
Haapp! Krishna mencengkram tangan Ayura yang sedang melintas dihadapannya. Dia langsung berdiri dan menyorot tajam Ayura. "Duduklah Ay.Kita akan sarapan bersama. BERDUA!" Ucap Krishna dengan menekan data Berdua.
"Dan kamu!"Kini Krishna menyorot tajam wanita seksi itu "Pergi dari sini dengan cara terhormat atau mau aku seret kau keluar dari ruangan ku..?" Ucap Krishna penuh penekanan
"Krish...Apa maksud mu..? Kau mengusir ku..?" Cicit wanita itu tak terima.
"Apa ucapan ku terlalu sulit untuk kau cerna..?"
"Keluar Carla, atau aku semakin marah...?" Geram Krishna dengan rahang mengeras.
Dia tidak bisa lagi bersikap santai mengingat wanita yang dihadapinya ini bermuka tembok. Tebal dan keras.
Apalagi melihat wajah Ayura yang masih menyimpan amarah, bahkan dia beberapa kali mencoba melepas cekalan tangan Krishna dipergelangan tangannya.
"Krish apa kau lupa dengan kerjasama kita..?"
"Cih! Kerjasama macam apa. Apa suami mu belum memberi tahu pada mu kalau aku sudah membatalkan kerja sama kita.Apa suami mu tidak memberi tahukan mu kalau aku sudah tahu semuah kebusukan kalian..?" Sarkas Krishna.
Seketika wajah wanita yang bernama Carla itu memucat, mengetahui Krishna sudah mengetahui semuah rencananya busuknya bersama sang suami untuk mencuri semuah data data perusahaan dengan cara menjalin kerja sama dengan perusahaan Yudistira Entertaiment.
Bahkan suaminya dengan teganya mengirim dirinya sebagai umpan untuk memuluskan aksi mereka .Maksudnya agar dia bisa menggoda Krishna. Dia bahkan menyembunyikan identitasnya sebagai isteri Bagas sang suami agar Krishna tertarik padanya dengan begitu rencana mereka dapat berjalan dengan baik.
Tapi apa ini..,? Krishna ternyata sudah mengetahui semuah kebohongan mereka. Dia mematung ditempat dengan wajah memucat.
"Ada apa dengan ekspresi mu itu..? Mana suara menjamu yang menjijikan itu...? Apa kamu sekarang merasa kaget,aku sudah mengetahui kebusukan kamu dan suami mu hmm..?" Tanya Krishna dengan menyeringai iblis membuat wanita itu bergidik ngeri.
Aura Krishna kali ini sungguh mengerikan dimatanya. Wajahnya pun tak berubah, tetap dingin. Seolah aura yang terpancar dapat membekukan lautan dalam sekejap mata.
Melepaskan tangan Ayura yang tadi dicekalnya, karena merasa gadis itu sudah tenang.
Krishna mendekati Carla, dia memutari tubuh wanita itu yang sudah menegang. "Apa kalian kira aku ini bodoh hingga tidak bisa membaca semua akal busuk kalian..? Sebelum kamu menyetujui ide gila suami mu yang dengan tega menggunakan tubuh mu untuk mencapai ambisi gilanya, seharusnya kau pikir dan sadar kalau selama ini kau sudah dimanfaatkan suami mu untuk kepentingannya sendiri." Krishna memejamkan sejenak matanya hingga akhirnya kembali besuara
"Aku begitu jijik dengan hubungan kalian, suami mu mengijinkan mu tidur dengan semuah pria yang kalian jebak sedangkan dia disana juga tak kalah santainya menikmati hidup dengan wanita wanita ja@langnya, dan sayang nya jamu tidak mengetahui itu,ck ck ck, menjijikan."
"Krish.." Lirih Carla mencoba meraih tangan Krishna,menggenggamnya. Dia merasa terpukul mengetahui fakta kalau dia dimanfaatkan oleh Bagas suaminya. Dan dia pun tak menyangka suaminya sebejat itu dibelakngnya.
"Jangan menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu. "Geram Krishna sembari menghempas kuat tangannya Carla hingga wanita itu jatuh kelantai.
"Keluar kau dari ruangan ku, dan tunggu saja surat panggilan dari polisi untuk kau dan suami mu. Adam! Seret dia keluar!"Titah Krishna tegas
Setelah kepergian Adam dan wanita itu, Krishna bergegas duduk karena merasa kepalanya semakin berdenyut ditambah tubuhnya yang semakin lemah.
Tanpa menunggu Ayura yang masih mematung ditempat nya berdiri, Krishna bergegas menyantap makannanya karena selain pusing dan lemah dia juga sangat lapar.
Beberapa sendok makan masuk dalam mulutnya tapi Ayura masih berdiri memandangnya dengan sejuta pertanyaan di benaknya.
