
Krishna terlihat sangat marah mengetahui Ayura memiliki kisah kelam bersama Angel dan Mamanya yang merupakan orang yang sudah dikenalnya dari dulu.
"Satu berita lagi yang aku yakini kau pasti sangat marah bila mendengarnya." Ujar Adam lagi.
Mentap tajam Adam "Apa itu..?"
"Sebelumnya Ayura pernah bekerja di AK Group, tapi dia malah diberhentikan dengan cara yang tidak terhormat oleh Pak Abimanyu."
"Apa maksud mu..?" Terlihat emosinya kembali tersulut.
"Lihatlah diponsel mu, aku sudah mengirimkan vidio itu." Jawab Adam
Tanpa suara Krishna lalu mengambil ponsel dan langsung memutar vidio yang dikirim Adam.
Kepulan asap hitam berarak diatas kepalanya, bola matanya membulat sempurna dan memerah. Rahangnya pun mengeras, ponsel ditangannya pun tergenggam sangat kuat sampai akhirnya..
Braakkk....
"Kurang ajar. " Umat Krishna dengan emosi yang meletup letup.
Ponselnya sudah berubah tempat, hancur berantakan diatas lantai, terbentur keras didinding karena dilempar dengan sangat kuat oleh pemiliknya.
'Syukurlah, aku memilih mengirim vidio itu keponselnya' Ucap Adam dalam hati melihat ponsel Krishna yang sudah berserakan dilantai.
Tangan Krishna masih mengepal kuat dengan deruh nafas yang terdengar berantakan.
"Vidio itu telah dihapus oleh orangnya Pak Abimanyu, tapi aku berhasil mendapatkan nya."
"Apa karena itu, dia begitu takut melakukan kesalahan karena takut di pecat oleh pria arogan itu..?" Tanya Krishna pada dirinya sendirian
Teringat olehnya Ayura yang selalu mengatakan takut terlambat karena takut di pecat sama atasannya, beberapa kali pria itu mendengar alasan itu dari bibir Ayura, saat dia mencoba menahan Ayura yang pertama kali masuk kerja dan kedua saat Krishna yang ingin meminta maaf padanya saat di depan toilet.
Sekarang dia baru mengerti arti takutnya Ayura sama Abimanyu sangat kakak. Ternyata itu bukan sebuah alasan semata tapi gadis itu sungguh sungguh dengan ucapannya.
Krishna mencoba memejamkan matanya sesaat, pria itu masih emosi. sampai suara Adam mengalihkan emosi pria itu
"Saat mengikuti lomba disini, Nona Ayura sebenarnya tidak tahu kalau Pak Abi merupakan CEO dan pemilik Yudistira entertainment ini."
Krishna menyeringai "Sama seperti dia yang tidak tahu siapa aku kan Dam..?" Senyum pria itu terkembang menyadari kepolosan Ayura.
"Iya Krish." Jawab Adam pun ikut tersenyum, sepemikiran dengan Tuannya.
"Kenapa kau tersenyum..?" Krishna memicingkan matanya, pria itu tak rela melihat Adam tersenyum saat menceritakan tentang Ayura.
"Aku hanya merasa lucu saja, seorang Krishna yang merupakan artis papan atas tidak dikenal oleh nona Ayura.?" Kekeh Adam
"Ck!" Krishna berdecak kesal mendengar ejekan Adam.
"Bukankah Nona Ayura gadis yang sangat berbeda Krish..? Dia gadis yang sangat sederhana dan tentunya sangat manis" Puji Adam jujur disertai niat menggoda Krishna.
Berhasil pria itu pun terpancing. "Hei! Apa maksud dengan ucapan mu itu..? Jangan membayangkan yang macam macam tentang gadis itu atau aku akan hancurkan isi Kepala mu..?" Ancam Krishna emosi, bisa bisanya dia memuji dan membayangkan wajah garis yang hampir menjungkir balikkan dunianya.
"Hahaha... Dasar arogan." Umpat Adam dan langsung berlalu.
"Kurang ajar, aku mendengar mu Adam." Teriak Krishna
*
*
*
__ADS_1
Seperti janjinya semalam, pagi ini Krishna telah berada didepan pagar rumah Ayura untuk menjemput nya.
Krishna lalu meraih ponselnya mengubungi gadis itu. Panggilan pun terhubung "Keluarlah! aku sudah di depan.' Ucap Krishna
'Haa..? ' Ayura kaget dengan cara bicara Krishna yang tanpa basa basi langsung tepat sasaran.
