
Abi dan gadis kecil itu kini tengah menikmati es krim yang dibelikan gadis itu sebagai ucapan terimakasih.
"Kaka tampan siapa nama mu..?" Tanya gadis itu dengan bibir yang blepotan.
"Nama kaka Abimanyu. Kamu bole memanggilku Kak Abi. "
Abi tersenyum geli melihat bibir gadis itu, diambilnya selembar tisu yang telah diletakan Bibi disamping nya, dengan gerakan lembut dia membersihkan bibir gadis itu.
"Terus nama gadis cantik ini siapa..?" Tanya balik Abi sambil mencolek hidung mancung gadis itu.
Gadis itu terkekeh "Nama ku Yuana Putri. Kakak bisa memanggilku Yua."
"No! Kaka akan memanggilku mu Putri saja, karena kamu sangat cantik seperti seorang Putri"
Ucapan Abi membuat gadis itu terdiam, wajahnya berubah sendu.
"Hei! Ada apa..? Tanya Abi melihat perubahan wajah gadis itu.
" Aku jadi teringat sama Mama kak" Netranya berembun "Mama juga memanggilku Putri, katanya karena aku cantik seperti seorang putri." Luruh sudah air mata gadis itu.
"Ahh, maafkan kakak, dek! Kakak nggak bermaksud membuat mu bersedih. Baiklah kakak akan memanggilku mu Yua hmm...?" Ucapnya sambil mengusap pipi basah gadis itu.
Gadis itu menggeleng, "Nggak kak, kak Abi boleh kok panggil aku Putri. Putri senang kok"
"Benarkah..?"
Gadis itu mengangguk. "Kakak tau..? Hanya kak Abi lah yang memanggil ku Putri, selain Mama."
"Oh ya..?"
"Hmmm.." Jawab gadis itu dengan senyum yang sangat lebar. Abi terkesima.
Abi merasa Putri sangat cantik di umurnya masih kecil. "Berarti kakak istimewa dong." Goda Abi.
"Iya kak Abi istimewa, karena kak Abi teman laki laki Putri satu satunya yang Putri punya. Ehh salah, sebenarnya yang kedua sih" Ralat Putri cepat
Alis Abi terangkat sebelah. "Yang kedua..? Emang yang pertama siapa..?"
Putri tersenyum, kemudian wajahnya berubah masam. "Dia teman ku dulu, dia pernah berjanji pada ku akan datang menemuiku, tapi sampai sekarang dia belum datang datang." Tutur gadis itu menerawang.
"Kak Abi tahu..?" Tanya putri
belum sempat melanjutkan ceritanya tapi Abi sudah menggeleng membuat Putri berdecak. Pria itu malah terkekeh.
"Dia bahkan berjanji akan datang menemuiku dan akan menikahi ku. " Ucap Putri sembari terkekeh malu, Abi pun ikut terkekeh
"Siapa nama temanmu itu"
"Kak Kiss."
"Kak Kiss..?" Tanya Abi ulang.
Putri mengangguk, "Kakak tau..?" Abi kembali menggeleng, Putri menjadi kesal dan memukul lengannya, Abi malah tertawa lebar "Kakak ihh, Putri kan belum selesai ngomong." Kesalnya dengaan bibir mengerucut tajam.
"Baiklah, baiklah kakak akan mendengar cerita mu" Abi kembali tertawa "Kenapa kamu lucu banget sih dek..?" Tanya Abi gemas sembari mengacak rambut gadis itu.
Baru beberapa jam berasama gadis itu Abi merasa sangat bahagia, sudah beberapa kali dia menyemburkan tawa nya melihat tingkah lucu dan menggemaskan gadis kecil ini.
Hal yang tak pernah dilakukannya selama ini.
"Udah ketawanya..?" Sinis Putri.
Abi mengangguk, masih mencoba menahan tawa nya. "Baiklah Ceritakan, kakak akan mendengarnya."
"Ck! Sudahlah, ini sudah soreh dan aku mau pulang."
__ADS_1
Semenjak saat itu mereka selalu berjanji untuk bertemu ditaman, persahabatan mereka tidak diketahui baik Papa nya Putri maupun kakeknya Abimanyu.
Abi pun sering bermain kerumah gadis itu, tapi sekalipun dia tidak pernah bertemu dengan Orang tua nya, karena Papanya sering berpergian keluar kota bahkan luar negeri untuk urusan bisnis, meninggalkan Putri bersama pengasuhnya.
Pernah juga pria itu nginap dirumah Putri, karena gadis itu menangis merindukan Mamanya yang telah tiada dan merindukan Papanya yang jarang ada dirumah.
