Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Kecupan Tak Terduga.


__ADS_3

Ayura begitu terkesima memandang hamparan laut lepas dan pasir putih. Gadis itu diam membisu, netranya berbinar takjub. Pemandangan yang berada didepannya sungguh terllau indah hingga tak bisa diungkapkan dengan kata kata.


"Apa kamu memyukainya..?" Tanya Abi tepat disamping wajah Ayura, hingga kalau saja Ayura menoleh sudah pasti hidungnya akan menyentuh pipi atau bahkan langsung mendarat cantik dibibir tebal pria itu.


Dan benar saja, Ayura yang hendak menjawab pertanyaan Abi seketika menoleh, dan...


Blussh....


Bola mata Ayura membola sempurna, pipinya pun seketika merona merah kala bibir Pink nya berada tepat dibibir Abi.


Ayura yang menoleh dengan cepat, dan disaat yang sama Abi pun sengaja ikut menoleh kearah gadis itu hingga kecupan singkat itu tak dapat terelakan.


Ayura seketika langsung membalikan badanya, dia merasa sangat malu, dia berpikir dia lah yang salah menoleh tanpa melihat dulu hingga ciuman itu terjadi padahal sesungguhn pria itu lah yang sengaja memanfaatkan momen itu untuk mencuri kecupan dengan Ayura.


Lain Ayura, lain juga Abi. Pria itu malah mengulum senyum. Sebelah tangannya terangkat menyentuh bibirnya. 'Manis!'


"Ay..Kamu belum menjawab pertanyaan ku. Apa kamu menyukai nya..?" Tanya Abi lagi, masih tepat disamping telinga Ayura. Hingga sapuan nafasnya kembali membuat Ayura meremang.


Ayura masih belum fokus, tak tahu Abi bertanya tentang apa hingga dia terlihat bingung. "Menyukai apa.?" Tanya Ayura dengan sedikit menjauhkan wajah dari Abi. Takut kejadian tadi terulang lagi.


Abi kembali mengulum senyum. "Pemandangannya Ay. Kenapa..? Apa kamu berfikir aku menanyakan tentang ciuman tadi..?" Goda Abi sambil tersenyum usil membuat gadis itu menekuk wajahnya.


"Kak.."Pekik Ayura dengan pipi kembali bersemu merah membuat Abi tergelak kencang. Ayura malah cemberut karena sudah dikerjain oleh Abi.


"Hahaha...kau lucu sekali Ay. Udah ayo, kita sarapan dulu." Ucap Abi kemudian menarik tangana Ayura. Keduanya langsung menuju tempat dimana kembali membuat Ayura terkesima dan berdecak kagum.


Mereka menikmati makanan di halaman luar sambil menikmati hamparan laut yang begitu menyejukan mata.


"Ayo Ay, makananya sudah siap." Panggil Abi kala melihat Ayura tengah menikmati pemandangan didepannya.


"Iya kak." Ayura bergegas mengahmpiri meja dengan aneka makanan yang telah disiapkan oleh pelayan. "Kak disini indah sekali."


"Kamu menyukainnya...?" Tanya Abi dan dianggukin Ayura. " Ya udah makan dulu, setelah ini aku akan mengajak mu jalan jalan." Abi lalu menarik tangan Ayura, meanarik kursi untuk gadis itu. Setelah Ayura duduk tak lupa Abi mengusap pelan rambut Ayura, melempar sebuah senyuman teduh kemudian pria itu pun duduk dikursinya, disamping Ayura.


Perlakuan manis Abi membuat Ayura melayang. Ahh, sesuatu yang romantis yang jarang didapatkan dari Krishna..


"Kak, sebenarnya kita dimana..?"Tanya Ayura disela menikmati sarapannya.


Abi hanya tersenyum. "Selesaikan sarapan mu, setelah itu kita akan jalan jalan, baru kamu akan tahu kita berada dimana."


Dan disinilah mereka sekarang. Vila pribadi disebuah pulau pribadi milik Abi.


__ADS_1


Satu kata yang bisa menggambarkan vila pribadi ini adalah "Wow!"


Sebuah vila pribadi bergaya konteporer yang letaknya ditepi pantai yang terlihat sangat mewah.


