
Dikediaman utama, tepatnya diruangan kerja sang kepala keluarga yang merangkap sebagian Presdir AK Group dan Yudistira Entertaiment. Nampak pria paruh baya tengah mengintrogasi sekalian menyidang dua pria dingin dan kaku yang bekerja sebagai asisten kedua putranya.
Nampak helaan nafas terus disemburkan pria senja itu kala menghadapi kedua pria yang sedari tadi menatapnya dengan raut dingin, tak ada ekspresi takut ataupun merasa bersalah saat dirinya marah bahkan terkadang memaki mereka habisan habisan.
Ingin sekali Ardiansyah berlari dan mencekik kedua pria brengsek itu karena dirinya sudah terlampau kesal. Sudah sejam lebih dia berkoar koar tapi keduanya hanya melototinya tanpa ekspresi apa pun.
"Sebenarnya apa yang kalian kerjakan selama ini, hingga kedua putra ku masih bermusuhan dan parahnya keduanya hampir saling membunuh..? Dan kalian tak ada satupun yang berada disisi mereka semalam. Kemana kalian pergi ha..? Apa aku menggaji kalian hanya untuk berleha leha..? Kalian berdua harusnya tahu diri aku memungut kalian agar bisa selalu berada disisi Abi dan Krishna, selain menjaga mereka bukankah aku sudah memberi poin utama yakni menyatukan mereka, memperbaiki hubungan mereka.Tapi apa ini, semakin kesini hubungan mereka bukannya membaik tapi malah semakin parah. Dimana tanggung jawab kalian dan janji kalian pada ku saat awal datang kesini...?"
Ardiansyah mencengkaram kuat sisi meja yang ada dihadapannya. Terlalu stres memikirkan nasib kedua putranya ditambah kedua asisten yang diperkerjakan secara diam diam untuk menyatukan kedua anaknya tapi sejauh ini tak ada perkembangan sama sekali. Kedua manusia itu pun masih bergeming.
"Aku tahu, kalian sangat setia pada putra putra ku dan aku sangat berterima kasih untuk itu, tapi bukan berarti kalian berdua diam saja dan mendukung permusuhan mereka. Kalian berdua bahkan terlihat saling menyerang mengikuti perintah Abi dan Krishna. Apa kalian lupa kalau kalian berdua adalah sepupu yang saling menjaga dan saling peduli satu sama lain...? Kenapa otak kalian malah ikut sengklek seperti kedua putra ku." Dia berhenti sejenak untuk menarik dan menghembuskan nafas pelan.
"Dan untuk kau." Ardiansyah menggerakkan matanya ke Adam. "Hei kau.." Teriak Ardiansyah saat Adam hanya memelototinya tanpa suara. "Jangan hanya Melotot , bersuara brengsek." Maki Ardiansyah penuh Geram, kesabarannya benar-benar diuji oleh Adam dan Willy.
"Iya Tuan!" Sahut Adam pada akhirnya.
"Cari tahu tentang gadis yang kini tengah bersama Krishna. Aku rasa ada yang tak beres disini. Pantau gerak geriknya. Dan usahakan selalu berada didekat Krishna aku takut dia dan Abi kembali saling menyerang." Adam hanya menggerkan kepala satu kali kebawah tanda mengiyakan permintaan sang Bis bos dan itu kembali menyulut emosi Ardiansyah.
"Jawab bedebah, apa semahal itu suara mu hingga dari tadi hanya menganguk, menggeleng dan melototi ku ha..?"
"Iya Tuan. "
"Iya Apa..?"
"Aku akan menjalankan perintah mu Tuan."
"Baik. Dan kamu. " Kini pandangannya tertuju pada Willy.
"Saya Tuan. "
"Dibanding dia." Ardiansyah melirik Adam. "Aku lebih mempercayai mu" Membuat adam langsung melirik Willy tak suka. Dirinya dibanding bandingkan dengan kakak sepupu nya.
"Sepengetahuan ku, Abi bisa mendengar mu bahkan sangat mempercayai mu. Aku harap kamu bisa menenangkan nya untuk lebih bersabar dan tidak menggunakan otot bila berhadapan dengan Krishna. Itu membuat aku dan isteri ku sangat kepikiran, lebih lebih isteri ku." Ardiansyah kembali menghela nafas kasar.
"Bujuk dia agar mau berdamai dengan adiknya. Masalah perempuan bisa di bicarakan dengan baik baik bukan. Aku harap kamu bisa menjalankan amanat ku."
Suara Ardiansyah terdengar lembut dikuping Adam membuat dia mendelik kesal. Karena sepengetahuan nya sedari tadi bila berbicara dengannya Ardiansyah selalu nge gas tapi saat berbicara bersama Willy suara pria itu melemah membuat dia mencebik kesal.
"Akan ku usahakan Tuan."...
