Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Makan Malam Bersama


__ADS_3

Saat ini semuah sudah berkumpul di meja makan dengan formasi Pak Ardiansyah duduk di kursi kebesarannya sebelah kanannya ada Airin sang isteri dan Abi.


Sedangkan sebelah kirinya ada Krishna dan Ayura.


Posisi duduk Ayura dan Abi berhadapan membuat netral pria itu dengan leluasa terus memandangnya bahkan dengan terang terangan.


Hal ini membuat Krishna mengepalkan kedua tangannya dibawah meja.


Ayura terus menunduk, tak berani mengangkat kepala. Karena melihat ke depan ada tatapan Abi yang seperti menelanjanginya, sedangkan melirik kekanannya ada Krishna dengan wajah tegang penuh amarah.


Suasana sedikit memanas. Airin sendiri menyadari itu.


"Makan yang banyak Ay. Kata Krishna kamu sangat menyukai rendang. Tante sudah buat yang banyak. Tante harap kamu memyukainya." Suara Airin memecah kesunyian.


"Iya Tante. Rendangnya sangat enak. Aku menyukainya." Jawab Ayura


Gadis itu mengangkat kepala. hanya untuk menjawab pertanyaan Airin. Dengan seutas senyum.


"Syukurlah kamu menyukainya." Jawab Airin lega


"Dia memang suka makan Mah. Dia menyukai segala jenis makanan." Tutur Krishna sembari menggenggam tangan Ayura.


Ayura sedikit canggung, tapi dia mencoba membalas senyuman Krishna. Takut pria itu tersinggung, kalau sampai Ayura menarik tangannya karena malu.


"Dia tidak menyukai Sushi. Daging mentah Sushi membuatnya alergi parah, bahkan tak bisa bernafas. Bukan begitu Ay..?" Ucapan Abi sontak membuat semuah memandangnya kemudian berbalik menatap Ayura, menunggu jawaban gadis itu.


Ayura mengangguk pelan dengan wajah bingung.


Dia memang tidak menyukai makanan khas Jepang itu, dan Abi tahu itu saat mereka makan di apartemen Abi.


Tapi dari mana pria itu tahu kalau dia alergi daging mentah bakhan sampai sesak. Setahunya dia tidak pernah menceritakan pada siapapun.


Rahang Krishna mengeras, dia melayangka tatapan tak suka pada Abi. Dia merasakan sedikit kecewa karena tidak mengetahui banyak hal tentang Ayura dan ucapan Abi seperti mencekiknya.


Niat untuk membuat Abi cemburu malah dia yang dibuat skakmat oleh kakaknya sendiri.


Makan malam dijalanin dengan penuh rasa tegang.


"Siapa orang tuamu nak..?" Setelah diam dari tadi, Pak Ardiansyah akhirnya membuka suara.


"Pak... " Belum juga Ayura menyelesaikan kalimatnya Krishna sudah mendahuluinya.


"Pak Bramantyo Pah. Pengusaha Tekstil terbesar di kota ini." Jawab Krishna


Ardiansyah sedikit tersentak memandang Krishna, kemudian kembali memandang Ayura


"Kandung..?" Tanya nya lagi.


"Iya Pah, Pak Bramantyo itu suami keduanya Amarah Pak. Masa Papa nggak tahu sih..?" Airin menimpali


Ardiansyah lalu meletakan sendok dan garpunya. Raut wajahnya sedikit berubah membuat Airin curiga. "Ada apa Pah..?"


Ardiansyah menggeleng. Kemudian tersenyum pada Airin. "Nggak papa Mah. Ayo makan." Tak ingin isterinya kuatir, Ardiansya kembali melanjutkan makannya. Yang sebenarnya dia dl sudah tidak berselerah lagi


Ada sesuatu yang sedang mengganjal pikirannya. Tanpa sepengetahuan semuahnya, diam diam pria paruh baya itu, melirik Ayura, Abi dan Krishna bergantian sembari menghela nafas kasar.


Setelah makan malam selesai, kini Ayura dan Airin tengah mengobrol diruang keluarga, Airin lebih banyak bertanya tentang perjalanan Ayura dan Krishna saat di Jepang. Dan Ayura dengan antusias menceritakan nya.


Krishna sedang berbicara dengan Papanya diruang kerja sang Papa tentang pengalihan jabatan Yudistira Entertainment besok.


Sedangakan Abi, setelah makan malam tadi dia sudah menghilang entah kemana.


