
Tubuh Ayura meremang mendapat kecupan dari Krishna, walaupun hanya sekilas tapi sanggup memporak porandakan hatinya.
Tangan mencoba mendorong dada bidang itu, mulut pun mencoba menolak tapi apalah daya kalau, kesempatan emas itu dimanfaatkan dengan apik pria yang tengah berbunga bunga.
Krishna tak melewatkan kesempatan itu sebelah tangannya telah menekan kuat tengkuk Ayura yang hendak menjauh, bibirnya tak kalah cepat menyambar bibir basah itu, *******, menyesap dan mem*gutnya dngan lihai.
Ayura hanya bisah melebarkan kelopak mata mendapat serangan fajar dari Krishna, menolak pun tak mampu karena cengkrama Krishna begitu kuat pada tengkuk dan pinggang rampingnya.
Krishna menyesap semakin dalam dan kuat. Dia bahkan menggigit bibir bawah Ayura hingga gadis itu kaget membuka akses Krishna untuk memasukan lidhnya, dan mengobrak abrik isi mulut gadis itu.
Krishna mencoba memainkan lidahnya pada lidah Ayura ,mengajak gadis untuk berbelit lidah, tapi karena tak ada basic ataupun skil hingga gadis itu hanya diam tanpa perlawanan. Dan membiarkan Krishna menguasai permainan.
Dan p*gutan itu terhenti saat dirasa gadis nya tersengal kehabisan oksigen.
Krishna melepaskan p*gutan itu dengan sangat pelan, kemudian dengan ibu jarinya dia mengusap bibir bengkak Ayura yang basah karena salivanya.
Gadis itu kemudian menghirup oksigen dengan rakusnya. Posisi masih sama, masih begitu intim, dengan kedua tangan Ayura yang tadi digunakan untuk mendorong kini hanya pasrah diatas dada bidang Krishna.
Krishna lalu menempel keningnya di kening Ayura, hingga hidung mancung keduanya bersentuhan. "Terimakasih sayang untuk cintanya, aku sangat bahagia." Krishna tersenyum bahagia sedangkan gadis itu hanya diam tak berkulit karena masih menata jantungnya yang masih berantakan.
Sampai Krishna memiringkan kepalanya dan kembali ******* bibir gadis nya yang dirasa begitu mengg*irahkan.
Mendapat serangan kedua, Ayura menjatuhkan kedua tangan pasrah yang sedari tadi masih menempel didada Krishna.
* * * * *
Hari hari keduanya pun dilalui dengan penuh warna, Setelah kejadian ciuman panas yang terjadi, kini Krishna semakin menunjukan eksistensi nya sebagai pencium ulung .
Baginya bibir manis Ayura sudah menjadi candunya, diberbagi kesempatan Krishna selalu menyematkan diri untuk menyesap bibir Ayura, katanya sebagai vitamin untuk imun tubuh. Ayura hanya pasrah tanpa melawan, karena sia sia saja tenaganya digunakan untuk melawan pria keras kepala itu, hingga akhirnya mengalah dan pasrah menikmati bibir tebal pria itu.
Seperti sekarang, Krishna yang baru saja pulang dari miting bersama klain di tempat lain, mendapat gadisnya tengah berada diruang pribadinya, Ayura baru saja menyelesaikan hajatnya ditoilet pada ruangan Krishna.
Sebagai sekretaris dan kekasih tercinta, Krishna membebaskan Ayura menggunakan semuah fasilitas pribadi milik pria itu .
Krishna mendapatkan Ayura sedang mematuk dirinya didepan cermin, tanpa menyadari kehadirannya.
Greb!
Krishna memeluk tubuh ramping Ayura dari belakang membuat gadis itu terlonjak kaget, menjatuhkan kepala beratnya di atas pundak sang gadis, menikmati aroma tubuh Ayura yang baginya selalu menenangkan hati, jiwa dan tubuhnya yang lelah.
Ayura membiarkan perlakuan Krishna satu ini, karena ini sudsh sering terjadi. "Kenapa...? Lelah..?" Tanya Ayura sembari mengacak rambut Krishna.
Dan bagian ini yang sangat disukai Krishna.
Krishna memgangguk, memeperbaiki letak kepalanya sembari mengeratkan dekapan nya.
"Aku merindukan mu" Ayura terkekeh mendengar suara manja Krishna. Seperti anak kecil yang baru saja ditinggal pergi Ibunya kepasar.
Krishna senang mendengar tawa kecil Ayura, dia melepaskan dekapan dan membalikan tubuh Ayura menghadapinya, dibelai lembut pipi mulus Ayura kemudian mendaratkan kecupan dipipi Ayura. Berganti pipi sebelhanya, naik kekening turun ke hidung.
