
"Ada apa Krish..?" Tanya Ayura melihat kemarahan Krishna.
Sadar Ayura masih disampingnya, buru buru pria itu melepaskan kepalanya tangannya, membuang muka sembari menetralkan kemarahan yang tengah menyelungkupinya.
Krishna lalu mencoba tersenyum kearah gadis itu. "Nggak ada papa Ay."
Ayura memiringkan wajahnya, mencoba menelisik lebih dalam kenetra pria itu "Benarkah..?" Ayura yakin ada sesuatu yang tengah terjadi tapi sepertinya Krishna tidak ingin terbuka padanya.
"Hmmm.." Jawab Krishna. "Emang kamu kira apa yang akan terjadi padaku..?" Ucap pria itu sombong membuat Ayura tersenyum sembari menggeleng dengan tingkah sombong Krishna yang tak pernah berubah.
"Ay... hmmm... aku ada satu urusan, boleh kan kamu menunggu disini sebentar..? Aku janji tak akan lama." Pinta Krishna tak enak
"Nggak papa kok Krish, tapi boleh kan kalau aku pulang saja, lain kali aja yah makan malamnya..?" Ucap Ayura mencoba menawar
"No Ay! Tunggu disini aku akan kembali dalam 10 menit, ok!"
"Tapi Krish, aku sungguh sangat lelah malam ini." Pinta Ayura dengan wajah memelas membuat Krishna nggak tega
"Baiklah kita makan sekarang, hmm..? Ayo!" Ajak Krishna pada akhirnya, tak ingin egois meminta Ayura menunggunya, karena yang dilihat gadis itu memang sungguh lelah dan ingin cepat cepat pulang.
Tapi Ucapan Krishna malah membuat Adam mendelik. "Tuan.. Kita harus cepat mengurus kekacauan ini, sebelum semuanya menjadi terlambat." Ucap Adam tegas
Krishna menarik nafas kasar, dia dalam dilema menemani Ayura makan malam atau menyelesaikan masalah yang sedang ditimbulkan seseorang tak bertanggung jawab terhadap data data penting nya. Uppss salah! Bukan dia yang menemani Ayura makan tapi justru dialah yang sudah memaksa Ayura menemaninya makan malam.
Data data pribadinya sedang diretas oleh seseorang, kalau dia tidak bertindak cepat dipastikan semuah data penting beserta data perusahaan nya akan dicuri bahkan mungkin dihancurkan oleh orang itu. Dan perusahaan akan merugi.
Menyadari kecemasan Krishna, gadis ini yakin kalau masalah yang dihadapi Krishna mungkin sangat rumit. Ayura pun akhirnya mengalah. "Pergilah Krish, aku akan menunggu mu disini" Ucap Ayura pada akhirnya.
"Tapi Ay... " Perkataan Krishna terpotong
"Pergilah, aku nggak papa" Ucap Ayura dengan senyuman dan dibalas senyum oleh Krishna.
"Maksih Ay."
"Pergilah! 10 menit Krish. kalau lama aku akan pergi."
"Aku janji Ay, hanya 10 menit, ok"
Gadis itu mengangguk, Krishna dan Adam pun langsung bergegas keatas ruangannya.
Dari kejauhan nampak seorang pria sedang menatap mereka dengan senyum semriknya.
Sudah 10 menit berlalu dan Krishna belum juga datang, Ayura terlihat sangat lelah, dia yakin kalau Krishna masih sibuk dengan urusannya, tak ingin mengganggunya, Ayura memilih pergi tanpa menghubungi pria itu, takutnya Krishna malah meninggalkan pekerjaanya dan memilih mengantarnya.
Saat gadis itu hendak melangkah munculah Willi dari arah depan, pria itu lalu membungkuk di hadapannya, perasaan nya sudah mulai tak enak.
"Maaf Nona Ayura, anda ditunggu Tuan Abimanyu di mobilnya." Ucap pria itu masih membungkuk di hadapan Ayura.
"Maaf Pak, tapi aku ingin pulang." Willy bergeming, tak bergeser sedikitpun dari posisinya. Dan Ayura sadar dengan sikap asisten Abimanyu ini. " Baiklah.. baiklah, aku akan ikut dengan Tuan mu." Ucap Ayura dengan sedikit emosi.
"Mari Nona" Wily lalu memberi jalan pada Ayura, menuntunnya ke mobil Abimanyu lalu membuka pintu mobil, mempersilahkan Ayura masuk. Didalam sudah ada Abimanyu yang sedang menatapnya dingin, seperti biasa.
"Jalan Will" Interupsi Abi saat Ayura sudah duduk di sampingnya.
Mobil pun berjalan, keheningan menyelingkup, Ayura memilih melihat kearah luar jendela samping. Sampai suara Abimanyu memaksanya menoleh.
"Apa kamu nggak papa..?" Tanya Abi tiba tiba.
Gadis itu tidak menjawab, menoleh kearah Abi dengan tatapan bingung dengan pertanyaan nya.
Melihat kebingungan gadis itu membuat Abi kembali bertanya. "Apa Angel menyakiti mu..? Apa ada yang terluka karena perbuatannya..?"
