Gadis Masa Lalu

Gadis Masa Lalu
Genggaman Tangan Yang Menenangkan.


__ADS_3

"Krish, kita sebentar lagi sampai." Ucap Ayura sambil menoleh kearah Krish. "Astaga Krish, kamu kenapa..?" Panik Ayura saat melihat wajah Krishna yang memucat dan sedang mengatur nafasnya yang tersendat sendat.


"Apa kamu demam..?" Tangan Ayura terangkat meraba kening pria itu. "Tapi kamu nggak panas".Ucap gadis itu bingung.


"Krish ada apa dengan dirimu, jangan buat aku takut" Ayura yang begitu panik, suaranya sampai bergetar menahan tangis melihat keadaan Krish yang semakin memucat.


Lelehan airmata telah jatuh di pipi gadis itu, antara takut dan cemas melihat Krishna yang masih memucat Ayura yang panik spontan tangan gadis itu menggenggam tangan Krish dan mengelus ngelus lembut punggung tangan pria itu, dia tidak tahu harus berbuat apa dan hanya cara itu yang bisah dilakukan untuk menenangkan pria itu.


Selang beberapa lama sesuatu tak terduga terjadi pada pria itu, saat Ayura menggenggam tangannya seketika rasa sesak yang dari tadi dirasakannya sedikit demi sedikit terasa membaik, nafasnya menjadi normal kembali dan yang dirasakan pria itu suatu kenyamanan dan ketenangan.


" Ada apa ini..? Kenapa dengan diriku dan ada apa dengan genggaman tangannya.. ?"


Krishna membalas menggenggam tangan Ayura dengan kuat, dia benar benar merasa takjub dengan perubahan yang dirasakan setelah tangannya digenggam Ayura, hal ini tidak pernah dialaminya selama ini, yang dia tahu saat dia mengalami sesak seperti ini hanya obat dan Dokter pribadinya yang bisa menyembuhkannya, tapi apa ini, hanya karena tangannya digenggam oleh Ayura kesadarannya benar benar kembali, membuat pria itu bertanya-tanya siapa Ayura sebenarnya..?


"Krish, kamu kenapa.. ? Apa yang terjadi..? Masih terlihat raut cemas diwajah Ayura.


"Aku tadi hanya sesak Ay." Senyum Krish mencoba memberitahu gadis itu kalau dia sudah tidak apa apa. " Maaf kalau aku sudah membuat mu kuatir dan panik "


"Tidak papa Krish, syukurlah kalau kamu sudah membaik.Aku sangat kuatir" Ucap gadis itu sambil mengusap pipi basah nya karena kelehan air mata.


"Kamu menangis..?"Gadis itu menjawab dengan angukan pelan. " Maaf Ay" Ada sesuatu yang dirasakan Krishna melihat Ayura menangis karena dirinya, perasaan ikut bersedih karena telah membuatnya menangis tapi juga bahagia saat melihat ada yang menguatirkannya.


"Tidak papa Krish" Ayura ingin menarik tangannya yang sedang digenggam Krish tapi pria itu malah menahannya. "Biarkan seperti ini dulu Ay. Genggaman tangan mu menenangkan ku."


Kejadian tadi cukup membuat dia sedikit lelah, pria itu lalu memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil.


"Tapi kita udh sampai Krish"


"Benarkah..?" Seketika mata pria itu terbuka dan ternyata benar taksi yang mereka tumpangi sudah berhenti.


"Tapi kalau kamu masih nggak fit mendingan kita kerumah sakit saja ya..?" Tawar gadis itu masih diliputi rasa cemas.


"Nggak usah Ay, aku sudah nggak papa kok.Ayo!" Ajak Krishna dan dianggukin Ayura.


Setelah membayar ongkos taksi, keduanya lalu menuju tempat makan, tapi betapa kagetnya Krishna saat mengetahui tempat itu adalah warung makan di pinggir jalan, seketika matanya membola sempurna.


'Ada apa lagi ini..? Sepertinya dia ingin membunuhku secara perlahan' Keluh Krishna dalam hati sambil mengusap kasar wajahnya.


"Ayo! Kamu tahu Krish, disini nasi padang nya sangat enak, apa lagi rendangnya, hmmm dijamin yummy." Jelas Ayura sambil menyatukan ibu jari dan jari telunjuk dan didekatkan ke bibirnya seperti yang sering dilakukan chef chef diacara masak masak di Televisi.