Bibi yang panik tak tau cara mendiamkna nona kecilnya terpaksa menghubungi Abimanyu, tanpa pikir panjang Abi pun langsung datang, menenangkan gadis kecil itu, dan berhasil gadis itu tidak menangis lagi.
Abu mencoba mengalihkan kesedihan Putri, mengajaknya memandang bintang bintang, "Kalau kamu bersedih, lihatlah bintang bintang itu, disana Ada Mama mu yang juga sedang melihatmu, jadi jangan bersedih nanti Mama mu juga ikut bersedih." Ucapan Abi membuat gadis itu sangat senang, bahkan dia pun tertidur dipangkuan Abi.
Abi mengangkat tubuh mungil gadis itu membaringkan dengan pelan diatas kasur, karena sudah sangat larut dan kecapean, pria itu pun ikut berbaring di samping Putri.
Dipandangi wajah teduh gadis itu, dia tersenyum. Pria itu berfikir, selama hidupnya hanya Putri lah yang membuat hidupnya berwarna, dia bisa tersenyum bahagia dan tertawa hanya dengan melihat tingkah menggemaskan nya.
Tanpa dia sadari, hanya sesaat keberadaan gadis itu sudah menguasai seluruh isi hatinya.
Flashback of.
* * * * *
Abi tersenyum memandang bintang bintang tanpa menyadari keberadaan Mama Airin di sampingnya, sampai satu tepukan lembut di lengannya membuat dia tersentak.
Airin terkesima melihat senyuman Abi, entah apa yang sedang dipikirkan Abi membuat nya sampai tersenyum, tapi satu yang pasti Airin sangat senang melihatnya, jiwa penasarannya pun meronta ronta.
"Ada apa hmm...?" Tanya Airin
"Nggak ada Papa Mah. Ada apa Mama kesini..? Apa nggak dicariin sama bayi tuanya...?" Tanya Abi kemudian tersenyum, mengingat sifat manja Papa nya, membuat dia dijuluki bayi tua oleh Airin dan kedua putranya.
"Lagi dikamar mandi dia.Udah nggak usah dibahas tentang bayi tua itu, ada yang mau Mama sampaikan pada mu."
Dahi Abi mengkerut
"Tante Amara mengundang kita makan malam besok dirumahnya lagi nak." Tutur Airin bahagia.
"Mama sanagat bahagia nak, Mama akan bertemu dengan dewi penolong Mama." Ucap Airin.
Kini dahi Abi yang terlipat.
"Maksud Mama Ayura, Bi." Jelas Airin.
Mendengar nama Ayura, Abi tersenyum tipis, tapi bisah dilihat Airin.
"Kalau Mama merindukan nya, kenapa Mama tidak menyamperinya..?" Tanya Abi
"Huff, akhir akhir ini Mama sibuk sayang, tapi seminggu yang lalu Mama ke kafe tempatnya bekerja dulu, tapi kata pegawai disana Ayura sudah berhenti." Tutur Airin dengan wajah sedih.
"Jelas saja dia sudah berhenti , dia sudah bekerja di Yudistira entertainment Mah." Jawaban Abi membuat bola mata Airin membesar.
"Benarkah..?" Abi mengangguk.
"Ahh, kenapa kamu nggak bilang kalau Ayura sudah bekerja disana..? Ucapnya dengan senang. " Mama mau menemunya Bi."
"Jangan dulu Mah, saat ini Ayura sedang sangat sibuk mempersiapkan fashion show nanti. Dia seorang desainer."
"Benarkah..? Waah berarti dia hebat ya Bi." Airin terlihat sangat bahagia mendengar nya."Mama nggak nyangka ternyata dia adalah seorang desainer." Ucap Airi specless, tapi Tiba tiba dia menyipitkan matanya. "Berarti kamu sering berjumpa dengannya..?" Curiga Airin
Abi terkekeh, "Jelas saja dong Mah, kami kan satu kantor." Jawab Abi masih dengan sisa tawanya.
Hati Airin menghangat melihat perubahan Abi saat berbicara tentang Ayura, apalagi dia sampai tertawa membuat dia senang dan menaruh sedikit curiga.
"Sayang, apa Ayura sudah memaafkan mu..?"
Raut wajah Abi berubah masam "Entahlah Mah."
Kemudian Airin yang hendak membuka suara, dari luar terdengar suara suaminya memanggi namanya, sepertinya bayi tuanya sedang mencari nya, Airin mendengus kesal, meninggalkan Abi yang tersenyum sembari menggeleng kan kepalanya.
__ADS_1
Dikamar, Krishna baru saja menyelesaikan mandinya. Dia sudah memakai baju kaos dan celana pendek. Dia lalu duduk diatas kasur, pandangan langsung tertuju sebuah bingkai foto disana terlihat Abi sedang merangkul dirinya, keduanya tersenyum lebar.
