
Ayura dan Krishna baru saja menapaki kaki dikantor setelah pulang dari pertemuan dengan Pak Bramantyo, Papanya Ayura selaku pemimpin sekaligus pemilik Deluxe Group, sekalian makan siang.
Dari lobi kantor hingga sepanjang perjalanan menuju ruangan, tak pernah sekalipun Krishna melepas genggaman tangan Ayura.
Tak lupa dia pun selalu membalas sapaan setiap karyawan sepanjang jalan dengan senyuman hangat, membuat semuah karyawan bernafas lega. Ada juga yang meleleh akhirnya bisa melihat senyum cerah sang pemimpin setelah seminggu lebih mendung hitam gelap menyelingkupinya
Saat didalam lift pun Krishna tetap menggenggam tangan mungil itu sesekali dikecup punggung tangan Ayura. "Krish.. udah deh.. Tangannya nggak usah terus dicium gitu"Lirih Ayura sedikit malu dengan semuah perlakuan Krishna, apalagi tatapan pria itu yang tak pernah lepas darinya, membuat Ayura merasa malu.
"Kenapa sayang, kamu nggak suka..? Atau kau mau aku cium ditempat yang lain..?"
"Auww, Krish.."Pekik Ayura, saat pinggangnya sudah ditarik oleh Krishna, hingga tubuh mungilnya sudah merapat ketubuh kokoh Krishna tanpa cela.
"Tunggu! Apa yang kau lakukan..?" Panik Ayura saat dilihat bibir Krishna sudah mendekat.
Sekuat tenaga Ayu menahan dada Krishna agar menjauh tapi apalah daya tubuh mungilnya mana bisa disandingkan tubuh gorila milik Krishna.
Belum juga Ayura membuka mulut untuk menolak bibir tebal dan seksi pria itu sudah lebih dulu membungkam bibir Pink miliknya, hingga gadis itu pasrah, dengan bola mata yang membesar.
Krishna menyudutkan tubuh Ayura di dinding lift, kedua tangan Ayura yang sedari tadi digunakan untuk mendorong tubuh Krishna sudah berpindah di samping kepalanya dicekal kuat oleh tangan kokoh milik pria itu.
Akhirnya gadis itu pasrah, ikut larut dalam permainan bibir dan lidah Krishna. "Bernafas sayang!" Ucap Krishna setelah melepas pag*tan itu.
Krishna kembali memajukan kepalanya dengan sedikit miring agar bisa menjangkau bibir Ayura dengan leluasa,tapi saat bibirnya baru saja mel*mat bibir Ayura, bertepatan pintu lift pun terbuka.
Denga sekuat tenaga Ayura mendorong tubuh Krishna yang masih mengukung nya.Tanpa mereka sadari Adam sudah berdiri didepan lift , bola mata pria itu sampai membesar dengan rahang terbuka lebar menyaksikan adegan semi panas sang atasan dan sekretaris nya.
Tapi buru buru pria itu membalikan badanya, saat dilihat tubuh Krishna yang hendak berbalik. Pria itu tidak tahu menahu dengan keberadaan Adam. Tapi tidak bagi Ayura, dia tahu dan yakin kalau Adam sempat melihat adegan terakhir mereka.
Merona wajah gadis itu, malu tak terbilang.
"Ayo sayang! "Ajak Krishna, sembari menarik tangan Ayura.
Tapi gadis itu malah menepis tangannya dengan kasar dengan bibir yang mengerucut tajam. "Kau keterlaluan Krish, bisa bisanya Adam melihat kita berciuman. Ini semuah gara gara kamu tau nggak, aku kan jadi malu."Rutuk Ayura penuh kesal.
Mendnegar omelan sang pacar , Krishna lalu menyorot tajam Adam "Adam, apa kamu melihat kami berciuman..?" Tanya Krishna dengan fulgar membuat Ayura memukul lengan pria itu dengan kuat.
"Aku tidak melihat apapun Tuan." Jawab Adam sembari menunduk.
"Krish,kau apa apaan, apa yang kau tanyakan ha..?" Kesal Ayu dan langsung memilih pergi.
"Sayang, kamu kenapa? Adam sudah mengatakan kalau dia tidak melihat kita berci...mmph.." Ucapan Krishna terpotong karena dibungkam lebih dulu tangan Ayura.
Mendengar Krishna yang bicara nggak pake filter mana pake teriak lagi, membuat Ayura yang sudah melangkah jauh harus berlari kearahnya dan langsung menutup mulut embernya dengan tangannya sebelum pria itu membuka kedok memalukkan itu.
Tapi bukann Krishna namanya kalau tidak membuat Ayura panik, karena lidah Krishna dengan nakalnya menjilat jilat tangan Ayura yang masih membekapnya.
