Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Kutenggelamkan Kau Ditengah Laut


__ADS_3

Sudah tiga hari Krishna berbaring lemah diatas kasur rumah sakit. Sudah tiga hari itu juga Airin dan suaminya setia berada disamping putra keduanya.


Keadaannya masih sangat lemah, efek obat yang ditegaknya dengan dosisi tinggi membuatnya hampir saja kerusakan orang organ dalam tubuhnya.


Kemarin dia sudah sadar, membuka matanya sebenatra dan akhirnya kembali tertidur.


Terlihat sebuah jarum infus tertancap pada punggung tangannya. Nafasnya pun masih terlihat lebih cepat dari biasanya hingga sebuah selang oksigen melekat pada lubang hidungnya untuk membantu pernapasannya.


Seperti biasa, Airin wanita cantik berhati lembut itu selalu duduk disamping putranya, mengelus ngelus rambut anaknya, dengan segala harapan dan doa anaknya bisa kembali sadar dan sehat seperti sedia kala.


Suaminya sendiri sedang keluar, pamit padanya ada urusan diluar. Dan dia nggak tahu apa itu.


Dan tiba-tiba suara lirih Krishna mengagetkannya yang hampir tertidur dalam duduknya. "Mah..." Lirih pria itu lemah dan pelan.


Airin yang menyadari itu langsung berdiri, berjongkok dihadapan putranya, dan seketika kaget saat mihat tangan putranya yang ingin membuka alat bantu pernapasan itu.


"Nak, jangan dibuka dulu, kamu mau apa, biara Mama panggil Dokter nya." Tegur Airin, menurunkan tangan Krishna dan langsung menekan tombol disamping kasur Krishna.


Tak berselang Dokter pun datang, dan langsung melakukan beberapa pemeriksaan.


"Bagaiman Mas, keadaan putra saya..?" Tanya Airin pada Dokter Daren.


Dokter seumur suaminya pun tersenyum. "Keadaan Krishna sudah sedikit membaik, dan sepertinya hari ini kami bisa melepas alat bantu pernapasannya." Jawab Dokter Daren, dibarengi senyuman. "Dia juga sudah bisa makan dan minum. Tapi upayakan makanan yang lembut lembut saja ya Rin." Jelas Daren sambil memanggil nama sapaan Airin.


Dokter itu pun berbalik menatap Krishna "Apa kamu mau minum..?" Tanya Dokter itu dan dianggukin lemah oleh Krishna.


Dengan menggunakan sedotan, Krishna pun meneguk air itu dengan pelan. Dokter Daren sendiri sudah pamit pergi.


"Mah..." Lirih Krishna lagi.


"Ada apa nak..? Apa yang kamu butuhkan..?" Tanya Airin lembut.


"Aku ingin berbicara dengan Adam" Ucap Krishna membuat Mamanya menakutkan kedua alisnya. melihat itu membuat Krishna kembali membuka suara. " Ada yang ingin aku bicarakan dengan dia, aku mohon Mah." pinta Krishna dengan pelan, karena sesungguhnya dia masih sangat lemah.


Dan disinilah Adam sekarang. Duduk disamping atasannya. Airin sendiri sedang pulang kerumah, mau mengambil pakayan ganti Krishna dan sekalian membuat bubur untuk anaknya, sesuai permintaan Krishna. Karena dia ingin makan bubur buatan Mamanya.


Sebenarnya itu hanya sebuah alasan Krishna agar dia bisa berbicara leluasa dengan aspirinnya.


Sedang terjadi percakapan yang sangat serius antara Adam dan Krishna. Terlihat dari raut wajah nya yang berubah rubah. Kadang otot wajahnya mengeras, kadang mengerenyit dan kadang juga melirik tajam pada asistennya.


Hingga kedatangan Airin menghentikan percakapan keduanya.


🍒 🍒 🍒


Disebuah pulau


Ayura baru saja menyelesaikan nonton drama kesukaanya apalagi kalauu bukan drama korea.Rencana selanjutnya dia ingin kedepan menikmati pemandangan laut dengan hamparan pasir putih seperti biasa. Diakuinya seminggu berada disini dia tak pernah merasa bosan menikmati pemandangan disekitar vila milik Abi.


Dan pekerjaan setiap harinya, hanya nonton, bermain laut, dan menikmati indahnya pemandangan yang selalu menyejukan mata, kadang juga memasak bersama Abi.