Dan aksi lucunya membuat pria itu tersenyum tipis karena ia masih shock dan malah mematung di depan warung.


"Kenapa..?" Tanya Ayura melihat kebimbangan diwajah Krishna.

__ADS_1


"Ck! Disini wlaupun tempatnya dipinggir jalan tapi dijamin bersih kok." Ucap Ayura penuh semangat menyadari keresahan diwajah Krishna.


Melihat Ayura yang begitu bersemangat membuat Krishna mau tidak mau harus ikut kedalam. Saat memasuki warung, Krishna langsung menarik tangan Ayura dan menggenggamnya. Dia hanya berusaha mengantisipasi rasa panik dan gelisah melanda.


"Kenapa..?" Tanya Ayura sambil melihat tangannya yang digenggam Krishna.


"Nggak papa, ayo!" Krishna lalu menarik tangan Ayura.


Setelah memesan dua porsi nasi padang, Ayura langsung menghampiri Krishna yang sudah dilanda gelisah. Tak berselang pesanan mereka pun datang, Ayura yang duduk berseberangan dengan Krishna langsung menyantap nasi rendang kesukaannya, sedangkan Krishna hanya mematung melihat makanan yang ada didepannya.


Seumur hidupnya baru pertama kali ini dia makan diwarung pinggir jalan dan mungkin ini yang pertama kali juga dia melihat bentuk nasi padang yang nama nya sering didengar.


Itu semuah karena sikap protektif kedua orang tuanya karena kesehatan nya yang sedari kecil memang sedikit bermasalah.


Melihat Krishna yang hanya diam tanpa mau menyentuh makanannya membuat gadis itu mendongakkan kepalanya menatap heran pria itu.


"Kenapa..? Apa kamu nggak suka..?" Pria itu hanya menggeleng.


"Aku hanya senang saja lihat kamu makan" Tak ingin membuat Ayura sedih, pria itu terpaksa berdusta.


"Ck! Tapi kamu juga harus makan Krish, ini enak loh. Atau kamu mau aku suapin hmm..?" Ucap Ayura mencoba menggoda Krishna.


"Hmmm, nggak terlalu buruk" Balas Krishna sambil tersenyum usil membuat Ayura panik sendiri.


"Ck! Padahal aku sangat berharap loh Ay" Merasa kecewa.


Melihat kekecewaan diwajah Krish yang diyakini nya kalau pria itu sedang bercanda memperlihatkan kekecewaan nya, seketika membuat gadis itu berfikir sejenak kemudian tersenyum usil, sebaris rencana licik berlari di benaknya.


"Baiklah kalau kamu maksa, tapi apa kamu nggak merasa jijik..? Aku tidak memakai sendok loh Krish." Ucap gadis itu sambil menj*ilati jari jarinya yang menempel bumbu bumbu rendang.


Entah apa yang dipikirkannya, tapi bersama Krish Ayura merasa lepas, menjadi dirinya sendiri yang ceriah dan sedikit usil, dimana semuah itu hilang karena ulah Angel dan Mamanya.


Dan tak disangka, bukannya merasa jijik Krishna malah mengiyakan tawaran Ayura, pria itu malah dengan santainya membuka mulutnya minta disuapin oleh Ayura membuat mata gadis itu melotot.


"Haa..? Kamu serius Krish..? " Dan pria itu mengangguk dan kembali membuka mulutnya.


"Aaaaaa... "


Tak ingin mengecewakan Krishna yang tengah berharap, Ayura lalu menyuapi nya tidak menggunakan tangan kosong melainkan dengan sendok, ada rasa tak rela tercetak diwajah pria itu saat melihat Ayura menggunakan sendok, tapi tetap saja dia membuka mulutnya menerima sesendok nasi padang dari tangan gadis itu.


"Benar katamu, ini sangat enak Ay. Apa lagi disuapin begini semakin yummy." Puji Krish disela sela makan, tangan pria itu pun membuat gerakan seperti yang dilakukan Ayura saat menyebut kata "yummy".


Mata Ayura menyipit, saat pria itu mengatakan senang disuap olehnya, Krish malah terkekeh melihat reaksi Ayura yang selalu terlihat gemas dimatanya.

__ADS_1


Krish makan dengan lahap nya, dia begitu menikmati setiap suapan yang diberikan Ayura, Senyum nya pun terus berkembang seperti anak kecil yang merasakan senang disuap oleh Ibunya, sedangkan Ayura sendiri sedikit kewalahan yang sesekali makan sambil menyuapi bayi tuanya ini, tapi bukan hanya Krish, dia pun begitu menikmati makanannya ditemanin seorang teman walaupun resse tapi baginya sangat menyenangkan ini.