Ayura kaget dan langsung menarik tangannya "Krishna..."Pekik Ayura sambil memukul lengan pria itu. Krishna tergelak kencang.
__ADS_1
Saat masuk ruangan, Krishna yang belum puas mencicipi bibir manis Ayura yang sudah seminggu lebih absen. Kembali menyerang Ayura saat pintu ruangan tertutup rapat.
"Krish, apa lagi yang mau kau lakukan ha..?"Panik Ayura saat tubuhnya sudah dihimpit pria itu dididing ruangannya.
"Kita lanjutkan yang didalam lift." Jawabnya tanpa beban.
"Jangan gila kau Krish, kita lagi dikantor. Lagian kamu nggak bosan apa sedari pagi nyosor mulu."
"Ini hutang yang harus kau bayar karena seminggu mendiamkan ku" Ucap Krishna kemudian tanpa menunggu lagi sudah membekam bibir Ayura dengan bibirnya.
Tak peduli Ayura meronta dan berontak ia tetap melanjutkan aksinya, yang sepertinya sudah begitu candu dengn bibir manis Ayura.
Ciuman itu masih berlanjut hingga suara pintu terbuka tanpa mereka sadari sepasang mata polos menyaksikan adegan yang membuat gadis itu memekik keras.
"Aaaaa"Satu teriakn membuat tautan bibir mereka seketika terlepas.
Ayura begitu kaget bercampur malu mendapat Putri tengah menatap mereka dengan wajah tegang, tapi tidak bagi Krishna, ekspresinya biasa saja malah berubah dingin dan datar membuat Putri yang masih dalam keadaan kaget kembali berseru
"Maaf aku tidak melihat kalian berciuman." Ucapnya dengan suara bergetar dan langsung ambil langkah seribu, berlari keluar dari ruangan panas itu.
Ayura sungguh merasa malu. Lagian apaan sih Putri, katanya nggak lihat tapi kok bisa tau dia dan Krishna berciuman.
"Dasar pengganggu!" Umpat Krishna kesal "Sayang, kita lanjutkan di dalam" Pinta sekalian Titah Krishna sembari menarik tangan Ayura.
Tapi dengan kuat Ayura menghentak tangan Krishna, "Jangan gila kamu Krish, bibir ku sudah bengkak sana sini dan kau masih saja ingin melanjutkannya...?" Dada Ayura naik turun menahan emosi. "Tadi Adam, sekarang Putri dan entah siapa lagi yang akan menyaksikan adegan memalukkan kita ini ha..? Sekalian saja kau buat video live streaming agar semuah orang bisa menyaksikan adegan mesum mu ini." Sentak Ayura dengan nafas memburu karena emosi yang membara.
* * * * *
Mungkin rasa rindu yang membuncah karena seminggu lebih tak bertutur sapa, hingga saat hubungan mereka membaik Krishna tidak melepaskan Ayura sedikitpun, seperti ABG yang baru berpacaran tak ingin lepas dan selalu lengket kemana pun gadisnya pergi.
Ayura hanya bisa pasrah dan menyetok sabar sebanyak banyaknya, karena sekuat apapun dia menolak dan berontak takkan mempan bagi pria yang otaknya sudah terkontaminasi dengan hal-hal berbau mesum.
Seperti sekarang, Krishna kembali menggoda Ayura yang tengah membuat laporan yang belum kelar kelar, bagaiman mau kelar kalau sedari pagi Krishna terus saja merecokinya.
"Belum habis juga sayang..?" Tanya Krishna, berdiri dibelakang kursi kerjanya Ayura, meletkan dagunya dibahu Ayura sembari menatap laptop yang tengah beroperasi.
"Hmmm.." Ayura hanya bisa berdehem. Sesungguhnya dia sangat kesal saat ini. Pria itu tak memberinya ruang untuk bernafas bebas. Tapi seberapapun kesalnya, dia tak bisa menampik kalau dia juga menyukai cara Krishna mengusilinya. Sesungguhnya dia juga merindukan pria yang dicap mesum ini.
"Aku bantu ya, biar cepat selesainya." Tawar Krishna , Ayura mengangguk senang, gadis itu kemudian beranjak dari kursinya dan membiarkan Krishna yang mengambil alih pekerjaannya.
Ayura hendak berlalu tapi tangannya sudah dicekal oleh Krishna. "Jangan kemana mana sayang, tetap disini temenin aku." Ayura mengangguk dan hendak duduk dikursi sebelah tapi Krishna kembali menarik tangannya hingga gadis itu terjatuh diatas pangkuannya.
"Disini saja sayang." sebelah tangannya langsung memebelit posesif perut Ayura
"Krish, apa yang kau lakukan...?"Ayura sudah memelototinya, sembari berontak diatas pangkuan Krishna.