__ADS_1


Ingin berselancar dunia maya sekedar ingin melihat dunia luar atau pun bertukar kabar dengan kedua temannya pun tak bisa. Karena dia tidak memiliki ponsel. Karena ponselnya sendiri tertinggal dikantor Krishna saat hari itu.


Sedangkan meminta pada Abi untuk memberikannya ponsel pun dia merasa segan. Pria itu sudah banyak membantunya dan dia tidak ingin menyusahkan nya lagi.


Akhirnya dia memilih berjalan keluar, dan ternyata disana terlihat Abi sedang berbicara dengan seseorang lewat telpon, karena dapat dilihat tangan pria itu sedang menggenggam sebuah smartphone yang menempel disamping telinganya.


Abi yang menyadari seseorang sedang berjalan mendekati refleks memutar badanya, senyum nya langsung terkembang kala melihat gadis pelipur laranya tengah menghampirinya.


Pria itu menggerakkan kepalanya, tanda memanggil Ayura untuk lebih mendekat, dengan netra yang langsung melirik pada layar ponselnya.


"Siapa..?" Tanya Ayura pada Abi dengan setengah berisik.


Abi lalu mendekat, dan menunjukan sebuah nama dilayar ponsel tersebut. Seketika gadis itu tersenyum mengetahui siapa yang sedang berbicara dengan Abi. Dia merindukan sosok itu.


"Apa mau berbicara..?" Tanya Abi dan langsung dianggukin dengan semangat oleh gadis itu.


"Maaf Om, ada yang mau berbicara.." Ucap Abi pada pria diseberang.


"............"


"Bukan pelayan Om.." Ucap Abi lagi disertai kekehan saat melihat wajah Ayura sedikit ditekuk.


"............"


"Dia seorang gadis, penjaga pantai disini, aauww...ampun, sakit Ay..." Ringis Abi saat mendapat capitan dipinggangnya. Tapi sejurus kemudian pria itu tergelak kencang, melihat Ayura sedang mencebik dan langsung merampas ponsel dari tangannya.


Tawa Abi begitu kencang, hingga pria diujung telpon pun langsung kaget, hal yang tidak pernah dijumpai selama ini.


Tangan Ayura bahakn sudah mau melayangkan cubitan tapi Abi langsung menghindar. "Ampun sayang, iya..iya... aku nggak tertawa lagi." Goda Abi lagi dengan menyebutkan kata sayang pada Ayura.


Dan hal ini kembali membuat pria diujung tepon tersedak udara, mendengar Abi memanggil Putri tersayangnya dengan sebutan 'sayang'. Tapi kemudian dia pun tersenyum, mengetahui Putrinya baik-baik saja bersama pria yang disegani oleh para pebisnis tanah air.


"Halo.." Sapa pria diseberang mengagetkan Ayura, karena posisi ponsel Abi kini berada ditanganya.


"Iya Pah.. Ini Ay. Apa kabar Pah..? Papa baik baik saja kan..?" Tanya Ayura dengan senduh..Dia sedang merindukan Papanya.


"Iya sayang, Papa baik-baik saja. Kamu sendiri bagaiman nak, nak Abi memperlakukan mu dengan baik kan, kamu bahagia disitu kan nak..?" Terdengar jelas kekuatiran Bramantyo atas anaknya.


"Ck! Nggak Pah, kak Abi jahat. Dia suka usilin dan ganggu Ayura."Lapornya , Abi melotot dan dibalas Ayura dengan menjulurkan lidahnya membuat Abi tersenyum ,kemudian menggeleng merasa lucu dengan sikap Ayura.


"Jangan lapor macam macam Ay, kalau nggak mau kutenggelamkan kamu ditengah laut nanti." Ancam Abi


"Tuh kan Pah, dengar sendiri, kak Abi memang jahat kan."


Dan mendengar candaan Abi dan Putrinya, membuat Bramantyo menyemburkan tawa kencang. Sesungguhnya dia pun senang mengetahuu Ayura nya baik baik saja.


Tapi disaat dia mengingat nasib Putrinya yang sedang terancam membuat dia langsung menghentikan tawanya dan menghela nafas pelan.


"Ada apa Pah..?" Mendengar tawa Papanya yang tiba tiba berhenti dan menghela nafas pelan membuat Ayura kuatir.

__ADS_1


"*Tidak papa sayang, Papa hanya me*rindukan mu." Ucap Bramantyo sendu.