Dalam vilanya didesain dengan konsep terbuka dan lebar. Dinding kaca yang juga berfungsi sebagai jendela mendominasi sekeliling vila tersebut, seperti yang terdapat dikamar Ayura.


Hingga saat kain kordenya dibuka bisa langsung memandangi keindahan halaman yang dipenuhi tumbuh tumbuhan berwarna hijau serta air laut yang berwarna biru jernih yang menyejukan mata.


Dibagian belakang vila pun dibangun sebuah kolam dan sebuah gazebo. Dan walaupun terik ataupun panas, tetap akan merasa teduh sebab banyak pohon rindang yang ditanam disekitarnya. Dan disana lagi lagi menyuguhkan pemandangan laut lepas.



Hunian tersebut juga memiliki sebuah dermaga kecil tempat bersandarnya perahu serta kapal mewah milik Abi.


Ayura benar benar dibuat tak bisa berkata kata, hanya untuk mengungkapkan pujian dan takjub saja gadis itu serasa tak ada kata yang mampu menggambarkan semuah keindahan ini.


"Aaaaa..." Teriak Ayura sambil berlari dengan kaki polosnya ditepi pantai. Dia teramat bahagia, senyum, tawa dan decak kagum tak pernah berhenti dari bibir mungilnya.


Abi pun ikut bahagia memandang sang bidadari hatinya terus berlari sembari menendang nendang air laut dengan cerianya. Baginya tak ada yang lebih indah dari pemandangan didepannya ini.


"Kak..Ayo kita main!" Ajak Ayura pada Abi hanya berdiri tak jauh darinya dengan kedua tangan berada disaku celana pendeknya.


Pria itu tak bergerak dari posisinya, hanya melambai pada Ayura. Ayura berdecak kesal dan langsung berlari menghampiri Abi, menarik tangan pria itu. " Ayo kak, jangan diam saja."


Dan kalau sudah begini, dia hanya bisa mengikuti kemauan gadis ini. Saat sudah didekat tepian laut, Ayura lalu mengambil segenggam pasir basah, dengan cepat mencolek pipi Abi dengan pasir itu dan sebagiannya lagi malah dimasukkan kedalm baju Abi hingga pria itu begitu kaget.


"Hahaha...kena kau." Tawa Ayura kemudian gadis usia itu mengambil langkah seribu, berlari saat melihat Abi menyeringai kearahnya.


"Awas kamu Ay, aku takan membiarkan mu selamat."


"Hahaha.." Tawa gadis itu lagi masih berlari karena sudah dikejar oleh Abi.


Keduanya masih berkejaran hingga Abi menangkap tubuh mungil Ayura, mebelit erat pinggangnya dari belakang. "Kena kau." Abi memutar muat tubuh Ayura dalam dekapnnya.


Sebelah tangan Abi langsung mengelilingi tubuh Ayura membuat gadis itu menggelinjang dalam dekapan Abi.


"Hahaha, Kak Hentikan, hahaha..Iya aku minta maaf..hahah.." Tawa gadis itu karena merasa geli dengan aksi Abi. Hingga tangan Abi terlepas buru buru gadis itu hendak kabur tapi dengan cepat Abi kembali menariknya, Ayura yang tak ada keseimbangan hingga terjungkal kebelakang..."Aaaa.."


Ayura terjatuh, dan parahnya gadis itu menarik serta tubuh Abi hingga pria itu pun ikut jatuh dengan posisi diatas tubuh Ayura.


Dan silaturahmi bibir kembali terjadi, tak bisa dielakan. Bibir Abi mendarat sempurna dibibir Ayura. Bola mata gadis itu membola sempurna. Dan degupan jantung mereka seketika berdetak lebih cepat.


"Kak.." Hingga beberapa detik, Ayura yang tersadar langsung mendorong tubuh tegap itu.

__ADS_1


"Ahh,maaf Ay." Ucap Abi kemudian beranjak bangun dan membantu Ayura bangkit. Keduanya duduk diatas pasir dan seketika hening menyelingkupi. Keduanya masih menetralkan degupan jantung. Tapi lebih tepatnya Ayura saja merasa yang merasa canggung dengan kejadian tadi, karena pria yang berada disamping nya malah menyembunyikan senyum manisnya.