Hati Ayura menghangat melihat kekuatiran dalam pertanyaan Abi. Dia terharu ternyata ada yang peduli padanya setelah sekian lama merasa sendirian saat menghadapi buliyan dan hinaan yang sering Angel lakukan padanya.
__ADS_1
Gadis itu tersenyum lalu menggeleng. " Aku nggak Papa Pak."
Pria itu mengangguk masih menatap senyuman gadis itu lalu tiba tiba "Fashion show tinggal seminggu lagi dan aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu." Ucap Abi memperjelaskan kekuatiran nya, kemudian menatap lurus kedepan.
Deg!
Buyar sudah senyum manis Ayura, wajah gadis itu ditekuk dengan bibir yang sedikit maju ke depan, terlihat kekecewaan diwajahnya, pikir gadis itu Abi tulus perhatian kepadanya, ternyata pria itu hanya tidak ingin dia kenapa kenapa karena fashion show tinggal seminggu lagi, semuahnya real tentang pekerjaan.
'*Ck! Emang apa yang kau pikirkan..? Bukankah selama ini dia memang begitu, bicara tentang fokus fokus dalam pekerjaan. Hanya tentang pekerjaan Ayura. Lalu apa yang kau harapkan dari pria kaku itu.? Perhatian..? Peduli*...?"
Gadis itu menarik nafas pelan, mencoba menetralkan perasaanya yang sempat kacau karena menyalahkan artikan perhatian Abi.
Sedangkan disebelahnya, pria itu membuang wajahnya kesamping, merutuki dirinya yang setelah mengucapkan kekuatirannya. Dia memang benar benar peduli pada gadis itu, tapi melihat senyuman Ayura membuat bibirnya reflek mengucapkan kata yang bukan keluar dari lubuk hatinya.
Dia menyadari perubahan wajah gadis itu dari yang awalnya tersenyum berubah mengerucut bibirnya, Abi tahu itu. Dia merasa bersalah.
Hening tiba tiba, tidak ada lagi suara, bahkan helaan nafas pun tak terdengar. kedua manusia itu larut dalam perasaannya masing-masing, dengan membuang muka kesamping jendela.
Sampai Ayura menyadari mobil mereka telah masuk ke restoran XXX. Bahunya terjatuh lesu, niat untuk langsung pulang kerumah gagal total.
Mobil telah berhenti. Abipun sudah beranjak keluar, langkah pria itu langsung mengarahkan kesamping mobil dimana terlihat Ayura masih betah duduk didalam, sampai Abi membukakan pintu untuknya.
Bukan maksudnya berniat bermesraan atau bermanja ria dengan Abi, tapi dia memang malas untuk keluar.Apalagi makan malam dengannya.
Tapi suara berat Abi memaksanya, mau tak mau dia pun keluar dari mobil mewah pria itu. "Keluar Ay, kita makan dulu."
Ayura mendes@h kesal. Dengan langkah berat dia mengikuti Abi dari belakang.
Keduanya sudah duduk di kursi. "Pesan apa Ay..?" Tanya Abi melihat seorang pelayanan mendekat.
Gadis itu bingung mau pesan apa, dia masih membaca daftar menu itu sampai suara Abi membuat gadis itu mendelik. "Pesan dua stick" Ucap Abi pada pelayan itu.
"Minumnya Pak..?"
"Dua orange juice" Jawab Abi, selepas itu pelayanan itu pun undur diri.
* * * * *
Yudistira Entertainment.
Krishna dan Adam terlihat sangat serius menatap laptop dengan jari terus memainkan tuts tuts pada keyboard itu.
Sudah 10 menit lewat, keduanya tenggelam dalam ribuan angka angka, huruf dan tanda baca yang ingin mereka susun mengembalikan keamanan data datanya yang hampir diretas
Dan akhirnya.....
Tap!
Jari telunjuknya menekan dengan kuat tuts itu dan "Selesai!" Pekik Krishna menyeringai.
"Cih! Ternyata hanya segini kemampuan mereka" Cibir pria itu.
Setelah 15 menit akhirnya ia bisa memukul mundur serangan dari peretas tak dikenal itu
"Lacak lokasi penyerangnya" Ucapnya yang masih fokus pada laptopnya.
Adam bekerja dengan cepat kurang dari 5 menit pria itu menyodorkan laptop kearah Krishna.
"Sepertinya mereka ingin bermain main dengan mu. Tapi sebenarnya apa motif mereka..?" Tanya Adam "Mereka tidak mencuri data data mu, mereka juga tidak menghancurkannya, lalu apa yang mereka inginkan..?" Tanya nya lagi sembari mengelus ngelus dagunya yang sedikit berbulu, pria itu tengah berfikir.
Krishna menyeringai, meremehkan. Dia tidak menyangka mengetahui siapa pelaku yang sepertinya ingin bermain main dengan dirinya.
Hingga pria itu tersadar sesuatu, dilihat nya jam mahal dipergelangan tangannya, dia menggebrak meja dengan begitu kuat "Ayura"
__ADS_1
"Sh*it! Umpat pria itu menyadari telah dikerjain.