"Ayura juga merindukan Papa. Apa Ayura pulang saja ya Pah.?"


"Jangan..." Pekik Bramantyo cepat. "Maksud Papa jangan dulu nak, kamu senang senang aja dulu disitu, lagian selama ini kamu nggak pernah jalan jalan kan. Jadi Papa ingin kamu menikmati liburan mu dulu bersama nak Abi disitu nak." Jelas Bramantyo penuh kehati hatian, takut Putrinya kecewa ataupun bersedih.


"Tapi aku ingin hadir diacara pertunangan Angel Pah, tinggal beberapa hari lagi 'kan.?"


"Masalah pertunangan Angel di undur nak, Pak Syailendra sakit dan sedang berobat keluar negeri. Jadi kita masih menunggu sampai keadaan beliau benar-benar pulih."


"Terus apa kabar, Angel dan Mama, apa mereka baik-baik saja..?"


"Iya nak, Angel dan Mama mu baik baik saja. Mereka sempat bertanya tentang mu, Papa bilang kamu sedang berlibur."


"Oh gitu yahh. Yah udah yah Pah, Papa jaga diri baik-baik, jangan lupa makan dan jangan lembur terus, kasihan Mama menunggu Papa pulang. Titip salam buat Angel dan Mama, aku menyayangi kalian semuah."


"Iya nak, kami juga menyayangi mu, jaga diri baik-baik, jangan nakal biar nak Abi tidak menenggelamkan mu di tengah laut." Canda Bramantyo mengakhiri obrolan mesra seorang Ayah dan anak.


"Nih..." Ayura menyerahkan ponsel kepada sang pemiliknya.


"Dengar kan, pesan Papa nggak boleh nakal kalau nggak mau ...Auww.." Kalimat nya terpotong dan berganti pekikak kesakitan karena Ayura menginjak kakinya dengan begitu kuat.


Gadis itu kemudian berlari setelah melakukan kejahatan pada Abi. Dia bahkan sempat mengejek pria itu dengan menjulurkan lidahnya.


"Ay..awas kau.." Teriak Abi lalu mengejar Ayura yang sudah berlari kedalam rumah.


"Auuwww..." Pekik Ayura kaget, saat kedua tangan Abi sudah mendekap erat pinggangnya dan langsung mengangkat tubuhnya dan memutar mutranya.


"Kak ..ampun kak."


"Ini hukuman untuk mu karena sudah nakal sama Aku."


"Hahaha..ampun kak..ampun. hahaha.." Abi kini menggelitik pinggang Ayura membuat gadis itu terus saja tertawa dan berontakan dalam dekapannya.


🍒 🍒 🍒


Sebuah taman didepan vila menjadi tempat Abi dan Ayura menikmati pemandangan indah soreh hari. Duduk dikursi bermaterial besi berwarna putih, terlindung oleh rindangnya pohon ketapang kencana, dengan pandangan lurus menatap birunya laut yang berada jauh didepan.


Suara gesekan pepohonan disekitarnya membuat efek tenang untuk jiwa dan pikiran yang mungkin sedang kacau. Ditambah terpaan angin membuat surai hitam Ayura bergoyang goyang.


Ayura tak terusik, dirinya masih fokus dengan pemandangan didepan dengan suasana disekitsnya membuat dia tak henti hentinya tersenyum.


Abi pun ikut tersenyum melihat wajah tenang Ayura dengan terus menyunggingkan senyum teduhnya.


Ayura mungkin fokus dengan didepannya tapi tidak dengan Abi, dia malah memilih menikmati pemandangan disampingnya yang baginya lebih indah dari pemandangan didepan sana.


Tangannya terangkat merapikan anak rambut Ayura yang tengah menari nari didepan wajah gadis itu, sebenarnya hal itu semakin menambah kecantikan gadis itu, tapi bagi Abi, dia merasa tidak leluasa menikmati kecantikan wajah gadis itu karena keusilan rambut Ayura yang seakan menutup keindahan wajahnya.


Ayura tersentak, saat tangan pria itu merapikan anak rambut kebelakang telinganya, dua ingin mengelak, tapi saat melihat senyum dan tatapn teduh Abi membuat dia hanya diam, membiarkan Abi meneruskan aksinya.

__ADS_1


Keduanya tersenyum, Abi lalu menarik kepala Ayura dan menyandarkan diatas bahunya.


Ahhhh damai....


__ADS_2