mempermainak hatinya. Tidak Ayahnya, Krishna dan sekarang Abi.


"Kenpaa kalian begiti jahat pada ku." Lirih Ayura dengan suara bergetar, Hatinya benar-benar hancur saat ini. Merasa tak ada lagi tempat ternyaman untuknya bersandar.


"Ay, kenapa kau berpikir seperti itu..? Kamu salah menduga." Sesak Krishna hendak menarik tangan Ayura taki gadis itu menepisnya.


Hatinya sudah terlalu sakit. Ayura kemudian beranjak dan ingin pergi.


"Kamu mau kemana Ay..?"


"Aku mau pergi.."


"Ay.." Krishna pun langsung beranjak, menarik tangan Ayura yang hendak melangkah pergi.


"Biarkan aku sendiri dulu Krish, aku mau menenangkan diriku. Jangan takut, aku akan kembali dan menepati janjiku untuk menjaga dan merawat mu." Ucap Ayura sinis.


Krishna melihat kepergian Ayura dengan tatapan nanar dan dengan hati yang begitu sakit dan perih.


"Kau salah sangka Ay. Aku dan kak Abi tidak menganggap mu serendah itu, kami melakukan itu karena ingin melindungi mu, menyelamati dari penjahat berbahaya itu. Kau boleh meragukan cintaku tapi tidak dengan nya. Dia memiliki cinta yang begitu besar pada mu. Dia bahkan mengorbankan perasaannya hanya untuk melindingi mu. Aku bahkan tidak memiliki cinta sebesar dan sebanyaka dia mencinti mu" Lirih Krishna mentapa nanar punggung Ayura yang menghilang dibalik pintu.


🍒 🍒 🍒


Teringat percakapan tadi malam bersama Papa dan Mamanya.


Ardiansyah kemudian melirik ketempat diman Ayura sedang terlelap. Dia kemudian meyeringai mendapat tubuh gadis itu sedang bergetar. Dia tahu Ayura mendengar percakapan nya.


'Tunggu satu jam lagi aku akan menjelaskan pada kalian.' Ardiansyah mengirim pesan pada isteri dan anaknya.


"Ada apa Pah. Kenapa main rahasia rahasiaan segala sih..? Cicit Airin, setelah satu jam berlalu dan suaminya meminta mereka kembali berkumpul disofa dan pakai acara bisik bisik.


Tapi sebelumnya pria tua itu kembali memastikan Ayura yang sudah tertidur pulas.


Ardiansyah menghela nafas pelan sebelum akhirnya membuka suara. "Keselamatan Ayura dalam bahaya." Ucapan Ardiansyah membuat Krishna dan Mamanya langsung membeliak.


"Apa maksdu Papa..?" Dan sontak kedua Mama dan anak itu pun serempak bertanya.


"Penjahat yang dulu mencilik Ayura dan Abi telah kembali, dan sedang mengincar Ayura. Dia bahkan sudah mengetahui siapa Abi sebenarnya. Beberapa hari lalu Serkhan, nama penjahat itu, menyerang Abi dan Willy. Dan sekarang dia mengincar Ayura. Entah apa yang di inginkan dari Ayura. Maka dari itu untuk sementara kita tetap menahan Ayura disini. Jangan biarkan dia pergi kemana pun tanpa pengawal."


"Dia bahkan dilarang untuk pergi kerumahnya karena para mafia itu juga sudah menyelidiki dan mengawasi Bramantyo. Tapi Papa kecolongan, kemarin siang tanpa sepengetahuan kita semuah, Ayura malah kerumahnya. Bramantyo marah besar dan mengusirnya dengan kasar." Cerita Ardiansyah dengan menghela nafas kasar."


"Apa karena itu kemarin dia selalu diam dan melamun.?" Lirih Krishna. " Dan juga, apa karena maslah ini, ka Abi meminta ku untuk menikahi Ayura..?"


Ardiansyah mengangguk. "Dia bahkan meminta Papa untuk membuat kesalah pahaman buat Ayura tentang dirinya yang meminta mu untuk menikahi Ayura."


"Maksud Papa..?"


"Papa Yakin Ayura mendengar percakapan kita semalam, dan bisa dipastikan Ayura pasti sedih dan hancur mendengar Abi yang dengan tega mengovernya pada mu. Dengan begitu dia akan lebih mudah menerima pernikahan kalian karena merasa Abi tak mencintainya." Ucap Ardiansyah


"Astaga! Malang sekali nasib mu Bi. Kamu bahkan mengalah sampai segininya."


'Segitu besarnya cinta kak Abi pada Ayura hingga mengorbankan perasaannya demi keselamatan Ayura.?" Batin Krishna sedih.


"Abi sudah berkorban sebesar ini, dan sekarang giliran mu melakukan tugas mu untuk meyakinkan Ayura agar mau menikah dengan mu. Jangan hancurkan usaha kakak mu."


"Apa tidak ada cara yang lain, Pah..?" Tanya Airin.


Ardiansyah menggeleng. "Menurut Abi ini cara yang paling tepat. Membuat Ayura terikat dengan Krishna, hingga gadsi itu tidak lagi mendekatinya. Karena dirinya sekarang juga sedang di intai."


"Apa Kekuatan dan kekuasaan Papa, Abi dan Krishna tidak bisa melumpuhkan penjahat itu..? Ini sudah 13 tahun loh Pah."

__ADS_1


"Penjahat yang kita hadapi adalah organisasi bawah tanah Mah, merek itu para mafia dunia. Kekuatan dan kekuasaan merka juga tidak bisa dirmehkan.


__ADS_2