🍒 🍒 🍒


Malam menyapa, Ayura baru saja selesai membersihkan dirinya dari keringat dan pasir yang menempel hampir disetiap jengkal tubuhnya.


Seharian ini dia ditemenin Abi berkeliling melihat lihat keadaan sekitar vila dan beberapa tempat yang ternyata sangat indah. Keduanya bahkan melewati makan siang.


Setelah mengenakan pakayan yang diambilnya dari lemari yang sudah disiapkan oleh Abi. Memoles sedikit make up. Dirasa penampilannya sudah terlihat pas, gadis itupun beranjak keluar.


Baru saja dia menutup pintu kaumar, sesuatu aroma yang begitu nikmat langsung memenuhi indra penciumannya.


Buru buru gadis itu beranjak kedapur. Dilihat pemandangan yang tak kalah indah dari sebuah pasir putih dengan laut jernihnya, baginya ini lebih indah dimana pria yang selalu ada untuknya disaat dia terluka, saat dia bersedih tengah berkutat dengan wajan dan spatula.


Abi yang tengah memakai baju kaos dan celana pendek seperti biasa ditambah apron melengkapi ketampanan pria itu bertambah berkali-kali lipat. Pria itu bahkan terlihat seksi dimata Ayura.


Gadis itu mendekati Abi dengan mengulum senyum. "Kak, kau masak apa..?" Tanya Ayura saat berdiri dibelakang Abi.


Pria itupun langsung menoleh. "Kau sudah mandi..?"


Ayura mengangguk. Ayura pun kemudian melihat kedalam wajan itu. "Wahhh nasi goreng. Kak Abi bisa memasak..?"


Abi hanya tersenyum mendengar pertanyaan Ayura. "Duduklah disana. Sebentar lagi jadi" Titah Abi ,menyuruh gadis itu menunggunya dimeja makan.


Pria tu kemudian mengambil sesendok nasi goreng, hendak mencicipi masakannya. Tapi Ayura yang masih belum berlalu menjadi antusias ingin mencobanya juga.


"Kak, aku juga mau icip"


Abi tersenyum, " Aku tiup dulu, ini masih panas." Abi lalu dengan telaten meniup nasi goreng itu, membuat hati Ayura menghangat, pria itu benar-benar memanjakannya. Hingga sesendok nasi goreng yang hendak dicicip pria itu beralih kedepan bibir Ayura. "Aaa.." Abi meminta Ayura membuka mulutnya.


Ayura pun dengan semangat menerima nasi goreng itu tapi karena Abi menyendoknya terlalu banyak, hingga gadis itu hanya memakannya setengah sendok.


"Bagaimana..?" Tanya Abi meminta komentar dari Ayura atas masakannya. (Sama seperti othor yang selalu berharap komentar dari pada reader disetiap karyanya.☺)


Ayura mengunyah nasi goreng dalam mulutnya dengan mata terpejam hingga. "Hmmm, ini enak sekali kak."


"Masa sih..?" Tanya Abi kemudian memakan masih goreng sisa dari Ayura, membuat Ayura yang sedang mengunyah makanan menjadi kaget hingga menelan sisa nasi goreng dalam mulutnya dengan cepat.


"Hmmm, lumayan. "Ucap Abi tanpa memperdulikan keterkejutan Ayura melihat dia yang menghabiskan sisa nasi goreng dalam sendok tersebut.


Nasi goreng telah siapa, Ayura tengah dudu dikursinya menunggu Abi menyiapkan nya untuknya sesuai Interupsi pria itu.


Abi lalu meletakkan sepiring nasi goreng campur sosis dan ayam suwir diatas meja. "Makasih banyak kak."

__ADS_1


"Makanlah." Ucap Abi sembari mengusap lembut pucuk kepalanya Ayura. Hati gadis itu menghangat.


Baginya Abi selalu saja bisa membuat hatinya menghangat, selalu membuatnya merasa nyaman dan tau cara membahagiakan nya disetiap momen.


__ADS_2