__ADS_1
Ayura langsung mode siaga dengan apa selanjutnya. "Krish...Kita dikantor "Ingatkan Ayura saat Krishna menatap dalam bibirnya. Krishna bergeming tanpa merespon peringatan Ayura.
"Tapi aku belum mendapatkan asupan vitamin ku hari ini."
"Tapi Krish...mmpphh..." Dan belum selesai ucapan Ayura, Krishna sudah lebih dulu mem*gut benda kenyal miliknya.
Bibir tebal nan seksi pria itu sudah ******* habis bibir Ayura, Krishna begitu rakus melakukannya membiarkan tangan gadis itu yang tengah mendorong kuat dadanya dengan netra yang membola.
"Bernafas Ay." Ucap Krishna saat melepaskan pagutan itu. Tapi itu hanya sementara, memberi jedah sedikit waktu untuk gadis itu menghirup udara. Dan selanjutnya pria itu kembali melanjutkan aksinya, dan kali ini dia menuntun tubuh Ayura kesebuah dinding , menghimpit tubuh mungil sang gadis tanpa melepaskan penyatuan bibir mereka.
"Balas ciuman ku sayang" Bisiknya di telinga Ayura, membuat gadis itu meremang, Ayura pun akhirnya terbawa suasana denga permainan lidah Krishna yang begitu memabukan.
Diangkat kedua tangannya dikalungkan dileher Krishna gadis itu pu ikut membalas ciuman Krishna, membuat pria itu bersorak senang walaupun ciuman Ayura masih amatiran tapi setidaknya dia sudah bisa memgimbangi Krishna yang seperti sudah suhu itu.
Dan semenjak saat itulah, keduanya semakin mesra saja. Tapi hanya sebatas ciuman tanpa adegan yang lain, apalagi rem*s rem*s ataupun membuat tanda kepemilikan, karena Krishna tak ingin merusak gadisnya sampai mereka halal.
Tapi tetap! Semesra mesranya Krishna, sesayang sayangnya dia pada Ayura, tetap saja dia masih tetap seorang workaholic dimata Ayura. Dan itu tak bisa dibantah.
* * * * *
Hari ini keduanya pulang kerja lebih awal karena rencananya nanti malam mereka diundang makan malam bersma orangtua Krishna.
Dan tepat jam setengah tujuh, pria itu sudah menjemput Ayura dikediaman milik sang gadis.
Baru saja Ayura menutup pintu mobil, Krishna sudah main sosor aja membuat Ayura memekik kesal. "Krish apa yang kau lakukan..?" Sengit Ayura mendelik tajam hingga aksi Krishna yang hendak mencuri terhenti.
"Aku ingin mencium mu, apa lagi..?" Jawabnya santai.
Krishna pun ikut cemberut "Tapi janji ya, pulang nanti kamu harus memberi ku ciuman." Ujar Krishna mencoba bernego.
Ayura memutar bola mata jengah "Dasar kang modus."
* * * * *
Kedatangan mereka dikediaman mewah dan megah milik orangtua sang kekasih disambut baik oleh Nyonya rumah, yakni Airin.
Didepan pintu masuk wanita senja itu merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan Anak keduanya dan calon menantunya.
Krishna tersenyum lebar ikut merentangkan kedua tangannya dan langsung memeluk hangat tubuh Ibu yang sangat dicintainya.
"Kenapa baru kesini nak..? Ibu merindukan mu" Ucap Airin menepuk bahu sang putra.
"Sibuk Mah.." Jawab Krishna mengurai pelukan
"Ck! Selalu saja begitu." Mencebik kesal. Kembali merentangkan tangan melihat menantunya hanya diam memandang interaksi dirinya dan sang anak. "Ayura sayang, apa kabar mu..?" Memeluk Ayura
"Baik Tante.." Senyum. "Tante juga apa kabar..?"
"Alhamdulillah baik juga nak. Ayo masuk, Papa sudah menunggu."
__ADS_1
Ketiganya beriringan masuk, hati Krishna menghangat melihat kedua wanita yang sangat dicintainya melangkah didepan nya sambil berpelukan di iringi percakapan ringan disertai kekehan kecil.
Mereka langsung menuju meja makan, disana sudah ada Pak Ardiansyah yang sedang tersenyum ramah kepada Krishna dan calon menantunya. Menyalim takzim pada pria yang masih gagah di usia senjanya.
Baik Airin, Ayura dan Krishna sudah duduk dikursi masing-masing. Dan tak berselang Abi pun ikut bergabung dimeja makan, dengan penampilan begitu santai dengan kaos berlengan pendek dan begitu lekat ditubuh hingga tercetak jelas bentuk tubuh seksinya, yang dipadukan dengan celan pendek. Hingga terlihat lebih segar dan lebih muda di usianya yang menginjak kepala tiga.
