Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Reza VS Krishna.


__ADS_3

"Benarkah..? Kalau begitu aku ucapkan selamat. Dia gadis yang baik. Aku harap kamu tidak melukainya." Ucap Reza dengan tulus disertai sebuah senyuman.


"Tentu saja aku akan menjaganya dengan baik. Karena aku sangat mencintainya. Aku harap kamu memang tulus mengucapkan selamat kepada kami. Semoga kamu tidak sedang berpura-pura." Sarkas Krishna tajam.


Reza tersenyum. "Aku tulus Krish."


Tapi lain di bibir lain pula dihati. Karena saat ini dia merasakan hatinya seperti dicabik cabik. Begitu juga jantungnya serasa berhenti berdetak mengetahui gadis yang disukai dalam diam selama ini telah menjadi kekasih sahabatnya sendiri.


Dia bisa saja, berusaha bersaing dengan Krishna untuk mendapatkan cinta Ayura, karena baginya selama janur kuning belum melengkung berarti dia masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hati gadis itu.


Tapi mengingat kisahnya bersama Ayura yang sedikit buruk membuat dia mundur dengan teratur.


Tak berselang Ayura pun datang bergabung, disana Krishna dan Reza sudah memulai perjanjian dan percakapan mengenai kerja sama mereka, dimana Reza akan menggunakan jasa Perusahaan Krishna untuk mempromosikan restoran dan kafenya. Dan sekalian memakai jasa atis Yudistira entertainment sebagai model iklannya.


Ayura pun mencatat hal hal yang penting yang sedang dibahas kedua pria tampan yang satu adalah bosnya merangkap kekasih sedangkan satunya lagi adalah mantan bos dan pria yang pernah mengungkapkan cinta padanya.


Kerjasama telah disepakati dan ketiganya sedang menikmati menu andalan restoran yang ternyata adalah milik Reza.


"Kenapa resign dari kafe ku..?" Tanya Reza melirik Ayura, membuka obrolan.


Ayura mendongakan kepala yang sedari tadi menunduk. "Aku memenangkan lomba desain di Yudistira entertainment, jadi aku memutuskan untuk kerja disana sesuai cinta cita ku."


"Aku tahu. Bahkan lukisan mu didinding kantor ku masih ada. Dan aku tidak akan menghapusnya. Supaya aku bisa terus mengingat mu." Ujar Reza sembari tersenyum pada Ayura.


"Apa maksud mu dengan terus mengingat kekasihku..?" Krishna terbawa emosi. Dia bahkan langsung beranjak dari duduknya, membuat Ayura langsung menarik tangannya.


"Pak!" Lirih gadis itu


"Maaf Krish, aku tidak bermaksud apa apa. Aku hanya teringat saja tentang lukisan Ayura. Bagaimana pun aku sudah mengatakan kalau aku turut senang, Ayura mendapat pria yang baik seperti mu." Cicit Reza mencoba menenangkan Krishna.


"Cih! Aku tidak mempercai mu. Bibir mu tidak sinkron dengan Mata mu yang sedari tadi tidak pernah lepas dari kekasih ku."


Reza terkekeh "Aku hanya mengagumi ciptaan Tuhan yang paling sempurna, apa aku salah."


"Tentu saja kau salah. Karena aku tidak suka kekasih ku di pandang oleh pria lain, apalagi dengan tatapan memuja seprti yang kau lakukan. Ingin sekali ku cungkil bola mata mu."


"Krish... " Pekik Ayura tak terima dengan kata kata kasar sang kekasih.


"Kenapa, kamu nggak terima aku memakinya ha.. Apa kamu juga menyukainya..?" Tuduh Krishna membuat Ayura menghela nafas kasar.


"Sudah tidak ada lagi yang mau dibahas kan...? Ayo kita pergi. Lama lama disini aku bisah gila." Kesal Ayura, kemudian meraih tasnya disematkan dipunggung tak lupa disambar nya beberapa berkas diatas meja.


Sebelum melangkah gadis itu berujar lagi karena melihat Krishna yang bergeming di kursinya.