"Sampai kapan kamu bengong disitu Ay..? Apa kau tak ingin sarapan..?"
Dengan helaan nafas Ayura akhirnya duduk dihadapannya, dia belum juga menyentuh makannanya, tatapan tertuju pada Krishna menuntut kejelasan dari pria itu.
"Makan Ay, aku sangat lapar dan tidak ada tenaga untuk menjelaskan nya sekarang." Ucap Krishna paham arti tatapan Ayura.
"Cih! Dengan ku, kau bilang tidak ada tenaga, tapi untuk ulat keket itu kamu bahkan memiliki tenaga untuk meneriakinya."Cibir Ayura kesal, bibirnya pun ikut maju lima centi.
__ADS_1
Krihna terkekeh dengan ucapan Ayura yang mengatakan Carla ulat keket ditambah dengan wajah Ayura yang cemberut.
Keduanya pun menikmati sarapan dengan khusyu setelah menghadapi badai yang membuat sport jantung pagi pagi.
Rasa pusing semakin mendera, parahnya makanan yang baru masuk kedalm perutnya sepertinya tidak diterima dengan baik oleh ususnnya hingga membuat hantaman yang begitu besar dari dalam perutnya yang menolak makanan yang baru saja masuk.
Mual menyerang dengan begitu kuat, dia merasa akan memuntahkan makanannya hingga dia berlari kedalm toilet dalam ruang pribadinya, dan tepat diatas closet, dia memuntahkan semuah makanan yang dimakannya tadi.
Oek...! Oek....!
Ayura yang kaget melihat Krishna yang tiba tiba berlari dan kemudian mendengar suara muntah nya Krishna langsung bergegas lari menyusul Krishna.
"Krish..kamu kenapa..? Ada apa..?" Tanya Ayura penuh kuatir melihat Krishna masih mengeluarkan sisah sisah makanan dari dalam perutnya.
Ayura lalu memijat pelan tengkuk Krishna agar pria itu tak lagi muntah.
Dituntun dengan pelan tubuh lemah Krishna kedalam kamar pria itu, lalu dibaringkan tubuhnya diatas kasur empuknya.
"Tunggu disini, aku akan mengambil minyak kayu putih didalam tas ku dulu." Tapi belum juga dia beranjak berdiri, Krishna sudsh mencekal tangannya.
"Jangan pergi Ay, disini saja." Pinta pria itu lemah.
"Nggak Krish, aku nggak keman mana, aku hanya mengambil minyak kayu putih dan langsung kesini, hmm.." Bujuk Ayura tapi Krishna menolaknya.
"Nggak! Kamu nggak boleh kemana mana."
Tanpa menghiraukan penolakan Pria itu, Ayura langsung melepaskan cekalan tangan Krishna dan langsung berlari keluar, meraih tas nya diatas meja kerjanya.
Dia tengah menggeledeh isi tasnya ketika didengar suara lemah Krishna memanggilnya untuk segera kembali. Tingkahnya sudah seperti anak kecil yang takut ditinggal pergi Ibunya.
Hingga akhirnya dia kembali berlari masuk keruangan Krishna membawa tasnya.
" Ay...."
" Iya Krish, aku disini. Kenapa manggil manggil terus sih Krish... Ahhh aku medapatkannya"
Ayura lalu duduk ditepi kasur, tapi dia begitu kaget melihat wajah Krishna yang semakin memucat dengan bibir yang begitu kering.
"Wajahmu sangat pucat Krish. Sebenarnya kamu kenapa..?" Tangannya terulur meraba kening Krishna dan dia begitu terkejut mendapati tubuh pria itu sangat panas.
" Astaga! tubuhmu sangat panas, aku panggil dokter ya ...?"
Krishna menggeleng "Nggak usah! Aku hanya butuh istirahat dan kamu disini, itu sudah cukup." Tolak nya kemudian memejamkan matanya. "Jangan pergi, jangan tinggalkan aku." Pintanya dalam tidur.
"Baiklah! Aku tidak akan pergi, tapi aku oles minyak ini ketubuh mu ya..?" Ucap Ayura merasa tak enak, karena dia akan mengoles minyak kayu putih ini ketubuh Krishn yakni perut dan dada pria itu. Sesuatu yang dianggap nya sensitif yang tidak pernah dilihat apalagi disentuh.
Krishna hanya mengangguk. Ayura lalu mengoles minyak itu kekening dan hidung pria itu agar mengurangi sedikit mualnya. Kini dirinya beralih keperut pria itu tapi dia masih canggung hingga suar pria itu mengagetkannya.
"Buka saja baju ku Ay, aku juga merasa sangat gerah." Titah Krishna mengagetkan Ayura.