"Ayolah sayang, dengan begini aku lebih semangat kerjanya, cup "Satu kecupan dilabuhkan dipipi Ayura
__ADS_1
"Bagaimana kalau ada yang masuk Krish. Kenapa kamu jadi mesum gini sih." Dia benar-benar sudah frustasi, tak tau lagi cara menghadapi Krishna.
Krishna lalu mengambil ponsel dibalik saku celananya dengan sebelah tangannya yang tadi digunakan untuk menekan mouse. "Jangan biarkan siapapun masuk kedalam ruangan ku tanpa seizinku " Panggilan pun dimatikan "Sudah sayang, tidak akan ada yang melihat kita." Lapor Krishna dengan senyum lebarnya.
Ayura pasrah. "Emang kamu nggak cape ya, apa aku nggak berat" Tanya Ayura sambil berusaha lepas dari beliatan tangan Krishna.
"Nggak kok sayang, kamu sangat ringan. Lagian jangan banyak gerak Ay, kamu akan membangunkan yang dibawah."
"Ha.." Beo Ayura tak mengerti dengan ucapan ambigu Krishna, hingga tatapan Krishna mengarah kebawah, Ayura yang mengerti langsung memukul dada Krishna dengan wajah yang memerah.
Tak ingin tingkat kemesuman Krishna semakin menjadi jadi, Ayura memilih diam. Dipandangi wajah Krishna yang tengah serius dengan laporannya. 'Tampan " Batinnya
"Jangan hanya dipandang sayang, sesekali diberi kecupan biar tambah semangat aku." Krishna hanya melirik sekilas, tersenyum kemudian fokus pada laptop Ayura.
Ayura pun tersenyum lalu dikalungkan kedua tangnya dileher Krishna, kemudian mendaratkan sebuah kecupan dipipi sang kekasih.
"Lagi" Rengek pria itu seperti sedang meminta jajanan pada sang Ibu.
Ayura tersenyum dan kembali mendaratkan sebuah kecupan dipipi yang sebelah.
"Lagi.." Pinta pria itu lagi sambil menunjuk hidungnya.
Lagi..Lagi...Dan lagi.. Keduany pun terkekeh bersama.
Pekerjaan telah selesai, tanpa Krishna sadari gadis tercintanya tertidur dalam pangkuannya.
Posisi Ayura yang duduk miring dengan kepala bersandar pada dada bidangnya. Bibirnya melengkung sempurna, memandang wajah polos Ayura tanpa cela tanpa cacat..Pahatan Tuhan yang begitu sempurna, dengan kulit yang begitu putih dan mulus seperti boneka porselin.
"Ck? Bisa bisanya dia tidur. Dia begitu manis bukan..? Ahhh aku ingin sekali memakannya." Krishn terkekeh.
Pekerjaan telah selesai, dan dia membiarkan gadis itu tetap terlelap dengan nyenyak, dia bahkan tak ingin bergerak atau pun beranjak, agar tidur gadis kecilnya tak terganggu.
Dia memanfaatkan momen ini untuk terus memandang sekaligus menikmati ciptaan Tuhan yang paling sempurna.
Hingga gadis itu melenguh, menggerakan tubuhnya yang dirasa sedikit pegal karena posisi tidur yang kurang nyaman.
Dengan pelan dia membuat kelopak matanya.. "Krish.." Lenguhnya dengan wajah merona menahan malu saat menyadari dia tertidur diatas pangkuan Krishna. "Maaf, aku ketiduran."
Krishna hanya tersenyum, dia tahu Ayura tengah menahan malu. "Tidak Papa sayang, apa mau dilanjutkan didalam hmm.?" Tanya Krishna dengan lembut.
Ayura menggeleng. "Apa laporannya sudah selesai..?" Krishna mengangguk. "Terimakasi. Cup.."Ayura mendaratkan sebuah kecupan dipipi Krishna membuat pria itu terkekeh senang, Ayura melakukannya tanpa di minta.
Krishna kemudian mengunci erat pinggang Ayura dengan kedua tangannya, dan membalas kecupan dipipi Ayura " Kalau ingin berterimakasih, lakukan dengan yang benar sayang." Dan tanpa menunggu Krishna sudah meraup bibir Ayura, dan mel*matnya singkat.
"Siap siaplah aku akan mengantar mu pulang." Titah Krishna sembari melepaskan belitan tangannya.
Ayura pun bernajak dari pangkuan Krishna sambil memandang jam dipergelangan tangannya."Tapi ini belum waktunya pulang "
__ADS_1
Krishna tersenyum "Pulang dan bersiap siaplah, dandan yang cantik, karena aku ingin mengajak mu dinner malam ini. Sudah lama kita tak makan malam berdua." Sesal Krishna dengan sendu.