Gadis itu kembali menganga saat terdengar bunyi tuutt... tutt.. tutt.. dari ponselnya tanda panggilan telah diputuskan alias mati.
" Ck ck ck! Sopan sekali dia." Sindir Ayura lalu tersenyum dengan tingkah nyeleneh Krishna.
Ayura yang memang sudah bersiap langsung menyambar tasnya dan berlari keluar tanpa menghiraukan tatapan kesal kedua nenek sihir itu. Sedangkan Papa nya sendiri sudaah berangkat ke kantor.
Saat membuka pagar, dilihatnya Krishna yang tengah bersandar dibadan mobil sembari melipat kedua tangannya diatas dada.
Pria itu lalu tersenyum padanya. "Pagi cantik"
"Ck! Ini terlalu pagi Krish, dan aku belum sarapan" Omel gadis itu
"Aku sengaja Ay, kita makan diluar, ok! Ayo!" Ucap Krishna lalu membuka pintu mobil untuk Ayura. "Silahkan tuan putri. " Ucap pria itu lagi sambil tersenyum lebar.
"Aku bisah sendiri Krish!"
Setelah mempersilahkan Ayura masuk, diapun setengah berlari kesebelah badan mobil dan langsung duduk dibelakang kemudian dengan Ayura yang duduk disampingnya.
"Kita sarapan dimana..?" Tanya Ayura sambil memasang seatbelt nya.
"Yang jelas bukan diwarung pinggir jalan ya."
"Kenapa..?"
"Aku tidak mau mati karena kehabisan nafas Ay" Pria itu lalu menjalankan mobil nya.
Krishna memilih sebuah kafe untuk tempat sarapan mereka pagi ini. Krishna memilih secangkir kopi dan sepotong sandwich sebagai menu sarapan nya. Begitu juga Ayura, gadis itu pun memesan secangkir coklat panas dengan brownis coklat keju sebagai temannya.
Setelah merampungkan sarapan pagi dikafe Senja, kafe yang terkenal dengan menu kekinian yang sangat digandrungi anak anak muda, karena pemilik kafe itu sendiri adalah seorang anak muda yang terkenal lihai dalam memasak dan juga sangat tampan, dan nama pemiliknya adalah Regan Alexander. (Ada yang mengenalinya..? 🥰)
Kini keduanya telah tiba di kantor Yudistira entertainment.
"Makasih ya Krish, aku duluan." Ucap Ayura lalu membuka pintu mobil tapi langsung dicegat oleh Krishna.
"Sama sama Ay."
"Ck! Aku nggak mau Krish, nanti kita jadi sorotan kalau kedapatan bersama."
"Emang kenapa..?" Tanya pria itu tak Terima.
"Aku tidak mau jadi bahan gosip anak semua orang, terlebih fans mu."
"Aku nggak mau tau, pokoknya kamu tunggu aku disini, aku parkiran mobil ku dulu baru kita barengan keatas, ok!"
Tanpa mau mendengar perintah Krishna, gadis itu memilih masuk kedalam kantor tanpa mau menunggunya.
Pikir gadis itu biarlah nanti Pria itu marah dari pada dua menjadi bahan gosip semuah karyawan disini.
Ayura langsung bergegas kearah lift untuk para karyawan biasa seperti dirinya. tanganya sudah memencet tombol pada lift itu tanpa menyadari seseorang tengah memperhatikan nya.
"Nona Ayura.."
Suatu sura bariton menyapanya membuat langkahnya terhenti di depan lift yang sudah terbuka. Gadis itu langsung menoleh kearah suara itu.
"Pak Abi..?" Kaget dan langsung memberi hormat.
__ADS_1
"Ayo! ikut aku ke lift sebelah" Lift yang dimaksud Abi adalah lift khusus untuk CEO dan tamu tamu penting lainnya.
"Haaa...?" Kaget gadis itu bercampur bingung.
"Ayo Ay, ada yang mau aku bahas sama kamu" Tak ingin membuat Ayura menolak permintaannya, pria itu memilih sedikit berdusta mau membicarakan tentang pekerjaan agar gadis itu mau diajak keatas menggunakan lift khusus itu bersamanya.
"Ahhhh, i.. iya Pak." Ucapnya gugup, Pikiran gadis itu tengah berkecamuk memikirkan akan berduaan saja dengan pria kaku itu didalam lift itu.