" Baiklah! Kita akan lihat siapa yang akan memenangkan permainan ini." Ucap Krishna dengan senyum devilnnya.
Kembali ke restoran XXX.
Tiba tiba telpon Ayura berdering, gadis itu terkejut mengetahui siapa yang sedang menelponnya.
"Hai Krish!" Ucap Ayura saat panggilan terhubung.
"Kamu dimana sekarang...? Kenapa tidak menunggu ku" Omel Krishna dengan kencang membuat Ayura sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya, gadis itu meringis.
"Ck! Sudah 10 menit lewat aku menunggumu Krish... " Ayura masih ingin menjelaskan lagi tapi Krishna sudah mencela ucapannya.
"Kamu dimana sekarang..? "
"Aku sedang direstoran XXX..." berhenti sebentar. " Berasama Pak Abimanyu " Sambungnya lagi sambil meringis
Tut... tut... tut... Panggilan telah dimatikan. Ayura meketakan ponselnya dengan lesu. Kepalanya akan meledak setelah ini.
Pria itu pasti ngomel ngomel karena dirinya pergi tanpa memberi kabar, apa lagi melihat dirinya tengah bersama Abimanyu, dia pasti mengeluh atau pun ngambek bila Ayura bersikap sopan pada Abimanyu dan padanya tidak.
Pesanan mereka sudah datang, Pelayanan meletakan pesanan di hadapan mereka masing-masing, Abi lalu menarik piring Ayura, memotong stick itu menjadi bagian kecil lalu menyodorkan piring ke hadapan Ayura. "Makanlah!" Ucap nya.
"Terimakasih Pak" Ucap Ayura datar, dia tidak ingin tersanjung atau pun terlena kali ini dengan perhatian Abi, karena dia bisa menebak, pria itu akan mengatakan, makanlah! Aku tidak ingin kamu sakit karena fashion show tinggal seminggu lagi. Pikir Ayura.
Keduanya makan dengan diam, sampai seseorang menarik kursi dan meletakan bok*ngnya dengan begitu kasar disamping Ayura, membuat gadis itu kaget dan langsung tersedak mengetahui siapa penghuni baru kursi disamping nya itu.
"Uhuk.. uhuk.. uhuk.. Krish Kamu..?" Kaget Ayura. sembari memukuk dadanya, mencoba mengeluarkan sepotong daging yang nyangkut ditenggorokan nya.
"Hati hati Ay!" Ucap Abi penuh perhatian,sembari menyodorkan minumannya pada Ayura.
Bertepatan itu Krishna pun tengah menyodorkan minuman milik Ayura kearah gadis itu, melihat posisi Krishna yang lebih dekat membuat gadis itu meraih minuman dari tangan Krishna, apalagi pikirnya itu kan memang minumannya.
Tanpa berniat lebih memilih Krishna dan mengabaikan Abimanyu, tapi berbeda dengan pemikiran kedua kakak beradik itu, Krishna bersorak riang karena merasa Ayura lebih memilihnya.
Sedangkan Pria dihadapannya juga meletakan kembali minumannya dengan lesu, merasa Ayura lebih memilih Krishna dari pada dirinya. Pria itu merasa tersisihkan.
"Kenapa tidak menunggu ku Ay..? Dan kenapa tidak mengabariku..? Kesal Krishna pada akhirnya.
Ayura menghela nafas kasar " Sudah lewat 10 menit Krish, aku tidak mengabari mu, karena aku tau kamu sedang sibuk. Dan aku tidak ingin mengganggu mu." Jelas Ayura sabar.
"Alasan, kamu memang sengaja menghindar dari ku, dan memilih pergi bersama nya kan..?" Tuduh Krishna sambil melirik Abi. "Benarkan..? Kamu... " Ucapan Krishna terpotong karena Ayura telah memasukan sepotong daging kedalam mulut pria itu.
"Makanlah, bukannya kamu lapar..?" Kesal Ayura.
πππππππππππππππ
**TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUANYA SUDAH BERKUNJUNG KE KARYA RECEH KU INI. π
TERIMAKASIH JUGA KARENA SUDAH MENINGGALKAN JEJAK LIKE PADA SETIAP BAB NYA. π
HARAP HARAP DAPAT JUGA MEMBERIKAN KOMEN MEMBANGUN AGAR AUTHOR NYA BISAH LEBIH SEMANGAT DAN TERMOTIVASI UNTUK LEBIH GIAT LAGI BERKARYA. π₯°π₯°
DAN TAK BOSAN BOSAN AKU MEMINTA AGAR JANGAN LUPA SELALU TINGGALKAN...
LIKE... π·
KOMEN... π·
VOTE... π·
LOVE YOU ALL SELUAS SAMUDERA PASIFIK DAN SETINGGI GUNUNG EVEREST. β£οΈβ£οΈβ£οΈ LEBAY... πππ
__ADS_1
MAAF BILA ADA TYPO DIMANA MANA.. ππ
πΉ HAPPY READINGπΉ**