Dengan tangna yang gemetar dan dengan pelan Ayura membuka satu demi satu kencing jas dan kameja yang digunakan Krishna. Ayura memalingkan wajahnya saat tubuh atletis milik Krishna terpampang nyata dihadapannya.
Tapi biru buru dia menepiskan pikiran liarnya, Krishna sedang sakit dan dia harus cepat memgoleskan minyak ini kedada dan perut pria itu.
__ADS_1
Saat kulit tangan Ayura menyentuh perut kotak kotak miliknya ,darah pria berdesir hebat, jantungnya pun berdetak hebat, sesungguhnya ini kali pertama tubuhnya disentuh oleh gadis dan itu adalah kekasih yang sangat dicintainya itu. Apalagi tangan lentik Ayura beralih mengusap dada bidang miliknya ,dia mengeratkan pejaman matanya. Menikmati sentuhan lembut tangan Ayura.
Begitu juga Ayura, di juga merasa hal yang sama karena sesungguhnya ini kali pertama dia bersentuhan dengan laki laki. Tapi dia dapat menguasai keadaan. Saat mengelus perut dan dada Krishna dia merasa tubuh pria itu sangat lah panas.
Dia kembali meminta Krishna agar kedokteran atau menanggil dokter saja untuk mengecek keadaannya, tapi dasar pria itu keras kepala. Dia terus saja menolak dan malah meminta Ayura mengantarkan ke apartemen miliknya.
Dia ingin beristirahat disana,karena kalau masih tetap di kantor ini dia yakin tak dapat istirahat dengan baik.
Dia juga meminta Ayura memasak bubur untuknya karena dia tidak mau makanan dari luar katanya membuat dia mual.
Dan atas bantuan Adam, akhirnya mereka disini didalam apartemen Krishna.
"Aku sudah menghubungi Dokter, dan dia dalam perjalanan sekarang. "Lapor Adam setelah merebahkan tubuh lemah Krishna diatas kasur King size nya.
Krishna yang memang sangat lelah dan lemah akhirnya tanpa lama tertidur pulas diatas kasur.
Mengetahui itu, Ayura lalu melangkah kedapur dan setelah mencari kesana kemari dia menemukan beras yang berada pada wadahnya.
Ayura sedikit kaget, dalam hatinya berkata,emang dia masak sendiri ya...?
"Aku dan Tuan sering masak sendiri jika da waktu senggang" Suara Adam mengagetkannya. Menjawab kebingungan nya.
Butuh lima belas menit, bubur buatan Ayura sudsh matang, dia langsung memindahkannya kedalam mangkuk dan mengantaranya kekamar Krishna.
Pria itu masih tertidur pulas saat dia datang. Dengan pelan diletakan mangkuk berisi bubur itu keatas nakas.
Dia pun langsung membangunkan Krishna untuk makan, mumpung buburnya masih panas, agar dia tidak mual kalau menyantap bubur yang dingin. Sekalian mengembalikan tenaga pria itu yang dilihatnya sangatlah lemah.
"Krish..Krish..Bangun.. Buburnya udah masak..makan dulu ya..!" Panggil Ayura lembut sambil menepuk pelan pipi Krishna.
Krishna melenguh dan dengan berat membuka kelopak matanya. Pria itu tersenyum tipis mendapat gadisnya masih disisinya.
"Makan dulu ya. Buburnya udah matang." Ucap Ayura sembari melirik mangkuk diatas nakas.
Krishna tersenyum kemudian mengangguk.
Dengan telaten Ayura menyuapi Krishna ,sesendok demi sesendok hingga bubur itu tandas tak bersisah.
Mungkin karena efek lapar atau karena yang memasaknya adalah kekasih hati. Entahlah.
Krishna meminta air minum lagi setelah menghabiskan satu gelas air yang dibawah Ayura tadi.
Baru saja dia hendak pergi mengambil air minum lagi, pintu kamar sudah dibuka dari luar munculah Adam dan di ikuti seorang wanita cantik yang diketahui Ayura adalah seorang Dokter karena jas putih yang dikenakan wanita itu.
Dia tersenyum rama pada Dokter yang menurutnya selain cantik, tubuhnya pun sangat sempurna untuk profesi seorang Dokter. Dia lebih pantas menjadi seorang model.
Ayura lalu menyingkirkan memberikan ruang gerak untuk sang Dokter agar leluasa memeriksa Krishna.
"Silahkan Dok. Aku keluar sebentar " Ucap Ayura berniat kedapur mengambil air minum lagi untuk Krishna
"Iya." Balas Dokter itu ramah.
Tapi baru beberapa langkah Ayura dikejutkan dengan suara si Dokter.
__ADS_1
"Krishna...? Kau kah itu..?"
🌴🌴🌴🌴🌴 BERSAMBUNG 🌴🌴🌴🌴🌴