"Kenapa masih disitu..? Apa masih mau dilanjutkan pertengkaran kalian ha..?" Krishna hanya melongo mendengar kemarahan Ayura, dia tidak menyangka Ayura akan setegas ini.


"Cepat kemari atau aku akan menyeret mu keluar..?" Sarkas Ayura dengan mata melotot karena kesal bercampur marah melihat Krishna yang hanya diam.


Tapi Sesungguhnya Krishna masih syohk dibentak dan di marahin oleh kekasih yang merangkap sekertaris nya ini.

__ADS_1


Krishna dengan cepat berdiri menghampiri Ayura dengan wajah takutnya. Hal ini sontak membuat Reza menyemburkan tawa kencang. Tidak menyangka gadis selembut Ayura menjadi galak seperti ini.


Dan membuat Krishna, pria arogan itu sampai ketakutan. Bukankah ini sangat lucu..?


"Ini semuah gara gara kau, brengsek.".Umpat Krishna pada Reza karena pria itu sudah lancang menertawakannya.


" Sekalian dijewer Ay, kalau masih nakal."Teriak Reza saat kedua pasangan itu hampir menghilang dibalik pintu.


Krishna yang mendengar teriakan Reza, sambil terus melangkah dia membalikan badanya dan menujukan jari tengah pada pria itu. Dan semakin kencanglah tawa si Casanova itu.


Selepas kepergian kedua kekasih itu, dia meletakkan bokongnya dengan kasar di kursi. Teringat akan kisah masa lalunya bersama gadis berparas Ayu itu.


"Pada hal aku sudah merencanakan akan menghempaskan semua wanita-wanita itu, dan menjadikan mu gadis satu satunya dalam hidup ku Ay. Aku bahkan sudah yakin untuk melamar mu. Tapi sayang, kau sudah menjadi kekasih sahabat ku."


*


*


*


"Ay, siang ini aku akan bertemu dengan kolega sekalian makan siang disana, kamu nggak usah ikut. Kejadian kemarin sudah cukup membuatku marah. Pergilah makan siang bersama teman teman mu. Ingat! Jangan macam macam aku mengawasinmu." Pesan Krishna pada sang kekasih.


Ayura sangat bahagia, hari ini dia akan makan siang bersama Nanda dan Putri. Dia begitu merindukan mereka.


Bekerja disatu atap tak serta merta membuat mereka selalu bertemu. Setelah menjabat sebagai sekretaris waktunya di habiskan hanya bersama sang kekasih.


Krishna bertingkah seperti bayi yang tak mau lepas dari sang Mama. Dia benar-benar mengunci segala pergerakan Ayura, hingga gadis itu harus memiliki ekstra sabar.


Tapi kali ini dia akan bertemu bahkan makan barengan dengan mereka, dia begitu bahagia. Tapi sebisah mungkin dia memasang wajah datar dan tak menunjukan rasa bahagia.


Takut pria itu akan menganggap kalau dia lebih bahgia bersama kedua temannya dan berpikir bersama dia selama ini dia tertekan.


Dia sudah hafal tabiat sangat kekasih yang sering cemburu pada semuah orang didekatnya.Dia harus pandai berakting. Terbiasa bersama Krishna membuat dia bisa menguasai seni peran itu.


"Iya Krish." Jawab Ayura datar.


"Pergilah! Aku juga sudah mau berangkat."


"Iya Krish, aku selesaikan pekerjaan ku dulu." Tolak Ayura.


Krishna lalu menutup berkas yang sedang dikerjakan Ayura. "Tidak usah sok datar, aku tahu kau sedang sangat bahagia saat ini karena bertemu dengan teman teman mu." Bisik Krishna membuat netra Ayura membola.


Dan saat gadi itu mengangkat wajahnya, dengan cepat Krishna mendaratkan sebuah kecupan dipipi gadis itu.


"Krish...!" Ayura kaget dan semakin besar lagi bola matanya. Krishna terkekeh melihat reaksi Ayura.


"Pergilah! Atau aku akan mencium yang lain..?"Cicitnya sembari menatap dengan tatapan nakal pada bibir pink Ayura.