Didalam lift Ayura memilih berdiri di belakng Abi, tangannya sudah gemetar, gadis itu terus menunduk sambil menggigit bibir bawahnya karena merasa cemas dan takut.
Tubuhnya ikutan menegang saat pria itu melangkah mundur mensejajarkan tubuhhya dengan dirinya.
Abi dapat merasakan tubuh Ayura yang bergetar, mencoba mencairkan suasana pria itu pun membuka suara.
"Apa yang kamu bawa..?" Tanya nya dengan menggerakan dagunya kearah map yang tengah dipegang Ayura.
"I.. ini laporan kerja dan hasil desain terbaru ku Pak"Jawab gadis itu dengan terbata.
Abi menghela nafas pelan. Dia benar-benar merasa terpukul menyadari Ayura yang masi ketakutan dengannya. " Kalau begitu, kita langsung keruangan ku!"
Tak ingin Ayura terus ketakutan kepadanya, pria itu sengaja terus menempatkan Ayura berada di dekatnya agar menghilangkan rasa ketakutan gadis itu, karena dia benar-benar merasa terpukul dan menyesal dengan apa yang terjadi pada Ayura karena ulahnya di masa lalu.
Tiba-tiba ponsel Ayura berbunyi tanda panggilan masuk. Dan saat dilihat ternyata panggilan dari Krishna.
"Maaf Pak, aku angkat telponnya dulu."
"Hmmm..." Jawab pria itu dan langsung membuang muka.
"Halo Krish! " Tatapan Abi langsung beralih ke Ayura saat nama Krishna disebut.
"Kau dimana Ay..? " Tanya pria diseberang sana
"Maaf Krish, aku sudah didalam lift bersama Pak Abimanyu menuju keruangnnya." Jawab gadis itu.
Entah kenapa, bibir pria itu langsung melengkung tipis saat Ayura mengatakan tengah bersama nya, berbanding terbalik dengan yang diseberang menjadi kesal, sangat kesal mungkin karena Ayura yang sudah meninggalkannya atau karena Ayura mengatakan tengah bersama Abimanyu. Tapi yang jelas dia sangat kesal.
"Awas kamu Ay, aku akan membuat perhitungan dengan mu." Ancam Krishna
"Hehehe... Maaf Krish, aku buru buru tadi. Udah dulu ya, aku matiin telponnya yah." Panggilan pun berakhir.
Ada rasa tak rela saat Ayura terlihat santai dan begitu ceriah saat berinteraksi dengan Krishna, pria itu merasa kesal tapi sebisa mungkin ditahannya, tak mau memperlihatkan kepada Ayura, emang dirinya siapa coba..?
"Pergelaran fashion show tinggal seminggu lagi" Ucap Abi membuka obrolan sembari melirik Ayura. "Jadi tolong kosentrasi kerjanya, karena dipastikan hari ini dan kedepannya kita akan sangat sibuk"
Saat melihat kedekatan Ayura dan Krishna, pria itu selalu menekankan kata kosentrasi kosentrasi kepada gadis itu, karena sesungguhnya dia tidak ingin kosentrasi Ayura terbagi kepada Krishna, karena yang dia inginkan hanyalah Kosentrasi Ayura pada pekerjaan nya dan tentunya hanya dengan dirinya saja. Egois memang.
"Iya Pak"
Setelah keluar dari lift, Ayura pun mengikuti Abimanyu ke ruangannya.
"Huuff, satu lift bersamanya membuat ku hampir tidak bisa bernafas dengan benar." Gumam Ayura sembari mengibas ngibas tangan ke wajahnya. "Mungkin aku sudah terkena kutukan dari Krishna karena sudah meninggalkannya tadi, hehehe.. " Kekeh gadis itu
Mendengar Ayura yang tengah terkekeh dibelakang nya, membuat Abi langsung menghentikan langkahnya, mengakibatkan kepala Ayura terbentur dipunggung kokohnya.
"Auuww" Ringis Ayura sambil memegang keningnya.
Pria kaku itu langsung berbalik "Makanya kalau jalan itu fokus lihat ke depan." Omel pria itu
"Maaf Pak." Ujar Ayura menunduk, masih mengusap keningnya.
Abi lalu melangkah pergi sambil menyunggingkan senyuman senang karena sudah berhasil mengerjai Ayura.
__ADS_1