Ayura hampir tidak mengenali pria tampan didepannya ini, karena selama ini Abi selalu terlihat rapi dengan kameja dan celana panjangnya.
Abi menyapa ramah pada Ayura dan semuahnya. Dan beruntung nya malam ini Abi tidak membuat ulah hingga membuat adiknya marah sekalian cemburu seperti yang sudah sudah. Tidak membuat Ayura grogi, tidak juga membuat kedua orang tuanya tegang dengan perselisihan kaka beradik itu.
Malam ini suasananya lebih tenang, sesekali diiringi percakapan antar Pak Ardiansyah dan Krishna. Airin dan Ayura yang terlihat hangat. Airin dengan sejuta perhatiannya dan Ayura yang terlihat sungkan dan malu malu mendapat perhatian dan kasih sayang yang begitu tulus dari Airin.
Dan interaksi kedua wanita cantik itu membuat ketiga pria yang di kenal arogan dan dingin dikantor tapi hangat bila sedang berkumpul bersama (Kecuali Krishna dan Abi ya. ) tersenyum hangat.
Setelah acara santap malam dilanjutkan dengan ngeteh di ruang keluarga, Airin yang begitu menyayangi Ayura sepertinya tak ingin jauh jauh dari sang calon mantu.
Keduanya duduk di sofa dengan terus menggenggam hangat tangan Ayura.
"Sayang, Tante ucapkan terima kasih banyak karena sudah mau menjadi menantu Tante. Berkat kamu anak Tante yang Badung dan nakal itu menjadi dewasa dan bertanggung jawab" Ucap Airin membuat Krishna memekik kesal.
"Mah..."
Airin cuek dengan kekesalan putranya. "Dia tidak merepotkan kamu, kan nak..? Tidak menyusahkan mu..?" Cicit Airin sesekali melirik Krishna.
"Sedikit Tan.."
"Sayang..Apa yang kau katakan." Krishna pura-pura kesal.
"Jewer telinganya kalau dia masih bandel."
Dan akhirnya Semuah orang terkekeh, tapi tidak bagi Abi, pria itu tidak terusik dengan semuah obrolan unfaedah itu, karena fokus pria itu hanya pada satu titik, siapa lagi kalau bukan pada Ayura
Airin masih melanjutkan obrolan bersama calon mantu dan kali ini lebih serius. "Nak, Tante dan Om juga ingin mengucapkan banyak terimakasih karena sudah menjadi penawar buat anak Tante." Melirik Krishna dengan sendu.
"Berkat dirimu, Krishna ku tidak lagi ketergantungan obat, bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Besar harapan Tante dan Om, bersama mu Krishna jadi terbebas dari penyakit yang diderita sedari kecil." Airin sampai menitikan air mata haru
"Mah.." Krishna mendekat dam memeluk tubuh wanita baik hati yang sudah melahirkan nya itu.
"Tante bicara apa sih, Ayura tidak melakukan apa apa. Semuah ini karena kuasa dari Tuhan, dan Krishna sendiri adalah orang yang kuat dan tangguh jadi dia sendiri yang melawan penyakitnya, sedangkan Ayura hanya menolong sedikit. "
"Sayang..." Krishna ikut terharu dengan ucapan Ayura, kalau tak ingat ada orang lain diruamah ini, sudah dipastikan dia akan memeluk bahkan mungkin sudah mencium gadis itu.
Airin dan Ardiansyah tentunya sudah tahu kalau Ayura sendiri sudah seperti penawar buat Krishna saat penyakit Krishna kambuh. Dan mereka sangat bersyukur karena akhir akhir ini Krishna sudah jarang kambuh, dan menurut info dari Adam, Tuannya juga sudah tidak mengkonsumsi obatnya lagi semenjak ada Ayura.
Mereka sangat bahagia, hingga Airin yang pernah meminta pada sepupu nya Helena Kusuma untuk menjodohkan Krishna dan anak angkanya Amel ,terpaksa dibatalkan olehnya melihat Krishna yang sangat mencintai Ayura dan Ayura adalah satu satunya harapan mereka untuk kesembuhan Krishna.
Walaupun mereka pun sangat merasa bersalah pada Abi,karena lagi lagi harus mengorbankan perasaan Abi pada Ayura.
🌴🌴🌴🌴🌴 BERSAMBUNG 🌴🌴🌴🌴🌴🌴
__ADS_1
Udah semalam UP nya tapi entah mengapa sampai siang ini belum berhasil juga.. Maaf atas keterlambatan up nya ya gaess..🙏🙏