"Ay, Tante masak rendang nya banyak loh, kamu bawa makan dirumah ya, Atau mungkin bisa di bagi sama orang rumah."


"Nggak usah Tan, nggak usah repot repot."


"Ck! Nggak repot kok nak, Tante memang sengaja masak yang banyak buat dibawah pulang. Tante nggak tahu aja kalau itu kamu. Ya ampun Ay, Tante senang banget loh nak.." Airin lalu menggenggam lembut tangan Ayura.

__ADS_1


Gadis itu pun membalasnya


"Yah udah, kamu tunggu disini yah. Tante bungkusin dulu."


Sepeninggalan Airin, Ayura lalu beranjak kepintu samping, disana terdapat sebuah kolam yang sangat luas, dengan air yang sangat jernih karena pantulan cahaya lampu begitu terang dengan beraneka ragam tanaman hias di sampingnya membuat sejuk mata memandang.


Keadaan diluar yang begitu indah pada malam hari yang bisah dilihat dari ruang keluarga itu membuatnya sesekali mencuri pandang keluar saat ngobrol dengan Airin tadi.


Dinding rumah yang terbuat dari kaca hingga membuatnya leluasa menikmati pemandangan yang indah dari dalam.


Ayura melangkah terus keluar, tapi langkahnya seketika terhenti saat memandang punggung tegap seoarang pria yang sedang membelakanginya.


Sepertinya pria itu tengah memandang lurus kedepan dengan kedua tangan berada didalam saku celana.


Tak ingin mengganggu ketenangan pria itu, dengan diam dia membalikan badanya hendak pergi dari sana.


Tapi baru saja dia membalikkan badanya, suara berat pria itu menghentikan langkahnya.


"Kenapa pergi..? Apa kamu tidak ingin menyapa ku Ay..? Apa sepulang dari Jepang kamu mendadak tidak mengenalku..?" Serentet pertanyaan Abi lebih tepatnya sebuah sindiran membuat Ayura langsung membalikan badanya.


Ayura menggigit bibir bawahnya, mencoba merendamkan kegugupan nya.


"Bukan begitu Pak. Aku hanya tidak ingin mengganggu Bapak tadi." Jawab Ayuk sungkan.


"Benarkah..? Bukan karena ingin menghindar dariku.?" Tanya Abi kemudian mendekati Ayura.


Abi terus memandang Ayura, gadis itu gugup dan terus menunduk


"Apa kalian sudah jadian..?" Tanya Abin tepat dihadapan Ayura


Ayura mengangguk pelan. Gadis itu masih menunduk.


Dapat didengat helaan nafas Abi.


"Semoga kalian bahagia." Ucap Abi kemudian menemukan pelan pundak Ayura. Lalu pergi meninggalkan Ayura.


Krishna memasang wajah tak suka saat melihat ada Ayura berdiri tak jauh dari mereka. Dia yakin Abi pasti habis bertemu dengan Ayura tadi.


Sedangkan Abi hanya cuek saat melirik Krishna ada rasa kesal diwajah adiknya itu.


"Apa kalian habis mengobrol..?" Tanya Krishna dengan nada sedikit ketus.


Ayura menghela nafas kasar. "Iya! "


Krishna melirik tajam." Ngobrol tentang apa..?"


"Dia hanya memberi selamat atas hubungan kita."


"Benarkah..? Syukurlah kalau dia sudah tau. Aku jadi tidak perlu repot repot memberitahukan nya."Krishna tersenyum senang. Mendekati Ayura dan mengajkanya pulang.


"Ayo, aku antar pulang. Atau nginap disini saja..?" Tanya Krishna sembari mengedipkaan matanya.


"Ck! Jangan ngadi ngadi kamu." Ketua Ayura lalu berlalu.


Sesungguhnya Ayura sedikit kesal dengan Krishna yang sepertinya sengaja menyembunyikan hubungan nya dengan Abi.


Mereka bekerja di kantor yang sama bahkan sudah dua kali mereka makan bersama, tapi mengapa baik Abi ataupun Krishna tidak pernah mau terbuka soal ini.


Kalau Abi, ok! Dia adalah atasannya tak mungkin membuaka masalah pribadi nya pada seorang bawahan. Tapi Krishna, mereka berdua bersahabat dan pada akhirnya memutuskan menjalin kasih itu pun belum genap sehari. Apa tidak bisahkah dia menceritakan hubungan nya dengan Abi..?


Baginya Krishna terlalu tega. Atau mungkin dia yang bodoh hingga tidak tahu tentang hubungan keduanya.