Sesekali Krishna mencuri pandang dengan gadis manis di depannya ini, dengan wajah cantik, kalem terlihat tenang tapi kalau marah sungguh menggemaskan.


Dia pun merasa aneh dengan dirinya yang begitu merasa nyaman saat berada di dekat Ayura, dan keberadaan mereka sekarang diwarung ini dengan begitu banyak pengunjung yang berlalu lalang dia tidak merasa sesak seperti biasa.


Dan satu hal yang disukurinya tak ada satu orang pun yang menyadari kehadirannya, karena mereka memilih duduk di sudut ruangan dengan badan Krishna yang duduk membelakangi sehingga setiap pengunjung yang ada hanya dapat melihat punggung pria itu.


Di luar warung, terlihat manager dan beberapa body guard hilir mudik di depan warung dengan perasaan cemas atas keberadaan bos mereka diwarung kecil ini. Karena mereka juga tahu akan penyakit yang diderita Krishna.


Begitu juga dengan pria yang sedang berada didalam mobil, juga terlihat was was.


"Bagaiman Krish, enak kan..?"


Krishna mengangguk dengan pertanyaan Ayura. "Iya Ay, ini sangat enak, kamu tahu, ini pertama kalinya aku makan nasi padang ini, dan sumpah rasanya memang sangat nikmat." Puji Krishna jujur.


Dan pernyataan Krishna membuat Ayura terkejut. "Apa..? Ini pertama kalinya kamu makan nasi padang. Emang selama ini kamu tinggal dimana..?" Krishna pun kaget dengan ucapannya sendiri, dia pun menjadi bingung harus berkata apa untuk menjelaskan semuanya, Ayura memang belum tahu siapa dia sebenarnya, ingin jujur pun dirasa belum waktunya, dia masih menikmati kebersamaannya dengan Ayura yang mengalir apa adanya. Dan terpaksa pria itu berdusta.


"Maksud ku ini pertama kalinya aku makan nasi padang seenak ini Ay, begitu maksud ku. Sensi amat sih neng." Dusta Krishna sambil mencolek dagu Ayura dan langsung ditepis oleh gadis itu. Dan demi menghilangkan kecurigaan Ayura, Krishna pun akhirnya mengalihkan obrolan


"Apa kamu tidak mau mengajakku ke tempat lain Ay.. ?"


"Emang kamu mau kemana lagi..?"


"Akun ikut aja Ay, bukannya kamu yang traktir..?" Sahut Krishna sambil tersenyum manis.


"Cih! Senang banget ya, yang gratisan" Canda Ayura membuat tawa Krishna meledak. "Baiklah karena ini masih sore, bagaimana kalau kita ke taman dekat sini.. ? Disana terdapat banyak jajanan pasar." Jelas Ayura dengan ceria


"Ide bagus tuh, ayo!"


Keduanya pun menyepakati ke taman, Ayura yang sedang berlalu dihadapan Krish, langkah nya terhenti saat mendengar ucapan pria itu.


"Ay, kamu melupakan sesuatu" Dahi gadis itu terlipat halus. "Apaa..?" Krishna lalu melirik tangannya. Mengerti dengan apa yang dimaksud Krishna, gadis itu pun berdecak kesal.


"Ck! Apa kamu aki aki yang perlu dituntun hmm..?" Mata Ayura menyipit menatap pria resse di depannya itu membuat Krishna kembali menyemburkan tawa kerasnya.


Pria itu lalu menarik tangan Ayura dan menggenggamnya. Ayura merasa ada getaran getaran aneh mengalir dari dalam tubuhnya, gadis itu merasa nyaman, merasa terlindungin hanya dengan genggaman tangan pria itu.


Sejatinya Krishna lah yang merasa nyaman dan merasa terlindungi dari rasa sesak. Sepertinya keduanya memang saling membutuhkan.


"'Kenapa aku merasa senyaman ini berada di dekatnya..? Apa lagi genggaman tangannya terasa begitu hangat dan ahhh entahlah..'Ucap Ayura dalam hati.


'Aku tidak akan melepaskan genggaman tangan mu Ay, siapapun diri mu, aku akan berusaha mempertahankan dirimu disisi ku.'

__ADS_1


Keduanya berjalan beriringan sambil bergandengan tangan dengan menyimpan perasaan masing masing..


__ADS_2