'Bagaimana aku bisa menenangkan putra mu, kalau urusannya menyangkut perempuan. Jangankan mencoba menenangkan nya, baru membuka mulut saja,.matanya sudah menacabik cabik tubuhku. Hufff..' Rutuk Willy dalam hati
"Bubar kalian. Dan ingat! Rahasiakan pertemuan kita."
Selepas kepergian Adam dan Willy, Ardiansyah menyadarkan tubuhnya di kursi kebesarannya. Pandangannya tertuju keatas langit langit ruangnya. Mata terpejam dengan helaan nafas yang terdengar berat.
Teringat sepuluh tahun yang lalu, dia diselamatkan oleh Adam Dan willy dari kumpulan preman. Mobil yang ditumpanginya tiba tiba mogok ditempat yang sangat sepi. Dan saat itu sudah tengah malam. Dia yang kala itu hanya bersama supirnya tidak bisa berbuat apa-apa sampai datang kumpulan para preman dan langsung merampas barang barang berharga milik dirinya dan sang supir.
__ADS_1
Ardiansyah yang tak terima akhirnya melawan kawanan penjahat itu, tapi karena kalah pasukan Ardiansyah pun dipukul mundur tapi saat itu juga datang Adam dan Willy yang menolong mereka.
Ternyata kedua pria itu memiliki ilmu beladiri yang sangat baik hingga bersama Ardiansyah dan sang supir keempat orang itu berhasil memukul mundur para preman itu.
Barang barang berharga mereka pun dapat diselamatkan.
Dan semenjak saat itu, Adam dan Willy yang ternyata tinggal di panti asuhan langsung diangkat menjadi anak angkat dan dibiayai hidup oleh Ardiansyah .
Hingga keduanya di utus Ardiansyah menjadi asisten kedua putra nya. Sebelumnya kedua anak yatim piatu itu sangat patuh dan taat padanya, tapi entah setan apa yang merasuki mereka setelah menjadi asisten kedua putranya, kedua nya malah jadi pembangkang, dan berkhianat padanya.
Mereka sekarang lebih mencintai dan lebih menghormati kedua putranya ketimbang dirinya. Semuah ini membuat dirinya sangat kesal.
Dirinya tidak ada harga dimata kedua penghianat itu.
Tapi apapun itu dirinya tetap selalu memuji cara kerja kedua anak itu yang terkena setia dan sangat melindungi kedua putranya dengan nyawa mereka sebagai taruhannya. Dan itu sudah terbukti.
Tapi satu yang di inginkan Ardiansyah dari kedua manusia dingin itu tak pernah mereka tepati sampai saat ini yakni mendamaikan kedua putranya.
Dan lebih kesalnya lagi kedua nya yang terkenal dengan saling menyayangi ini terkesan ikut ikutan saling menyerang dan saling bermusuhan mengikuti watak Tuannya.
*
*
*
Walaupun dihatinya belum ada cinta tapi paling tidak melihat keseriusan Dani membuat dia sedikit bernapas lega.
"Mandilah. Aku akan meminta pelayanan hotel menyiapkan sarapan untuk kita." Titah Dani lembut setelah berhasil menenangkan Angel.
Angel mengangguk dan hendak berdiri tapi dirasa bagian bawahnya terasa begitu perih saat dibuat gerak hingga dia sedikit meringis. Dani menyadarinya.
"Apa masih sakit..?" Tanya Dani langsung menatap bagian bawah Angel membuat gadis itu langsung tertunduk malu.
Dan tanpa ada aba Dani langsung menghempaskan selimut yang masih membungkus tubuh polos Angel, membuat Angel memekik kaget. "Daanii.!!"
Pria itu hanya diam, membawa tubuh ramping Angel kedalam kamar mandi. Diletakan tubuh Angel kedalam buth tub yang sudah disisi dengan air hangat. "Mandilah! Dan panggil aku Kalua sudah selesai hmm.." Ujar Dani kemudian mengecup sebentar kening Angel lalu pergi meninggalakn Angel yang tengah diliputi perasaan hangat.
Sesungguhnya dia tidak pernah mendapat perlakuan hangat dan begitu lembut dari seorang pria. Hingga saat Dani memperlakukan dengan begitu lembut dirinya menjadi sangat terharu.
Sebenarnya banyak juga pria yang mendekatinya, mengajaknya makan bareng, nonton bareng, jalan bahkan ada yang sudah melamarnya tapi entah mengapa setelah itu mereka menghindar dan menghilang. Dirinya pun memilih cuek.
Hidupnya yang selama ini hanya berpusat pada satu pria yakini Abi, Hingga menutup mata hatinya untuk pria pria yang tak punya nyali itu.
Semuah sikap dingin dan cuek Abi tak serta merta membuat nya mundur atau berpaling. Dirinya tetap berharap suatu saat nanti Abi mengetahui ketulusan nya dan mau menerima cintanya.