"Ay, tunggu. Kamu kenapa..?" Krishna membaca aura kesal diwajah Ayura. Dia lalu mengejar Ayura, di tariknya tangan Ayura.


"Ada apa..?"


"Aku cape Krish.. Antar aku pulang."

__ADS_1


"Iya, aku akan mengantarkan mu. Tapi jangan cemberut gitu dong Ay."


Ayura lalu menghela nafas kasar, kemudian memaksa sebuah senyuman.


"Nah gitu dong, kalau gini kan jadi cantik." Godanya sambil menoel dagu Ayura, membuat Ayura memekik dan langsung menepis tangannya.


Krishna terkekeh, dia lalu merangkuk bahu Ayura. "Yuk!"


"Krish..." Pekik Ayura dan memukul tangan Krishna yang bertengger dibahunya.


Kristen kembali terkekeh, Krishna lalu menggenggam tangan Ayura. Dia memang nggak akan kehabisan ide agar bisa berdekatan dengan kekasih hati nya.


Terlihat Abi mengepalkan kedua tangannya dari lantai atas melihat intetaksi keduanya.


*


*


*


Setelah pamit pada Airin dan Ardiansyah, keduanya langsung pergi.


Krishna memilih mengendarai sendiri mobilnya.


"Langsung pulang atau mau jalan jalan dulu..?" Tawar Krishna yang sedang mengemudi.


"Langsung pulang aja, aku capek." Jawab Ayura datar


Krishna hanya mengangguk pelan mendengar jawaban Ayura yang ketus. Tapi dia tetap memaksakan sebuah senyuman


"Besok ke kantor ya, aku ingin menunjukkan sesuatu kekamu."


Ayura lalu memandang Krishna, alisnya terangkat.


"Ada hal penting dalam hidupku yang akan terjadi besok."


"Apa..?"


Krishna tersenyum. "Rahasia"


Ayura menghela nafas kasar, ditatapnya Krishna penuh emosi. Dia berfikir sebenarnya ada berapa banyak rahasia yang dimiliki pria ini.


"Sebenarnya ada berapa rahasia yang kamu sembunyikan dari ku Krish..? Rahasia apa lagi yang tidak aku ketahui..?" Tanya Ayura penuh emosi.


"Saat pertama kali kita bertemu kamu merahasiakan identitas mu. Terus saat kita berteman,.kamu juga merahasiakan hubungan mu dengan Pak Abi. Dan besok apa lagi..? Aku merasa menjadi gadis bodoh saat berada disampingmu." Suara gadi itu melemah, dia mengungkap kemarahan nya dengan suara yang lirih.


Mendengar kekecewaan Ayura apalagi Ayura juga mengatai dirinya bodoh membuat Krishna tertegun. Buru buru dia menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Ay.. Apa maksud mu. Kok kamu ngomong gitu sih. Aku tidak bermaksud menyembunyikan apapun pada mu, hanya waktu saja yang belum tepat untuk memberitahukan semuahnya. Tapi aku janji mulai hari ini aku tidak akan merahasiakan apa pun dari mu, aku janji Ay. Percaya pada ku." Mohon Krishna dengan tulus. Ada nada takut bercampur kuatir.


Dia lalu menarik tangan Ayura menggenggam nya erat "Hmmm."


"Janji Kris, tidak akan ada lagi rahasia rahasiaan lagi diantara kita! Aku kecewa Kris, saat mengetahui semuahnya belakangan. Aku seperti seorang yang bodoh.."


"Ssttt.." Krishna menghentikan ucapan Ayura dengan meletakan jari telunjuknya di bibir tipis gadis itu.


"Jangan bilang begitu lagi Ay." Pintanya penuh rasa bersalah. "Iya.. aku janji Ay. Aku janji.." Krishna lalu menarik tubuh Ayura dan memeluknya, "Aku janji Ay." ucapnya lagi. Dan kali ini Ayura terkekeh.


Krishna yang gemas langsung mendaratkan sebuah kecupan dipucuk kepala Ayura. "Aku menyayangi mu Ay, sangat... "


Ayura hanya mengangguk dalam dekapan Krishna.


'Tidak apa apa belum membalas perasaanku, asal kamu tetap disisiku, bisah memeluk dan mengecup *kening mu saja itu sudah cukup bagi ku.'


🌿🌿🌿🌿* **BERSAMBUNG 🌿🌿🌿🌿


MANA TEAMNYA KRISHNA N AYURA..?

__ADS_1


DAN MANA TEAMNYA ABI N AYURA**..?


__ADS_2