Ayura yang menyadari sinyal. bahaya langsung menutup bibirnya. Dan kembali Krishna menyemburkan tawa kencangnya.

__ADS_1


Ayura buru buru merapikan beberpa berkas di mejanya. Gadis itu langsung menyambar tasnya, lalu disematkan ke bahunya.


Dia mendekati Krishna, mengucapkan Terima kasih. Dan langsung mendaratkan sebuah kecupan di pipi pria itu.


Krishna yang kaget langsung menghentikan gelaknya. Dia mematung dengan posisi tangan memegang pipi yang baru saja di sentuh bibir pink sang kekasih.


Sedangkan sang pelaku utama sudah berjalan menjauh, dengan pipi merona menahan malu. Dia juga tidak menyangka akan bertindak begitu agresif. Tapi sesungguhnya dia hanya terlalu senang hingga refleks mencium pipi sang kekasih.


* * * * *


Dikantin suasananya menjadi heboh, saat ketiga sahabat itu berteriak dan saling berpelukan seperti sudah puluh tahun tak berjumpa.


Dan ternyata bukan hanya kedua teman nya saja, tapi beberapa deretan meja di isi oleh semuah teman Ayura satu divisi dulu.


Sedangkan Ayura satu meja bersama Putri, Nanda, Ali Syach dan dua teman lainnya.


"Ay, kenapa kalung mu nggak dipakai..?" Tanya Putri saat melihat leher Ayura yang tak berhias kalung bernilai ratusan triliun itu.


Ayura meraba lehernya. "Oh iya aku lupa. Beberapa hari yang lalu aku sempat melepasnya." Jawab Ayura cengengesan.


"Ck! Kau ini. Bagaimana kalau bocil the real Sultan itu mencari mu..?" Cicit Putri sembari memukul lengan Ayura "Eh.. tapi jangan jangan si bocil itu sudah menikah..?" Tambah Putri lagi.


"Emang kenapa kalau dia sudah menikah..?" Tanya Ayura cuek.


"Ih kau ini. Bagaimana kalau dia meminta kalung ini kembali dan memberikan pada isterinya..?" Dan ucapan Putri membuat Ayura tertegun.


"Ahhh, benar juga. Terus bagaimana dengan kalung ratusan triliun ku..? Pokoknya kalau itu sampai terjadi aku nggak akan menyerahkan kakung itu. Enak saja dia sudah memberikan pada ku, masa mau diambil lagi setelah sekian lama. Mau bintitan dia..?" Ayura sangat panik tak sadar kalau kedua temannya sedang mengulum senyum. Merasa berhasil mengerji Ayura.


"Pada ngomongin apa sih..? Kok ekeh di cuekin..?" Sela Ali syach.


"Apa apan sih kau, nyeletuk saja." Sarkas Nanda membuat bibir pria bertulang lunak itu cemberut.


Ayura yerkekeh. "Apa kabar Li..?"


Ali syach tersenyum. Begitu lah Ayura dia selalu ramah dengan semuah orang hingga banyak yang menyukainya.


"Baik Ay, kamu makin syantiek aja. Aku senang kamu jadian sama Bos Krishna, aku doakan semoga langgeng." Doanya tulus.


"Makasih Li, aku juga doakan semoga kamu segera diberi hidayah, hingga cepat menemukan jalan pulang." Balasan doa Ayura membuat Pria setengah matang itu memberenggut.


Tapi Nanda dan Putri malah tergelak. Ali syach merasa menyesal telah mengatakan bahwa Ayura adalah gadis baik. Dia ingin menarik kata katanya.


"Loh kenapa marah..? Karena aku sayang sama kamu Li, makanya aku berdoa seperti itu. Tapi semua itu kembali pada mu, mau mendengar ku atau tidak. Mau berubah atau pun tidak yang jelas kamu tetap teman ku. Dan aku menyayangimu kalian semuah."


Dan ucapan Ayura kali ini membuat semuah teman satu meja merasa terharu.


'Dia memang gadis yang baik kok. Aku tidak meragukan itu.' Batin Ali syach kembali memuji Ayura.


Huufff, dasar plin plan. Nggak dirinya nggak hatinya suka berubah ubah.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿 BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2