Tapi itu tidak pernah terjadi sampai kejadian dimana Abi hampir saja membunuhnya dengan cara mencekiknya saat pria itu tahu Ayura terluka karena dirinya. Saat itu juga Segala harapan dan cinta yang dipupuk untuk pria itu seketika hancur berkeping keping tak bersisa.
__ADS_1
Dan sekarang saat dia kecewa pada Abi dan Krishna, datanglah pangeran berkuda putih untuk nya, apa nggak melting dirinya.
Setelah mandi dan memakai pakayan yang sudah disiapkan Dani, kini keduanya sudah duduk di sofa menikmati sarapan bersama.
Dani benar-benar memperlakukan Angel seperti seorang Tuan Putri. Melayani gadis itu dari menggendongnya keluar masuk kamar mandi. Mengeringkan rambutnya. Dan sekarang keduanya tengah menikmati sarapan mereka dengan Dani yang terlihat begitu telaten mengambil lauk untuk Angel.
Angel benar-benar dibuat berbunga bunga dan terharu.
Angel terlihat malu malu saat Dani memperlakukan nya dengan lembut membuat Dani semakin gemas. Angel yang angkuh dan sombong kini berganti dengan Angel yang manis dan menggemaskan.
Keduanya baru saja menghabiskan sarapan. Dani langsung beringsut duduk di samping Angel, menarik tangan gadis itu dan menggenggamnya lembut
"Mungkin besok atau lusa aku dan kedua orangtua ku akan kerumah mu untuk melamar mu." Cicit Dani membuat Angel kaget
"Kenapa secepat itu..?"
"Lebih cepat lebih baik. Takutnya disini sudah ada kehidupan." Seloroh Dani sembari menyentuh perut rata Angel membuat gadis itu kaget.
Memang itu merupakan salah satu alasannya, tapi yang lebih utama adalah dirinya ingin segera menghalalkan gadis itu. Setelah sekian lama menunggu dan sekarang waktu yang tepat untuk memiliki gadisnya. Mumpung Angel sudah mau menerimanya. Dia tak ingin berlama lama lagi.Takut gadis itu berubah pikiran.
"Apa secepat itu ya, bukankah kita hanya melakukannnya sekali...?"
"Walaupun hanya sekali tidak menutup kemungkinan untuk jadi Jel. Lagian..."Dani menjeda ucapannya. Tapi kemudian disambung dengan suara pelan "Kita melakukannnya berkalia kali dan tanpa pengaman."
Angel tertunduk lesu. "Tapi tidak akan semudah itu Dan. Mama ku tidak akan secepat itu menyetujui ya."
"Kamu tenang saja dan serahkan semuahnya pada ku hmm."
Angel kembali menggeleng lesu."Kamu belum tahu siapa Mama ku Dan." Dani menyeringai "Mama ku sangat memperhatikan bibit bobot dan bebet. Bahkan ada pria yang pernah mendekati ku dan langsung melamar ku langsung ditolak sama Mama dan besoknya aku tidak tahu lagi diman pria itu. Entah apa yang dilakukan Mama sampai pria itu menghilang dan sampai detik ini aku tidak tahu keberadaan nya." Cerita Angel penuh sedih tapi hanya ditanggapi Dani dengan seringai.
Bukan tak mungkin Angel sangat takut Mamanya menolak lamaran Dani, karena Mamanya sangat menginginkan menantu yang kaya raya, sedangkan Dani hanyalah seorang Dokter biasa. Yang dia tahu gajinya hanyalah seberapa. Tanap mereka sadari sesungguhnya Dani adalah anak sekarang pengusaha kaya raya David Nugraha Syailendra .
"Kamu yakin Mama mu yang melakukannya...?" Pertanyaan Dani memantik rasa penasaran Angel.
"Maksud mu apa..?"
"Pria itu bernama Alan Sanjaya. Seorang model pria papan atas bukan..?"
"Haaa."Beo Angel tak percaya. Dirinya bahkan langsung memutar tubuhnya menghadap Dani. "Dari mana kau tahu.?" Cicit Angel. "Kejadian kan sudah lama sekali." Gumam Angel lagi.
Dani tersenyum miring. "Ya tau lah, aku yang mengancam pria itu agar menjauh dari mu. Kalau tidak aku akan menghancurkan karir modelnya dengan menyebarkan vidio asusilanya bersama model yang lain " Ujar Dani dengan cuek tapi sanggup membuat Angel membulatkan kedua bola mata nya dengan sempurna.
"Kenapa bisa..?"
"Yaa bisalah. Aku bahkan mengancam semuah pria yang ingin mendekati mu. Hingga mereka takut dan memilih pergi sebelum kalian resmi berpacara." Dan kejujuran Dani lagi lagi membuat rahang Angel terbuka lebar.
"Aa..apa maksud mu..? Tapi kenapa..?"Tanya Angel gelagapan.
__ADS_1