Krishna mengambil foto itu di usap usahanya foto itu sambil tersenyum. Yapi beberapa detik kemudian senyum nya menghilang berganti senduh.
"Maaf kak, aku hanya ingin mengamankan milik ku."
* * * * *
Seminggu kemudian di Yudistira entertainment jam 08:00 pagi
12 jam sebelum acara fashion show digelar, waktu menunjukkan pukul 08:00 pagi hari. Kesibukan mulai terlihat digedung Yudistira entertainment.
Ayura bersama ketiga desainer lainnya dan semuah tim merelakan pagi mereka untuk mengikuti gladi resik demi memastikan detail terakhir persiapan peragaan busana mereka nanti malam.
Ayura merasa sangat bersyukur menjadi salah satu desainer yang terlibat dalam acara bergengsi ini.
5 tahun semuah tentang waktu yang cukup mapan untuk Ayura mengeksplorasi bakatnya sebagai seorang desainer. Semenjak duduk di bangku kuliah gadis itu sudah mendesain puluhan bahkan hampir mendekati ratusan desain desainya yang kemudian disimpannya sendiri. Dan baru kali ini dia mengeluarkan satu persatu koleksi desainnya.
Menurut perancang kenamaan tanah air Okky Asokana yang juga hadir sebagai salah satu desainer, rancangan Ayura selalu menyiratkan kemewahan. Busananya berkesan luks dan hanya dapat dikenakn untuk acara acara khusus.
Semuah model sudah berlenggak lenggok diatas catwalk, mereka hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk memperagakan rancangan para desainer.
Dan satu bulan persiapan, sungguh waktu yang singkat namun dengan kecermatan perhitungan serta profesionalitas dari setiap pendukung yang terlibat, semuah pun bisa berjalan lancar.
Satu bulan persiapan dengan tidak mengenal lelah dan waktu. Dan pada akhirnya fashion show berlangsung dengan cemerlang ketika lampu panggung akhirnya padam dan tamu tamu undangan meninggalkan fashion tent. Rasa lega melanda semuah pihak yang terlibat.
"Rasanya langsung mau libur satu bulan" Ucap Putri langsung terbahak.
Begitu pun Ayura dan ketiga desainer lainnya, yang menyatakan kepuasan mereka atas shownya. Terlepas apapun penilaian publik kemudian.
"Selamat Ay, kamu berhasil karya karya mu sangat dinikmati tamu tamu penting kita." Ucap Krishna, memberikan sebuket bunga untuknya.
Gadis itu tersenyum lebar dengan netral berkaca kaca. "Makasi Krish." Menerima bunga itu
"Hei jangan menangis, pergilah ke depan panggung, banyak tamu tamu yang ingin mengucapakan selamat pada mu."
"Aku malu Krish"
"Aku akan menemani mu kedepan! " Satu suara barito mengejutkan keduanya.
"Pak Abi..?" Kaget Ayura, kemudian langsung memberi hormat pada pria itu.
"Aku masih atasannya disini." Ucap Abi melihat penolakan diwajah Krishna.
Ayura sendiri sedikit terkejut mendengar kata masih dalam ucapan Abi, tapi dia hanya diam tak ada hak untuk bertanya lebih lanjut
"Mari Ay!" Tanpa menghiraukan kekesalan Krishna, Abi membawa Ayura menemui tamu tamu penting yang ingin mengucapkan selamat pada Ayura, dimana sebagai pendatan baru dengan umur yang masih sangat muda tapi sudah menghasilkan karya karya yang spektakuler.
Sambil melangkah Abi membuk suara "Selamat Ay, kamu sudah membuat Yudistira entertainment bangga, khususnya Aku" Ucap Abi, langkah mereka terhenti, Ayura memberanikan diri menatap wajah Abi, yang selama ini tidak pernah dilakukan. Tapi entah mengapa kali ini dia memiliki keberanian.
"Makasih banyak Pak, ini semuah berkat Bapak yang telah memberiku kesempatan untuk bergabung di perusahaan Bapak. Aku juga merasa senang menjadi bagian Yudistira entertainment." Ucap Ayura sembari tersenyum.
Keduanya saling menatap, ada kesedihan di tatapan Abi, Ayura menyadari nya itu.
Semakin lama mengenal Abi, Ayura semakin banyak melihat ekspresi Abi yang selama ini hanya terlihat dingin dan datar.
Bahkan beberapa hari ini dia melihat Abi bisa tersenyum, bahkan tertawa. Tapi kali ini entah mengapa hatinya menjadi melow melihat kesedihan dimata elang pria itu.
πππππππππππππππ
**MAAF BILA ADA TYPO. π
LOVE YOU ALLβ£οΈβ£οΈβ£οΈ
πΉHAPPY READINGπΉ**
__ADS_1